Tuesday, April 21, 2020

Nasi lengko dan Sate kambing H. Apud


Bagi yang suka kulineran di Cirebon, aku rasa sudah familiar sama yang namanya Nasi Jamblang dan Empal Gentong. Aku sudah pernah menulis tentang Nasi Jamblang sebelumnya di sini, sekarang mau membahas mengenai empal gentong, nasi lengko dan sate kambing.

Menurut Wikipedia, Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai dan dimasak menggunakan kayu bakar di dalam gentong. Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong berasal dari Kabupaten Cirebon.

Beberapa rekomendasi kuliner Empal Gentong di Cirebon yang terkenal enak adalah Empal Gentong H. Apud, Empal Gentong Amarta, dan Empal Gentong Mang Darma. Dari ketiga ini, baru dua yang aku pernah coba, yaitu Empal Gentong H. Apud dan Empal Gentong Mang Darma. Dan dari kedua ini, yang paling sering aku kunjungi ialah Empal Gentong H. Apud.

Secara pribadi aku sebetulnya bukan penggemar empal gentong. Rasanya memang enak, tapi bagiku bukan sesuatu yang sampai dibela-belain untuk dicari. Biasanya, di tempat yang menjual empal gentong ini, juga menjual nasi lengko dan sate kambing. Nah, jadi kalau suami lagi kepingin makan empal gentong, aku justru memesan nasi lengko dan sate kambing, karena aku penggemar sate kambing.

Sate kambing yang dijual di H. Apud rasanya enak dan pas di lidah aku, karena disana sate kambingnya empuk dan lemaknya nikmat, bumbunya juga pas. Hmm.. nyam nyam….

https://selerasa.com/resep-membuat-sate-kambing-khas-tegal-yang-lezat-dan-berselera

https://id.wikipedia.org/wiki/Sega_lengko

Tadi sekilas aku menyebutkan nasi lengko. Apa sih nasi lengko?
Menurut Wikipedia, Sega lengko (nasi lengko dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat pantai utara (Tegal dan sekitarnya). Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan karbohidrat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100% non-hewani. Bahan-bahannya antara lain: nasi putih (panas-panas lebih baik), tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis. Dan, umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.

Tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi. Mentimun dicacah, lalu ditaburi pula di atasnya, juga toge rebus, serta disiram bumbu kacang di atasnya, dan potongan daun kucai, lalu diberi kecap secukupnya sampai kecoklatan, dan di taburi bawang goreng. Dan sekeping kerupuk aci yang putih, yang bundar atau kotak, menjadi kondimennya. Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum mulai dimakan. Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau dua minyak yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Sega_lengko)

Oke, sekian dulu ceritanya, semoga bermanfaat.



Friday, April 10, 2020

Apa sebenarnya yang membuat kulit belang?


Indonesia itu panas. Iklim tropis. Sehingga membuat banyak perempuan yang takut kulitnya hitam atau belang, menggunakan payung atau kosmetik yang diyakini bisa menahan dari panasnya sinar matahari yang membuat kulit belang. Alhasil, banyak iklan kosmetik yang mengiming-imingi bisa menghilangkan atau menyamarkan kulit belang, atau memutihkan kulit.

Tapi apa sebenarnya yang membuat kulit belang? Apa sebenarnya yang membuat kulit menghitam, berubah warna menjadi lebih gelap dari warna aslinya? Betulkah sinar matahari yang selama ini disalahkan menjadi penyebabnya?

https://cekdokter.id/waktu-yang-tepat-untuk-mendapatkan-sinar-matahari/

Hal ini terpikirkan ketika aku menjalankan ibadah di Mekkah dan Madinah. Saat di sana, cuacanya sedang panas, dan suhunya mengalahkan suhu di Indonesia, tepatnya di Jakarta, di mana aku tinggal. Logikanya, dengan suhu lebih tinggi, cuaca lebih panas, dan aktivitas sehari-hari yang mewajibkan aku untuk hampir selalu terpapar sinar matahari pagi sampai sore, kulitku akan belang dan menghitam. Faktanya? Tidak sama sekali.

Kulit wajahku warnanya tetap sama, tidak ada belang. Batas antara lengan dan telapak tangan yang secara logika seharusnya belang, tidak juga. Aku bertanya ini pada teman-temanku yang berada di sana, ternyata mereka juga mengalami hal yang sama, kulit mereka juga sama sekali tidak belang. Kami semua bingung, kok bisa tidak belang? Padahal paparan sinar matahari menempa kami berhari-hari, berminggu-minggu.

Jadi apa sebenarnya yang membuat kulit belang? Kenapa panas di Indonesia dan panas di Arab bisa berbeda? Sama-sama panas, tapi yang satu mengubah warna kulit, yang satu tidak. Ever wonder why?
Yuk, kita cari tahu penyebabnya.

Dikutip dari situs alodokter, salah satu alasan mengapa kulit menjadi belang adalah karena paparan sinar matahari, dan tidakan yang bisa dilakukan untuk melindunginya adalah dengan memakai tabir surya dengan kandungan SPF yang cukup.

Paparan Sinar MatahariKulit belang dan bintik-bintik hitam di kulit juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari. Sejatinya kulit memang membutuhkan sinar matahari untuk memproduksi vitamin D yang berguna untuk tulang. Namun harus dipahami pula, paparan sinar matahari yang terlalu sering juga dapat mengakibatkan kulit terbakar dan perubahan warna pada kulit. Paparan sinar matahari memicu kulit untuk menghasilkan lebih banyak melanin dan menjadi lebih gelap. Selain itu, paparan sinar matahari juga membuat elastisitas kulit berkurang dan menyebabkan kulit kering, menebal dan keriput.

Tindakan Yang Bisa DilakukanUntuk menghindari kulit belang karena paparan sinar matahari, pastikan selalu memakai tabir surya dengan kandungan SPF yang cukup. Kandungan SPF di atas 30 efektif melindungi kulit.

Terus terang, dari hasil pencarian di google, aku tidak berhasil menemukan alasan mengapa di Mekkah dan Madinah kulit tidak menjadi belang. Padahal jujur saja, aku sering sekali tidak pakai lotion atau tabir surya selama di sana. Hanya saja, aku sering menyemprotkan air zam-zam ke muka dan tanganku, selain berwudhu. Mungkinkah ini salah satu mukjizat air zam-zam? Atau memang salah satu bukti bahwa kota Mekkah dan Madinah adalah kota yang diberkahi? Wallahu a’lam.

Wednesday, April 01, 2020

Apa itu Internet of Things?


Beberapa waktu lalu aku pernah membahas mengenai Revolusi Industri 4.0 atau Era 4.0. dalam pembahasan itu, aku sedikit menyinggung mengenai Internet of Things atau yang biasa disingkat dengan IoT. Pada postingan kali ini, aku akan membahas sedikit mengenai Internet of Things (IoT).

https://www.course-net.com/internet-of-things-inovasi-internet-terbaru/

Mungkin istilah Internet of Things ini masih asing di telinga sebagian orang, tapi sebenarnya penggunaannya sendiri sudah berada di tengah-tengah kita. Kenapa? Karena Internet of Things adalah suatu teknologi yang luas, yang dapat di aplikasikan di banyak hal, baik di keseharian kita, maupun diluar keseharian kita.

Secara definisi, Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung ke jaringan internet (dikutip dari sini).

Contoh Internet of Things (IoT) yang berada di seputar kegiatan kita sehari-hari misalnya GPS. Apakah sekarang kalau mau bepergian, sebelum berangkat kalian mengecek dulu di aplikasi GPS di smartphone kalian, seperti gmaps atau waze, untuk mencari rute tercepat? Kalau aku, jawabannya iya. Ini adalah salah satu contoh IoT. Atau misalkan ketika kehilangan remote AC atau TV, sekarang tidak pusing lagi, langsung menuju ke playstore dan mencari remote AC atau TV yang cocok. Pernah begitu? Aku iya. Dan ini juga contoh IoT dalam kehidupan sehari-hari. Atau mungkin pernah melihat iklan smart living yang memungkinkan kita mengontrol perangkat di rumah kita seperti lampu, TV, pintu, alarm, melalui smartphone? Ini juga contoh IoT. (Beberapa contoh berasal dari sini)

Lalu bagaimana contoh IoT di luar kegiatan kita sehari-hari? Yaitu penerapan IoT dalam berbagai bidang, misalnya IoT dalam bidang pertanian, IoT dalam bidang kesehatan, konsep Smart City, dan masih banyak lagi. Tapi sejauh pengetahuanku, semuanya masih dalam tahap pengembangan, artinya masih sejauh prototype, konsep, ataupun trial. Namun jika dari segi perkembangan penerapan IoT dalam berbagai bidang ini berhasil, maka akan menjadi kemajuan pesat teknologi di Indonesia.

Mari sama-sama berharap kemajuan ini akan berhasil, karena Indonesia tidak hanya membutuhkan dana yang besar untuk perkembangan teknologi Internet of Things ini, tapi juga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup memadai dan mendalami teknologi Internet of Things ini. Bukan hanya paham mengenai “kulit” IoT saja, alias hanya tahu garis besar saja, tapi juga perlu paham secara dalam teknologi IoT itu sendiri, sehingga kita bisa menghasilkan designer IoT, developer IoT, maupun engineer IoT yang mumpuni dalam bidangnya.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, sudah sepatutnya terdapat laboratorium Internet of Things di universitas-universitas maupun perusahaan-perusahaan terkait. Salah satu Universitas yang memiliki laboratorium IoT adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerjasama dengan Indosat Ooredoo. (sumber: https://www.itb.ac.id/news/read/57024/home/itb-miliki-lab-iot-pengembangan-ekonomi-digital)

Sedangkan XL Axiata, dikutip dari CNN Indonesia, telah membangun laboratorium IoT yang dinamakan X-Camp, yang telah beroperasi sejak 14 November 2018.

 “X-Camp bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi demi memberikan pengembangan sumber daya manusia. Saat ini X-Camp menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan menyusul beberapa universitas lainnya sebagai bagian program X-Camp Lab Alliance untuk bersama-sama membangun ekosistem IoT secara berkesinambungan. 

Perusahaan Jasa Marga pun kini membangun laboratorium IoT untuk menunjang proses bisnis perusahaan itu sendiri.

“Sebagai media pengembangan teknologi, nantinya Jasa Marga IoT akan mengembangkan beragam pelayanan digital seperti transaksi tol, keamanan, pengelolaan antisipasi kendaraan Over Dimention Over Load (ODOL), Augmented Reality, Traffic Monitoring System, Social Media Comment Center, dan lain sebagainya.” 

Oke sekian dulu, semoga bermanfaat.

Friday, March 20, 2020

Apa itu kumbu hitam?


Beberapa waktu yang lalu, aku mendapat oleh-oleh bakpia dari seorang teman. Sebelum makan, aku melihat dulu bakpia isi apakah yang diberi oleh temanku itu? Eh, tumben yang ditandai adalah rasa kumbu hitam. Wah, baru sekali ini aku dapat oleh-oleh bakpia isi kumbu hitam, biasanya isi kacang hijau, coklat, atau keju. Langsung saja aku coba, hmmmm… rasanya nikmaaaattt.

https://kenesfood.com/product/bakpia-kumbu-hitam-isi-10/

Karena penasaran, aku langsung cari di google, apa itu kumbu hitam? Dikutip dari situs bakpiakumbang, ternyata Kumbu Hitam bukan berarti menggunakan Kacang Hitam tapi terbuat dari Kacang Merah Premium. Warna hitam yang timbul berasal dari warna asli hasil rebusan dari kacang merah (kacang tholo).

Baiklah, kini rasa penasaran sudah agak mereda, berarti sudah dicatat nih, lain kali kalau beli bakpia yang rasa kumbu hitam ah.

Tuesday, March 10, 2020

Apa yang dimaksud dengan revolusi industry 4.0?


Dengan dunia teknologi yang semakin maju, kita semakin sering mendengar istilah revolusi industri 4.0, baik dari pihak pemerintah, media sosial, dan dunia teknologi itu sendiri. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0 atau Era 4.0?

Revolusi industri 4.0 atau revolusi industri keempat adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia. (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=XENMOfD-mLs)

https://www.youtube.com/watch?v=XENMOfD-mLs

Lalu jika teknologi masa kini disebut revolusi industri ke empat, maka apa saja tahapan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri pertama sampai revolusi industri ketiga?

Dikutip dari video CNBC Indonesia, revolusi industri pertama dimulai pada abad ke 18 dengan adanya penemuan mesin uap dan mesin manufaktur. Revolusi industri kedua pada abad ke 19, ditandai dengan adanya produksi massal, mesin listrik, dan standarisasi industri. Revolusi industri ketiga ditandai dengan adanya computer dan teknologi informasi pada abad ke 20.


https://nasional.sindonews.com/read/1439542/16/revolusi-industri-40-ancaman-dan-peluang-1568407320


Kini kita berada pada era revolusi industri keempat. Lalu bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sekarang ini? Kita bisa melihatnya pada berbagai perusahaan yang menggunakan automasi, kecerdasan buatan, dan robot yang mulai menggantikan posisi manusia. Penggunaan mesin ini juga bertujuan meningkatkan produktivitas dan meminimalisasi kesalahan.


https://www.liputan6.com/bisnis/read/4132516/siapkah-indonesia-hadapi-revolusi-industri-40

Dengan adanya revolusi industri keempat ini, tantangan bagi masyarakat yang berada dalam usia produktif semakin tinggi. Siapkah menghadapi revolusi industry 4.0 ini? Sebab kemampuan beradaptasi dan berinteraksi dengan teknologi akan semakin dibutuhkan, karena itu pengalaman dan pengetahuan mengenai teknologi juga harus berbanding lurus dengan kemajuan teknologi itu sendiri.
Selain di perusahaan-perusahaan, di bidang pemerintahan juga sudah mulai memasuki revolusi industri 4.0 ini, seperti dimulainya pengembangan Internet of Things, Smart City.

Apa itu Internet of Things? Istilah ini juga sudah mulai tidak asing di telinga kita kan? Pembahasan mengenai Internet of Things insya Allah akan aku bahas di blog selanjutnya. Sekarang sekian dulu, semoga bermanfaat.



Sunday, March 01, 2020

Fenomena prank


Semenjak media sosial diramaikan dengan berbagai macam fenomena prank yang dilakukan oleh youtuber, banyak anak kecil maupun anak muda yang ikut-ikutan, mulai dari prank yang kecil-kecilan, mungkin kalau bahasa jamanku ini masih di level iseng, lalu prank yang mulai keterlaluan, kalau jamanku mungkin bisa dibilang level nakal, sampai prank yang berbahaya bahkan sampai mengancam nyawa, kalau menurutku pribadi ini level penjahat! Kenapa penjahat? Ya iyalah, wong sampai membahayakan nyawa seseorang. Adakah dampak positif prank? Aku rasa tidak. Yang ada hanya dampak negatif prank. Yang ada hanya bahaya prank.

Aku benci prank.

Aku benci prank.

Aku benci prank.

Harus tiga kali sebagai penekanan, hahaha.

http://info-rumaysho.blogspot.com/2018/08/blog-post_1.html

Dari sejak awal fenomena video prank mulai “mewabah”, aku sudah membencinya, meskipun dulu belum banyak berita mengenai prank yang membahayakan nyawa. Sewaktu nonton, aku berpikir, “Äpa sih ini?”, “Nanti kalau ditiru anak kecil bagaimana?”,”Ini orang nggak mikir panjang ya?”, “Nggak takut dosa jariyah apa kalau tindakannya ditiru banyak orang?”, dan pemikiran-pemikiran semacamnya.

Sebelum masa prank di jagat raya youtube marak, sebenarnya sudah ada acara televisi luar negeri yang menyuguhkan prank, yaitu “Just for Laugh Gags”. Memang dulu ketika menonton acara itu aku suka tertawa-tawa, lucu rasanya melihat orang lain dikerjai. Tapi setelah dewasa, aku berpikir, untuk apa ya melakukan hal seperti itu? Apa iya untuk bisa tertawa kita mesti mengerjai orang lain? Apa tidak ada hal lucu dalam kehidupan yang bisa kita tertawakan TANPA MENYAKITI orang lain? Kasihan sekali.

Memang nge-prank itu menyakiti? Mungkin ada yang berpikir seperti itu. YA IYA LAH! Menyakiti fisik atau paling tidak menyakiti hati. Beda tipis sama Bullying. SAMA-SAMA MENDZALIMI. Memangnya mendzalimi itu tindakan yang bagus? Tindakan yang terpuji? Tindakan yang bermanfaat? PIKIR SENDIRI JAWABANNYA.

Bagiku, prank adalah berbuat bohong, menipu. Pelaku prank berarti pembohong, penipu. Mau jadi apa kita kalau kehidupan kita dihiasi dan diwarnai dengan kebohongan-kebohongan, penipuan-penipuan?

Lagipula, kalau yang mengaku islam, mengaku beriman, seharusnya tahu kalau Allah dan Rasulnya, Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam nggak suka tindakan berbohong. Coba perhatikan nih haditsnya.

“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” [HR Abu Dawud no. 4990. Hasan] *
Ada satu lagi hadits lain, perhatikan bagian yang aku tebalkan.

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’” **

Kita itu hidup di dunia cuma sekali, coba dong dipikir panjang, tindakan apa saja yang mau kita kerjakan di dunia ini, yang bermanfaat untuk akhirat kita. Atau sudah nggak percaya lagi dengan hari akhir?



Sumber hadits:



Wednesday, February 26, 2020

Harga masker naik di Indonesia


Banyak orang memakai masker mulut ketika sedang batuk ataupun sedang keluar rumah, terutama pengendara motor, untuk menghindari polusi. Tapi sebenarnya, perlukah kita memakai masker? Kenapa harus pakai masker? Apa sebenarnya manfaat masker? Mungkin pernah bertanya-tanya tentang hal itu di benak kalian, apalagi dengan maraknya berita mengenai virus corona.

Menurut situs alodokter, ada beberapa alasan mengapa kita perlu menggunakan masker mulut yaitu, menghindari paparan polusi udara, mencegah penularan dan penyebaran penyakit, dan melindungi wajah dari efek negatif. Nah, dari sini jadi tahu kan alasan dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masker?
Sumber: shopee.co.id

Aku sendiri menggunakan masker saat melakukan pekerjaan yang kira-kira berhubungan dengan debu, seperti membersihkan lemari atau jendela, membereskan atau mengambil barang dari gudang, atau pernah juga saat batuk atau pilek yang agak parah, sering bersin, agar tidak menularkan yang lain.

Karena pemakaiannya yang tidak rutin, maka aku menyimpan 1 box masker sekali pakai di rumah, harganya juga masih terjangkau, sekitar tiga puluh ribuan untuk satu box berisi 50 buah masker. Beberapa waktu yang lalu, persediaan masker di rumah hampir habis dan waktunya membeli satu box lagi masker.

Tapi apa yang terjadi ketika maraknya berita tentang virus corona merebak dimana-mana? Harga masker melonjak naik! Aku tidak tahu apakah memang persediaannya sedikit akibat kebutuhan masker sedang meningkat, ataukah pemilik toko yang semena-mena menaikkan harga masker karena sedang naik daun dan dicari orang?

Lalu aku pun browsing, dan menemukan berita di jepang justru harga masker turun atau bahkan gratis? Aku lupa, dan sayang sekali aku tidak menyimpan tautannya. Yang aku ingat, ada kalimat di atas masker-masker itu yang kurang lebih artinya, jangan bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Jadi jangan mumpung orang banyak cari masker, harganya melonjak berkali-kali lipat.

Sementara di Indonesia, berapa harga satu box masker ketika berita virus corona dimana-mana? Dua ratus lima puluh ribu, di apotek dekat rumahku, di Jakarta. Akhirnya, tidak jadi beli. Menunggu harganya turun dan berharap harganya normal kembali.

Sekarang, saat menulis blog ini, aku pun mencoba mencari kembali harga masker di Indonesia, alhamdulillah, harganya sudah turun kembali mendekati normal, di kisaran lima puluh ribu rupiah.  Tapi ternyata, pas di klik link-nya, stok habis. Yang masih ada stok yang mahal-mahal. Yuk, mari kita berdoa semoga harga masker kembali normal. Ada sih yang lumayan, masih di bawah seratus ribu, semoga kualitasnya bagus. Mungkin aku mau beli masker yang di bawah seratus ribu ini, buat stok 😊