Friday, November 09, 2012

MLM, halal atau haram?

Wah topiknya agak sensitif nih, karena jaman sekarang banyak sekali orang yang mengikuti MLM. Aku bukan orang yang ahli, dan aku juga tidak tahu apakah yang akan aku kutip ini berlaku bagi semua sistem MLM atau tidak. Mungkin kalau mau lebih jelas bisa beli bukunya atau tanya penulisnya langsung.

Menurut buku yang aku baca, yaitu buku Harta haram muamalat kontemporer, penulis Dr. Erwandi Tarmizi, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa MLM haram. Penjelasan lengkapnya ada di dalam buku dan akan terlalu panjang jika disalin di sini. Maka aku hanya akan mengutip beberapa bagian saja.

---------- awal kutipan ----------
1. Sistem MLM mengandung riba fadhl dan nasi'ah.
Setiap anggota menyerahkan uang dalam jumlah kecil untuk mendaptkan uang yang lebih besar. Ini berarti uang ditukar dengan uang dengan nominal tidak sama dan tidak tunai. Inilah riba yang diharamkan berdasarkan teks Al-Quran dan hadis, beserta 'ijma.
Sedangkan status barang/produk yang ditawarkan hanyalah sebatas kedok, karena barang bukanlah tujuan orang yang ikut dalam jaringan tersebut. Dengan demikian keberadaan barang tidak mempengaruhi hukum (menjadi halal).

2. Sistem MLM mengandung unsur gharar (spekulasi) yang diharamkan syariat.
Karena setiap orang yang ikut dalam jaringan ini, ia tidak tahu apakah akan berhasil merekrut anggota (downline) dalam jumlah yang diinginkan atau tidak. Sedangkan jaringan ini sekalipun terus beroperasi, suatu saat pasti akan terhenti, maka pada saat ia bergabung ke dalam jaringan ia tidak tahu, apakah ia berada pada tingkat atas dengan demikian dia akan beruntung. Ataukah dia berada pada tingkat bawah dengan demikian dia akan rugi.
Dan kenyataannya, sebagian besar anggota jaringan menderita kerugian dan hanya sebagian kecil saja yang meraih keuntungan.
Dengan demikian, persentase terbesar adalah rugi, inilah hakikat gharar. Yaitu, keberadaannya antara untung dan rugi, dengan rasio rugi lebih besar.
Dan nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang gharar, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahih.

3. Sistem MLM mengandung unsur memakan harta manusia dengan cara yang batil.
Karena yang mendapat keuntungan dari sistem ini hanyalah perusahaan MLM dan sejumlah kecil anggota dalam rangka mengelabui orang-orang untuk ikut bergabung.
Dalam hal ini teks Al-Quran sangat jelas mengharamkan praktik ini. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil. (An-nisaa:29)

4. Sistem MLM mengandung unsur penipuan, menyembunyikan cacat, dan pembohongan publik. Dari sisi penyertaan barang/produk dalam jaringan, seolah-olah ini adalah penjualan produk padahal sesungguhnya yang terjadi bukanlah demikian. Dan dari sisi menjanjikan bonus yang sangat besar, namun jarang diperoleh setiap anggota. Ini adalah penipuan yang diharamkan syariat.
---------- akhir kutipan ----------

Mungkin gampangnya begini kali ya,
untuk poin nomor satu: kalau ngga diiming-imingi bonus, kamu tetap beli ngga produknya? Atau cari produk lain yang lebih murah, lebih bagus, lebih sreg di hati?
untuk poin nomor dua: kita ngga tahu berapa banyak teman kita yang sudah bergabung ketika kita bergabung. Jika kita termasuk yang awal bergabung, maka besar kemungkinan kita mengajak teman-teman kita. Jika kita termasuk yang terakhir bergabung, maka akan lebih sulit mencari teman yang mau bergabung.
untuk poin nomor tiga dan empat penjelasannya cukup jelas.

Tuesday, November 06, 2012

Sistem dropshipping dalam pandangan islam

Dengan maraknya bisnis online jaman sekarang, makin berkembang pula metode dalam berbisnisnya, salah satunya adalah sistem dropshipping.

Apa itu dropshipping?

Pengertian "dropshipping" adalah penjualan produk yang memungkinkan dropshipper (reseller) menjual barang ke pelanggan dengan bermodalkan foto dari supplier/toko (tanpa harus menyetok barang) dan menjual ke pelanggan dengan harga yang ditentukan oleh dropshipper.Setelah pelanggan mentransfer uang ke rekening dropshipper, dropshipper membayar kepadasupplier sesuai dengan harga beli dropshipper (ditambah dengan ongkos kirim ke pelanggan) serta memberikan data-data pelanggan (nama, alamat, no. ponsel) kepada supplier. Barang yang dipesan akan dikirim oleh supplier ke pelanggan/pembeli. Namun, yang menarik, nama pengirim yang tercantum tetaplah nama si dropshipper. (Dikutip dari:
http://pengusahamuslim.com/dropshipping-usaha-tanpa-modal-dan-alternatif-transaksinya-yang-sesuai-syariat)

Banyak pengusaha online yang sekarang beredar sebenarnya adalah dropshipper, jadi mereka tidak memiliki barang yang dijualnya. Aku pun termasuk salah satu orang yang pernah melakukan sistem ini dalam berjualan online.

Itulah salahnya orang jaman sekarang, terkadang ada hal baru dan banyak orang melakukannya, lantas mengikutinya tanpa mencari tahu lebih dahulu bagaimana sebenarnya hukumnya, apakah halal atau haram? Apakah memang kita sudah memasuki jaman yang pernah disebut Rasulullah SAW, di mana orang-orang sudah tidak peduli lagi dengan halal dan haram?
Bukan lagi jamannya kita cuma berkutat pada daging babi dan minuman keras, karena jaman semakin maju, banyak hal haram yang menyusup di antara kita seolah-olah itu hal yang biasa dan kita melakukannya.Contohnya: riba. Apa praktek riba yang banyak dilakukan umat muslim sekarang? Bank konvensional, asuransi konvensional, kartu kredit, KPR.

Padahal sebagai umat muslim yang hidup di jaman sekarang, kita jarus jeli dalam memandang segala hal, kita harus bisa memilah yang halal dan yang haram. Jika ada hal yang kita ragu kehalalannya, maka hindarilah agar kita selamat, sesuai hadits Rasulullah SAW ini:

An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'" (HR. Bukhori)

Lalu bagaimana sebenarnya hukum dropshipper itu?

Sebagai umat muslim, tentu kita mencari jawaban dari al-Quran, hadits, atau 'ijma para ulama. Dan aku menemukan hadis berikut dari buku "Harta haram muamalat kontemporer" dengan penulis Dr. Erwandi Tarmizi.

"Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam, ia berkata, "Wahai Rasulullah! Seseorang datang kepadaku untuk membeli suatu barang, kebetulan barang tersebut sedang tidak kumiliki, apakah boleh aku menjualnya kemudian aku membeli barang yang diinginkan dari pasar? Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jangan engkau jual barang yang belum engkau miliki!" (HR. Abu Daud. Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak halal menggabungkan akad pinjaman dan jual beli, tidak halal dua persyaratan dalam satu jual beli, tidak halal keuntungan barang yang tidak dalam jaminanmu dan tidak halal menjual barang yang bukan milikmu." (HR. Abu Daud. Menurut Al-Albani derajat hadis ini hasan shahih).

Dari dua hadis di atas jelas bahwa dropshipper yang mengikuti pengertian di atas adalah jelas haram.
Lagipula kalau kita tilik lebih teliti, memang ada unsur penipuan di sana. Dropshipper berlaku seolah-olah dia memiliki barang padahal tidak. Dan suplier berlaku seolah-olah dia adalah dropshipper ketika mengirim barang padahal bukan. Padahal Allah melarang kita untuk menipu, melarang kita untuk menzhalimi orang lain, sekecil apapun itu. Maka bagi yang pernah atau sedang melakukan sistem dropshipper segera bertaubatlah, mintalah ampun pada Allah, dan berhentilah dari sistem dropshipper.

Lalu bagaimana dengan orang yang ingin berbisnis dengan modal kecil, seperti yang ditawarkan sistem dropshipping? Ada solusinya, yang insyaallah halal yaitu: Lakukan sistem pemesanan. Jadi kalau ada pembeli yang ingin membeli barang yang belum kamu miliki, jujur saja bilang kamu ngga punya barangnya tapi kamu bisa pesanin, dan akad jual beli belum terjadi di sini, pembeli pun belum mengeluarkan biaya apa-apa. Saat kamu sudah punya barangnya, baru jual, baru akad jual beli terjadi di sini. Rejekinya insyaallah halal.

Seandainya pembeli tidak jadi beli, dengan alasan apapun, itu memang resiko penjual, anggap saja jadi stok barang. Hal ini biasanya diistilahkan dengan "hit and run", udah pesen tapi ngga jadi beli. Iklankan saja lagi sambil berdoa semoga Allah memberikan pembeli yang lain pada kita.
Selain itu, ketika mencari pengertian dropshipper yang baik, ternyata di pengusahamuslim.com juga mengulas solusinya. Coba saja buka link kutipan pengertian dropshipper di atas.
Alhamdulillah Islam itu memang rahmat bagi seluruh alam, jadi segala hal dalam kehidupan sudah ada aturannya di sini. Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Wallahu a'lam.

Spreinya kakaaak!

Numpang iklan di blog sendiri. Maaf yaaa.... Soalnya aku tahu para blogger di sini adalah para penulis sejati, jadi kayaknya kalo postingannya jualan, blognya agak-agak ternodai gimana gitu *taelaaahhh*

Ok, lets make it short!

Aku jualan sprei berbagai motif, bagus-bagus, lucu-lucu, bahannya adem, ada dua jenis bahan, panca agung/cvc dan katun jepang/satin jepang. Lebih detailnya bisa di lihat di http://morelee.multiply.com, atau di facebook aku juga ada di album sprei.

Mampir yaaaa... Makasih... Lebih makasih lagi kalo beli :p

Sunday, November 04, 2012

Penjagalan ayam dan tinjauan syar'i

Udah lama nih ngga ngeblog, gara-gara susah nyari ayam yang masih disembelih orang.. Eh apa hubungannya? Ngga ada sih, aku cuma mau nyambung-nyambungin aja, soalnya mau bahas topik mengenai hukumnya ayam yang disembelih pake mesin dalam islam :p

Jadi begini, aku lagi baca buku yang judulnya harta haram muamalat kontemporer, penulisnya Dr. Erwandi Tarmizi. Bukunya bagus, cukup lengkap, dan cukup up to date mengenai praktek-praktek jual-beli yang ada sekarang ini, misalnya aja tentang jual beli online.

Pas lagi baca-baca, salah satu bahasannya adalah mengenai praktek penjagalan ayam yang menggunakan mesin. Terus terang, di pasar deket rumah, abangnya bilang kalo ayam-ayam di sini disembelihnya pakai mesin, ngga ada yang pake tangan, huhu lalu gimana dong? Yang aku tahu, di pasar dekat rumah orangtuaku tuh yang masih ada penjual ayam yang sembelih sendiri, di pasar slipi.
Emang gimana sih hukumnya? Aku bukan ahlinya, jadi aku kutip saja dari bukunya ya.. Ada di halaman 44.

----------- awal kutipan ----------
Proses penjagalan terjadi sbb:
Ayam digantung kakinya, dengan demikian kepalanya mengarah ke tanah, lalu gantungan tersebut bergerak menuju tempat berikutnya, di tempat ini ayam disiram dengan air dingin, terkadang air tersebut dialiri muatan listrik, lalu ayam digerakkan ke tempat selanjutnya dimana tersedia besi tipis tajam berbentuk bundar sehingga puluhan ayam yang digantung berputar mengitari pisau otomatis tersebut dapt disembelih dalam sesaat, kemudian setelah disembelih, ayam digerakkan ke tempat berikutnya, yakni bak besar berisi air hangat yang suhu panasnya kurang dari 100 derajat celcius, lalu ayam direndam agar mudah untuk mencabuti bulu-bulunya, lalu prosesnya dilanjutkan untuk siap dipasarkan.


Dari penjelasan tentang cara penyembelihan ayam dengan alat moden di atas, dapat disimpulkan bahwa:
- Penyiraman air yang bermuatan listrik untuk membius ayam, memang secara umum tidak menyebabkan kematian terhadap ayam, akan tetapi bila ayam dalam kondisi sakit mungkin saja penyiraman air itu menyebabkan kematian ayam sebelum di sembelih, bila ini terjadi jelas bahwa hukum ayam tersebut adalah bangkai.
- Penyembelihan dengan menggunakan pisau otomatis, memungkinkan terjadinya ayam tidak terpotong urat saluran pernapasan dan saluran makanannya, dikarenakan ayam tersebut bergerak menjauh dari pisau otomatis, lalu kemudian ayam dicelupkan ke dalam air hangat dan mati di dalam tempat ini, hal tersebut menunjukkan ayam mati karena tenggelam dan bukan karena sembelihan. Dan ayam yang mati tenggelam adalah bangkai.
- Saat penyembelihan tidak diucapkan "bismillah", karena yang menggerakkan alat pemotong adalah listrik dan bukan manusia.
---------- akhir kutipan ----------

Kalau dari kutipan tersebut, pendapatku pribadi, untuk poin pertama dan kedua terjadi ketika kondisi tidak ideal, artinya tidak semua ayam yang disembelih mesin itu adalah bangkai, mungkin dari 100%, sekian persennya adalah bangkai, tapi kalau memang ragu sebaiknya tidak dibeli. Sesuai hadits dibawah ini, yang ada di hal. 46

"Apabila engkau memanah hewan buruan maka ucapkanlah "bismillah", jika engkau dapati hewan tersebut mati makanlah! Jika hewan tersebut engkau dapati jatuh ke dalam air dan mati maka janganlah engkau makan, karena engkau tidak tahu; apakah hewan tersebut mati akibat tenggelam di air atau mati akibat anak panahmu". (HR. Abu Daud dan ini dishahihkan oleh Al-Albani).

Sementara untuk poin ketiga, kukembalikan pada pendapat pribadi masing-masing, karena ada orang-orang yang menganggap bahwa menyalakan mesin dengan membaca bismillah berarti sudah mewakili.

Lalu bagaimana dengan pendapat di buku ini? Penyembelihan setiap ayam perlu dibaca bismillah, jadi kalau menurut buku ini, semua ayam yang disembelih dengan mesin adalah bangkai. Kalau mau tahu alasan lengkapnya beli bukunya aja yaa, panjang kalau harus diketik di sini.. *malas ngetik mode on*
Jadi gimana dong yang mau makan ayam? Ya udah cari aja pasar yang masih jual ayam hidup dan disembelih abangnya langsung. Atau gampangnya mulai sekarang makan ikan aja yang bangkainya pun jelas halal :D

Tuesday, October 16, 2012

Ensiklopedia kiamat

Beberapa waktu yang lalu, aku baru saja menyelesaikan buku berjudul "ensiklopedia" kiamat. Disebut "ensiklopedia" karena buku ini menjelaskan secara berurutan dan lengkap mulai dari sakratul maut hingga surga-neraka. Buku ini ditulis oleh Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, diterbitkan oleh penerbit zaman. Penjelasannya mengalir dan dilengkapi dengan ayat quran dan hadits-hadits yang mendukung jadi bacanya ngga bosen. Kekurangannya menurutku, catatan kaki, sesuai namanya, lebih nyaman diletakkan di posisi bawah halaman, bukan di akhir bab, malah jadi kurang enak bacanya. Secara keseluruhan, menurutku buku ini layak dibaca :-)


Saturday, October 13, 2012

Tak tergantikan

Alhamdulillah, akhirnya dapat kesempatan juga untuk berhenti bekerja, meskipun orangtuaku bilang sayang kalau berhenti, dan aku mengerti pendapat mereka, tapi keputusanku pada waktu itu sudah bulat. Meskipun ada orang-orang yang berpendapat, untuk apa sekolah tinggi-tinggi tapi ujungnya di rumah?

Menurutku, tinggal di rumah tidak mengurangi kecerdasan seseorang, bahkan kecerdasan itu terlihat dari tingkah laku dan pola pikirnya. Dan aku sangat mengenal orang itu, ibuku. Meski beliau yang "paling menentang" aku untuk berhenti, dan beliau pula yang berkata bahwa beliau menyesal bahwa dulu tidak pernah bekerja, dan berandai-andai kalau saja dulu bekerja mungkin sudah sukses dan tidak kehilangan teman-teman. Tapi oh mama, aku tidak pernahe menyesal merasakan kehadiranmu di rumah. Tanpamu, mungkin pendidikan anak-anakmu tidak akan sesukses sekarang.

Kehadiranmu adalah alasan bagiku untuk pulang. Ya, aku masih ingat jaman ketika aku masih sekolah. Dahulu aku adalah anak yang kurang bergaul, yang hampir selalu pulang setiap sekolah usai, sementara teman-temanku pada kelayapan. Kutanya pada salah satu temanku, "lo kok ngga pulang?"

Apa jawabannya? "Ngapain, di rumah ngga ada orang, cuma pembantu gw doang!" Dan saat itulah aku begitu bersyukur memiliki engkau di rumah. Aku tahu kau menungguku, aku tak peduli engkau masak apa hari itu, aku juga tak peduli sedang apa engkau saat kupulang nanti, apakah sedang memasak, membaca koran, atau sedang tiduran membaca novel? Kehadiranmu di rumah sudah cukup bagiku. Dan alasan itu cukup penting untuk membuatku pulang, karena kutahu, saat aku mengucapkan assalamu'alaikum di depan rumah nanti, kau akan berhenti dari kegiatanmu dan menyambutku. Itu saja.

Jawaban temanku semenjak itu terus melekat dalam ingatanku dan membuatku bertekad, saat aku punya anak nanti, aku tidak mau anakku berkata hal yang sama seperti dia. Itulah sebabnya aku berhenti. Semoga aku bisa bersabar dalam menghadapi perubahan ini, dari kesibukan di kantor menjadi kesibukan di rumah.

Delapan tahun adalah waktu yang cukup untuk merasakan pengalaman bekerja. Doakan saja, semoga aku tidak menyesal karena berhenti bekerja. Dan paling tidak, aku sudah pernah merasakan pahit manisnya bekerja selama hampir delapan tahun ini.

Setahuku, islam pun lebih mengutamakan seorang istri di rumah. Siapakah yang lebih tahu dari Allah? Seorang ibu, secinta apapun dia pada pekerjaannya, perasaan dan ikatannya dengan anak tidak bisa dipungkiri. Berada di rumah bukan berarti merendahkan wanita. Live a life that really matters to you. As a worker, I'm replaceable. As a mom, I'm irreplaceable.

Wallau a'lam.

Saturday, September 29, 2012

Pembelaan terhadap Muhammad Rasulullah SAW


Belum lama ini beredar film yang dikatakan menghina Muhammad Rasulullah SAW. Sudah beberapa waktu lalu aku ingin menulis tentang ini, tapi sayang, baru sempat sekarang. Ketika aku membaca berita itu di salah satu website, dan mencari tahu seperti apa filmnya di youtube, dan juga membaca kejadian yang dilakukan umat muslim sebagai aksi protes sampai akhirnya ada pihak yang terlukai dan terbunuh, aku sangat menyayangkan hal itu terjadi.

Sungguh, jika kita meneladani sifat Rasulullah SAW, beliau tidak akan mengijinkan kita berbuat kekerasan seperti itu. Masih ingat kisah pengemis buta yahudi yang selalu menghina beliau tetapi Rasulullah SAW tetap mengasihinya dengan memberinya makan setiap hari, bahkan dengan menghaluskannya terlebih dahulu agar pengemis itu tidak kesusahan mengunyahnya? Dan itu beliau lakukan sampai akhir hayatnya, sehingga ketika Abu Bakar As-shiddiq menggantikannya, pengemis buta itu tahu bahwa orang ini bukan orang yang biasa, sebab dia tidak menghaluskan makanannya terlebih dahulu. Setelah pengemis buta itu tahu bahwa yang menyuapinya selama ini adalah Rasulullah SAW maka dia pun mengakui Rasulullah SAW dan masuk islam.

Lihat betapa lembut sifatnya. Manusia tidak akan takluk dengan kekerasan, tapi dengan kelembutan. Masih ingat kisah ketika Rasulullah SAW mendatangi suatu kota dan dilempari batu? Sehingga malaikat Jibril menawarkan agar mereka ditimpa gunung sebagai balasan atas perbuatan mereka. Apa kata Rasulullah SAW? “Sesungguhnya mereka berbuat begitu karena mereka tidak tahu.” Beliau menolak perbuatan kaum itu dibalas.

Ada lagi contoh kasus orang yang menghina Muhammad Rasulullah SAW, sehingga Umar bin Khattab menawarkan diri untuk membunuh orang itu, tapi Rasulullah SAW menolak. Beliau memilih cara kelembutan daripada kekerasan.

Dengan pengetahuanku yang minim ini, kurasa masih banyak contoh lainnya.

Lalu bagaimana kita harus bersikap? Menurut pendapat pribadiku, jika kita melakukan kekerasan, semakin yakinlah orang-orang yang memusuhi islam bahwa islam identik dengan kekerasan. Sebaliknya, kita harus tetap lembut dan menjaga amarah dan menunjukkan pada orang-orang bahwa islam adalah agama yang benar dan menjadikan pemeluknya orang-orang yang lembut dan santun sikapnya. Berikanlah contoh bahwa kita meneladani Rasulullah SAW yang lembut hatinya, bahwa beliau adalah manusia yang mulia akhlaknya.

Wallahu a’lam.

Ayat dalam Quran


Berapa jumlah ayat dalam Quran? Yang aku ingat, selama aku sekolah, yang di ajarkan adalah 6666 ayat, tapi karena aku tidak yakin akan ingatanku, maka aku googling. Dan apakah ingatanku benar? Ya. Tapi apakah fakta itu benar? Tidak. Ternyata jumlah ayat dalam Quran bukan 6666. Jadi berapa?

Jawabannya: Bervariasi. Kalau mau tahu lebih lanjut silakan cari di google.

Kenapa bisa bervariasi? Karena ketika menyampaikan wahyu, ada saatnya ketika Rasulullah SAW berhenti untuk mengambil nafas kemudian melanjutkan. Nah, ada yang mengambil kesimpulan saat berhenti itu berarti satu ayat, tapi ada juga yang menyimpulkan bahwa kalimat lanjutannya masih satu ayat. Bisa dikatakan bahwa ketika Rasulullah SAW berhenti sebentar, ada yang menganggap itu titik, ada juga yang menganggap itu koma.

Menurutku, berapa pun jumlahnya itu tidak masalah. Semua benar, selama isi dari Quran itu sendiri tetap sama, tidak berubah.

Wallahu a’lam.

Tiket masuk surga


Seandainya neraka dan surga diperlihatkan, dan orang-orang ramai-ramai ingin masuk surga, dan seandainya masuk surga bisa dibayar dengan tiket satu orang seharga lima ratus triliun atau lebih dari itu, niscaya orang-orang akan bekerja keras demi mendapatkan tiket itu. Padahal Allah telah meminta yang lebih mudah dari itu.

Aku kutip dari buku “Ensiklopedia” Kiamat – Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar:

Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Anas ibn Malik r.a. bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Seorang kafir dipanggil menghadap pada hari kiamat, lalu ditanyakan kepadanya, ‘Bagaimana jika kamu memiliki emas seisi bumi, apakah kamu akan menebus dirimu dengan itu?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Kepadanya dikatakan, ‘Dahulu Aku telah meminta yang lebih mudah dari itu.’”

Wallahu a’lam

Tuesday, September 18, 2012

Kebebasan beribadah


Mengapa jaman sekarang semakin banyak orang yang menjelek-jelekkan pemerintah? Memang, kuakui, pemerintahan mereka banyak kekurangannya, tapi bukan berarti dengan begitu lantas kita bisa mencela-cela seenaknya. Bukankah berdirinya mereka di “singgasana” pemerintahan adalah karena pilihan kita? Tidak merasa memilih? Nah karena tidak memilih itu pula lah yang menyebabkan mereka berdiri di posisinya sekarang.

Bukan maksudku untuk manut-manut juga pada mereka karena mereka pemimpin, tidak. Patuhlah jika menurut kalian mereka benar, dan ingatkanlah jika menurut kalian mereka salah. Ingatkan dengan cara yang baik, santun, bukan dengan kekerasan, juga tidak mempermalukan dan merendahkan mereka. Manusia mana sih yang mau dipermalukan, direndahkan?

Seburuk-buruknya pemerintah sekarang, kita masih harus bersyukur karena kita diberi kebebasan beribadah. Adzan magrib masih diputar di televisi, adzan setiap waktu shalat masih berkumandang di berbagai masjid, salat jumat masih ditegakkan, salat di hari raya Idul fitri dan Idul adha masih diperbolehkan, wanita berhijab tidak dilarang (meskipun masih ada segelintir perusahaan yang melarang).

Untuk itulah paling tidak kita berterimakasih dan berhenti mencela mereka. Kalau memang merasa mereka salah, berbuatlah sesuatu, jangan sekedar mencela di belakang.

Wallahu a’lam.

Perlindungan anak dan wanita dalam islam


Beberapa waktu lalu, aku membuka salah satu link dari facebook milik sebuah lembaga yang suka mengadakan seminar mengenai orangtua-anak. Isi link itu adalah sebuah berita mengenai pencabulan seorang anak TK oleh anak SMP akibat menonton video porno. Innalillahi, betapa mengerikan. Berita-berita seperti ini sungguh menakutkan ibu-ibu yang memiliki anak perempuan.

Mungkin itulah sebabnya, dalam islam, seorang perempuan, anak-anak maupun dewasa, kalau keluar rumah harus ditemani oleh muhrimnya. Siapa saja muhrimnya? Setahuku, please cmiiw, kakak/adik laki-laki, ayah/ayah mertua, paman, ponakan, kakek. Nah, kalau sudah ditemani orang-orang ini saat keluar rumah, insyaallah aman. Nah, siapa yang masih mikir kalau peraturan ini ribet? Bukannya justru aman dan melindungi kita?! Eh tapi kalau ngga salah istri sih masih bisa keluar asal seijin suami ya (cmiiw)?

Wallahu a'lam.

Jadilah seperti musafir

Waktu itu, aku mendengarkan sebuah kajian mengenai bagaimana cara kita hidup di dunia, sayangnya aku mendengarkannya cuma sebentar, tapi intinya dikatakan di sana, jadilah kita hidup di dunia ini seperti musafir, seperti orang asing. Apa maksudnya?

Yaitu bahwa kita di dunia ini hanya sebentar, hanya persinggahan sementara untuk melanjutkan perjalanan, kita juga perlu memiliki perbekalan yang cukup untuk melanjutkan perjalanan kita, ke tujuan yang sebenarnya.

Nah cuma segitu penjelasan yang aku dengar, tapi lumayan dapat kan intinya. Tujuan akhir kita kan justru kehidupan akhirat, dan di dunia ini memang kita lagi “singgah” untuk mengumpulkan bekal perjalanan kita selanjutnya. Jadi kumpulkanlah bekal kita sebaik-baiknya. Dunia ini cuma tempat singgah, bukan tempat menetap, jadi pikirkan baik-baik apa yang perlu kita kumpulkan agar bekal kita cukup untuk menempuh akhirat nanti.

Wallahu a’lam.

Alasan emak-emak :p


Banyak kerjaan, blog pun terbengkalai.. Wkwkwkwk.. Alesan! Padahal tinggal copy paste ke blog :P

Tapi emang, habits ini agak terbengkalai semenjak pulang lebaran dan ngga ada pembantu. Soalnya, aku nulis itu di waktu shubuh, sementara pas ngga ada pembantu, jam segitu udah berkutat di dapur dan di tempat nyuci baju *multitasking mode* jadi sekarang berasa mulai habitsnya dari awal deeehhhh.... *menarik nafas panjaaangggg dan beerrrraaaattt*

Tapi bagaimanapun juga, terimakasih pembantukuuu :p

Ya udah deh daripada kebanyakan prolog, abis ini insyaallah aku posting tulisannya yang sudah seharusnya entah kapan diposting :p

Tuesday, September 11, 2012

Menjaga hubungan baik dengan Allah


Kalau ada teman kamu yang baik, menolong kamu saat kamu kesusahan, menghargai kamu di saat senang, setia padamu, dapat dipercaya, dan sifat-sifat baik lainnya, apakah kamu juga akan baik padanya? Akan sayang padanya? Dan kamu merasa bahwa temanmu itu adalah seseorang yang berharga? Apakah saat temanmu kesulitan kamu akan menolongnya?

Kemungkinan besar, jawaban semua pertanyaan di atas adalah iya. Maka sebaiknya begitu jugalah cara kita menjaga hubungan kita dengan Allah, selalu mendekati-Nya dalam setiap keadaan, susah dan senang, bukan hanya meminta pertolongan saat kita susah. Semoga dengan cara begitu Allah semakin sayang pada kita, semakin ingat dengan kita, dan menolong kita agar selalu berada di jalan-Nya yang lurus, seperti yang ada dalam Al-Fatihah ayat 7 yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Coba pikir, misalnya kita punya teman yang ngga pernah datang pada kita saat mereka senang, tapi giliran lagi susah, selalu minta pertolongan sama kita. Gimana rasanya?

Bukannya membandingkan Allah dengan manusia, Allah itu sama sekali bukan tandingan manusia, dan Allah memiliki sifat-sifat yang mulia. Contoh-contoh di atas hanya agar kita lebih mengintrospeksi diri terhadap cara kita berlaku kepada Allah SWT. Apakah tingkah laku kita selama ini adalah tingkah laku yang pantas sebagai mahluk pada Tuhannya?

Wallahu a’lam.

Agama yang diridhai


Waktu itu dalam sebuah kajian dzuhur di kantor, pembicaranya adalah seorang yang dahulunya non muslim, dia membandingkan isi Al-Quran dengan kitab yang dulu menjadi pedomannya. Subhanallah, terlihat sekali dengan jelas perbedaan tata bahasanya, keindahannya, kesempurnaannya. Al-Quran jelas datangnya dari Allah, sementara kitab yang satunya jelas ditulis manusia. Kata sang pembicara, sedikit sekali kebenaran dan keaslian dari kitab yang dulu jadi pedomannya itu.

Di kajian itu dia juga membahas, bahwa tidak ada nabi dan rasul Allah yang membawa agama selain islam. Sebab semua menyuruh untuk menyembah Allah saja, semua menyeru untuk mengikuti agama yang lurus, yang berarti islam. Kalau dipikir-pikir dia betul juga, semua nabi kan menyeru untuk menyembah Allah dan hanya Allah saja, bukan yang lainnya, dan tidak ada Tuhan selain Allah. Sedangkan yahudi bukan agama, tapi nama kaum, begitu kan ya? Begitu juga nasrani? Kayaknya sih begitu, jadi ngga ada yang bawa agama selain islam, nama agama selain islam yang berkembang ini adalah berasal dari nama kaum atau nama pembawanya. Jadi semua nabi dan rasul Allah membawa islam dan penyebarannya selesai dan sempurna pada masa Muhammad Rasulullah SAW, sesuai potongan isi surat Al-Maidah ayat 3, "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku ridhai islam itu jadi agama bagimu."

