Wednesday, January 20, 2016

Bagaimana cara agar anak menurut? #Bagian-3

Sebelum lanjut ke cara ke-3, aku mau coba balik ke cara ke-2 supaya tetap ingat. Selain untuk memintanya tidak berisik, cara kedua ini juga aku pakai agar si kakak membereskan mainannya setelah main, atau paling tidak sebelum tidur.

Kakak, kakak sayang sama mainan kakak? Iya.
Kalau mainan kakak terinjak mama terus rusak, kakak sedih? Iya.
Kalau mainan kakak rapi, ngga akan terinjak mama kan? Iya.
Kalau begitu selesai main dibereskan ya? Oke.

Nah, kalau kayak begini enak kan? Rumah tidak bising dengan teriakan dan debat ibu dan anak.

Oke, kali ini aku mau berbagi tips supaya anak makannya “menuju” rapi. Kenapa “menuju” rapi? Karena untuk bisa rapi itu perlu proses.

Kenapa kalau anak diminta makan yang rapi biasanya masih tetap berantakan? Alasannya ada dua menurutku. Satu, dia memang belum terbiasa, masih perlu banyak latihan. Kedua, dalam kepala mereka, definisi “MAKAN YANG RAPI” itu masih belum jelas, belum spesifik, masih samar-samar.

Untuk kali ini adalah tips pribadi berdasarkan pengalaman, yaitu jelaskan dengan spesifik apa itu makan yang rapi. Misalkan:
1.       Cuci tangan
2.       Baca Bismillah
3.       Makan menggunakan tangan kanan
4.       Masukkan suapan secukupnya ke dalam mulut agar tidak tumpah (kadar “secukupnya” ini perlu diberi contoh)
5.       Saat mengunyah mulutnya ditutup

Penjelasan ini kita lakukan saat dia akan makan dan sedang makan. Kalau kita makan bersama lebih enak lagi, dia bisa mencontoh langsung dari kita. Kalau kita makannya tidak rapi maka jangan menuntut anak untuk makan rapi, sebab anak adalah peniru ulung orangtuanya. Dan terakhir, kontrol emosi alias sabar, sebab menuai hasil untuk hal seperti ini butuh waktu.


2 comments:

Annisa mulia said...

Hehehehehhehehee..
Noted, kalau nanti udah nikah dan punya anak
xD

nalanda catumorli said...

Hehehe.. amiin..