Monday, October 03, 2016

Yuk, kita berlari! :)

Jika seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri kepadanya satu hasta. Jika dia (hamba-Ku) mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, niscaya Aku akan mendekatkan diri kepadanya satu depa. Jika dia (hamba-Ku) mendatangi-Ku dengan berjalan, niscaya aku akan mendatanginya dengan berlari. (H.R Al-Bukhari).

Thursday, September 29, 2016

Monday, September 26, 2016

Bersedekahlah sebelum ajal menjemput

Hendaklah kamu bersedekah ketika kamu berada dalam keadaan sehat walafiat, kikir lagi tamak, takut miskin, dan berambisi terhadap kekayaan. Janganlah menunda-nundanya hingga apabila nyawa sudah berada di tenggorokan, kamu baru berucap, ‘Untuk Fulan sekian, dan untuk Fulan sekian.’ Padahal, sedekah itu memang sudah menjadi hak Fulan. (Muttafaq ‘alaih)

Friday, September 23, 2016

Thursday, September 22, 2016

Berita gembira

Sesungguhnya orang-orang yang berkata” ‘Rabb kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (beristiqamah) maka Malaikat-Malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu.’ Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (Surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S Fushshilat: 30-32)

Monday, September 19, 2016

Indahnya tawakkal para burung

Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung yang pergi pada pagi hari dengan perut kosong dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang. (H.R. Tirmidzi)

Catatan pribadi:
Ingat ya.. burung pergi pagi pulang sore, bukannya tidur-tiduran di sarangnya, juga bukan pergi ngga pulang-pulang :)

Sunday, September 18, 2016

Tuesday, March 15, 2016

Sunday, March 13, 2016

Nikmat yang (kadang) terlupa

Beberapa waktu yang lalu aku sakit flu, lalu karena biasanya sakit ini akan sembuh dengan istirahat yang cukup (insyaa Allah), maka aku pun memutuskan untuk istirahat menulis.

Alhamdulillah flu pun sembuh.

Tapi setelah itu muncul sakit baru, yaitu sakit malas, alias berhenti menulisnya jadi keterusan, kelamaan. Saat itulah, aku jadi teringat hadits ini:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Sumber dari sini.

Betul sekali. Terkadang ketika punya kesehatan dan waktu luang, kita justru menyia-nyiakannya. Ketika salah satu atau keduanya tidak ada, baru dua nikmat itu terasa berharga sekali. Bagi yang sibuk, tentu terasa sekali bahwa waktu luang itu berharga. Begitu juga dengan yang sakit, terasa betul bahwa kesehatan itu sangat berharga.


Jangankan ketika mengalami sakit yang berat, ketika mengalami sakit yang dianggap ringan seperti flu juga kesehatan akan terasa berharga sekali. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, dan saat seperti itulah biasanya baru kita akan bersyukur akan kesehatan yang selama ini kita nikmati. Apakah harus menunggu sakit dulu baru bersyukur? Jangan. Kalau sekarang sedang sehat, bersyukurlah. Gunakan kesehatan itu untuk beramal shalih. Kalau sekarang sedang sakit, bersabarlah, dan tetaplah bersyukur, semoga penyakit itu jadi penggugur dosa-dosa. Aamiiin.

Friday, March 11, 2016

Siapa pencipta shower?

Kalau dulu di dalam kamar mandi masih menggunakan bak atau ember dengan gayung, di jaman sekarang kebanyakan kamar mandi sudah menggunakan shower. Penggunaan shower yang menetes seperti air hujan diharapkan bisa lebih efisien dibanding menggunakan bak dengan gayung, apalagi bathub. Tapi siapakah sesungguhnya pencipta shower?

Kaum yunani kuno diyakini sebagai orang-orang yang pertama kali menciptakan shower. Saluran air yang mereka miliki memungkinkan air dipompa sehingga mengeluarkan air seperti pada shower.

Shower mekanik pertama yang dioperasikan oleh pompa tangan, telah dipatenkan di Inggris pada tahun 1767 oleh William Feetham, pembuat kompor dari Ludgate Hill London. Shower ini menggunakan pompa untuk membuat air naik ke atas kepala, kemudian si pengguna akan menarik sebuah rantai untuk membuat shower bekerja. Bagaimanapun, sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan, antara lain belum memiliki sistem air panas dan juga  sistem ini akan mendaur ulang air kotor yang sama melalui setiap siklus.

Shower modern pertama kali dipasang di barak tentara Perancis pada 1870-an di bawah bimbingan François Merry Delabost, seorang dokter Prancis dan penemu. Shower yang diciptakan adalah communal shower, yaitu beberapa shower yang terhubung dan bekerja sekaligus sehingga dapat dipakai untuk beberapa orang, dengan alasan lebih efisien dan higienis.

Shower tipe ini menggunakan mesin uap untuk memanaskan air dalam waktu kurang dari lima menit, hingga delapan tahanan bisa mandi secara bersamaan dengan hanya dua puluh liter air. Sistem ini kemudian diadopsi oleh tentara lainnya, yang pertama adalah Prussia pada tahun 1879. Kemudian diadopsi oleh asrama, sebelum dipasang di tempat pemandian umum. Shower pertama di pemandian umum adalah pada tahun 1887 di Wina, Austria. Di Perancis, pemandian umum dan shower didirikan oleh Charles Cazalet, pertama di Bordeaux pada tahun 1893 dan kemudian di Paris pada 1899.

Itulah sekilas tentang shower, dengan terjemahan bebas. Kalau mau tahu lebih lengkapnya bisa di baca di sini.


Wednesday, March 09, 2016

Anak suka mengamuk saat minta dibelikan mainan? Mungkin ini penyebabnya.

Pernahkah suatu ketika saat ke pasar, ke mall, ke supermarket, anak kita merengek minta mainan? Ada yang bahkan sampai mengamuk berguling-guling. Supaya ngga malu, akhirnya orangtuanya mengambil jalan pintas agar anaknya diam.

Mainan itu dibelikan.

Keadaan ini biasanya bermula dengan dialog yang kurang lebih seperti ini:

“Ma, mau mainan ini?”
“Ngga boleh.”
“Mau ini!”
“Ngga boleh!”

Kemudian anak menangis. Karena malu dan ngga tega, akhirnya mainan pun dibelikan. Ini namanya tidak konsisten, tadi tidak boleh sekarang boleh.

Lalu apa yang ada di pikiran anak? Oh, kalau menangis artinya permintaan akan dikabulkan, mainan akan dibelikan. Secara logika masuk akal bukan?

Kemudian berikutnya terjadi lagi, saat ini orangtua mulai tahan dengan tangisan anak. Maka anak akan menangis lebih kencang. Dan kalau pada titik ini permintaan anak kembali dikabulkan (minta mainan, makanan, atau apa pun) maka anak akan berpikir bahwa semakin kencang menangis maka permintaan akan dikabulkan.

Kemudian kalau terjadi lagi, dan orangtua semakin tahan dengan tangisan anak yang kencang, maka anak akan menangis dan mengamuk. Kalau ketika ini orangtua tetap mengabulkan, maka kemungkinan besar menangis dan mengamuk akan menjadi kebiasaan anak saat meminta sesuatu.

Apa salahnya sebelum berangkat buat perjanjian, “nanti di sana ngga beli mainan ya.”

Atau kalau kasihan pada anak bisa juga belikan yang lain, anggap saja sebagai hadiah karena si anak sudah berbaik hati menemani kita belanja. Katakan saja begini misalnya, “Nanti di sana ngga beli mainan ya. Tapi kalau kamu bisa anteng nemenin mama belanja, pulangnya mama beliin donat.”

Atau memang dari awal janjikan saja belikan mainan, “Nanti kalau kamu anteng, pulangnya mama belikan mainan, kamu boleh pilih satu, tapi yang harganya di bawah dua puluh ribu ya.”

Atau bisa apa pun, tergantung kita. Tapi ingat, buat perjanjiannya SEBELUM BERANGKAT. Dan yang lebih penting, TEPATI! Jangan PHP alias Pemberi Harapan Palsu.

Kalau anak sudah terlanjur terbiasa mengamuk bagaimana? Ya tetap lakukan perjanjian sebelum berangkat, kalau dia minta mainan maka ingatkan dia tentang perjanjian awal. Kalau ada tanda-tanda mau mengamuk langsung saja pulang daripada malu. Yang penting tetap melaksanakan janji awal. Kalau belum selesai belanja maka lanjutkan belanja lain kali. Atau kalau memang belanja itu penting, supaya tidak terganggu, lebih baik anak tidak diajak.


Semoga bermanfaat. 

Tuesday, March 08, 2016

Maco dan Badu Episode 8: Menjaga kebersihan


Sudah lama Badu tidak merekam video. Kenapa? Ternyata ada hal yang perlu dilakukan Badu. Apa itu? Yuk kita nonton di video ini.


Dalam video ini juga Badu menjelaskan tentang pentingnya menjaga kebersihan. Tapi bukan kebersihan badan saja yang perlu dijaga. Ada lagi yang perlu dijaga. Apa itu? Yuk cari tahu dalam video ini.

Wednesday, February 17, 2016

Tinggalkan saja, jangan lihat kucing

Ketika anak masih balita, kemudian ayah atau ibunya mau pergi, baik itu bekerja, ke pasar, atau tempat lainnya, kerap kali anak menangis. Kemudian karena tidak tega, akhirnya neneknya, pengasuhnya, tantenya, atau siapa pun yang dititipi anak tersebut, berkata seperti ini:

“Yuk lihat kucing yuk, puss mana.. puss.. meong..” sambil pura-pura mencari kucing, padahal kucingnya belum tentu ada.

Bukan cuma kucing yang jadi pengalih perhatian, terkadang burung, ayam, bahkan cicak. Kemudian ketika si anak teralihkan perhatiannya, diam-diam orangtuanya berangkat berjingkat-jingkat. Tanpa pamit. Tanpa sepengetahuan anak.

Alasannya? Kasihan kalau menangis. Lagi-lagi berbohong, seperti pada “Dinding yang nakal”. Kali ini berbohong dan berkhianat.

1.       Berbohong
Mengapa pergi diam-diam disebut berbohong? Maling ambil curiannya diam-diam atau terus terang? Apakah maling sedang jujur? Tapi kan kalau pergi diam-diam ngga ada yang hilang? Bagi anak, orangtuanya lah yang “hilang”.

2.       Berkhianat
Kok berkhianat? Coba aja kalau kamu lagi bareng sama sahabat kamu, eh tiba-tiba dia pergi aja gitu ngga ngajak-ngajak, kita ditinggal. Rasanya gimana?

“Kenapa sih ribet amat? Bukannya anaknya juga masih kecil, belum ngerti apa-apa?”


Yang bilang begini kayaknya kurang baca nih. Anak kecil mungkin belum bisa ngomong, tapi bukan berarti mereka ngga mengerti. Semua hal akan disimpan dalam otak, kebanyakan di alam bawah sadar. Karena itu ketika dewasa, kemungkinan akan berpengaruh pada perilakunya. Silakan baca buku-buku parenting kalau ngga percaya. Yang jelas, kalau tetap berbohong, itu akan tercatat dalam catatan amal kita.

Tuesday, February 16, 2016

Maco dan Badu Episode 7: Ganteng dan Cantik



Ketika Badu sedang merekam, Maco datang dengan berlari. Ternyata Maco sedih karena temannya mengatakan bahwa dirinya jelek. Badu tidak setuju dengan perkataan teman Maco. Menurutnya, semua yang jantan itu ganteng dan semua yang betina itu cantik. Apakah Maco percaya pada Badu? Yuk kita lihat di video ini.

Monday, February 15, 2016

Karena cinta kau kubela, Ibu....

Mengapa mereka mencelamu?
Mereka bilang kau pezina
Mereka bilang kau di neraka
Aku tidak percaya
Karena bagiku kau wanita mulia

Mengapa mereka membencimu?
Kata mereka kau berkhianat
Kata mereka kau berdusta
Aku tidak percaya
Karena bagiku kau wanita mulia

Bagaimana mungkin aku mencelamu?
Bagaimana mungkin aku membencimu?
Sedangkan kau adalah ibuku
Tentu saja aku cinta padamu

Kau lah ummul mukminin*
Ibunya kaum mukmin

Pantaskah seorang anak mencela ibunya?
Membenci ibunya?
Tidak pantas seorang  anak membenci ibunya

Mereka yang mencelamu
Berarti tidak mengenalmu
Mereka yang menghinamu
Berarti tidak mencintaimu
Dan aku benci orang-orang yang menghinamu



*Aisyah Radhiyallahu 'anha, istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

Sunday, February 14, 2016

Marak kampanye LGBT, cintaku dan cintamu

Akhir-akhir ini media sedang marak mengenai isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Aku bukan ingin membahas mengenai pengertiannya, karena sudah cukup banyak artikel yang membahasnya. Aku ingin membahas sebuah tahap sebelum seseorang memasuki ranah LGBT.

LGBT adalah perbuatan yang dilarang dalam agama islam, banyak orang yang sudah tahu itu. Lantas kenapa mereka masih melakukan? Karena mereka kalah. Ya, pelaku LGBT adalah orang-orang yang kalah dari hawa nafsu mereka.

Ada yang terbawa lingkungan, ada yang merasa terperangkap dalam tubuh yang salah. Apapun alasannya, itu adalah nafsu yang harus dilawan. Biasanya, sebelum terjerumus dalam perilaku LGBT, mereka merasakan SSA, singkatan dari Same Sex Attraction, alias mereka merasakan ketertarikan terhadap sesama jenis. Pada tahap ini, bukan waktunya menyerah kalah pada hawa nafsu, tapi waktunya melawan, fight back! Jangan mau kalah.

Caranya bagaimana? Mintalah pertolongan pada Allah, dan banyak-banyaklah mempelajari Al-Quran. Bukankah Al-Quran itu obat segala penyakit hati? Dan Same Sex Attraction itu adalah salah satu penyakit hati? Yang namanya penyakit ya harus berusaha disembuhkan.

Penyakit hati ada banyak, contohnya saja, iri, dengki, sombong, kikir, dan lain-lain. Kadarnya juga berbeda, ibarat penyakit badan, ada yang ringan, ada yang berat. Tapi kadar penyakit hati itu bagaimana, Allah lah yang paling tahu.

Orang yang diberikan penyakit sombong banyak yang berusaha sembuh. Orang yang diberi penyakit pelit, juga banyak yang berusaha sembuh. Begitu juga dengan yang suka menggunjing, atau penyakit hati lainnya. Kalau yang diberi penyakit hati jenis lain saja mau berusaha sembuh, mengapa pelaku LGBT tidak?

Selamat bagi yang berusaha sembuh, semoga Allah memberi kemudahan. Yang aneh adalah orang-orang yang bangga dengan perilaku LGBT mereka, penyakit kok dipelihara?

Menjawab pertanyaan mereka, “Kalau kaum Nabi Luth diazab karena perilaku homoseksualnya, kenapa kami tidak diazab seperti mereka?”  Nah inilah, sebaiknya sebelum melontarkan pertanyaan, perhatikan dulu bagaimana kisah para Nabi itu. Sebelum kaum-kaum itu diazab, para Nabi dan pengikutnya yang setia yang mentauhidkan Allah dan mengikuti Nabi akan diselamatkan terlebih dahulu, sehingga yang diazab adalah benar-benar kaum yang membangkang dan tidak mau menuruti perintah Allah.

Ada lagi, coba perhatikan Al-Quran, surat Al-Anfal (8) ayat ke 33:

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka sedang mereka meminta ampun.”

Bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, azab tidak akan turun selama beliau masih hidup, dan selama masih ada umat muslim yang meminta ampun atau beristighfar.

Jadi intinya, selama pelaku LGBT masih hidup di antara orang-orang yang beristighfar, mereka tidak akan diazab seperti kaum-kaum terdahulu, azab mereka adalah setelah mati dan setelah kiamat.


Jaman sekarang ini, kampanye LGBT seolah semakin marak, semakin terbuka dan meluas. Untuk apa sibuk kampanye? Padahal, cinta pada sesama manusia adalah sesuatu yang rentan, sesuatu yang mudah lapuk. Sedangkan cinta kepada Tuhan adalah sesuatu yang agung, jauh lebih indah, dan layak diperjuangkan. Jika kalian pelaku LGBT berjuang atas nama HAM, maka kami pun berjuang atas nama agama. Jika kalian memperjuangkan cinta kepada sesama jenis, maka kami pun memperjuangkan cinta kami kepada Tuhan.

Saturday, February 13, 2016

Friday, February 12, 2016

Siapa penemu bluetooth?

Mouse.. bluetooth, earphone.. bluetooth, kirim file.. bluetooth.

Teknologi bluetooth memang sangat membantu, ngga perlu lagi kabel dimana-mana. Jadi pengguna memang enak, tinggal pakai, tapi siapakah penemunya?

Ternyata teknologi bluetooth ini bukan satu orang yang menemukan, tapi banyak orang karena ini adalah sebuah proyek yang dipromotori oleh lima perusahaan besar yaitu Ericsson, IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba.

Lalu kenapa namanya bluetooth? Ternyata diambil dari nama Raja di akhir abad sepuluh, Harald Blatand yang di Inggris dijuluki Harald Bluetooth, kemungkinan karena giginya berwarna gelap.

Ia adalah raja Denmark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia. Bahkan wilayah Scania di Swedia, tempat teknologi bluetooth ini ditemukan juga termasuk daerah kekuasaannya. Kemampuan raja itu sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang.

Lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.


Thursday, February 11, 2016

Jika hidup ini singkat, kenapa masih buang waktu?


Gambarnya sudah cukup menggambarkan isinya: Jika hidup ini singkat, kenapa masih buang waktu?

Pikirkan apa hal-hal yang paling penting dalam hidupmu. Buat prioritas. Utamakan waktumu untuk hal-hal yang ada di bagian atas prioritasmu. Ini waktumu, ini hidupmu, pergunakan sebaik-baiknya.

Ngomong sih gampang, hehe.. iya kan? Sama lah, aku juga masih berusaha.

Kalau bingung gimana caranya menyusun prioritas, mungkin bisa dibayangkan, kalau hidup kita ini tinggal 30 hari lagi, hal-hal apa saja yang mau kita lakukan? Target dunia, target akhirat? Hubungan dengan keluarga, teman, tetangga? Pekerjaan?


Semoga dengan memberikan tenggat waktu seperti ini, prioritas akan terlihat.

Wednesday, February 10, 2016

Dinding yang nakal

Pernahkah ketika anakmu jatuh atau kepentok, kalimat seperti ini yang keluar?

“Aduh, sakit ya? Dindingnya nakal ya. Huh! Huh!” sambil memukul dinding yang nakal.

Yang disalahkan kadang bukan cuma dinding, bisa juga lantai yang nakal, atau lemari yang nakal, atau meja yang nakal, atau kursi yang nakal.

Saat mengucapkan kalimat itu, sadarkah kita apa yang sedang kita lakukan?
1.       Kita mengajarkan anak berbohong
Betulkah benda-benda itu yang nakal? Bukan kan? Berarti kita sedang berbohong. Berbohong pada anak, berarti mengajarkan berbohong pada anak, sebab kita memberikan contoh. Jadi kalau suatu saat anak kita berbohong, jangan salahkan teman-temannya, lingkungannya, atau sekolahnya. Tapi salahkan diri sendiri, berkaca dan introspeksi, apa yang sudah kita lakukan padanya semasa dia kecil.

2.       Kita mengajarkan anak mencari kambing hitam, tidak sportif.
Ketika anak kita jatuh, itu kesalahannya sendiri, bukan benda di sekitarnya. Apakah suatu saat nanti kalau dia main bola dan membuat kaca jendela pecah, yang salah adalah jendelanya? Jendela nakal! Kenapa jendela ada di situ? Atau kalau nanti ada buku sekolah yang tertinggal di rumah, itu salah bukunya? Kenapa bukunya ngga masuk tas? Atau salah ibunya, kenapa ibu ngga masukin ke tas? Lah yang sekolah siapa?

Apa sih salahnya kita bersimpati kepada anak dengan berkata, “Sakit ya nak? Mana yang sakit sini ibu lihat.” Lalu kita mengusap kepalanya, menciumnya, dan berkata, “Lain kali hati-hati ya nak.”


Ada yang salah dengan kalimat itu? Kita bersimpati, kita jujur, dan kita sportif. Dengan harapan sikap itu akan menular pada anak kita.

Tuesday, February 09, 2016

Maco dan Badu Episode 6: Doa setelah bersin



Ketika Maco dan Badu hendak bermain, Maco memilih pesawat dan Badu memilih boneka. Sempat terjadi perselisihan antara mereka sebelum akhirnya mereka setuju untuk bermain boneka naik pesawat. Kemudian Maco bersin dan mengaduh. Karena seharusnya bukan kata “aduh” yang diucapkan maka Badu mengajarkan doa setelah bersin pada Maco. Apa doanya? Yuk belajar dari video ini.

Monday, February 08, 2016

Aku tak mau

Aku tak mau kalau Tuhan itu tak ada.
Sebab siapa yang akan membalas temanku yang memukulku?
Aku tak berani sebab dia lebih besar dariku.

Aku tak mau kalau Tuhan itu tak ada.
Sebab siapa yang akan mengadili anak-anak tetangga itu yang mengambil mangga-manggaku?
Padahal aku sudah menunggu lama untuk kumakan bersama adikku.

Aku tak mau kalau hidup cuma di dunia ini.
Sebab itu tak adil.
Jika aku lahir miskin dan sampai mati miskin, aku tak akan pernah merasakan naik mobil.
Jangankan naik mobil, makanan enak pun mustahil.

Aku tak mau kalau Tuhan ada dua.
Sebab kalau yang satu minta begini, yang satu minta begitu, aku tak tahu harus ikuti perintah yang mana?

Aku  mau Tuhan itu satu.
Kalau satu hanya pada-Nya aku boleh patuh.
Kalau satu berarti Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Satu yang adil, satu yang memiliki nama-nama yang indah, satu yang tak akan pernah mendzalimi hamba-hambanya.
Satu yang membuatku tenang.

Sebab aku tahu, aku tak akan pernah dirugikan sekecil apapun.

Sunday, February 07, 2016

Air hujan yang asin

Waktu itu aku mendapat broadcast message yang isinya tentang pengalaman seorang perempuan bersama saudaranya (kalau ngga salah ponakannya) yang terombang-ambing di laut akibat karamnya kapal yang mereka tumpangi.
Yang membuat takjub adalah bagaimana mereka menghadapi hal tersebut. Jika ini dialami oleh kita, apa yang akan kita lakukan? Akankah kita tetap bersyukur dan berdoa? Atau kita pasrah? Atau justru menyalahkan Tuhan?
Yang dilakukan perempuan ini dan saudaranya adalah tetap bersyukur dan berprasangka baik terhadap Allah. Mereka tetap shalat, meski waktu shalat hanya bisa mereka perkirakan saja, sebab memperkirakan waktu di tengah lautan lepas bukanlah hal mudah.
Ketika saudaranya ini lapar dan haus, setelah terombang-ambing berjam-jam, bukannya marah atau mengeluh, perempuan ini menyarankan saudaranya yang masih kecil itu untuk menelan air liurnya dengan niat menghilangkan lapar dan dahaga. Mengapa tidak minum air laut? Sebab air laut yang asin itu bukannya menghilangkan dahaga, malah akan menambah kehausan.
Entah berapa lama kemudian, hujan turun dan mereka bersyukur akan hal tersebut. Sebab air hujan yang tawar akan melegakan dahaga mereka yang kehausan. Mereka bersyukur....
Lalu, apakah kita yang dengan mudah mendapatkan air minum ini sudah bersyukur? Bahkan aksesnya mungkin sangat mudah. Tinggal berjalan beberapa langkah, menekan tombol, dan cuurrr.. segelas air putih segar pun didapatkan dari sebuah galon yang duduk manis di atas dispenser.
Itu baru satu hal: Air. Bagaimana dengan nikmat-nikmat Allah yang lain? Yang luar biasa banyaknya.
Betul sekali firman-Nya, sedikit sekali di antara kita yang bersyukur.
“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” [Q.S Al-A’raaf (7):10]
Lalu bagaimana kalau air hujan itu diturunkan asin?
“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?” [Q.S Al-Waqi’ah (56):68-70]


QOTD – Berkata baik atau diam

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.”

 - Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam-

Hadits ini terdapat pada HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47.

Sumber dari sini.

Lihatlah betapa indahnya islam, karena orang yang berada di sekelilingnya, baik yang muslim atau yang tidak, akan merasa aman. Dari apa? Dari lisan yang menyakiti, atau yang sia-sia. Bukan cuma orang disekelilingnya, bahkan dirinya sendiri pun Insyaa Allah aman. Dari apa? Dari lisan yang dapat menjerumuskannya ke dalam dosa.


Tapi apakah umat muslim sekarang ini menjaga lisannya? Wallahu a’lam.

Friday, February 05, 2016

Siapa pencipta cangkir bergagang?

Lagi-lagi terpikir hal ini ketika minum kopi susu. Saat menggenggam cangkir di tangan, terpikir tentang siapa pencipta cangkir bergagang? Sehingga minuman panas tidak terasa panas di tangan, jadi kita bisa menggenggam cangkir tanpa takut kepanasan. Begitu pula minuman dingin.

Lalu aku pun mulai berselancar di dunia maya. Dari wikipedia, pembahasan mengenai cangkir sangat pendek, dan disebut bahwa cangkir pada masa awalnya tidak bergagang. Yang ada sejarahnya tentang gagang ini justru mug. Dan ternyata pencipta mug pertama kali tidak diketahui siapa, tapi yang pernah ditemukan mug berdekorasi di Yunani sekitar 4000 sampai 5000 SM dan terbuat dari tanah liat.

Pembuatan mug berubah-ubah sesuai jaman, sebelum tanah liat, kemungkinan mug dibuat dari kayu, tapi karena tidak tahan lama maka mulai dibuat dari tanah liat, kemudian logam, sampai akhirnya penemuan porselen di Cina sekitar tahun 600 M yang membawa era baru bagi mug.

Lebih lengkapnya bisa baca di sini.


Thursday, February 04, 2016

Istirahat sejenak

Terkadang kita perlu berhenti sejenak, atau bahkan mundur selangkah, untuk melihat, sedang sibuk apakah kita sekarang? What am I doing right now? Am I in the right path? Apakah betul ini jalan yang kita inginkan? Betulkah kita sedang menuju tujuan kita?


Dengan berhenti atau mundur sejenak, semoga kita bisa melihat lebih jelas, dan kembali ke jalan yang benar jika kita sedang tersesat.

Allah bukan Maha Pemarah

“Ayo shalat! Kalau ngga shalat nanti Allah marah lho.”

Suka ngomong begitu ke anak? Betulkah Allah marah kalau anak kita ngga shalat? Bukannya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang? Bingung ngga nanti anak kita, katanya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang, kok suka marah-marah?

Ada juga yang mengkambinghitamkan nama Allah ini untuk urusan duniawi, misalkan:

“Ayo mandi, nanti Allah marah.”
“Ayo kerjain pe-er, nanti Allah marah.”

Bukankah saat kita bilang begitu, kita cuma cari jalan pintas supaya anak nurut? Karena kita tahu anak kita takut sama Allah, supaya nurut maka nama Allah dibawa-bawa.

Coba cari nama Allah, apa ada Maha Pemarah? Bukannya nama Allah baik-baik semua? Karena memang Allah tidak menurunkan sesuatu kecuali kebaikan. Artinya, semua yang Allah turunkan adalah kebaikan. Kalau manusia mengalami musibah, itu akibat ulah dia sendiri.

Kalau mau anak nurut sama kita, coba belajar, mungkin ada hal yang kita belum tahu, jangan pakai jalan pintas. Bukankah akan lebih baik jika kita menanamkan rasa cinta pada Allah semenjak kecil sehingga dia akan beranjak shalat dengan senang hati?

Biasanya anak yang ditakut-takutin pakai nama Allah untuk shalat adalah mulai anak tujuh tahun, karena perintah shalat bermula dari tujuh tahun. Tapi coba perhatikan baik-baik haditsnya, dalam hadits itu anak umur tujuh tahun mulai diperintahkan shalat, kalau umur sepuluh tahun masih ngga shalat maka boleh dipukul. Dan tentu saja, ini bukan pemukulan yang melukai, dan bukan pemukulan di muka, karena dalam islam tidak boleh memukul muka.

Artinya apa? Kita punya waktu tiga tahun untuk melatih anak shalat, dari umur tujuh sampai sepuluh. Tiga tahun itu berapa hari? Tiga tahun itu ada sekitar 1095 hari (365x3). Berapa kali shalat? Kalau yang wajib saja yang kita ambil, sehari 5x, berarti dalam tiga tahun ada 5475 kali shalat. Kita punya waktu LEBIH DARI 5000 kali untuk melatih anak shalat. Ayo mari kreatif. Jangan pakai jalan pintas. Allah bukan Maha Pemarah.


Wallahu a’lam.

Tuesday, February 02, 2016

Monday, February 01, 2016

Sunday, January 31, 2016

Memposting 365 tulisan di blog dalam setahun, program ambisius kah? Ini dia 4 langkah rahasianya.

Posting 365 tulisan dalam setahun, berarti setiap hari satu tulisan dong? Iya. Ada yang punya resolusi kayak begini? Kalau ada, sama dong.... Ambisius ngga? Entahlah, tergantung bagaimana memandangnya. Tapi yang jelas, ada proses yang perlu dilalui dalam mengerjakannya. Di sini aku mau coba berbagi tips menulis setiap hari berdasarkan pengalaman pribadi:

1.       Tema
Biarpun terdengar basi, tapi tema memang penting. Kalau blognya udah punya tema mungkin enak, kayak misalnya blog fotografi, blog resep makanan, blog fashion, blog travelling, dan masih banyak lagi. Lah terus kalo isi blognya masih acak adut, campur aduk, kayak punya aku gini gimana?
Lihat rata-rata isi blog kamu apa, bikin kategori yang jelas untuk setiap hari. Misal kalo aku senin puisi, selasa hobi, rabu parenting atau cerpen, kamis hal-hal yang bikin berpikir atau introspeksi diri, jumat hal-hal yang aku baru tahu, sabtu “quotes of the day”, dan minggu tema bebas alias boleh isi apa aja.

2.       Tulis ide kapan pun ide itu muncul
Ide muncul bisa kapan saja, saat kita makan, saat nonton tv, saat lagi baca, bahkan di kamar mandi. Saat ide itu muncul, kadang kita yang lebih suka menunda untuk menuangkan ide itu, dengan alasan “lagi ngga buka laptop”. Padahal saat ide itu muncul seharusnya cepat-cepat tuliskan, bisa di kertas, buku, handphone, atau bahkan di tissue, seperti J.K. Rowling saat mendapat ide tentang Harry Potter ketika dia berada dalam kereta menuju London. Jadi sekali lagi, tulis ide kapan pun ide itu muncul.

3.       Gunakan fitur schedule (bagi pengguna blogspot)
Ini salah satu fitur yang ada di blogspot, kalau di selain blogspot ada ngga ya? Apa keuntungan fitur schedule ini? Begini, terkadang dalam sehari kita bisa kebanjiran ide, misalkan sehari kita bisa dapat sepuluh tulisan. Tapi kemudian seminggu miskin ide, mentok, ngga tahu mau nulis apa. Nah, saat kebanjiran ide itu, kita jadwalkan tulisan kita itu untuk sepuluh hari ke depan, supaya blog kita rapi, posting sehari sekali, bukannya sehari sepuluh, tapi habis itu seminggu kosong.

4.       Konsisten
Ini yang paling penting. Menjaga konsisten, komitmen, istiqomah. Apapun istilahnya, konsisten itu perlu agar kita bisa sampai ke tujuan. Salah satu cara menjaga konsistensi adalah dengan menggunakan mood booster seperti yang aku bahas sebelumnya.


Nah itu dia empat tips yang aku pake. Aku sendiri masih berjuang dalam program ini. Kalau di luar sana ada yang sama kayak aku, yuk semangat! Semoga berhasil!

Saturday, January 30, 2016

QOTD – Tanti Amelia

“Don’t tell but show it.”
-Tanti Amelia, kutipan dari salah satu cerita di blog abdulcholik.com -


Petikan kalimat ini aku dapat ketika berkunjung ke blog Pakde Abdulcholik. Kalimatnya singkat tapi bermakna.

Betul sekali, dalam menulis, terutama fiksi, kita tidak bisa sekedar menulis, tapi kita harus menunjukkannya. Misalkan kita menulis, “pantainya bagus”.

Bagus itu seperti apa?

Misalkan kita buat lebih detail, “Pasirnya putih dan lembut, kalau digenggam langsung keluar dari sela-sela jari. Airnya biru jernih, sampai bebatuan dan ikan-ikan kecil di dasar laut yang dangkal terlihat. Sejauh mata memandang, tidak ada pulau, sehingga lautnya terasa luas sekali. Dan ketika matahari hampir terbenam, langitnya berubah menjadi paduan warna biru tua dan jingga, sehingga menghasilkan sensasi yang luar biasa. Masya Allah.”

Kalau begini kan para pembaca dapat membayangkan dan merasakan betapa indah pantai itu. Betul ngga sih?

Friday, January 29, 2016

Apa itu El Nino?

“Panas ya?” kataku siang itu pada temanku. Memang hari itu panas dan terik, dan sudah beberapa hari seperti itu.

“Iya mbak, soalnya lagi El Nino. Ada di website resminya pemerintah malaysia.”

“Oh gitu ya, pantes.”

Kira-kira begitulah pembicaraan waktu itu.

El Nino. Sering dengar. Tapi aku tak paham. Jadi kalimat “Oh gitu ya, pantes” yang barusan tadi adalah kalimat sotoy mengawang-ngawang, alias aku sendiri ngga mengerti betul apa itu El Nino.

Akhirnya googling deh. Nah ini dia ternyata pengertiannya:

El Nino adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST) di samudra Pasifik sekitar equator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Karena lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim.
Dalam kondisi iklim normal, suhu permukaan laut di sekitar Indonesia (pasifik equator bagian barat) umumnya hangat dan karenanya proses penguapan mudah terjadi dan awan-awan hujan mudah terbentuk. Namun ketika fenomena el-nino terjadi, saat suhu permukaan laut di pasifik equator bagian tengah dan timur menghangat, justru perairan sekitar Indonesia umumnya mengalami penurunan suhu (menyimpang dari biasanya). Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia.
Fenomena el-nino diamati dengan menganalisis data-data atmosfer dan kelautan yang terekam melalui weather buoy yaitu suatu alat perekam data atmosfer dan lautan yang bekerja otomatis dan ditempatkan di samudra. Di samudra pasifik, setidaknya saat ini terpasang lebih dari 50 buah buoy yang dipasang oleh lembaga penelitian atmosfer dan kelautan Amerika (National Oceanic and Atmospheric Administration-NOAA) sejak 1980-an. Dengan alat-alat inilah kita mendapatkan data suhu permukaan laut sehingga bisa melakukan pemantauan terhadap kemunculan fenomena el-nino.
Fenomena el-nino bukanlah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Proses perubahan suhu permukaaan laut yang biasanya dingin kemudian menghangat bisa memakan waktu dalam hitungan minggu hingga bulan. Karena itu pengamatan suhu permukaan laut juga bisa bermanfaat dalam pembuatan prediksi atau prakiraan akan terjadinya el-nino, karena kita bisa menganalisis perubahan suhu muka laut dari waktu ke waktu. Di BMKG, pemantauan terhadap fenomena el-nino juga dilakukan dengan memanfaatkan data dari buoy-buoy tersebut. Pemantauan ini dilakukan dengan membuat peta perkembangan suhu lautan baik sebaran spasial (lintang-bujur) maupun irisan vertikal yaitu peta suhu laut untuk beberapa tingkat kedalaman. Produk-produk analisis ini tersedia di web resmi BMKG.

Sumber dari sini.


Ooo, gitu.... Ngerti ngga? Apa tambah puyeng?

Thursday, January 28, 2016

What is you mood booster?


Yang namanya manusia biasanya semangatnya naik turun . Dan biasanya kalau lagi turun, kita perlu mood booster, sesuatu yang bisa bikin kita semangat lagi. Ibarat handphone, kalau sudah lowbatt perlu di charge. 

Mood booster ini bisa apa saja, misalkan membaca kisah-kisah inspiratif atau kisah idola, nonton video yang menghibur, membayangkan diri di masa depan, atau bahkan secangkir kopi panas pun bisa menjadi mood booster.


Dari sekian banyak hal, berpikirlah, pilihlah hal-hal yang bisa menjadi mood booster kamu dan lakukanlah, supaya semangat kamu full lagi.

Wednesday, January 27, 2016

Hati-hati dalam memberi julukan

“Lila, kamu tahu ngga kalau nama itu doa?” tanya Kak Ayu memulai pembicaraan. Siang ini aku menemani kakak iparku itu menjemput Sarah, anak pertamanya yang berumur delapan tahun.

“Tahu kak, kenapa?”

“Nah, bagus kalau kamu sudah tahu. Itu bekal pertama untuk anakmu nanti.” Sahutnya sambil melirik sebentar sambil jempolnya menunjuk ke arah perutku yang belum terlihat membuncit. Umur janinku baru tujuh minggu.

“Tapi nama itu bukan cuma nama yang tertera di akte,” lanjutnya sambil terus menyetir mobil sedannya dengan kecepatan rata-rata, sebab tidak mungkin menyetir dengan cepat saat jalanan cukup ramai begini.

“Oh ya? Maksud Kak Ayu gimana?”

“Maksud kakak, nama panggilan atau julukan juga doa. Misalkan saja contoh yang paling sering terjadi, kalau ada anak kecil disuruh salam ke teman orangtuanya, lalu anak itu malahan sembunyi di belakang ibunya atau bapaknya, nanti dibilang begini, “Ih kok malu? Jangan malu, ini teman mama papa kok, ayo salam.” Lalu masih diteruskan lagi ke temannya, “maaf ya, anakku ini memang pemalu.” Nah itu kan berarti doa dari orangtuanya. Selain itu juga si anak yang mendengar malah merasa, “oh aku anak yang pemalu ya.” Dan kalau ini terjadi berulang-ulang, anak itu bisa jadi pemalu betulan.”

“Jadi kalau begitu gimana dong kak?”

“Dulu waktu Sarah kecil, dia juga suka  begitu. Kalau disuruh salam sama teman kakak malah sembunyi di belakang kakak. Tapi kalau teman kakak bilang, “Ih malu ya?” langsung kakak jawab, “Ngga kok, biasa lah baru kenal. Nanti juga kalau udah kenal jadi akrab.” Setelah itu kakak jongkok sambil bilang ke Sarah, “Sarah, ini teman mama, Sarah salam ya?” kalau dia mau ya alhamdulillah, kakak puji dia, kalau ngga mau ya ngga apa-apa. Toh sebenarnya teman kita juga ngga ambil pusing anak kita mau salam atau ngga.”

“Oh begitu ya kak, Lila baru tahu.”

“Nah karena itu hari ini kamu kakak ajak jemput Sarah, mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa kamu ambil.” Kata Kak Ayu sambil mencari tempat parkir karena kami sudah sampai sekolah Sarah.

“Mamaaaa....” Sarah bersorak gembira dan berlari menyambut Kak Ayu saat kami memasuki halaman sekolah.

“Assalamu’alaykum cantik.” Sahut Kak Ayu menyambut Sarah dengan setengah berjongkok kemudian memeluknya.

“Wa’alaykumussalam Mama.” Sarah membalas erat pelukan Kak Ayu. Sungguh hubungan Ibu dan Anak yang menginspirasi.

“Umar.. Kak Sarah kangeeen banget sama Umar.” Peluk Sarah pada Umar, adiknya yang berumur empat tahun yang sedang kugandeng. “Sarah ngga kangen sama Tante Lila nih?” candaku padanya yang dijawab dengan cengengesannya, lalu dia pun memelukku.

Setelah berpelukan, Kak Ayu pun mengajakku ke tempat duduk panjang tak jauh dari tempat kami berdiri. Di sana para ibu sedang mengobrol sambil menunggu anak-anak mereka yang masih bermain.

“Assalamu’alaykum....” salam Kak Ayu pada ibu-ibu itu.

“Wa’alaykumussalam.. eh ada Mbak Ayu, ayu seperti namanya.” Jawab Ibu bergamis hitam putih. Aku setuju dengan ibu itu, Kak Ayu memang ayu, sesuai namanya. Ya mungkin seperti yang Kak Ayu bilang, nama adalah doa.

Kak Ayu pun memperkenalkan aku dengan teman-temannya. Saat itu, Sarah bertanya dengan sopan, “Mama, boleh Sarah main sebentar dengan teman-teman?”

“Boleh sayang. Sebentar saja ya, mau sepuluh atau lima belas menit?”

“Lima belas menit.”

“Oke, Mama pasang timer  lima belas menit, setelah itu pulang ya.”

“Oke Mama.”

Setelah Sarah pergi, teman Kak Ayu yang bergamis hitam putih tadi pun berkomentar, “Sarah itu anaknya baik banget ya.”

“Iya, sopan lagi.” Komentar yang lain.

“Iya, sudah gitu mau menepati janji lagi. Kalau sudah lima belas menit diajak pulang langsung mau.”
Komentar-komentar positif keluar dari mulut teman-teman Kak Ayu itu, yang hanya dijawab dengan “Alhamdulillah” oleh Kak Ayu.

“Iya, ngga kayak Nabila nih pemalu banget. Beraninya sembunyi di belakang ibunya aja.” Komentar terakhir itu membuatku tersadar bahwa di belakang ibu yang berbaju kuning itu ada seorang anak perempuan yang memegang baju ibunya.

Tuesday, January 26, 2016

Monday, January 25, 2016

Sunday, January 24, 2016

Film tanpa “adegan”

Ketika aku masih remaja, film bioskop yang ada adegan tempel mulut antara pemainnya *tahu kan maksudnya apa* masih merupakan hal yang tabu. Film yang ada adegan tersebut biasanya menuai kontroversi, muncul pro-kontra. Biasanya alasan bagi pihak yang tidak setuju adalah karena tidak sesuai norma-norma agama, dan tidak sesuai dengan budaya ketimuran Negara Indonesia.

Sedangkan film bioskop masa sekarang tampaknya mulai terbiasa dengan adegan tempel mulut itu. Padahal menurutku, tanpa adegan itu pun film-film Indonesia bisa tetap bagus.

Lain halnya kalau memang yang dijual adegan-adegan begitu. Kalau yang dijual adalah cerita, seharusnya adegan tempel mulut dan semacamnya bisa dihilangkan. Seharusnya pembuat film di Indonesia berani meninggalkan adegan itu. Meskipun menurut sebagian orang, tempel mulut sudah menjadi hal biasa di kalangan remaja sekarang, tapi bukan berarti boleh memberi inspirasi pada kalangan remaja yang belum biasa kan?


Ada lagi yang berpendapat bahwa adegan itu adalah tanda modern, tanda kemajuan film. Hey! Kalau mau membuat film yang bagus, film yang mendidik, film yang menginspirasi, tanpa adegan itu pun tidak apa-apa. Aku yakin bisa! Coba saja tonton film bioskop yang sudah diputar di stasiun televisi, dimana adegan-adegan tersebut sudah disensor. Apakah film itu kehilangan esensinya? Tidak. Sebab film-film itu menjual cerita, bukan adegan cinta.

Monsteryrex vs Killomassosaurus

Wah, sepertinya hari ini spesial nih. Insyaa Allah bakal ada dua postingan #Temabebas hari ini. Soalnya si Kakak request gambar buatannya ada di google images, berarti kan gambar buatannya harus ada di internet dulu. Dan satu-satunya yang terpikir olehku adalah memasukkan gambarnya dalam blog.

Nah, inilah dia, gambar dinosaurus miliknya, Monsteryrex versus Killomassosaurus.

Monsteryrex vs Killomassosaurus



Saturday, January 23, 2016

QOTD - Buya Hamka

“Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga kerja.”
-  Buya Hamka -


Apa maksudnya sekedar hidup?

Yaitu hidup untuk makan dan tidur. Bukan makan dan tidur untuk hidup. Secara kalimat mirip tapi perbedaannya jauh.

Apa maksudnya sekedar kerja?

Pada kalimat di atas diibaratkan kera. Apa pekerjaan kera? Mengambil kelapa. Untuk apa kera mengambil kelapa? Ya sekedar kerja, karena disuruh yang memeliharanya. Tidak ada tujuan yang jelas.


Setuju banget. Milikilah hidup yang berarti bagi masa depan. Apa masa depan kita? Akhirat.

Friday, January 22, 2016

Kenapa lem tidak lengket di botol lem?

Dulu aku pernah penasaran, kenapa lem bisa keluar dengan lancar ketika dipencet? Kenapa dia tidak menempel di botolnya? Kemudian aku googling untuk mencari jawabannya. Dan ternyata di situs-situs yang berbahasa Indonesia, di beberapa link yang aku buka, ketemunya yang isinya bercanda. Aku tidak menemukan jawabannya.

Menyerah? Tentu tidak. Aku ganti kata kuncinya dengan bahasa inggris. Ketemu? Iya.

Apa yang terjadi selanjutnya? Alamak! Aku pusing baca kalimat-kalimat dalam bahasa inggris, apalagi terjemahinnya.

Jadi jawabannya apa dong? Ini dia terjemahan terjun bebasnya (karena yang diterjemahkan secukupnya saja supaya mudah dipahami).

Umumnya, ada dua jenis lem, white glue dan super glue.

White glue terbuat dari polymers, dan juga mengandung air. Air inilah yang membuat lem ini tetap cair. Ketika kita  meletakkan lem ini pada kertas, kandungan air yang berinteraksi dengan udara membuat air berubah menjadi gas sehingga lem mengering dan mengeras. Yang tertinggal hanyalah polymers yang lengket.

Jadi kenapa tidak lengket ketika di dalam botol? Karena di dalam botol tidak terdapat udara yang cukup banyak yang dapat membuat kandungan airnya berubah jadi gas/uap air. Karena itu jika botol lem lama terbuka, lemnya jadi kering!

Bagaimana dengan super glue?

Super glue terbuat dari bahan yang bernama cyanoacrylate. Bahan ini justru akan menjadi lengket ketika berinteraksi dengan kandungan uap air yang berada di udara. Sebab sekering apapun udara, selalu mengandung uap air. Jadi untuk mencegah super glue menjadi kering, tempatnya harus tetap ditutup rapat agar tidak ada udara masuk dan membuat lem tersebut berinteraksi dengan uap airnya.

Sumber dari sini


Ooo.. jadi “kuncinya” di udara ya.. baru tahu...

Thursday, January 21, 2016

Apakah saya seorang yang mudah menyerah?


Am i a Quitter? Apakah aku orang yang mudah menyerah? Pernahkah pertanyaan itu mucul di kepala? Ketika kita melakukan sesuatu yang baru, awalnya SEMANGAT LUAR BIASA, kemudian semakin berjalannya waktu semakin loyo, dan akhirnya berhenti. Mungkin tak lama berlalu, ada hal baru yang dilakukan, lagi-lagi SEMANGAT LUARRR BIASA, kemudian loyo, kemudian berhenti. Begitu terus.