Wallahu a'lam.

Saturday, September 08, 2012

Day-35: Tidur mimpiin syaithan? Hiii....


Aku pernah mendengar di sebuah radio bahwa bahkan saat tidur pun, syaitan dapat mengganggu kita melalui mimpi yang dibisikkannya. Astaghfirullah. Lalu bagaimana dong supaya terhindar dari bahaya itu?

Berdoa. Dan kalau dari informasi yang kudengar di radio, bukan sembarang doa yang dipanjatkan, melainkan ayat kursi alias Al-Baqarah ayat 255. Bagi yang sudah hapal Ahamdulillah, tinggal dibaca sungguh-sungguh saat mau tidur, bagi yang belum yuk hapalkan supaya tidur kita tenang.

Wallahu a'lam.

Day-34: Minum nanah borok? Hoeks!


Kemarin, aku membaca sebuah tulisan yang katanya dari kisah nyata, namun karena aku juga tidak mengenal penulisnya, jadi aku tidak bisa sepenuhnya percaya bahwa itu kisah nyata. Diceritakan bahwa ada seorang pramugari yang koma begitu menginjakkan kaki di Madinah dalam rangka ingin menunaikan ibadah haji. Singkat cerita, selama koma itu ternyata dia bermimpi yang sangat nyata, bahwa dia mendapat perlakuan seperti yang disebutkan dalam Al-Quran mengenai neraka, bahwa dia dibakar dalam api yang sangat panas, memakan buah berduri yang menyakitkan perut dan tenggorokan namun dia tetap memakannya karena dia merasakan lapar yang amat sangat, meminum air nanah karena dia merasakan haus yang amat sangat. Setelah sadar dari koma, dia bertaubat.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, cerita ini bisa jadi nyata, bisa jadi fiktif. Tapi nilai yang bisa kita ambil di dalamnya sangat baik, yaitu mumpung kita masih di dunia, bertaubatlah, sebelum waktu kita habis. Marilah hidup sesuai pedoman yang sudah diberikan, Al-Quran dan As-Sunnah.

Di cerita itu juga mengajak semua perempuan untuk menutup aurat, sebab dia katakan satu helai rambut yang dilihat oleh selain muhrim, maka baginya satu dosa. Bayangkan, berapa jumlah rambut kita? Bagi yang belum berhijab, coba hitung berapa laki-laki bukan muhrim yang sudah melihatnya? Jangan lupa hitung tempat umum seperti mall, bis, jalanan, dan sebagainya.

Kalau dipikir, yang namanya manusia itu emang kebanyakan bandel banget ya? Udah dibilangin tetap saja ngga nurut. Padahal peringatan-peringatan mengenai kiamat, neraka itu sudah dituliskan secara jelas, gamblang dalam Quran. Dan peraturan mengenai hidup kita ini sudah secara lengkap dibahas di Al-Quran dan Sunnah, tinggal ikutin saja kok.

Ibaratnya kita ini mau berenang di sungai, tapi di pinggirnya ada tulisan, "Awas banyak buaya lapar!" Kalau yang percaya dan takut sih batal berenangnya, mungkin piknik dekat-dekat situ juga ogah, takut buayanya naik ke darat, malah kaburrr pergi jauh-jauh. Tapi yang nekat atau ngga percaya sih bakalan tetap berenang. Nasibnya? Ya bisa ditebak sih.

Atau misalnya di tengah lapangan ada rumah yang lagi terbakar hebat, dilahap api. Kita mau menyebrang lewat tengah lapangan, lalu ada orang yang memperingatkan, "Awas itu ada api!" Kira-kira mau nekat menyebrang lewat tengah kobaran api atau memutar lapangan?

Ibu-ibu nih biasanya yang akrab sama panasnya api, soalnya kalo di dapur suka ada aja kecelakaannya, ya kecipratan minyak panas lah, kesenggol panci lah, dan sejenisnya. Harusnya yang ibu-ibu, termasuk saya, lebih takut sama neraka soalnya sering merasakan panasnya api dunia. Sementara kalau dikutip dari surat Al-Qariah ayat 10 dan 11, "Tahukah kamu apa neraka hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas." Dan kalau masih ingat pelajaran agama di sekolah, panasnya api neraka itu jauh jauh jauh jauuuuuuuuuhhhhh lebih panas dari api dunia. Kayaknya ngga bisa dibayangin ya? Makanya ngga usah dibayangin, mendingan kita jauhin aja semampu kita.

Buat ibu-ibu, termasuk saya, kalau lagi ngegosip, dengerin gosip, nonton gosip, atau apa pun yang ada gosip-gosipnya, bayangin aja disuruh minum nanah borok, atau makan gunting/pisau, atau disiram minyak panas, insyaallah cukup ampuh buat bikin ilfil ngegosip dan berhenti ngegosip. Kalau berhasil, mungkin cara ini juga bisa dipakai ketika akan melakukan hal buruk lainnya, meskipun sebenarnya, kalau dibandingin sama neraka aku yakin sama sekali bukan tandingannya.

Wallahu a'lam.

Day-32: Kembali ke jaman baheula


Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seorang muslim wajib bisa menguasai memanah, berkuda, dan berenang. Bagi orang yang hidup di jaman sekarang dengan segala kemajuan teknologi yang ada mungkin berpikir, untuk apa? Berenang masih oke lah, masih sesuai dengan jaman, tapi berkuda? memanah?

Kita berkuda paling kalau lagi berlibur dan memang ada fasilitas naik kuda keliling. Itu pun kudanya lari pelan sambil diikuti sama penjaganya. Memanah? Kalau tidak dengan keinginan sendiri, rasanya jarang orang mau memanah. Mana peralatannya tergolong mahal.

Di jakarta sendiri, setelah browsing, aku hanya tahu satu tempat yang menyediakan arena berlatih memanah, yaitu di senayan. Dan untuk umum hanya hari rabu dan sabtu kalau tidak salah, pada jam-jam tertentu. Semakin sedikit fasilitas akan membuat orang semakin malas, kecuali orang itu punya keinginan kuat.

Sebuah hadits lain mengatakan bahwa mendekati akhir jaman akan muncul pemimpin umat muslim yang dijuluki Al-Mahdi, didukung oleh Nabi Isa AS, dan akan berperang melawan fitnah terbesar yaitu Ad-Dajjal. Dalam tanda-tanda yang disebutkan mengenai akan kemunculannya mereka, ada teori-teori yang bermunculan bahwa sebelum mereka datang akan ada bencana besar yang melumpuhkan seluruh teknologi yang sudah ada.

Kalau sudah begini, akan menjadi masuk akal mengapa umat muslim diwajibkan bisa memanah, berkuda, dan berenang. Semua senjata mutakhir sudah lumpuh, lantas berperang dengan apa kita kalau bukan panah, pedang, tombak? Semua alat transportasi tidak berfungsi, pakai apa kalau bukan kuda? Dan kalau kita perlu menyebrang pulau sementara perahu terbatas, atau paling tidak kita siap kalau perahu itu tenggelam, ya kita harus bisa berenang. Dan wajar kita wajib bisa menguasai semua itu kalau suatu saat kita akan kembali berperang seperti jaman baheula.

Sekarang, coba perhatikan anak-anak kecil, mereka begitu antusias dengan berenang, berkuda, dan memanah, apalagi kalau sedang main perang-perangan. Nah, sebagai orangtua sebaiknya kita memfasilitasi keinginan kuat ini dengan mengajaknya ke tempat-tempat berlatih, sekaligus mengikuti sunnah :)

Wallahu a’lam.

Friday, September 07, 2012

Day-27: Riya di hari "pembagian rapor"


Kemarin, di mobil aku mendengarkan salah satu stasiun radio yang sedang membahas hari akhir. Dari penggambaran pembicaranya, aku menyimpulkan hari akhir itu seolah-olah seperti anak sekolah yang sedang dibagikan nilai sekolah, dipanggil satu-satu oleh gurunya ke depan, lalu dibeberkan kepada setiap murid yang hadir di kelas, berapa nilai anak yang di depan itu pada masing-masing pelajaran, berapa yang benar, berapa yang salah, nyontek atau tidak, juga bagaimana dia selama belajar di sekolah, apakah serius atau tidak, pernah tertidur atau tidak, dan sebagainya.

Mungkin kita semua tahu, bahwa manusia yang jahat sudah jelas ganjarannya, salah satu yang disebutkan di Quran kalo ngga salah ahli kitab ya? Yang "mengedit" kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelum Al-Quran? Lalu bagaimana dengan manusia yang baik? Yang banyak berbuat baik. Hati-hati, sekali lagi, hati-hati, termasuk saya juga perlu sangaaaat hati-hati, terhadap riya. Dan semoga tulisan ini bukan termasuk riya. Amiin.

Mengapa? Sebab, amal perbuatan yang riya tidak diterima di sisi Allah SWT. Innalillahi wa inna illaihi raaji'un. Sia-sialah segala amal kita di dunia jika ini terjadi. Terus terang hal ini sangat menakutkan bagiku, di mana kita hidup di dunia yang rentan pada perbuatan riya. Apa itu? Facebook, twitter, blog, youtube, dan masih banyak lagi aplikasi penunjang bagi kita untuk pamer, alias riya. Lantas apa gunanya segala amal perbuatan kita di sisi Allah kalau semua tidak diterima?

Wajar ngga kalo amalnya ditolak meskipun amal kita baik? Logikanya begini, kamu ngasih kado, terserah kadonya apa, dan kita tahu kado itu sangat didambakan oleh orang yang mau kita kasih kado, tapi kita melakukannya karena ingin dipuji orang lain. Contohnya begini, kita lagi suka sama cowok, dan misalnya kita pengen banget dikasih bunga mawar sama cowok itu. Eh, pucuk dicinta ulam tiba, si cowok ngasih kita bunga mawar, ngga cuma satu malah, tapi sebuket besaaar. Eh ngga taunya si cowok ternyata ngasih kita bunga supaya dipuji sama cewek lain. Kesel ngga? Bakal diterima ngga tuh bunga? Apa malah kita lempar ke mukanya sambil maki-maki?

Bukannya membandingkan Allah dengan manusia, karena Allah tiada bandingannya, cuma sedikit gambaran mengenai seorang hamba agar berkaca apakah perlakuannya pada Tuhannya sudah pantas?

