Wednesday, April 21, 2010

"Mbak-mbak"

Wiken kemarin, gw, si M, dan "mbak"-nya main ke taman dekat rumah. Di sana ada perosotan, njot-njotan, plus anak-anak kecil yang lagi main juga, jadi si M seneng. Kata mbaknya M, si M seneng main perosotan, tapi naiknya dari bawah, khihihihi... Lucu deh bayanginnya. Sayangnya pas gw lagi nemenin M di hari itu, ada dua orang anak umur kira-kira 5 tahunan lagi rebutan main perosotan, dan mereka ngga ngasih M giliran. Huh sebel, jadi ngga bisa liat anak gw beraksi :(((((((((

Tapi yang mau gw ceritain sekarang bukan itu. Yang mau gw ceritain sekarang adalah, salah satu temen maennya mira punya mbak, dan mbaknya membiarkan anak yang dia asuh, yang gw yakin umurnya ga jauh dari M karena dia juga baru bisa jalan, berdiri di bawah tangga perosotan, di bawah dua anak yang lagi berebutan perosotan. Di mana mbaknya? Lagi ngobrol sama mbak lainnya, dan keduanya sambil pegang hp. Oh my God, teledor sekali. Dan gw yakin, ibunya si anak ngga tau karena ga berada di situ. Dan gw sadar, ini adalah mbak yang sama dengan yang gw liat waktu gw jalan-jalan sama M. Waktu itu dia jalan-jalan bareng anak yang diasuhnya, dengan cara mendorong sepeda anak itu dari belakang, sambil telponan entah dengan siapa, sambil sesekali nyuapin makanan ke anak itu dari belakang. Saat itu, gw bersyukur dapat mbak yang sayang sama M.

Tapi sampai sekarang gw juga masih terus berharap, suatu saat bisa mengiringi, menemani, dan menjaga si M by myself, ngga diwakilkan oleh orang lain. Ya Allah, mohon kabulkan doaku, aku ingin menjadi ibu yang bisa mendampingi anakku dengan baik, tapi tetap bisa berkarya dan mengasilkan uang. Karena aku tahu, anak adalah titipan-Mu, dan itu adalah suatu tanggung jawab yang luar biasa besar buatku. Mohon mudahkan tanggung jawab itu bagiku ya Allah. Amin.

2 comments:

Nungki said...

Amien ya robal alamin hehehe btw ooh td ketik2 nulis blog ini yak??

catumorli said...

amiiinn... hehe iya Q, ketauan deh :P