Most of the time, berdasarkan pengalaman pribadi, ada tiga hal yang berhubungan satu sama lain yang perlu dilakukan agar kita tidak berhenti di tengah jalan, yaitu:

1.       Tujuan yang jelas
2.       Terus perbarui semangat
3.       Gali ide-ide atau inovasi-inovasi baru

Dengan tujuan yang jelas, kita akan semangat dan berusaha mencari ide atau inovasi baru dalam hal apapun yang kita geluti.

Dengan perbarui semangat, kita akan berusaha mendapatkan ide atau inovasi terbaru dan semangat dalam mencapai tujuan kita.

Dengan ide atau inovasi baru kita akan semangat dalam berkarya dan semakin dekat atau mencapai tujuan kita.

See? Saling terkait. Seperti lingkaran, tanpa ujung. Semoga dengan mengetahui tiga hal ini, kita tidak lagi menjadi orang yang mudah menyerah. Amin.


Wednesday, January 20, 2016

Bagaimana cara agar anak menurut? #Bagian-3

Sebelum lanjut ke cara ke-3, aku mau coba balik ke cara ke-2 supaya tetap ingat. Selain untuk memintanya tidak berisik, cara kedua ini juga aku pakai agar si kakak membereskan mainannya setelah main, atau paling tidak sebelum tidur.

Kakak, kakak sayang sama mainan kakak? Iya.
Kalau mainan kakak terinjak mama terus rusak, kakak sedih? Iya.
Kalau mainan kakak rapi, ngga akan terinjak mama kan? Iya.
Kalau begitu selesai main dibereskan ya? Oke.

Nah, kalau kayak begini enak kan? Rumah tidak bising dengan teriakan dan debat ibu dan anak.

Oke, kali ini aku mau berbagi tips supaya anak makannya “menuju” rapi. Kenapa “menuju” rapi? Karena untuk bisa rapi itu perlu proses.

Kenapa kalau anak diminta makan yang rapi biasanya masih tetap berantakan? Alasannya ada dua menurutku. Satu, dia memang belum terbiasa, masih perlu banyak latihan. Kedua, dalam kepala mereka, definisi “MAKAN YANG RAPI” itu masih belum jelas, belum spesifik, masih samar-samar.

Untuk kali ini adalah tips pribadi berdasarkan pengalaman, yaitu jelaskan dengan spesifik apa itu makan yang rapi. Misalkan:
1.       Cuci tangan
2.       Baca Bismillah
3.       Makan menggunakan tangan kanan
4.       Masukkan suapan secukupnya ke dalam mulut agar tidak tumpah (kadar “secukupnya” ini perlu diberi contoh)
5.       Saat mengunyah mulutnya ditutup

Penjelasan ini kita lakukan saat dia akan makan dan sedang makan. Kalau kita makan bersama lebih enak lagi, dia bisa mencontoh langsung dari kita. Kalau kita makannya tidak rapi maka jangan menuntut anak untuk makan rapi, sebab anak adalah peniru ulung orangtuanya. Dan terakhir, kontrol emosi alias sabar, sebab menuai hasil untuk hal seperti ini butuh waktu.


Tuesday, January 19, 2016

Maco dan Badu Episode 3: Uangku dibagi 3



Pada episode kali ini, Maco membawa banyak uang, pemberian semua yang menjenguknya setelah ia disunat. Kemudian dengan banyaknya uang itu, ia berencana membeli gadget baru, mainan baru, dan sepatu baru. Tapi kata Badu tidak boleh. Uangnya sebaiknya dibagi tiga. Untuk apa saja dan siapa saja uang itu dibagi-bagi? Yuk nonton di episode kali ini.

Monday, January 18, 2016

Jangan marah

Sungguh. Jangan marah.
Apakah kau mau kalah?
Dari musuhmu yang sebenarnya.

Bukankah syaithan itu musuhmu yang nyata?
Bukankah mereka senang, tertawa riang gembira saat kita bergelimang dalam dosa?
Dan lari dari tanggungjawab saat ditanya di neraka?

“Sungguh aku berlepas diri darimu,” begitu bukan katanya?
Dia cuma berbisik, memberi ide.
Lalu kenapa kita manut?

Manggut-manggut, bagai hiasan dasboard mobil.
Sungguh bodoh yang masih nurut.
Siapa yang bodoh?

Aku. Aku pun bodoh.
Dan hanya dengan meminta perlindungan-Nya lah kita bisa menang.

Insyaa Allah.

Sunday, January 17, 2016

Keajaiban bersyukur

Aku pernah menonton potongan video tentang seorang public figure yang menceritakan kebahagiaannya. Salah satu sebab kebahagiaannya adalah karena dia bersyukur. Dan ilmu itu dia dapat dari salah satu seri buku “The Secret” yang ditulis oleh Rhonda Byrne, yaitu “The Magic”.

Menurutnya, dalam buku tersebut dikatakan, If you want to have magic in your live, you have to be able to be grateful. Maka ketika kita mensyukuri satu hal, hal yang itu kita dikasih lebih banyak lagi sama hidup.  Dan dia melakukan rutinitas mensyukuri banyak hal setiap hari.

Terus terang itu masukan yang sangat bagus menurutku, dan karena dia public figure maka kemungkinan orang-orang yang menyukainya akan mulai mengikutinya untuk belajar bersyukur atas banyak hal setiap hari.

Tapi aku juga sedih.

Kenapa?

Karena dia seorang muslim.

Tapi aku bukan merasa sedih padanya.

Aku sedih kenapa banyak muslim yang kurang mengenal agamanya? Termasuk aku. Kenapa ada hal-hal yang sudah ada dalam agama kita, tapi kita justru tahu dari wadah lain? Kenapa kita tidak tergugah untuk mempelajari lebih dalam tentang sesuatu yang sangat kita yakini dalam hidup kita? Ada apa dengan kita? Apa yang salah dengan kita?

Contohnya untuk hal bersyukur ini, kita tentu tahu bukan Rhonda Byrne penemunya, hal itu sudah ada sejak dulu. Bahkan seorang muslim sebaiknya tahu, bahwa hal itu ada di dalam pegangan hidupnya, surat cinta dari Tuhannya, Al-Quran.

Misalkan saja, potongan Surat Ibrahim [14] ayat 7, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,”

Lalu potongan Surat Luqman [31] ayat 12, “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha terpuji.”

Satu lagi, yang sangat penting, sebelumnya dikatakan oleh si public figure, “Maka ketika kita mensyukuri satu hal, hal yang itu kita dikasih lebih banyak lagi sama hidup”. Apakah kata sama hidup ini maksudnya oleh hidup? Bukan hidup yang memberi kita lebih, tapi Allah. Mudah-mudahan dia cuma salah ngomong.