Sunday, March 13, 2016

Nikmat yang (kadang) terlupa

Beberapa waktu yang lalu aku sakit flu, lalu karena biasanya sakit ini akan sembuh dengan istirahat yang cukup (insyaa Allah), maka aku pun memutuskan untuk istirahat menulis.

Alhamdulillah flu pun sembuh.

Tapi setelah itu muncul sakit baru, yaitu sakit malas, alias berhenti menulisnya jadi keterusan, kelamaan. Saat itulah, aku jadi teringat hadits ini:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Sumber dari sini.

Betul sekali. Terkadang ketika punya kesehatan dan waktu luang, kita justru menyia-nyiakannya. Ketika salah satu atau keduanya tidak ada, baru dua nikmat itu terasa berharga sekali. Bagi yang sibuk, tentu terasa sekali bahwa waktu luang itu berharga. Begitu juga dengan yang sakit, terasa betul bahwa kesehatan itu sangat berharga.


Jangankan ketika mengalami sakit yang berat, ketika mengalami sakit yang dianggap ringan seperti flu juga kesehatan akan terasa berharga sekali. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, dan saat seperti itulah biasanya baru kita akan bersyukur akan kesehatan yang selama ini kita nikmati. Apakah harus menunggu sakit dulu baru bersyukur? Jangan. Kalau sekarang sedang sehat, bersyukurlah. Gunakan kesehatan itu untuk beramal shalih. Kalau sekarang sedang sakit, bersabarlah, dan tetaplah bersyukur, semoga penyakit itu jadi penggugur dosa-dosa. Aamiiin.

1 comments:

Aireni Biroe said...

Yaps, kalau lagi sakit seringat apapun, berasa kesehatan sangat berharga sekali, Mbak... padahal semestinya sehat pun harus merasa kesehatan itu berharga agar tetap bersyukur dalam keadaan apapun :D