Friday, September 07, 2012

Day-27: Riya di hari "pembagian rapor"


Kemarin, di mobil aku mendengarkan salah satu stasiun radio yang sedang membahas hari akhir. Dari penggambaran pembicaranya, aku menyimpulkan hari akhir itu seolah-olah seperti anak sekolah yang sedang dibagikan nilai sekolah, dipanggil satu-satu oleh gurunya ke depan, lalu dibeberkan kepada setiap murid yang hadir di kelas, berapa nilai anak yang di depan itu pada masing-masing pelajaran, berapa yang benar, berapa yang salah, nyontek atau tidak, juga bagaimana dia selama belajar di sekolah, apakah serius atau tidak, pernah tertidur atau tidak, dan sebagainya.

Mungkin kita semua tahu, bahwa manusia yang jahat sudah jelas ganjarannya, salah satu yang disebutkan di Quran kalo ngga salah ahli kitab ya? Yang "mengedit" kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelum Al-Quran? Lalu bagaimana dengan manusia yang baik? Yang banyak berbuat baik. Hati-hati, sekali lagi, hati-hati, termasuk saya juga perlu sangaaaat hati-hati, terhadap riya. Dan semoga tulisan ini bukan termasuk riya. Amiin.

Mengapa? Sebab, amal perbuatan yang riya tidak diterima di sisi Allah SWT. Innalillahi wa inna illaihi raaji'un. Sia-sialah segala amal kita di dunia jika ini terjadi. Terus terang hal ini sangat menakutkan bagiku, di mana kita hidup di dunia yang rentan pada perbuatan riya. Apa itu? Facebook, twitter, blog, youtube, dan masih banyak lagi aplikasi penunjang bagi kita untuk pamer, alias riya. Lantas apa gunanya segala amal perbuatan kita di sisi Allah kalau semua tidak diterima?

Wajar ngga kalo amalnya ditolak meskipun amal kita baik? Logikanya begini, kamu ngasih kado, terserah kadonya apa, dan kita tahu kado itu sangat didambakan oleh orang yang mau kita kasih kado, tapi kita melakukannya karena ingin dipuji orang lain. Contohnya begini, kita lagi suka sama cowok, dan misalnya kita pengen banget dikasih bunga mawar sama cowok itu. Eh, pucuk dicinta ulam tiba, si cowok ngasih kita bunga mawar, ngga cuma satu malah, tapi sebuket besaaar. Eh ngga taunya si cowok ternyata ngasih kita bunga supaya dipuji sama cewek lain. Kesel ngga? Bakal diterima ngga tuh bunga? Apa malah kita lempar ke mukanya sambil maki-maki?

Bukannya membandingkan Allah dengan manusia, karena Allah tiada bandingannya, cuma sedikit gambaran mengenai seorang hamba agar berkaca apakah perlakuannya pada Tuhannya sudah pantas?

Mengenai riya’ ini juga ada di salah satu buku anak yang pernah kubaca, tentang seorang manusia yang rumahnya di pinggir jalan, dan saat dia sedang membaca Quran, ada seseorang lewat dan secara halus riya’ masuk ke dalam dadanya dan menyebabkan bacaannya sedikit dikencangkan. Akibatnya, ayat yang dia baca saat bacaannya dikencangkan itu tidak diterima :(( . Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun....


Semoga kita semua dijauhkan dari riya'. Ya Allah, jauhkanlah kami dari riya'. Semoga tulisan ini tidak termasuk riya'. Amiin.

0 comments: