Thursday, February 04, 2016

Allah bukan Maha Pemarah

“Ayo shalat! Kalau ngga shalat nanti Allah marah lho.”

Suka ngomong begitu ke anak? Betulkah Allah marah kalau anak kita ngga shalat? Bukannya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang? Bingung ngga nanti anak kita, katanya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang, kok suka marah-marah?

Ada juga yang mengkambinghitamkan nama Allah ini untuk urusan duniawi, misalkan:

“Ayo mandi, nanti Allah marah.”
“Ayo kerjain pe-er, nanti Allah marah.”

Bukankah saat kita bilang begitu, kita cuma cari jalan pintas supaya anak nurut? Karena kita tahu anak kita takut sama Allah, supaya nurut maka nama Allah dibawa-bawa.

Coba cari nama Allah, apa ada Maha Pemarah? Bukannya nama Allah baik-baik semua? Karena memang Allah tidak menurunkan sesuatu kecuali kebaikan. Artinya, semua yang Allah turunkan adalah kebaikan. Kalau manusia mengalami musibah, itu akibat ulah dia sendiri.

Kalau mau anak nurut sama kita, coba belajar, mungkin ada hal yang kita belum tahu, jangan pakai jalan pintas. Bukankah akan lebih baik jika kita menanamkan rasa cinta pada Allah semenjak kecil sehingga dia akan beranjak shalat dengan senang hati?

Biasanya anak yang ditakut-takutin pakai nama Allah untuk shalat adalah mulai anak tujuh tahun, karena perintah shalat bermula dari tujuh tahun. Tapi coba perhatikan baik-baik haditsnya, dalam hadits itu anak umur tujuh tahun mulai diperintahkan shalat, kalau umur sepuluh tahun masih ngga shalat maka boleh dipukul. Dan tentu saja, ini bukan pemukulan yang melukai, dan bukan pemukulan di muka, karena dalam islam tidak boleh memukul muka.

Artinya apa? Kita punya waktu tiga tahun untuk melatih anak shalat, dari umur tujuh sampai sepuluh. Tiga tahun itu berapa hari? Tiga tahun itu ada sekitar 1095 hari (365x3). Berapa kali shalat? Kalau yang wajib saja yang kita ambil, sehari 5x, berarti dalam tiga tahun ada 5475 kali shalat. Kita punya waktu LEBIH DARI 5000 kali untuk melatih anak shalat. Ayo mari kreatif. Jangan pakai jalan pintas. Allah bukan Maha Pemarah.


Wallahu a’lam.

2 comments:

Endang Setiawati said...

Aku belum punya anak sih mba tapi punya ponakan. Ponakan aku sih kalau lagi liat mamanya sholat sering ikutan disampingnya tapi ya ga tiap kali sholat, masih kadang-kadang.

Sarannya baik banget, bisa buat belajar nanti pas punya anak, ^^

nalanda catumorli said...

Semoga ponakannya rajin shalat ya.. amiin..
Makasih, seneng klo sarannya bs bermanfaat ^^ alhamdulillah..