Sunday, January 31, 2016

Memposting 365 tulisan di blog dalam setahun, program ambisius kah? Ini dia 4 langkah rahasianya.

Posting 365 tulisan dalam setahun, berarti setiap hari satu tulisan dong? Iya. Ada yang punya resolusi kayak begini? Kalau ada, sama dong.... Ambisius ngga? Entahlah, tergantung bagaimana memandangnya. Tapi yang jelas, ada proses yang perlu dilalui dalam mengerjakannya. Di sini aku mau coba berbagi tips menulis setiap hari berdasarkan pengalaman pribadi:

1.       Tema
Biarpun terdengar basi, tapi tema memang penting. Kalau blognya udah punya tema mungkin enak, kayak misalnya blog fotografi, blog resep makanan, blog fashion, blog travelling, dan masih banyak lagi. Lah terus kalo isi blognya masih acak adut, campur aduk, kayak punya aku gini gimana?
Lihat rata-rata isi blog kamu apa, bikin kategori yang jelas untuk setiap hari. Misal kalo aku senin puisi, selasa hobi, rabu parenting atau cerpen, kamis hal-hal yang bikin berpikir atau introspeksi diri, jumat hal-hal yang aku baru tahu, sabtu “quotes of the day”, dan minggu tema bebas alias boleh isi apa aja.

2.       Tulis ide kapan pun ide itu muncul
Ide muncul bisa kapan saja, saat kita makan, saat nonton tv, saat lagi baca, bahkan di kamar mandi. Saat ide itu muncul, kadang kita yang lebih suka menunda untuk menuangkan ide itu, dengan alasan “lagi ngga buka laptop”. Padahal saat ide itu muncul seharusnya cepat-cepat tuliskan, bisa di kertas, buku, handphone, atau bahkan di tissue, seperti J.K. Rowling saat mendapat ide tentang Harry Potter ketika dia berada dalam kereta menuju London. Jadi sekali lagi, tulis ide kapan pun ide itu muncul.

3.       Gunakan fitur schedule (bagi pengguna blogspot)
Ini salah satu fitur yang ada di blogspot, kalau di selain blogspot ada ngga ya? Apa keuntungan fitur schedule ini? Begini, terkadang dalam sehari kita bisa kebanjiran ide, misalkan sehari kita bisa dapat sepuluh tulisan. Tapi kemudian seminggu miskin ide, mentok, ngga tahu mau nulis apa. Nah, saat kebanjiran ide itu, kita jadwalkan tulisan kita itu untuk sepuluh hari ke depan, supaya blog kita rapi, posting sehari sekali, bukannya sehari sepuluh, tapi habis itu seminggu kosong.

4.       Konsisten
Ini yang paling penting. Menjaga konsisten, komitmen, istiqomah. Apapun istilahnya, konsisten itu perlu agar kita bisa sampai ke tujuan. Salah satu cara menjaga konsistensi adalah dengan menggunakan mood booster seperti yang aku bahas sebelumnya.


Nah itu dia empat tips yang aku pake. Aku sendiri masih berjuang dalam program ini. Kalau di luar sana ada yang sama kayak aku, yuk semangat! Semoga berhasil!

Saturday, January 30, 2016

QOTD – Tanti Amelia

“Don’t tell but show it.”
-Tanti Amelia, kutipan dari salah satu cerita di blog abdulcholik.com -


Petikan kalimat ini aku dapat ketika berkunjung ke blog Pakde Abdulcholik. Kalimatnya singkat tapi bermakna.

Betul sekali, dalam menulis, terutama fiksi, kita tidak bisa sekedar menulis, tapi kita harus menunjukkannya. Misalkan kita menulis, “pantainya bagus”.

Bagus itu seperti apa?

Misalkan kita buat lebih detail, “Pasirnya putih dan lembut, kalau digenggam langsung keluar dari sela-sela jari. Airnya biru jernih, sampai bebatuan dan ikan-ikan kecil di dasar laut yang dangkal terlihat. Sejauh mata memandang, tidak ada pulau, sehingga lautnya terasa luas sekali. Dan ketika matahari hampir terbenam, langitnya berubah menjadi paduan warna biru tua dan jingga, sehingga menghasilkan sensasi yang luar biasa. Masya Allah.”

Kalau begini kan para pembaca dapat membayangkan dan merasakan betapa indah pantai itu. Betul ngga sih?

Friday, January 29, 2016

Apa itu El Nino?

“Panas ya?” kataku siang itu pada temanku. Memang hari itu panas dan terik, dan sudah beberapa hari seperti itu.

