Saturday, September 08, 2012

Day-32: Kembali ke jaman baheula


Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seorang muslim wajib bisa menguasai memanah, berkuda, dan berenang. Bagi orang yang hidup di jaman sekarang dengan segala kemajuan teknologi yang ada mungkin berpikir, untuk apa? Berenang masih oke lah, masih sesuai dengan jaman, tapi berkuda? memanah?

Kita berkuda paling kalau lagi berlibur dan memang ada fasilitas naik kuda keliling. Itu pun kudanya lari pelan sambil diikuti sama penjaganya. Memanah? Kalau tidak dengan keinginan sendiri, rasanya jarang orang mau memanah. Mana peralatannya tergolong mahal.

Di jakarta sendiri, setelah browsing, aku hanya tahu satu tempat yang menyediakan arena berlatih memanah, yaitu di senayan. Dan untuk umum hanya hari rabu dan sabtu kalau tidak salah, pada jam-jam tertentu. Semakin sedikit fasilitas akan membuat orang semakin malas, kecuali orang itu punya keinginan kuat.

Sebuah hadits lain mengatakan bahwa mendekati akhir jaman akan muncul pemimpin umat muslim yang dijuluki Al-Mahdi, didukung oleh Nabi Isa AS, dan akan berperang melawan fitnah terbesar yaitu Ad-Dajjal. Dalam tanda-tanda yang disebutkan mengenai akan kemunculannya mereka, ada teori-teori yang bermunculan bahwa sebelum mereka datang akan ada bencana besar yang melumpuhkan seluruh teknologi yang sudah ada.

Kalau sudah begini, akan menjadi masuk akal mengapa umat muslim diwajibkan bisa memanah, berkuda, dan berenang. Semua senjata mutakhir sudah lumpuh, lantas berperang dengan apa kita kalau bukan panah, pedang, tombak? Semua alat transportasi tidak berfungsi, pakai apa kalau bukan kuda? Dan kalau kita perlu menyebrang pulau sementara perahu terbatas, atau paling tidak kita siap kalau perahu itu tenggelam, ya kita harus bisa berenang. Dan wajar kita wajib bisa menguasai semua itu kalau suatu saat kita akan kembali berperang seperti jaman baheula.

Sekarang, coba perhatikan anak-anak kecil, mereka begitu antusias dengan berenang, berkuda, dan memanah, apalagi kalau sedang main perang-perangan. Nah, sebagai orangtua sebaiknya kita memfasilitasi keinginan kuat ini dengan mengajaknya ke tempat-tempat berlatih, sekaligus mengikuti sunnah :)

Wallahu a’lam.

0 comments: