Saturday, August 25, 2012

Day-5

Pernahkah terpikir, mengapa islam identik dengan kekerasan? Dengan terorisme? Padahal, banyak muslim yang baik, yang lembut, tapi tidak muncul ke permukaan. Mungkin, dilihat dari sifat pribadinya saja, orang-orang yang arogan, yang keras, cenderung muncul di permukaan, dengan mudah mendapat perhatian orang lain, dan dengan mudah juga mendapat musuh. Sementara orang yang lembut hatinya, biasanya cenderung pendiam, dan mereka berbuat baik tanpa membesar-besarkannya, sebab takut kebaikannya berubah niat menjadi riya'. Sebab itu mereka berbuat baik secara sembunyi-sembunyi, cukup Allah yang mengetahui perbuatan baik mereka.

Sebagai muslim, aku ngga pernah percaya bahwa islam itu ajaran yang kasar, identik dengan terorisme. Sebab, teladan kita saja, Rasulullah SAW adalah orang yang lembut hatinya (sejauh yang aku tahu atau baca). Kita hanya berperang saat harus berperang, bukannya perang yang mengada-ada. Bukannya menyerang tanpa target yang jelas, hanya karena mereka non-muslim lantas mereka pantas dibunuh, bukan begitu caranya. Sekarang yang lebih penting adalah perang pemikiran, bagaimana mengembalikan pemikiran kaum muslim kembali pada tempatnya, para perempuan menutup aurat, anak-anak dan dewasa jauh dari hal-hal yang melalaikan (game, film, musik, dll), kembali mempelajari al quran dan hadits secara sungguh-sungguh, lebih mengenal lagi para tokoh dan pahlawan dalam islam, tidak mengkotak-kotakkan agama dan non agama, karena sesungguhnya keseluruhan dari hidup ini adalah ibadah.

Mengapa pelajaran sejarah dan sejarah dalam islam dalam buku pelajaran (setahu saya) sama sekali tidak bersinggungan? Padahal seharusnya dalam sejarah mesir ada persinggungan dengan cerita nabis musa, dalam peperangan-peperangan besar seharusnya bersinggungan dengan para pahlawan islam, tapi mengapa sama sekali tidak ada? Mengapa teori evolusi darwin yang bodoh itu masih saja berada di kurikulum? Mengapa penemu benua amerika, atau tokoh-tokoh barat lainnya seakan terlalu diagung-agungkan dan dibesar-besarkan di dalam sejarah? Adakah niat terselubung dibalik itu?

Tugas kita bersamalah untuk mengembalikan cara pikir muslim kembali pada Al-Quran dan As-sunnah.

Wallahu a'lam.

0 comments: