Saturday, September 08, 2012

Day-34: Minum nanah borok? Hoeks!


Kemarin, aku membaca sebuah tulisan yang katanya dari kisah nyata, namun karena aku juga tidak mengenal penulisnya, jadi aku tidak bisa sepenuhnya percaya bahwa itu kisah nyata. Diceritakan bahwa ada seorang pramugari yang koma begitu menginjakkan kaki di Madinah dalam rangka ingin menunaikan ibadah haji. Singkat cerita, selama koma itu ternyata dia bermimpi yang sangat nyata, bahwa dia mendapat perlakuan seperti yang disebutkan dalam Al-Quran mengenai neraka, bahwa dia dibakar dalam api yang sangat panas, memakan buah berduri yang menyakitkan perut dan tenggorokan namun dia tetap memakannya karena dia merasakan lapar yang amat sangat, meminum air nanah karena dia merasakan haus yang amat sangat. Setelah sadar dari koma, dia bertaubat.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, cerita ini bisa jadi nyata, bisa jadi fiktif. Tapi nilai yang bisa kita ambil di dalamnya sangat baik, yaitu mumpung kita masih di dunia, bertaubatlah, sebelum waktu kita habis. Marilah hidup sesuai pedoman yang sudah diberikan, Al-Quran dan As-Sunnah.

Di cerita itu juga mengajak semua perempuan untuk menutup aurat, sebab dia katakan satu helai rambut yang dilihat oleh selain muhrim, maka baginya satu dosa. Bayangkan, berapa jumlah rambut kita? Bagi yang belum berhijab, coba hitung berapa laki-laki bukan muhrim yang sudah melihatnya? Jangan lupa hitung tempat umum seperti mall, bis, jalanan, dan sebagainya.

Kalau dipikir, yang namanya manusia itu emang kebanyakan bandel banget ya? Udah dibilangin tetap saja ngga nurut. Padahal peringatan-peringatan mengenai kiamat, neraka itu sudah dituliskan secara jelas, gamblang dalam Quran. Dan peraturan mengenai hidup kita ini sudah secara lengkap dibahas di Al-Quran dan Sunnah, tinggal ikutin saja kok.

Ibaratnya kita ini mau berenang di sungai, tapi di pinggirnya ada tulisan, "Awas banyak buaya lapar!" Kalau yang percaya dan takut sih batal berenangnya, mungkin piknik dekat-dekat situ juga ogah, takut buayanya naik ke darat, malah kaburrr pergi jauh-jauh. Tapi yang nekat atau ngga percaya sih bakalan tetap berenang. Nasibnya? Ya bisa ditebak sih.

Atau misalnya di tengah lapangan ada rumah yang lagi terbakar hebat, dilahap api. Kita mau menyebrang lewat tengah lapangan, lalu ada orang yang memperingatkan, "Awas itu ada api!" Kira-kira mau nekat menyebrang lewat tengah kobaran api atau memutar lapangan?

Ibu-ibu nih biasanya yang akrab sama panasnya api, soalnya kalo di dapur suka ada aja kecelakaannya, ya kecipratan minyak panas lah, kesenggol panci lah, dan sejenisnya. Harusnya yang ibu-ibu, termasuk saya, lebih takut sama neraka soalnya sering merasakan panasnya api dunia. Sementara kalau dikutip dari surat Al-Qariah ayat 10 dan 11, "Tahukah kamu apa neraka hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas." Dan kalau masih ingat pelajaran agama di sekolah, panasnya api neraka itu jauh jauh jauh jauuuuuuuuuhhhhh lebih panas dari api dunia. Kayaknya ngga bisa dibayangin ya? Makanya ngga usah dibayangin, mendingan kita jauhin aja semampu kita.

Buat ibu-ibu, termasuk saya, kalau lagi ngegosip, dengerin gosip, nonton gosip, atau apa pun yang ada gosip-gosipnya, bayangin aja disuruh minum nanah borok, atau makan gunting/pisau, atau disiram minyak panas, insyaallah cukup ampuh buat bikin ilfil ngegosip dan berhenti ngegosip. Kalau berhasil, mungkin cara ini juga bisa dipakai ketika akan melakukan hal buruk lainnya, meskipun sebenarnya, kalau dibandingin sama neraka aku yakin sama sekali bukan tandingannya.

Wallahu a'lam.

0 comments: