Friday, December 03, 2010

Bali

Lagi keasyikan bikin resensi nih, ketagihan karena dapet hadiah dari peri buku, sampe lupa belum update blog tentang liburan ke bali baru-baru ini ^^

Jadi dari tanggal 23 sampe 27 november kemaren, gw berlibur ke pulau dewata, dalam rangka merayakan 3rd anniversary, yang jatuh pada tanggal 24 november. Gw ceritanya ringkas aja ya, soalnya lima hari sih. Ke lombok yang efektif liburannya cuma dua hari aja (pas wiken) gw ceritanya bersambung, apalagi lima hari :p

Jauh sebelum berangkat, kira-kira dua bulan sebelumnya, gw udah pesen tiket PP air asia biar murah, terus booking apartemen yang tipe studio di seminyak, namanya sunset residence condotel, lewat travel agent (supaya lebih murah) purebalitour. Sebulan sebelumnya, gw udah pesen pia legong sama pai susu buat oleh-oleh, juga sewa mobil karimun (udah termasuk supir dan bensin) dari balikresna rent car. Selain itu, gw juga udah bikin plan di sana mau ke mana aja dan beli oleh-oleh cukup di Joger, supaya ngga makan waktu. Bisa dibilang, liburan ini cukup terencana dengan baik deh, baik dari segi rute maupun pengeluaran (biaya ditekan sebisa mungkin, soalnya lima hari bo) :p

Okey, this is the short story!

Tuesday, November 16, 2010

He is my glass of water

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
(Celine Dion – Because you loved me)

Ngga kayak lagunya celine dion yang puitis, kalimat yang tepat buat suami gw adalah "you are my glass of water", "kau adalah segelas airku", ga tau deh tuh susunan kalimat bahasa inggrisnya bener atau ngga. Yang jelas maksudnya adalah, dia bisa meredam amarah gw dgn baik. Kayak orang kehausan dikasih segelas air. Kayak api di korek api disiram segelas air, kayak api unggun disiram air se-truk. Bless..sssshhh.. Langsung padam. Bikin adem. Soalnya gw kan kalo marah berapi-api, jadi perlu pak pemadam mendampingi, hihihi! *apa sih*

Monday, November 15, 2010

Seseorang dalam mimpi

Masih melekat jelas dalam ingatanku
Bagaimana kau menggenggam tanganku
Erat dan tak mau lepas

Masih melekat jelas dalam ingatanku
Bagaimana kau rentangkan tangan
Mengharap aku terjun ke pelukanmu

Masih melekat jelas dalam ingatanku
Bagaimana kau menumpahkan airmata
Karena kesalahanku
Sesaknya terasa saat aku terbangun
Perihnya nyata membuat ingin menangis

Siapakah kau wahai seseorang dalam mimpi?

Kau datang lagi keesokan hari
Menatapku lekat dan dalam

Ah, walau bagaimanapun kau hanya mimpi.

Lombok!#2

Hari sabtu! Waktunya jalan-jalan seharian! Setelah puas sarapan dari hotel, kita berenang di kolam renang. Abis itu siap-siap ke gili trawangan, nyebrang pulau bo. Ditawarin sama calonya enam ratus ribu nyebrang bolak-balik, ditungguin sampe puas katanya. Gw ngga tau harga pasar, tapi sebelum ketemu calo perahu, kita udah rundingan kalo harganya ngga boleh jauh dari tiga ratus ribu. Akhirnya deal di harga 350 ribu.

Baru mau nyebrang pulau, mulai gerimis. Arrggghhh!!! Masa iya sih udah jauh-jauh ke lombok ngga ke gili???? Gw udah bete dan bingung, masa iya sih hujan-hujan gini mira dibawa nyebrang pulau? Akhirnya kata suami, udah nyebrang aja, udah terlanjur deal, belum tentu yang punya kapal mau cancel, lagipula kapalnya ada atapnya. Ya udah nurut deh. Di perjalanan, gw sama suami kasian ama mira kena ciprat-ciprat air hujan, tapi anaknya sendiri malah anteng. Dia nenen dengan anteng terus tidur. Laki gw duduk di depan gw untuk menghalangi air hujan, supaya ngga kena mira. Si mira juga ditutup jaket sama pelampung supaya hangat.

Friday, November 12, 2010

70-20-10

Ngga semua orang beruntung bisa mengerjakan hal yang dicintainya dan mendapatkan penghasilan dari hal tersebut seperti tiger woods, michael jordan, dan masih banyak lagi.

Dari majalah femina yang baru-baru ini gw baca, ada prinsip 70-20-10 yang perlu dipertimbangkan buat kita jalani. Waktu gw baca, gw pikir 70% on job training, 20% self-learning, 10% training class. Begini nih kalo kebanyakan kerja, soalnya kalo di kantor gw prinsipnya begitu, hehehe....

Ok, kembali ke 70-20-10 yang di femina, semoga gw ngga salah inget ya.. maklum majalahnya bukan punya sendiri tapi punya salon, jadi gw juga udah lupa tuh ini prinsip siapa yang bikin, hehehe. Nah, jadi 70% tetap buat pekerjaan yang membuat “dapur tetep ngebul”, 20% buat pekerjaan yang kita sukai dan menghasilkan walau sedikit, 10% lakukan hal yang kita cintai yang kita rela melakukannya walau ngga di bayar :).

Jelas? Atau bingung? Kalo bingung baca sendiri aja deh di femina :P

Tuesday, November 09, 2010

Friday, November 05, 2010

Lombok! #1

Ini pertama kalinya buat mira ke lombok, juga buat gw (sebenernya laki gw jg baru sih, karena dia dua minggu lalu ke sini tapi ngga sempet kemana-mana karena kerja, haha!). Jadi ceritanya suami ada kerjaan di lombok hampir dua minggu, berhubung berangkatnya kamis, jadi gw sama M ngikut aja, lumayan liburan dari jakarta yang sudah semakin macet cet dan bikin suntuk tuk. Lumayan kan dapat penginapan gratis, di hotel sheraton senggigi lagi, jadi ke pantai senggigi ngga usah jauh-jauh. Jadi lah gw ambil cuti tiga hari, kamis sampe senin.

Hari pertama, hari kamis, sampe sekitar jam satu waktu setempat. Begitu sampe langsung ke hotel. Berhubung hujan jadi makan di hotel aja (huhu padahal mau jalan-jalan dan main di pantai). Sambil nungguin hujan, santai-santai aja di kamar, tidur-tiduran, duduk-duduk di beranda sambil liat pantai yang disapu hujan. Hujannya baru berhenti sore-sore, langsung turun deh ke pantai. Soalnya hotelnya punya private beach, senangnya! :D

Tapi ternyata oh ternyata, tak disangka tak dinyana, si mira takut sama pantai! Dia takut sama ombak yang bergerak-gerak deketin dia, juga takut sama bunyinya. Huhu, padahal udah bawa ember, sekop, dan teman-temannya buat main di pantai....

(Resensi) firebelly


MP, singkatan dari Missing Pieces, adalah nama dari seekor katak firebelly. Sesuai namanya, MP memiliki missing pieces dari tubuhnya yaitu buntung di kaki kiri depan dan kaki kanan belakang.

“Buntung di depan, buntung di belakang. Yang kubutuhkan hanya sepotong kain di atas satu mataku agar kelihatan seperti seekor perompak amfibi.”

Dia mendapatkan nama itu dari Caroline, seorang gadis kecil yang memilihnya dari sekian banyak katak di toko hewan. Ketika memilihnya, Caroline tidak menyadari bahwa katak pilihannya buntung, dia hanya merasa bahwa katak itu adalah katak lucu, manis, dan sedikit pemalu, seperti dirinya. Ketika MP sudah berada di rumah Caroline dan sedang terlena, asik melompat-lompat di wadahnya yang baru dan menyenangkan, ayah Caroline lah yang menyadari bahwa MP memiliki kekurangan pada fisiknya. Ayahnya memberi saran agar mereka kembali ke toko hewan dan menukarnya dengan katak lain, tapi keputusannya terserah Caroline.

“Kita tidak bisa mengembalikannya,” kata gadis itu. Suaranya terdengar penuh gairah dan empati. Siapa lagi yang mau memelihara katak yang hanya punya dua kaki? Kita harus tetap membiarkannya di sini. Aku menginginkannya, bagaimanapun keadaannya.”

Saat itu keputusan Caroline untuk mengembalikan atau merawat MP adalah suatu keputusan besar bagi MP. Kadang kita tidak menyadari bahwa keputusan-keputusan kecil yang kita buat mungkin berakibat besar bagi seseorang, bahkan keputusan yang dapat mengubah hidup seseorang selamanya.

Suatu ketika, ayah Caroline harus pergi mendaki selama sebulan, sehingga Caroline harus tinggal di rumah ibunya. Kala itu, ayahnya lah yang membawa MP pindah ke rumah barunya dengan menggunakan mobil sewaan. Di mobil, ayahnya menggunakan mangkuk tertutup sebagai wadah sementara MP. Dia meletakkan mangkuk itu di karpet belakang kursi kemudi, dan di tengah perjalanan, mangkuk itu terbuka.

MP keluar dan bersembunyi. Ketika sampai di rumah ibu Caroline, mereka sadar MP tidak ada. Kini MP dihadapkan pada pilihan menjadi liar atau tetap nyaman menjadi binatang peliharaan. Dia berpikir berulangkali mengenai keputusan apa yang harus diambilnya, layaknya jika kita sedang dihadapkan dengan suatu keputusan besar yang dapat mengubah hidup kita. Sekali keputusan itu diambil, kita tak bisa mundur kembali.

Akhirnya MP memutuskan untuk tetap bersembunyi dan menjadi bebas. Keputusannya ini kelak membuatnya bertemu dengan Claire, remaja yang masih mencari arti keberadaan dirinya di dunia ini. Perjalanan MP di mobil bersama Claire, keputusan yang dibuat MP, akan mempengaruhi baik kehidupan Claire dan MP sendiri.

Semua peran yang ada dalam novel ini rasanya mencerminkan kehidupan kita sendiri, dan memberikan kita pelajaran dalam hidup bahwa ada saatnya kita diam untuk menang, ada saatnya kita melompat dan mengubah hidup kita selamanya. Ada saatnya kita keluar dari dunia nyaman kita untuk mendapatkan hal yang mungkin tak akan pernah kita bayangkan jika kita tidak melakukannya. Ada saatnya kita bersembunyi dan ada saatnya kita menunjukkan diri. Dan yang paling penting, perlu bagi kita menyadari betapa pentingnya keberadaan kita bagi orang-orang di sekeliling kita, dan keputusan-keputusan yang kita buat sangat mungkin mempengaruhi mereka, bahkan mengubah hidup mereka selamanya.

Buku ini sarat dengan pesan-pesan moral dan dirangkai dengan bahasa dan cerita yang menyenangkan, sehingga tak akan terasa tiba-tiba kita sudah sampai di halaman terakhir dan ingin membacanya ulang.

Makasih buat email serambi_gcu yang udah bikin saya tertarik memiliki firebelly :)

Sekarang baru beli arumdalu dan siap dibaca nih :)

http://catumorli.blogspot.com/

Thursday, November 04, 2010

Tuesday, October 05, 2010

Jempol untukmu

Beberapa hari yang lalu, Mira ngga mau makan. Aku pikir makanannya kali yang ngga enak, jadi muter pikiran mo ngasih apa lagi nih biar dia mo makan? Sambil mikir, ngadu dong ke ayahnya, pusing soalnya, “Yah, mira nih ngga mo makan....” Eh ngga nyangka, ayahnya ngomong gini, “Sini sini makan sama ayah, pasti mau!” Eh ngga nyangka, beneran loh bo, dia mau makan sama ayahnya.... *amazed* *shock*

Ayahnya juga seneng mira mo makan sama dia. Agak jealous juga, kok bisa-bisanya dia ngga mau makan sama gw, tumben amat. Tapi gw juga seneng akhirnya ada waktu istirahat. Akhirnya gw menghabiskan sepuluh menit itu dengan bersantai-santai di kamar. Tidur-tiduran doang, dan cuma SEPULUH MENIT! Gw yakin banget karena gw ngeliat jam ketika gw masuk kamar dan keluar kamar. Cuma sepuluh menit, but it feels like heaveeeeennnnn *kayak tau aja heaven kayak apa*. Gila! Rasanya udah beratus-ratus tahun ngga bersantai kayak gitu. Lebay? Ngga ah. If you are a working mom and you merawat anak dengan tangan you sendiri, you pasti ngerti perasaan I kayak apa.... *loh kok jadi aneh bahasanya*

Ya udah ah, last but not least, I love you my husband, sering-sering yaaa nyuapin mira :P

Tuesday, September 21, 2010

Cita-cita yang terbang tinggi

Kadang gw iri sama orang-orang yang punya mimpi jelas dan sedang dalam proses mewujudkan mimpinya. Sedangkan gw ngga punya mimpi, cita-cita terjauh gw adalah masuk elektro UI, dan itu udah sepuluh tahun yang lalu gw wujudkan. Setelah itu gw ga punya cita-cita. Ada sih cita-cita dalam ukuran materi, dan alhamdulillah udah terwujud dan ada yang sedang diwujudkan. Tapi kok gw ngga punya panggilan jiwa mau jadi apa ya? Profesinya gitu loh.... Ada kenalan gw yang panggilan jiwanya jadi guru, ada yang kuliah sampe S3, ada yang jadi penulis, ada yang jadi dokter dan macam-macam lainnya. Dan di situ materi tidak diikutsertakan! Mereka melakukan dengan cinta. Kalo gw kok ngga tau mau jadi apa yaaaaaaaaaaaaaaaaaa??????????????? They love what they are doing, lah gw??? Gw ga mau jadi budak duit seumur hidup dan menyesali kehidupan yang gw jalani.... Please God, beri petunjuk.... *lebay mode*

Tuesday, August 24, 2010

Kanan-kiri

Coba tanyakan pada malaikat di kananmu, "seberapa banyakkah pahala yang sudah kuperbuat hari ini?" dan tanyakan pada malaikat kirimu, "berapa besarkah dosa yang telah kulakukan hari ini?"

Seandainya dosa bisa ditebus dengan uang, mungkin aku sudah jatuh miskin sekarang. Mungkin malah terlibat hutang. Untungnya Tuhan bukan rentenir, kalau tidak, mau lari kemana kita? Di dunia, kita bisa gantung diri kalau mau terhindar dari rentenir, kalau sama Tuhan, mau dunia mau akhirat ya ketemu-ketemu juga.

Thursday, July 22, 2010

Arti bacaan shalat

Di postingan kali ini gw mo berbagi arti bacaan shalat yang gw dapet dari sini:
http://irzasetiawan.wordpress.com/2008/06/23/arti-bacaan-shalat/

Soalnya miris juga kalo ada orang shalat tapi dia ngga ngerti apa yang dia ucapkan. Sama aja lo ngomong, “blablabla tatatata dadada dududu” trus lo rukuk, “keok keok” trus sujud, “wawawa” trus duduk. Iya ngga sih? Sama-sama ngga ngerti artinya kan?

Jadi ya, silakan dibaca-baca link itu, biar at least kita tahu apa yang kita ucapin 

Friday, July 16, 2010

Waktumu cuma 2 menit 1 detik

Oh my God! Gw lagi baca bukunya Felix Y. Siauw yang judulnya Beyond The Inspiration. Di situ ada perhitungan yang membuat gw tersentak.

Dia membuat ilustrasi perhitungan berapa lamanya hidup manusia di dunia, dibanding satu hari di padang mahsyar nanti.

Nih dia perhitungannya, dengan asumsi umur manusia 70 tahun:

Bila, 50.000 tahun = 1 hari
Maka, 70 tahun = X hari
Maka, X hari = (70 tahun / 50.000 tahun) x 1 hari
X = 0,0014 hari
X = 2 menit 1 detik

Masya Allah....

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung.” Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (QS al-mu’minnuun[23]:112-114)

Bagaimana keadaan kalian jika Allah mengumpulkan kalian di suatu tempat seperti berkumpulnya anak-anak panah di dalam wadahnya selama 50.000 tahun dan Dia tidak menaruh kepedulian terhadap kalian? (HR Hakim)

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun (QS al-ma’aij[70]:4)

Monday, July 12, 2010

That is why we call us human, not robot

Seandainya kamu adalah seorang pencipta robot dan kamu sedang memprogram sepuluh robot untuk mengepel rumah yang luas. Sebelum kamu menyalakannya, kamu memberikan satu program "pilihan" yang bisa membuat robotmu mau atau tidak melakukan program mengepel itu. Kamu memberikan waktu untuk semua robot itu dan kamu putuskan untuk mengistirahatkan robot-robot yang berhasil melakukan tugasnya di sebuah ruangan ber-ac yang luas, penuh mainan dan ada kasur yang empuk, sehingga dia bisa istirahat ataupun main sepuasnya. Dan kamu putuskan untuk membakar robot-robot yang gagal melakukan tugasnya. Kemudian sepuluh robot itu kamu nyalakan.

Ternyata, robot 1 malah tidur-tiduran, robot 2 santai-santai sambil nonton TV, robot 3 dan 4 malah berdua-duaan, robot 5 menghabiskan makanan, robot 6 memecahkan barang-barang, robot 7 keluyuran di halaman, robot 8 menceburkan diri di kolam dan langsung mati. Eit, ternyata tidak semua memilih untuk tidak mengepel. Robot 9 dengan tenang mengepel lantai, dia melakukannya dengan sungguh-sungguh dan teliti. Pekerjaannya bersih sekali, bahkan dia melakukannya dengan tersenyum, begitu terus sampai selesai.

Lalu, apa yang dilakukan si robot 10? Ternyata dia juga mengepel! Hanya saja, sebentar-sebentar dia berhenti, lalu mengeluh kecapaian sambil duduk beristirahat, terkadang berteriak-teriak, "KENAPA SIH AKU HARUS MELAKUKAN HAL INI?!" atau "KENAPA SIH AREA PELNYA LUAS AMAT?!" dan kalimat-kalimat serupa. Walau begitu, dia tetap meneruskan mengepel. Kamu hanya tersenyum melihat tingkahnya itu. Terkadang, ia tergoda untuk bersantai seperti robot 1 dan 2, tapi dia tidak melakukannya. Dan meski dia lapar, dia tidak makan seperti robot 5. Kemudian, "TIME'S UP!!!" Katamu.

Tuesday, June 22, 2010

Mama

Si M yang lucu dari beberapa minggu yang lalu udah jelas banget kalo manggil mama dan ayahnya. "ma?" "yah?" panggilnya.

Baru-baru ini dia udah bisa manggil, "mama?" Nah, apakah yang terjadi pada ayah? "yayah?" huahahahaha....

Sama kejadiannya waktu dia baru bisa ngomong "bang", kumbang maksudnya. "wat" yang biasa buat pesawat, jadi "wang". Untung mama ngga jadi "mang", hahaha....

Monday, June 21, 2010

Einstein girl

Akhirnya selesai juga baca einstein girl. Bagus sih, tapi bikin gemes kenapa dokter Kirschnya dibikin mati? (Ups, spoiler deh gw!) Kan dia udah punya penyakit, kenapa ngga dibikin jadi aja sih ama Mariya? Toh dia juga akan mati perlahan karena panyakitnya itu, kenapa harus dibikin ketembak? Biarpun itu cuma tokoh rekaan.... (Makin spoiler...) Hhh, ternyata oh ternyata, I love Hollywood ending alias Happy ending. (Maaf ya buat teman-teman yang belum baca ^_^)
Eh by the way bukunya mitch albom yang gw baca bukan Tuesday with Morrie, tapi The five people you meet in heaven. Kalo Tuesday with Morrie masih di daftar tunggu, alias ngantri minjem :P

Tuesday, June 08, 2010

Penghabisan novel di perjalanan

Udah dari sekitar bulan april kerjaan gw minjem novel-novel punya kakak gw. Soalnya gw butuh kegiatan selama perjalanan pulang-pergi kantor. Kadang browsing juga bisa membosankan, apalagi kalo koneksinya lagi oon, bikin bete deh. Ngga berasa, ternyata udah banyak juga buku yang gw lahap. Oooohhhh apakah rumah gw segitu jauhnya? Atau gw segitu maniaknya baca buku? Pernah tuh pas lagi baca buku ada ibu-ibu yang nanya, ngga pusing mbak baca di mobil? Gw jawab, ngga tuh, udah biasa. Emang bener sih, dulu yang sering gw baca komik, sekarang juga masih seneng tapi udah jarang banget. Nah kalo yang dibaca buku kuliah, di bis jurusan jakarta-depok (ohhh sudah lama sekali), itu sih langsung ketiduran, hahaha...

By the way, ini nih buku yang gw baca, gw aja kaget kok udah sebanyak ini:

Calon Arang – Pramoedya Ananta Toer
Tuesday with Morrie – Mitch Albom
Weton - Dianing Widya Yudhistira
Negeri Lima Menara – Ahmad Fuadi
Love in B Minor – Anindita S. Thayf
Wuthering Height – Emily Bronte
Alpha Wife - Ollie
Which Whitch? – Eva Ibbotson
Penerjemah Luka – Jhumpa Lahiri
The Turk and My Mother – Mary Helen Stefaniak
Recipes for a perfect Marriage – Kate Kerrigan (Ini fiksi lho :P eh lagipula yang ini bacanya pas cacar, hehehe....)

Sekarang gw lagi baca Einstein Girl – Philip Sington, hayo tebak selesainya kapan? Lumayan tebel juga soalnya bukunya.

Tuesday, June 01, 2010

Monday, May 10, 2010

Pengalaman nyuapin M pake sendok

Sesuai janji gw sebelumnya, hari minggu kemaren gw berusaha nyuapin M sendiri. Ternyata memang ngga mudah, dan masih belum berhasil. Waktu jam sarapan, waktu ditanya, “mau makan sama siapa?” M memilih mbaknya. Waktu makan siang, dia mau sama gw. Udah digendong, piring makan udah di tangan, eh tetap aja dia ngga mau disuapin pake sendok, maunya pake tangan. Itu pun belepotan.... Setelah beberapa suap, akhirnya dia mulai ngga mau makan. Gw menyerah, untuk hari itu. M gw kasih ke mbaknya biar makannya banyak. Minggu depan, gw mo coba lagi!

Ibu sepenuhnya

Minggu kemarin, pas makan siang, gw ngobrol sama temen kantor gw, kita berdua ngobrol-ngobrol tentang anak.
Terus dia tanya, "Du, sebelum berangkat nyuapin anak dulu?"
Gw jawab, "ngga, tapi gw mandiin dia."
"Wiken?" tanya dia lagi.
"Ngga juga, tetep mbaknya."
Dia bilang, "kamu belum jadi ibu sepenuhnya du kalo belum nyuapin anak."
Deg! Gw langsung merasa bersalah. Gw sadar, jawaban gw tentang kenapa gw ngga nyuapin M, karena M pikir yang gw kasih itu obat, itu hanyalah alasan. Seandainya gw mau berusaha lebih, pastilah M mau disuapin sama gw. Buktinya, waktu mbaknya pulang wiken kemarin, M mau disuapin sama gw walau pake tangan dan belepotan. Mulai sekarang, gw mau ah nyoba nyuapin M tiap wiken. Biar bisa jadi ibu sepenuhnya ^__^

Sunday, May 02, 2010

Mama cacar-mira sehat

Jumat kemarin, aku terdeteksi kena cacar. Ada berbagai pendapat tentang hubungan gw dan anak gw. Ada yang bilang gw harus jauh-jauh dan anak gw dikasih formula. Ada yang bilang cuek aja deket-deket, kalo ketularan ya resiko, daripada anaknya harus jauh dari ibunya.

Terus terang gw bingung, gw ga mungkin jauh dari dia, karena bapaknya lagi di luar kota. Kasih formula juga susah, karena selama ini dia masih asi. Berhubung dokter gw termasuk yang bilang cuek aja, jadi bismillah, gw ambil pilihan ini. M tetep tidur sama gw dan tetap nyusu dari gw.

Adek gw yang apoteker bilang, kasih formula aja, karena dalam asi gw akan mengandung virus cacar. Dia ada benarnya, tapi hati gw mengatakan lain. Di asi gw mungkin ada virusnya, tapi juga ada antivirusnya dari obat yang gw minum. Formula mungkin ga mengandung virus, tapi dia juga ga mengandung antivirus dari obat gw. Dan setahu gw, asi 20 kali lebih baik dari formula. Got my point? Jadi walaupun asinya kemungkinan ada virus, dia juga ada antivirusnya, lagipula yang menentukan M sakit atau ngga hanyalah Allah, dan gw percaya, susu yang Dia ciptakan pasti jauh lebih baik dari yang mahluknya ciptakan.

Jadi, gw tetap nyusuin mira dan banyak berdoa semoga dia tetap sehat. Alhamdulillah sampe sekarang dia masih sehat. Gw ngga bermaksud sombong bilang bahwa M masih sehat. Gw juga masih deg-degan karena bekas-bekas cacar gw masih ada dan berarti virus masih dimana-mana. Tapi seandainya M tetap terus sehat, gw cuma ingin mengatakan pada ibu-ibu menyusui di luar sana bahwa penyakit bukanlah halangan, kita tetap bisa menyusui anak kita. Percayalah, asi yang diciptakan Allah pasti jauh lebih baik daripada formula yang diciptakan manusia.

Thursday, April 29, 2010

Kisah M makan roti

Udah beberapa hari ini mira susah makan, kalo kata temen gw GTM (Gerakan Tutup Mulut). Gw sama mbaknya bingung, biasanya bubur satu mangkok tandas dalam beberapa menit. Mungkin bosan, cuma itu jawaban yang terpikir.

Berhubung waktu itu pernah dikasih nasi buat icip-icip dan dia doyan, jadilah dia makan nasi. Yah lumayan banyak yang dimakan. Tapi masa nasi doang? Lauknya apa? Mulailah kami bereksperimen. Pake sop, ngga doyan. Pake salmon, doyan pertamanya doang, abis itu ngga mau lagi. Daging pake keju juga gitu. Brokoli, wortel, bosen dia.

Akhirnya gw inget cemilan yang gw suka dan udah lama gw makan. Siapa tahu Mira suka. Akhirnya gw ke Alfa beli roti ama susu. Cemilan yang gw maksud adalah roti dipotong empat, trus dicelup ke susu cair, trus dicelup ke telor, abis itu dipanggang bentar ampe kuning kecoklatan. Dimakan pake gula. Mmmm..yummy (loh, jd farah quinn?)

Pas gw nyiapin bahan-bahan, mira ikutan sambil digendong mbaknya. Dia icip-icip roti yang baru dipotong dan dia doyan. Hmm, gw optimis. Pasti mira doyan cemilan ini. Eng ing eng...taunya dia ga doyan. Huuu..jadinya gw yang makan deeh.... (Horeeee!! Eh? Lho?)

Tapi jadinya kita dapat informasi penting dan berguna (huahahahahahaha! *ketawa norak*). Besoknya mira dikasih seperempat roti, abis. Tambah lagi jadi setengah, abis. Tambah lagi jadi satu setengah, abis. Tambah lagi jadi dua, baru nolak. Udah kenyang dia. Hahaha.... Sekarang, dia makan nasi pake sayur sop sck alias secukupnya (kayak garam), abis itu lanjut roti satu buah.

Ah, almira... Kamu emang lucuuuuu ^__^

Wednesday, April 28, 2010

Sang pembunuh

Gw abis liat berita sekilas tentang ibu yang membunuh anak kandungnya sendiri. Oh my God, how come? Kok bisa begitu teganya sama anak sendiri. Akhirnya tuh tv gw matiin, takut mempengaruhi pikirannya M. Biarpun dia lagi tidur, tapi gw yakin alam bawah sadarnya denger, jadi mendingan gw matiin.

Setelah matiin tv, gw ngambil gunting (aaahh, mau apa?!!?) mo gunting kukunya M (ooo.. Kirain...). Seperti biasa, gw pandangi dulu mukanya terus ketawa-ketawa sendiri (ck, ibu yang rada-rada...). Gw kebayang, klo sampe kulitnya kegunting gara-gara ceroboh aja gw udah pasti merasa bersalah setengah mati, apalagi mem....hiiiii.... Nyebut kata itu aja gw takut.

Apapun alasannya, seorang ibu ga mestinya melakukan hal kayak gitu. Oh please deh bu, cari korban di dapur sonooo, ada ayam, ikan, tempe, atau apapun yang udah sah lo jadiin korban!

Monday, April 26, 2010

Monster merah melenting

Gw kena cacar. Aaarrrggghhh!!! Si monster merah melenting menyebalkan. Dia membuat badan gw yang bersih jadi polkadot merah-merah! Lebih parahnya lagi, dia bikin gw khawatir setiap waktu.. Takut si M ketularan....

Waktu ayahnya si M cacar, ayahnya diungsiin ke kamar atas. Cuma gw yang berinteraksi ama laki gw. Nah, ternyata begitu laki gw sembuh, si monster merah menyebalkan itu pindah ke gw. Masalahnya, gw ga mungkin ngungsi ke atas.. Soalnya si M kalo tidur masih nemplok ama gw, masih bergantung ama asi gw juga.. Ditambah, mulai senin, bapaknya balik ke bandung lagi. Lah, masa si M disuruh tidur sendiri? Atau sama mbaknya? No way man!!!

Ya udah, gw ama suami pasrah. Gw ama laki gw tau, si M ga bisa jauh-jauh dari gw. Jadi si M dikasih vitamin yang disaranin ama adek gw, si apoteker, sama banyak-banyak berdoa kepada si pemilik takdir, Allah SWT. Semoga mira tetap sehat. Amin.

Kata laki gw, kalo si M ketularan yah mo gimana lagi. Kalo dia tetap sehat yah bonus. And I'm asking God for that bonus ^__^

Awas kau cacar! Gw hantem pake sanmol, antibiotik, acyclovir, imunos, sama mandi pake dettol! *maaf nyebut merk. Btw, mandi pake dettol desinfektan kok berasa mandi pake wipol ya...snif snif.*

Thursday, April 22, 2010

Cerita di taman

Masih soal taman dekat rumah. Wiken kemarin gw main ayunan sama si M, sama si mbaknya juga sih. Gw duduk di ayunan dan si M gw pangku, gw mengayunkan ayunan perlahan dengan kaki gw, mbaknya naik ayunan di sebelah gw, jadilah kami menguasai ayunan di taman *hahahahahaha, ketawa setan*.

Sambil main ayunan, tentunya gw memperhatikan sekitar. Ada ibu dengan tiga anak, anak pertama sekitar umur 7 tahunan, naik sepeda, anak kedua sekita umur 5 tahunan, lagi main sama adiknya, yang berumur sekitar 3 tahunan. Si ibu nemenin anaknya main sambil nyuapin si kecil. Namanya anak kecil, makannya suka angot-angotan. Maka si ibu berkata dengan galak, "ayo makan, kalo ngga mama tinggal." Ups, galak bener, tapi paling ngga dia nyuapin anaknya sendiri.

Saat itu gw ngebandingin sama diri gw yg sampe sekarang masih susye bener nyuapin anak. Gara-garanya waktu itu si M sakit, dan si M itu paling susah minum obat, karena yang tega ngasih cuma gw *gw lebih tega ngasih dia obat daripada ngeliat dia sakit*, jadilah gw yang selalu ngasih obat, sementara mbaknya yang nyuapin makan. Sejak saat itu, kalo liat gw pegang sendok, si M ga mau makan, apapun isi sendok itu, karena dia trauma, dia pikir itu obat. Oh my God, gimana nanti klo mbaknya pulang kampuuuuuunnggg... Gimana cara gw ngasih makan dia??? M........ Ini bubuuur bukan obaaaatttt..... *ngayal-ngayal ga jelas*

Wednesday, April 21, 2010

"Mbak-mbak"

Wiken kemarin, gw, si M, dan "mbak"-nya main ke taman dekat rumah. Di sana ada perosotan, njot-njotan, plus anak-anak kecil yang lagi main juga, jadi si M seneng. Kata mbaknya M, si M seneng main perosotan, tapi naiknya dari bawah, khihihihi... Lucu deh bayanginnya. Sayangnya pas gw lagi nemenin M di hari itu, ada dua orang anak umur kira-kira 5 tahunan lagi rebutan main perosotan, dan mereka ngga ngasih M giliran. Huh sebel, jadi ngga bisa liat anak gw beraksi :(((((((((

Tapi yang mau gw ceritain sekarang bukan itu. Yang mau gw ceritain sekarang adalah, salah satu temen maennya mira punya mbak, dan mbaknya membiarkan anak yang dia asuh, yang gw yakin umurnya ga jauh dari M karena dia juga baru bisa jalan, berdiri di bawah tangga perosotan, di bawah dua anak yang lagi berebutan perosotan. Di mana mbaknya? Lagi ngobrol sama mbak lainnya, dan keduanya sambil pegang hp. Oh my God, teledor sekali. Dan gw yakin, ibunya si anak ngga tau karena ga berada di situ. Dan gw sadar, ini adalah mbak yang sama dengan yang gw liat waktu gw jalan-jalan sama M. Waktu itu dia jalan-jalan bareng anak yang diasuhnya, dengan cara mendorong sepeda anak itu dari belakang, sambil telponan entah dengan siapa, sambil sesekali nyuapin makanan ke anak itu dari belakang. Saat itu, gw bersyukur dapat mbak yang sayang sama M.

Tapi sampai sekarang gw juga masih terus berharap, suatu saat bisa mengiringi, menemani, dan menjaga si M by myself, ngga diwakilkan oleh orang lain. Ya Allah, mohon kabulkan doaku, aku ingin menjadi ibu yang bisa mendampingi anakku dengan baik, tapi tetap bisa berkarya dan mengasilkan uang. Karena aku tahu, anak adalah titipan-Mu, dan itu adalah suatu tanggung jawab yang luar biasa besar buatku. Mohon mudahkan tanggung jawab itu bagiku ya Allah. Amin.

Priority

Ada temen kantor yang "amazed" gw masih bertahan mompa asi padahal anak gw udah setahun lebih.

Gw cuma ketawa-ketawa bego aja nanggepinnya, "hehehehehe..."

Berhubung ngobrolnya juga sambil papasan, jadi gw ketawa bego gitu sambil lalu. Dalam hati, gw ngomong,

"buat yang tersenyum manis banget tiap kali gw cium"

"buat yang tertawa sambil melangkah menyambutku pulang"

"buat yang menentramkan hati di malam-malam saat gw menatapnya tidur"

"buat dialah gw masih memompa asi sampai sekarang. Berharap kehadiran asi ini bisa mewakili keabsenan gw yang harus hadir di kantor"

PS: untungnya di kantor ada temen-temen sesama ibu menyusui yang saling menyemangati. Menyulut api semangat yang mulai padam. Kalo ngga, mungkin gw juga sudah menyerah, hihihi....

miraaaa....... Mama kangeeeennnn.... *norak abis, padahal anaknya lg tidur di samping*
PS2: ini bikinnya semalem, tengah malem buta, biasalah ibu-ibu, abis ganti popok si baby :P

Tuesday, March 02, 2010

Emang bener punya anak ngerepotin?

Suatu malam, waktu gw lagi megang tangan anak gw sambil menatap wajahnya yang tertidur *cieee elaaah* gw berpikir, “Kenapa ya punya anak rasanya bisa se-menyenangkan ini?”

Coba pikir, punya bayi itu katanya repot. Nangis melulu. Laper, nangis. Haus, nangis. Pipis/Pup, nangis. Pokoknya apa aja nangis. Pipis/Pup harus diganti. Mandi harus bersih. Pencuci alat makan dan bajunya beda, supaya steril. Dan bla bla bla lainnya.

Jadi kenapa menyenangkan? Kenapa donk?
Ada yang tau jawabannya?

Dari pemikiran waktu itu, menurut gw jawabannya adalah ketulusannya. Ketulusan matanya yang menatap penuh cinta. Ketulusan tawanya yang bahagia. Ketulusan tangannya yang menyentuh kita, hingga sentuhannya terasa ke lubuk hati yang paling dalam.

M, I love youuuu... Kalo ada yang bilang mama ngga sayang ama kamu, jangan percaya..

Jadi inget lagunya BCL... tapi diganti textnya..

Jika ada yang bilang ku tak sayang.. Jangan kau dengar..
Jika ada yang bilang ku tak baik.. Jangan kau dengar..

Saat kau ingat aku ku ingat kauuuuuuuuuuuuu..Saat kau rindu aku juga rasaaaaaaaa..
Ku tahu kau slalu ingin dengankuuuuuuuuuuuuuu..
Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukaaaaaaan..
Tuhan yang tahu ku cinta kauuuuuuuu...............................

*stop stop stop...!!! Udah du, semberrr, ngga kayak BE-CE-ELLLL... huahuahua..*

Pernahkah kau merasa....

Pernahkah kau merasa.. hatimu hampa? Loh itu mah lagunya UNGU. Bukan itu deng yang mau gw bahas. Gw cuma mau nanya sama ibu-ibu di luar sana, kapan sih merasa bersalah sama anak?

Kalo gw pas:
1. Anak kejedug/jatuh pas gw yang jaga
2. Harus memaksa anak minum obat
3. Gw ngga ngeh celananya udah basah karena pipis (karena lagi tidur dan anak ngga pake diaper)

Tapi yang paling bikin gw sedih dan bersalah banget adalah saat dia alergi karena sesuatu yang gw makan. Sedih rasanya ngeliat bentol-bentol itu karena keteledoran gw.

M, I’m not a perfect mother. But for me, you are a perfect daughter.
Sampai detik ini, gw ngga pernah ngerasa jadi ibu yang baik. Tapi doakan sayah! Saya akan terus berusaha! (Ngomongnya kayak peserta acara benteng takeshi *duh jebot amat acaranya*)

Hubungan bersalaman dan kuman

Pernah lihat iklan sabun yang mengatakan bahwa kuman berpindah dimana-mana? Salah satunya dari bersalaman tangan. Makanya penting untuk cuci tangan. Iklan ini juga menyadarkan gw akan satu hal, dalam islam kita tidak boleh ada friksi dengan orang yang bukan muhrim, contohnya: bersalaman tangan. Padahal pada prakteknya, banyak wanita-pria non muhrim yang bersalaman tangan. Kebayang ngga, berapa % berkurangnya pindahnya kuman kalo semua muslim melakukan hal yang satu ini? Subhanallah.