Mengenai riya’ ini juga ada di salah satu buku anak yang pernah kubaca, tentang seorang manusia yang rumahnya di pinggir jalan, dan saat dia sedang membaca Quran, ada seseorang lewat dan secara halus riya’ masuk ke dalam dadanya dan menyebabkan bacaannya sedikit dikencangkan. Akibatnya, ayat yang dia baca saat bacaannya dikencangkan itu tidak diterima :(( . Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun....


Semoga kita semua dijauhkan dari riya'. Ya Allah, jauhkanlah kami dari riya'. Semoga tulisan ini tidak termasuk riya'. Amiin.

Day-26: Hafidz Quran


Pernah heran sama orang-orang yang bisa hafal Al Quran? Heran dalam arti kepikiran, "kok bisa ya?" Dan ngga sekedar menghapal bahasa arabnya, tapi juga mengerti artinya. Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin memang lebih mudah menghapal kalau kita tahu artinya, kita tahu bahasanya, kita mengerti kata per kata.

Coba bayangkan suatu bahasa yang tidak kamu mengerti selain arab, kalo aku bahasa perancis misalnya, atau bahasa belanda, atau bahasa jepang, korea, rusia (loh kok jadi banyak?). Lalu kamu disodorkan satu novel tebal dalam bahasa itu lalu disuruh hapalkan. Atau bukan disuruh tapi memang kamu sendiri yang tergerak untuk membaca dan menghapalnya. Apa yang kamu lakukan?

Mungkin apa yang kamu dan aku lakukan kurang lebih sama, akan ada persamaan, dan mungkin perbedaan, tapi tujuannya sama, seperti metode pendidikan jaman sekarang, ada berbagai metode, tapi tujuannya sama: menjadi bisa.

Kalau aku, mungkin akan memulai dengan bagaimana cara membaca bahasa itu, seperti anak kecil yang baru belajar huruf. Setelah bisa baca, mungkin aku akan mulai membolak-balik kamus, mencari arti kata per kata dari setiap kalimat. Kalau sudah mengerti, baru akan kumasuki proses penghapalan. Dan yang paling penting, yang namanya belajar, akan lebih mudah dan lebih cepat jika ada orang yang membimbing, mengajari, alias guru. Itulah sebabnya kita bersekolah.

Di umur yang sudah segini, aku jadi merasa malu sekali belum menghapal Al Quran. Padahal katanya pedoman hidup, tapi kok belum hapal? Malah ngga tahu sebagian besar isinya. Astaghfirullah. Ngapain aja hidup selama ini? Memang ya, yang namanya manusia itu penuh dengan kelalaian.

Sebenarnya menghapal Al Quran itu bukanlah sesuatu yang mustahil, buktinya banyak orang yang sudah berhasil melakukannya. Dan kalau kita lihat proses yang kutulis di atas, seharusnya itu hal yang mudah bukan? Seandainya saja niat kita kuat, itu bukanlah proses yang sulit.

Coba pikir, kalau sehari saja kita meluangkan waktu lima menit. Lima menit saja untuk menghapal satu ayat. Di dalam Al Quran ada enam ribuan ayat, jika satu tahun dihitung 365 hari, kita akan berhasil menghapal dalam 20 tahun. Memang terdengar lama, tapi berarti bukan hal mustahil kan? Kalau mau lebih cepat, maka luangkan waktu lebih banyak. Coba pikir, berapa waktu yang kamu gunakan untuk hal lain, untuk nonton tv misalnya, atau internetan, mainan handphone dengan segala socmed yang ada, game, mandi, makan, tidur, ngobrol. Masa iya buat kepentingan akhirat cuma mau meluangkan lima menit?

Kalau mau lebih cepet ya luangkan waktu sepuluh menit, jadi hapal dalam 10 tahun. Atau 20 menit, jadi hapal dalam lima tahun. Atau bagi orang-orang yang lebih beruntung, yang kemampuan menghapalnya tinggi, yang bisa menghapal lima atau lebih ayat dalam lima menit, akan lebih cepat hasilnya. Subhanallah, betapa beruntungnya orang-orang seperti itu kalau kemampuannya digunakan untuk hal-hal yang baik.

Tulisan ini bukan cuma mengingatkan kamu, tapi lebih terutama mengingatkan diriku sendiri yang suka lalai. Kalau bahasa orang-orang jaman sekarang, self toyor, biasanya pake hashtag kalo di twitter :p

Bukan berarti aku seakan-akan mewajibkan untuk menghapal Al Quran, karena yang lebih penting adalah mengamalkannya. 

Wallahu a'lam.

Day-25: Renggangnya shaf wanita di masjid


Setiap bulan ramadhan, masjid biasanya lebih ramai dari biasanya, karena umat muslim banyak yang menunaikan ibadah shalat tarawih berjamaah, tak terkecuali para wanitanya. Sayang sekali, entah mengapa mayoritas jamaah wanita pada enggan membentuk shaf yang rapat, malah pada membuat jarak, belum lagi ditambah sajadah-sajadah lebar yang bisa muat dua orang kalau saja rapat.

Aku sendiri mengalaminya, sulit sekali mengajak orang berdempet saat shalat, paling-paling cuma geser dikit doang, gimana mau kelingking ketemu kelingking kalau sajadahnya saja lebih lebar dari jarak bahu ke bahu, bisa-bisa harus berdiri ngangkang maksimal baru bisa rapat shafnya.

Padahal kalau ngga salah dalam satu hadits (maklum hapalanku masih rada-rada), Allah menyukai hamba yang shalat berjamaah dengan rapat, laksana bangunan yang kokoh. Gimana mau kokoh kalau berdirinya jarang-jarang? Yang ada juga bolong-bolong kayak bangunan dimakan rayap. Kalau ngga salah lagi, ada juga yang mengatakan (ngga tau hadits atau bukan), kalau bolongnya shaf itu akan diisi oleh syaithan. Gimana mau khusyuk shalatnya kalau kiri kanan diisi syaithan?

Yang biasa kutemukan, justru ibu-ibu yang mengajak untuk merapatkan shaf malah ngga dipedulikan sama yang lain, pura-pura ngga denger, atau melirik tanda malas, atau malah dianggap seakan, "duh, rese banget sih nih ibu, terserah gw dong mau duduk dimana".

Satu lagi, setahuku, sebaik-baik wanita adalah yang jamaahnya paling jauh dari shaf laki-laki. Jadi menurutku, pendapat yang selama ini mengajak wanita untuk mengisi shaf paling depan itu kurang tepat. Harusnya diisi dari yang paling belakang baru ke depan. Dan tidak lupa, shafnya RAPAT!

Pernah merasakannya? Kalau punya cara yang jitu, mohon dibagi dong caranya. Atau bagi yang biasa jadi imam atau penceramah, sekedar masukan aja, kajian awal ramadhan diisi dengan pentingnya merapatkan shaf, dan setiap mau mulai shalat mohon diingatkan ibu-ibunya agar merapatkan shaf.

Wallahu a'lam.

Day-23: Istiqamah


Istiqamah, itulah buku yang sedang kubaca saat ini, yang belum kuselesaikan. Istiqamah dapat diartikan dengan konsisten, terus-menerus. Dalam buku itu dituliskan bahwa sesungguhnya Allah menyukai amalan yang dilakukan terus-menerus, walaupun sedikit.

Mengapa begitu? Walahu a'lam. Yang jelas kita dapat membandingkan kekuatan sesuatu yang istiqamah meskipun kecil dengan sesuatu yang besar tapi hanya dilakukan sekali. Apa itu?

Buku ini mencontohkan dengan setetes air yang menjatuhi batu, tapi dengan tetesan yang terus-menerus, dia akan berhasil melubangi batu. Berbeda dengan air seember misalnya, yang dituang langsung ke atas batu, maka tidak akan berhasil melubangi batu.

Monday, September 03, 2012

Day-19: Yang malam diurus pagi, yang pagi diurus malam. Eh?


Hari sabtu kemarin ada acara seminar orangtua murid di sekolah anakku. Ada satu hal yang sangat berguna menurutku dan dapat menjadi pembiasaan baru bagiku. Sebenarnya hal ini pernah kulakukan, sekali-sekali, dan tidak sadar bahwa ini bisa dijadikan kebiasaan. Apa itu?

Inillah yang dikatakan pembicaranya, "biasakan urusan pagi diurus malam, dan urusan malam diurus pagi." Maksudnya bagaimana? Sang pembicara mencontohkan begini, untuk urusan sahur, malam sebelum sahur ditanya, anak mau bangun jam berapa, cara banguninnya bagaimana, kalau ngga bangun juga mau diapain, sahurnya mau apa, dan sebagainya. Jadi malam sebelumnya sudah ada perjanjian tentang bagaimana besok pagi. Nah pas sahur nanti tinggal ditagih. Begitu juga misalnya untuk urusan buka.

Nah disinilah pentingnya membiasakan menepati janji pada anak. Sebab, naluri anak adalah meniru orangtua. Kalau orangtuanya membiasakan selalu menepati janji sejak anak itu masih bayi, meski (menurut sebagian orang) mereka belum mengerti. Dan kalau kita biasa begitu, insyaallah anak menepatinya. 

Nah, sekarang ini sedang aku coba praktekkan untuk membiasakan dia bangun pagi, biar sekolahnya ngga telat melulu :p Semoga berhasil. :)

Day 16: Tidur atau tidak ya?


Jaman sekarang ini, betapa pentingnya mengatur waktu dengan baik dan memenuhi jadwal yang kita miliki. Betapa tidak? Bagiku, akhir-akhir ini waktu seminggu terasa cepat sekali, dan rasanya kalau dilewatkan begitu saja maka kita rugi.

Contohnya saja, pada waktu luang yang ada, kita menggunakannya untuk santai, tidur, menonton tv atau hal-hal lain yang kurang bermanfaat. Padahal waktu luang itu bisa kita gunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat, yang bisa berguna untuk hari-hari berikutnya atau masa depan. Misalnya saja waktu luangnya dipakai untuk membaca buku yang berguna, atau memikirkan bagaimana cara memulai atau mengembangkan bisnis, dan masih banyak hal yang berguna lainnya. Terserah kamu saja, apa yang menurutmu berguna?

Mungkin pada awalnya tidak mudah, apalagi kalau sudah biasa menggunakan waktu luang untuk bersantai-santai. Tapi jika sudah berhasil, insyaallah kita lebih menghargai waktu, mengerti betapa pentingnya menggunakan waktu dengan bijaksana.

Semoga tulisan ini juga bisa menyemangatiku saat penyakit malas mendatangiku.

Wallahu a'lam.

Day 15: Kapan mengajak anak ke masjid?


Aku pernah mendengar sebuah pendapat di radio dan aku setuju dengannya. Pendapat apakah itu? Yaitu bahwa perkenalkanlah shalat kepada anak di rumah, bukan di masjid ataupun mushola. Ajarkan dulu bagaimana shalat dan adab di masjid, baru mengajak anak di masjid. Kalau anak sudah mengerti, baru ajak dia ke masjid.

Hal ini tentu akan membantu diri sendiri dan jamaah lainnya di masjid agar bisa shalat dengan khusyuk, tanpa terganggu candaan dari anak-anak, kadang teriakan, kadang tangisan, belum lagi tingkah mereka berlari ke sana kemari.

Bagaimana mengajarkan anak shalat? Apakah dengan melatihnya membaca dan menghafal bacaan dan gerakan shalat dulu? Lantas kalau begitu, umur berapa baru bisa diajak ke masjid? Mungkin ada yang berpikiran begitu. Kalau pendapat pribadiku, ajak saja mereka shalat berjamaah. Awalnya mungkin dia cuma melihat, kadang mengikuti, kadang gangguin, auratnya juga belum tertutup, kalau perempuan kadang belum mau pakai mukena. Tapi lama kelamaan, melihat ibunya selalu pakai mukena dan tertib saat shalat, insyaallah anak akan mengikuti. Ditambah lagi, kalau shalat jamaahnya dibiasakan magrib dan atau isya (sebab biasanya shubuh belum bangun), insyaallah anak itu sudah hafal Al-fatihah.

Nah, kalau sudah tertib begini, ditambah ajarkan bahwa di masjid itu harus tertib, rapi, suaranya pelan, kalau ngga ikut shalat maka duduk diam di tempat, maka insyaallah anak itu sudah siap diajak ke masjid. Umur berapa itu? Kurang lebih umur tiga tahun sudah siap, asal sebelumnya sudah dibiasakan ikut shalat berjamaah bersama ibu dan atau ayahnya.

Wallahu a'lam.

Thursday, August 30, 2012

Day-14: Imam Mahdi dan Dajjal


Mumpung masih ingat dan masih cukup segar dalam ingatan, hari ini aku ingin menunaikan janji untuk menuliskan mengenai Imam Mahdi dan Dajjal yang kudapat dari pengajian. Akan kubagi juga dari sedikit informasi yang pernah kubaca, yang aku masih belum tahu kebenarannya, mohon dicek lagi.

Imam Mahdi, cmiiw (correct me if i'm wrong), adalah seseorang yang dijanjikan untuk memimpin dunia di bawah hukum islam, dan dia merupakan salah satu tanda akan terjadinya kiamat. Menurut apa yang pernah kubaca, Imam Mahdi adalah seseorang yang bernama sama dengan Rasulullah Muhammad SAW, dan memiliki nama ayah yang sama dengannya, Abdullah.

Kemudian, dari pengajian kemarin, ada informasi yang mungkin banyak dari kita sudah tahu, bahwa suatu saat akan ada orang yang dibaiat secara paksa di depan Makkah oleh sekitar 300 orang (kalau ngga salah pak ustadz menyebut 313 orang), maka orang itulah Al-Mahdi. Jika masih ragu, maka tunggu saja, karena setelah itu akan datang pasukan dari arah timur (timurnya Makkah kata pak ustadz mungkin syam atau mana lagi gitu aku lupa) yang akan menangkap Al-Mahdi namun pasukan itu akan tertimbun tanah, mungkin akibat gempa besar, dan akan dibiarkan oleh Allah beberapa orang selamat untuk melaporkan berita tersebut ke negerinya.

Kemudian berita tersebut akan tersebar keseluruh dunia, bahwa ada pasukan besar yang tertimbun, dan saat inilah umat islam harus sadar, bahwa orang yang dinanti-nanti telah datang. Dan kita harus segera berhijrah.

Mengenai Dajjal, menurut pak ustadz, kalau melihat keadaan dunia sekarang ini, kemungkinan Dajjal muncul hanya tinggal menunggu waktu saja. Mungkin dia sudah berada di tikungan jalan dan sebentar lagi menampakkan diri. Dan kemudian Dajjal ini mengaku sebagai tuhan, berhati-hatilah. Sebab dia bisa menipu, seolah-olah dia bisa menyembuhkan semua penyakit, bisa menghidupkan orang mati. Hal ini ditunjukkan agar kita percaya bahwa dialah tuhan.

Pak ustadz mengajak kita untuk berdoa, agar kita diberi petunjuk oleh Allah, agar bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dan diberi kekuatan untuk memilih yang benar. Maka itulah, dalam tulisanku dua hari sebelumnya, dikatakan, jika muncul Dajjal, janganlah ragu untuk memilih nerakanya, sebab itu adalah surga bagi manusia, dan yang ditunjukkan Dajjal adalah lapisan luarnya.

Wallahu a'lam.

Wednesday, August 29, 2012

Day-13: Focused mind

Beberapa waktu yang lalu, di kantorku ada training gratisan, yaitu training online alias e-learning yang berjudul "Focused Mind". Training ini wajib bagi seluruh pegawainya. Mungkin pihak management khawatir dengan tingkat fokus yang dimiliki pegawainya. Mengapa? Sebab, dengan teknologi seperti sekarang ini, sering sekali kita melakukan banyak hal bersamaan, alias multitasking, sehingga kita tidak bisa fokus terhadap satu hal. Contohnya saja, bekerja sambil facebook-an, sambil twitter-an, sambil blogging, sambil browsing, sambil chatting, dan sebagainya. Hal seperti ini mengurangi tingkat fokus kita terhadap satu hal, dan bukan tidak mungkin menurunkan tingkat efisiensi bekerja kita dan pada akhirnya akan merugikan perusahaan.

Mungkin itu sebabnya pihak management meminta seluruh karyawannya untuk mengikuti training ini. Ada satu hal bagus yang dicontohkan di training ini dan cukup menempel di kepalaku, dia mengeluarkan satu soal penjumlahan, aku lupa berapa persis angkanya, misalkan, "berapa 37+25?" Lalu dia mengatakan yang kurang lebih artinya, "tidak mungkin anda bisa menjawab jika anda tidak fokus". Memang iya sih, saat dia bertanya itu, aku berhenti melakukan hal lain dan fokus terhadap satu pertanyaan itu.

Jadi bagaimana supaya kita bisa memperyajam fokus kita? Apakah dengan belajar soal penjumlahan atau soal matematika lain? Hmm, mungkin itu bisa membantu, tapi bukan itu maksudku di sini. Maksudku adalah, mungkin, untuk manusia yang pada jaman sekarang yang sudah terbiasa multitaksing, ada baiknya kembali belajar singletasking untuk kembali mempertajam fokus.

Tuesday, August 28, 2012

Day-12: Lapisan surga dan neraka

Hari ini aku akan berbagi mengenai sedikit hal yang kudapat dari pengajian kemarin. Di cluster tempatku tinggal, ada pengajian bulanan, pembicaranya kemarin ustad Ihsan Tanjung. Aku datang ke pengajian itu tidak tepat waktu dan ketika aku datang, yang sedang dibahas adalah mengenai Dajjal dan Imam Mahdi. 

Mungkin akan terlalu panjang jika aku menceritakan mengenai kemunculan Dajjal dan Imam Mahdi sekarang. Semoga bisa berbagi di lain waktu, mungkin bukan berbagi tapi sekedar mengingatkan. Sebab, aku yakin banyak yang sudah tahu mengenai mereka, atau yang belum tahu bisa google. Yang ingin aku bicarakan justru mengenai lapisan yang menutupi surga dan neraka.

Yang disampaikan oleh pak ustadz kurang lebih begini (semoga aku tidak melebih-lebihkan atau mengurangkan):

Setelah Allah menciptakan surga, dikatakanlah kepada malaikat jibril, "Wahai Jibril, coba kau tengok surga yang telah Ku buat, dan katakan apa yang kau lihat."

Setelah Jibril melihatnya, dia kembali pada Allah dan berkata, "Ya Allah, demi kemuliaan-Mu, tidak akan ada manusia yang tidak ingin memasuki surga-Mu."

Setelah itu Allah SWT menciptakan lapisannya, kemudian Allah berkata lagi pada malaikat Jibril, "wahai Jibril, coba kau tengok surga itu lagi sekarang, dan katakan apa yang kau lihat."

Lalu Jibril berkata, "Ya Allah, demi kemuliaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada manusia yang ingin memasuki surga-Mu."

Mengapa Jibril bisa berkata begitu? Sebab Allah menutupinya dengan hal-hal yang menurut manusia tidak mengenakkan, tidak menyenangkan, tidak memuaskan, tidak bebas, dan sebagainya. Padahal di balik itu ada surga.

Lalu Allah menciptakan neraka dan kembali meminta malaikat Jibril untuk melihatnya, dan Jibril berkata,"Ya Allah, demi kemuliaanmu, tidak akan ada manusia yang ingin memasuki neraka-Mu." Kemudian Allah menutupi neraka dengan lapisan dan kembali meminta Jibril untuk melihatnya. Lalu apa kata malaikat Jibril? "Ya Allah, demi kemuliaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada manusia yang tersisa kecuali semua memasuki neraka-Mu."

Mengapa malaikat Jibril bisa berkata begitu, sebab dia melihat bahwa lapisan yang menutupi neraka adalah keinginan manusia, human desire. Semua yang terlihat menyenangkan, memuaskan, bebas, ada di sana. Makanya kata pak ustadz kemarin, salah satu kalimat yang diucapkan adalah jika Dajjal muncul nanti, ingatlah, yakinlah untuk memilih nerakanya, sebab, nerakanya Dajjal adalah surga bagi manusia.

Sekian dulu, semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam.

Monday, August 27, 2012

Day-9: Belajar dari kucing


Ada tiga ekor kucing yang suka berkeliaran di daerah depan rumahku. Sepertinya mereka terdiri dari ibu dan dua anaknya, sebab, yang kecil suka menyusu pada yang besar, tapi aku ragu apakah yang satu lagi adalah anaknya juga, sebab dia terlalu besar untuk menyusu, dan aku kurang memperhatikan apakah dia jantan atau betina (mungkin hari ini akan kuperhatikan jenis kelaminnya). Tapi meski dia jantan, belum tentu juga dia adalah pasangannya. Jadi mengapa terus bersama? Atau masih kerabat? Baiklah, cukup sampai di situ. Bukan soal kekerabatannya yang mau aku bahas, tapi soal lain. Jadi untuk sementara kita simpulkan saja mereka ibu dan anak-anaknya.

Si ibu, berwarna putih abu-abu (kok kayak seragam SMU? Oh, whatever, focus please), si anak yang besar belang tiga (putih, abu-abu, dan kuning), sementara yang paling kecil berwarna hitam sepenuhnya.

Awal kami menyadari adanya ketiga kucing ini adalah karena mereka suka mengacak-acak tong sampah di depan rumah karena mencari makanan. Aku dan suami agak kesal sebab plastik sampah jadi berantakan. Tapi anakku malah senang karena ada banyak kucing. Tapi hebatnya, dia memang selalu senang terhadap apa pun sih, pikirannya belum kotor sama hal-hal negatif seperti orang dewasa, jadi selalu semangat dan positif. Memang, kita harus banyak belajar dari anak kecil, semangatnya, positifnya, kejujurannya, ide-idenya, belajarnya, dan masih banyak lagi. Tapi bukan itu yang mau aku bahas di sini. Tapi hal lainnya.

Karena tong sampah berantakan yang berarti mereka lapar, dan karena anakku suka kucing, akhirnya tercetus ide "sekali-sekali memberikan makanan sisa ke ketiga kucing itu". Sudah beberapa kali aku dan anakku memberikan mereka makan, di rumput di daerah terluar rumah tentunya. Sebab kalau terlalu dekat dengan pintu masuk, khawatir kucingnya lama-lama masuk ke rumah cari makan.

Sudah beberapa kali hal ini kami lakukan. Lalu kemarin, ada beberapa sisa ceker ayam yang kalau dibiarkan bisa basi, di anget-angetin lagi pun percuma karena ngga akan ada yang makan. Akhirnya, daripada mubazir, akan diberikan pada "keluarga kucing".

Anakku seneng banget melempar ceker-ceker itu ke kucing, sampai kucingnya malah kabur karena takut. Aku bilangin untuk lempar pelan-pelan supaya kucingnya mau makan. Ketika ketiga kucing itu sedang asik makan potongan ceker, Anakku pun meminta lagi potongan ceker baru untuk dilempar. "Nanti, tunggu makanannya habis," kataku. Tapi yang namanya anak kecil, kalau sudah ada maunya kadang sangat konsisten dan persistent. Akhirnya, karena kupikir toh ngga ada ruginya kasih satu potong lagi, jadi kukabulkan keinginannya. Toh resikonya paling ada sisa tulang ayam yang ditinggalin karena salah satu kucing mengambil yang baru.

Tapi apa yang terjadi saudara-saudara? Kucing-kucing itu tidak mengambil makanan yang dilempar. Mereka cuma melirik sebentar lalu melanjutkan makannya. Anakku sampai bertanya, "Ma, kok ayamnya ngga dimakan?" "Iya, soalnya makanan yang dia pegang belum habis, jadi dia habiskan dulu supaya ngga mubazir," begitulah jawaban sotoy dariku dari kesimpulan sementara yang kuambil. Lalu salah satu dari mereka makanannya habis, dan baru si kucing itu menghampiri makanan yang baru. Kucoba lagi memberi makanan saat semuanya sedang makan. Hal yang sama tejadi lagi, mereka cuma melirik dan kembali pada makanan masing-masing. Setelah habis, baru mereka mendatangi yang baru. Kucoba lagi dan lagi, tapi hasilnya tetap sama. Subhanallah. Ternyata kucing tidak memiliki sifat rakus. Ternyata aku sebelumnya telah su'udzon pada mereka, menyangka mereka punya sifat rakus seperti manusia, yang dapat tergiur saat melihat barang yang lebih baru, lebih bagus, lebih enak, dan lebih-lebih lainnya. Subhanallah. Ternyata kucing memiliki sifat bersyukur terhadap apa yang mereka miliki. Ternyata manusia bisa belajar dari kucing, belajar bersyukur terhadap apa yang dimiliki, belajar menguasai hawa nafsu, meskipun godaan makanan ada di depan mata.

Sunday, August 26, 2012

Day-6: Belajar bersyukur

Aku bersyukur memiliki orangtua yang mengajarkan kami untuk selalu bersyukur. Kami selalu diajarkan untuk bersyukur masih bisa makan, masih punya pakaian, masih punya tempat tinggal, dan masih bisa sekolah. Apabila kami mulai tidak bida mensyukuri hidup ini, mereka mengajarkan untuk melihat orang-orang yang belum beruntung, yang tidak memiliki salah satu di atas, atau bahkan semuanya, dengan begitu, kami akan kembali bersyukur.

Alhamdulillah, dengan didikan seperti itu, kini kami tidak mudah tergiur dengan barang-barang mewah. Melihat orang makan enak dan mahal ya cuek aja, masih bisa senyum, masih bisa bersyukur bisa makan dengan cukup. Lihat mobil mewah, rumah mewah, paling sebatas, "wuiihh keren ya, gimana ya rasanya naik mobil itu?", dan sebatas komentar-komentar sewajarnya, tidak lantas iri dengan yang memilikinya.

Lihat orang-orang pakai baju mewah, jalan-jalan keluar negeri pun, alhamdulillah tidak muncul rasa iri. Tadinya aku bingung, kok ya bisa mental seperti ini terbentuk? Sementara ada orang-orang yang bereaksi lain. Lalu aku ingat bagaimana mama dan papaku selalu mengulang-ulang berkata, saat di tv atau di jalan kami melihat nasib orang-orang yang kurang beruntung, yang makan saja susah, tempat tinggal tidak punya, boro-boro punya baju bagus, baju saja cuma yang melekat di badan, apalagi sekolah, duit darimana, dan mamaku atau papaku akan berkata, "nah, lihat tuh nak, orang-orang mau makan aja susah, tempat tinggal ngga punya, mau sekolah ngga punya duit. Kamu harus bersyukur bisa makan kenyang, tempat tinggal ada, sekolah bisa, baju masih bagus", dan kalimat-kalimat senada itu.

Dulu sih, setiap dinasihatin begitu, rasanya boseeeen banget, sampe nanggepinnya cuma, "ya..ya..ya..", "iya ma.. iya pa..", atau cuma angguk-angguk kepala biar "ceramahnya" cepet selesai. Sekarang, rasanya pengen getok kepala "si adu kecil" yang ngga tau sopan itu :p, dan sekarang, akan kuulang nasihat itu meski si mira udah bosen dan angguk-angguk kepala tanda nasihatnya sudah dihapal di luar kepala dan tertanam di bawah sadar bahwa apapun yang dimiliki patut kita syukuri. Supaya dia siap mental saat dewasa, dan tak perlu iri dengan yang dimiliki orang lain.

Saturday, August 25, 2012

Day-5

Pernahkah terpikir, mengapa islam identik dengan kekerasan? Dengan terorisme? Padahal, banyak muslim yang baik, yang lembut, tapi tidak muncul ke permukaan. Mungkin, dilihat dari sifat pribadinya saja, orang-orang yang arogan, yang keras, cenderung muncul di permukaan, dengan mudah mendapat perhatian orang lain, dan dengan mudah juga mendapat musuh. Sementara orang yang lembut hatinya, biasanya cenderung pendiam, dan mereka berbuat baik tanpa membesar-besarkannya, sebab takut kebaikannya berubah niat menjadi riya'. Sebab itu mereka berbuat baik secara sembunyi-sembunyi, cukup Allah yang mengetahui perbuatan baik mereka.

Sebagai muslim, aku ngga pernah percaya bahwa islam itu ajaran yang kasar, identik dengan terorisme. Sebab, teladan kita saja, Rasulullah SAW adalah orang yang lembut hatinya (sejauh yang aku tahu atau baca). Kita hanya berperang saat harus berperang, bukannya perang yang mengada-ada. Bukannya menyerang tanpa target yang jelas, hanya karena mereka non-muslim lantas mereka pantas dibunuh, bukan begitu caranya. Sekarang yang lebih penting adalah perang pemikiran, bagaimana mengembalikan pemikiran kaum muslim kembali pada tempatnya, para perempuan menutup aurat, anak-anak dan dewasa jauh dari hal-hal yang melalaikan (game, film, musik, dll), kembali mempelajari al quran dan hadits secara sungguh-sungguh, lebih mengenal lagi para tokoh dan pahlawan dalam islam, tidak mengkotak-kotakkan agama dan non agama, karena sesungguhnya keseluruhan dari hidup ini adalah ibadah.

Mengapa pelajaran sejarah dan sejarah dalam islam dalam buku pelajaran (setahu saya) sama sekali tidak bersinggungan? Padahal seharusnya dalam sejarah mesir ada persinggungan dengan cerita nabis musa, dalam peperangan-peperangan besar seharusnya bersinggungan dengan para pahlawan islam, tapi mengapa sama sekali tidak ada? Mengapa teori evolusi darwin yang bodoh itu masih saja berada di kurikulum? Mengapa penemu benua amerika, atau tokoh-tokoh barat lainnya seakan terlalu diagung-agungkan dan dibesar-besarkan di dalam sejarah? Adakah niat terselubung dibalik itu?

Tugas kita bersamalah untuk mengembalikan cara pikir muslim kembali pada Al-Quran dan As-sunnah.

Wallahu a'lam.

Friday, August 24, 2012

Day-4

Hari ini aku akan menca membahas tentang air zam-zam. Pernahkah kau membaca tentang penelitian bahwa tumbuhan dan air bisa mendengar? Tumbuhan yang dipuji-puji dan diperdengarkan musik klasik akan tumbuh baik, sedangkan tumbuhan yang dicela-cela dan diperdengarkan dengan musik yang keras seperti musik rock, akan tumbuh dengan lambat bahkan cenderung mati. Air pun begitu, kandungannya akan jauh lebih baik ketika dia mendengar hal-hal yang baik.

Kemudian terpikirkan olehku mengenai air zam-zam, mengapa begitu banyak kesehatan dan kesembuhan dibalik orang-orang yang meminumnya? Mungkin inilah jawabannya, sebab air zam-zam diliputi oleh orang-orang yang beribadah haji dan umroh, orang-orang yang selama di sana selalu membaca quran, memanjatkan doa, menyebut nama Allah, memujinya, memujanya. Tidak ada kata celaan, tidak ada kalimat negatif. Sehingga yang didengar oleh air zam-zam hanyalah kata-kata yang baik saja.

Bagiku, tumbuhan dan air saja yang faktanya baru muncul (sudah lama sih sebenarnya) bahwa mereka bisa mendengar, akan berkembang baik jika diliputi kalimat-kalimat yang baik. Apalagi manusia yang jelas-jelas mendengar. Tentu akan berkembang dengan baik jika manusia ini diliputi kalimat-kalimat yang baik, diperdengarkan ayat-ayat quran, dipuji saat berbuat baik, dinasihati yang baik saat berbuat salah, bukannya dicela, dimaki-maki. Ditambah lagi, Allah tidak cuma memberikan pendengaran pada kita, tapi juga penglihatan, penciuman, dan lisan (betul tidak?). Maka dengan begitu, diri kita akan lebih cepat merespon hal-hal yang baik, sayangnya, begitu juga hal-hal yang buruk. Maka jika ingin diri kita, pasangan kita, anak kita, seluruh keluarga kita berkembang dengan baik, jauhilah hal-hal yang buruk, termasuk di antaranya kata-kata yang buruk.

Saturday, August 18, 2012

Day-3 (dengan revisi)

Kali ini aku akan membahas mengenai hambatan. Pernahkah kau merasa, ketika menghapal satu surat pendek dalam Al-Quran, ada satu ayat yang rasanya lebih sulit dibanding ayat lainnya? Ayat ini harus dihapal berulang kali lebih banyak dibanding ayat-ayat lainnya. Tapi jika ayat ini telah berhasil dihapal, ayat-ayat berikutnya akan terasa lebih mudah dan satu surat pun berhasil dihapal.

Atau dalam kasus lain, yang terjadi padaku, saat berlatih partitur sebuah lagu, hampir selalu ada bagian yang jauh lebih susah dari bagian yang lain, sehingga bagian itu harus diulang berkali-kali lebih banyak dibanding bagian lainnya sampai tangan ini menguasainya dengan baik. Bagian ini selalu jadi penentu, apakah aku berhasil menguasai lagu ini? Atau aku menyerah dan membiarkan lagu ini "separuh jadi" alias tidak berhasil kukuasai?

Dalam hidup pun, aku merasa ada hal-hal seperti ini. Hampir selalu ada hambatan dalam setiap fase kehidupan, dan apabila kita bersabar melaluinya, fase berikutnya akan terasa jauh lebih mudah. Tinggal pilih, mau berhenti di tengah-tengah dan membiarkannya separuh jadi, atau bersabar melaluinya dan menjadikannya sempurna?

Sampai bertemu di "jurnal sepuluh menit" berikutnya! InsyaAllah besok :)

Friday, August 17, 2012

Day-2 (dengan revisi)

Menurutmu, jika kau memiliki kemampuan untuk mencipta, apakah engkau akan menciptakan boneka yang bisa bereproduksi? Dan kau juga berikan mereka kemampuan berpikir. Mereka bisa berbicara, makan, tidur, mempelajari ilmu, dan lain sebagainya. Maukah kau? Kalau aku sih tidak mau. Merepotkan. Bermain "cloud and sheep" yang cuma bisa makan, tidur dan bereproduksi saja mengurusinya sudah repot bukan main ketika dombanya sudah mulai banyak. Bikin kewalahan. Bagaimana kalau bisa dibuat berpikir?

Belum lagi kita perlu menentukan nasibnya bagaimana, selama hidupnya dia ngapain aja, bertemu dengan siapa saja. Iya kalau menurut, kalau melawan? Kan kita sudah berikan akal pada mereka? Apa tidak kesal saat mereka melawan nasibnya, padahal yang kita tunjukkan adalah demi kebaikan mereka?

Takut dilawan dan dikalahkan sih ngga, lah wong kita yang ciptain kan? Ibarat main cloud and sheep, tinggal matiin aja permainannya.

Jadi untuk apa menciptakan manusia? Walahu a'lam. Allah memang Maha Tahu.

Thursday, August 16, 2012

Day-1 (dengan revisi)

Pernahkah kau berpikir, apakah jaman dahulu sudah ada hair extension? Apakah jaman dahulu sudah ada kartu kredit? Atau asuransi-asuransi yang sedang marak seperti saat ini? Dan entah apalagi yang jaman dahulu belum ada, tapi sudah ada aturannya dalam Al Quran atau pun hadits.

Jadi, siapa lagi yang mungkin menurunkan ayat-ayat quran kalau bukan Allah? Siapa lagi yang mungkin mengetahui keadaan dari awal jaman hingga akhir jaman kalau bukan Allah? Al-Quran tidak butuh revisi. Isinya sama dari awal jaman hingga akhir jaman. Dan isinya sesuai dengan jaman mana pun. Sebab yang diatur tetaplah sama, manusia.

Masih adakah yang berpikir bahwa al-quran ditulis manusia? Kalau ada, sungguh bodoh. Coba saja buat satu ayat jika kau mampu. Seperti yang dikatakan Allah pada Al-Quran.

Bagi yang perempuan, masih mau kah membuka aurat padahal jelas-jelas disebutkan dalam Al-Quran bahwa wanita muslimah harus menutupnya? Yakinlah bahwa itu untuk kebaikan kita, kemudahan kita. Masih ragukah kamu terhadap apa yang diwajibkan kepadamu oleh Allah yang menciptakanmu? Tuhan yang sama yang menciptakan langit dan bumi dan segala kebaikan yang ada di dalamnya.

Wednesday, August 15, 2012

Habits

Wah, sudah hampir dua bulan ngga posting di blog. Bukan berarti aku ngga nulis, justru hampir tiap hari aku nulis, dalam rangka membentuk habits baru. Habits baru? Apa itu maksudnya? Biar lebih jelas, aku copy saja catatan dari hari ke sebelas latihanku berikut ini:

--------------------------------------------------------
Day-11: Kebiasaan, dalam bahasa inggris berarti habits. Hari ini aku ingin membahas alasan mengapa aku menulis ini dan itu setiap hari dan diawali dengan judul "Day-". Sebab, baru-baru ini aku menamatkan buku berjudul habits, karangan Felix Y. Siauw.

Sesuai dengan judulnya, buku ini membahas mengenai bagaimana cara membangun habits. Sebenarnya, bagi orang-orang yang senang dengan buku semacam ini, mungkin tidak asing lagi bahwa yang namanya membentuk kebiasaan itu adalah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang tanpa putus sampai kebiasaan itu terbentuk. Sampai kita merasa ada yang aneh atau ada yang kurang jika tidak melakukannya.

Berapa lama sampai sesuatu yang kita lakukan itu bisa dikatakan kebiasaan atau habits? Variatif, tapi yang kuketahui rata-rata mengambil 20-30 hari berturut-turut baru sesuatu itu dinamakan kebiasaan. Rene Suhardono misalnya, mengambil 21 hari dalam Misi-21 nya.

Umat muslim tentu familiar dengan bulan ramadhan, apalagi sekarang sedang bulan ramadhan, bahwa puasa ramadhan yang dilakukan selama 28-30 hari berturut-turut adalah salah satu bentuk membangun kebiasaan baru. Apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, insyaallah, kebiasaan baik yang kita lakukan setiap hari selama bulan ramadhan, akan menjadi kebiasaan baru yang baik buat kita.

Tapi ingat syaratnya, setiap hari, tanpa putus, dan selama 28-30 hari. Buku ini pun mengambil contoh dari bulan ramadhan, karena itu patokannya 28-30 hari. Tapi ada ilmu baru bagiku di sini, yang belum kutemukan di buku yang pernah kubaca, dan menurutku cukup efektif dalam menjaga kesinambungan kebiasaan baru yang sedang kita bentuk agar tidak putus selama kurang lebih sebulan itu. Apa itu?

Wednesday, June 27, 2012

Riba


Postingan kali ini gw pengen berbagi ilmu tentang riba, karena gw bukan ahlinya maka gw copy aja ya chirpstory dari ustad felix siauw. Bank konvensional, kartu kredit, asuransi konvensional, jelas menggunakan sistem riba. Lalu bagaimana dong? Baca aja nih :)

1. sebagaimana yg kita ketahui, juga disepakati ulama | dalam Islam, #riba termasuk satu jenis dosa besar
2. karena #riba bukan hanya dosa kpd Allah | namun jg sebabkan kehancuran kehidupan lewat kemiskinan, instabilitas ekonomi dll
3. maka Rasulullah berucap "#riba itu punya 73 pintu, yg paling ringan seperti seorang lelaki yg menzinai ibunya" (HR Ibn Majah)
4. bahkan Allah swt sendiri menyatakan perang terhadap org2 yg telah disampaikan padanya keharaman #riba, namun tetap mengambilnya
5. "Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan #riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu" (QS 2:279)

Tuesday, June 05, 2012

National Children’s Day, 3 Juni 2012


Antara malu sama mau pamer untuk postingan kali ini *ngumpet di pojokan*

Malu karena umur.. pamer karena ini pertama kali gw bermain piano di depan umum.
Jadi begini... (Biasanya kalo cerita yang dimulai dengan kata-kata “jadi begini” itu bakal panjang, jadi siap-siap aja ya :p)

Di umur gw yang seharusnya udah jadi guru piano ini, gw malah ngambil les piano privat lagi, karena emang gw ngerasa belum pantes jadi guru, apalagi udah berhibernasi bermain piano selama dua tahun lebih karena punya anak.

Nah, guru gw ini ngasih tau kalo mau ada acara manggung di Bekasi Square tanggal 3 Juni 2012.  Katanya, acara ini yang ngadain adalah kumpulan guru-guru privat, biar murid-muridnya punya pengalaman perform di depan umum. Kalau mau ikut, bayar sekian rupiah (tenang, bayarannya ngga sampe jual rumah kok, lebih murah dari tiket konser, dan mungkin lebih murah dari baju yang kamu pake sekarang :p).

Mengingat kata suhu Rene Suhardono, “Buy Experience!” maka gw daftar lah untuk acara itu. Pertanyaan pertama gw ketika ditawarin itu adalah, “aku yang paling tua bukan mba?” Begitu jawabannya adalah, “bukan”, maka langsung bersemangatlah gw bayar acara itu.

Belakangan, gw baru tahu kalo acara itu dalam rangka hari anak nasional. Kwakwaaaaa..... *langsung ngaca* Gw mah bukan anak-anak lagi, tapi udah emak-emak -_-‘ emang sih, gw masih anak-anak, anak orangtua gw maksudnya :p

Wednesday, May 30, 2012