“Iya mbak, soalnya lagi El Nino. Ada di website resminya pemerintah malaysia.”

“Oh gitu ya, pantes.”

Kira-kira begitulah pembicaraan waktu itu.

El Nino. Sering dengar. Tapi aku tak paham. Jadi kalimat “Oh gitu ya, pantes” yang barusan tadi adalah kalimat sotoy mengawang-ngawang, alias aku sendiri ngga mengerti betul apa itu El Nino.

Akhirnya googling deh. Nah ini dia ternyata pengertiannya:

El Nino adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST) di samudra Pasifik sekitar equator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Karena lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim.
Dalam kondisi iklim normal, suhu permukaan laut di sekitar Indonesia (pasifik equator bagian barat) umumnya hangat dan karenanya proses penguapan mudah terjadi dan awan-awan hujan mudah terbentuk. Namun ketika fenomena el-nino terjadi, saat suhu permukaan laut di pasifik equator bagian tengah dan timur menghangat, justru perairan sekitar Indonesia umumnya mengalami penurunan suhu (menyimpang dari biasanya). Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia.
Fenomena el-nino diamati dengan menganalisis data-data atmosfer dan kelautan yang terekam melalui weather buoy yaitu suatu alat perekam data atmosfer dan lautan yang bekerja otomatis dan ditempatkan di samudra. Di samudra pasifik, setidaknya saat ini terpasang lebih dari 50 buah buoy yang dipasang oleh lembaga penelitian atmosfer dan kelautan Amerika (National Oceanic and Atmospheric Administration-NOAA) sejak 1980-an. Dengan alat-alat inilah kita mendapatkan data suhu permukaan laut sehingga bisa melakukan pemantauan terhadap kemunculan fenomena el-nino.
Fenomena el-nino bukanlah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Proses perubahan suhu permukaaan laut yang biasanya dingin kemudian menghangat bisa memakan waktu dalam hitungan minggu hingga bulan. Karena itu pengamatan suhu permukaan laut juga bisa bermanfaat dalam pembuatan prediksi atau prakiraan akan terjadinya el-nino, karena kita bisa menganalisis perubahan suhu muka laut dari waktu ke waktu. Di BMKG, pemantauan terhadap fenomena el-nino juga dilakukan dengan memanfaatkan data dari buoy-buoy tersebut. Pemantauan ini dilakukan dengan membuat peta perkembangan suhu lautan baik sebaran spasial (lintang-bujur) maupun irisan vertikal yaitu peta suhu laut untuk beberapa tingkat kedalaman. Produk-produk analisis ini tersedia di web resmi BMKG.

Sumber dari sini.


Ooo, gitu.... Ngerti ngga? Apa tambah puyeng?

Thursday, January 28, 2016

What is you mood booster?


Yang namanya manusia biasanya semangatnya naik turun . Dan biasanya kalau lagi turun, kita perlu mood booster, sesuatu yang bisa bikin kita semangat lagi. Ibarat handphone, kalau sudah lowbatt perlu di charge. 

Mood booster ini bisa apa saja, misalkan membaca kisah-kisah inspiratif atau kisah idola, nonton video yang menghibur, membayangkan diri di masa depan, atau bahkan secangkir kopi panas pun bisa menjadi mood booster.


Dari sekian banyak hal, berpikirlah, pilihlah hal-hal yang bisa menjadi mood booster kamu dan lakukanlah, supaya semangat kamu full lagi.

Wednesday, January 27, 2016

Hati-hati dalam memberi julukan

“Lila, kamu tahu ngga kalau nama itu doa?” tanya Kak Ayu memulai pembicaraan. Siang ini aku menemani kakak iparku itu menjemput Sarah, anak pertamanya yang berumur delapan tahun.

“Tahu kak, kenapa?”

“Nah, bagus kalau kamu sudah tahu. Itu bekal pertama untuk anakmu nanti.” Sahutnya sambil melirik sebentar sambil jempolnya menunjuk ke arah perutku yang belum terlihat membuncit. Umur janinku baru tujuh minggu.

“Tapi nama itu bukan cuma nama yang tertera di akte,” lanjutnya sambil terus menyetir mobil sedannya dengan kecepatan rata-rata, sebab tidak mungkin menyetir dengan cepat saat jalanan cukup ramai begini.

“Oh ya? Maksud Kak Ayu gimana?”

“Maksud kakak, nama panggilan atau julukan juga doa. Misalkan saja contoh yang paling sering terjadi, kalau ada anak kecil disuruh salam ke teman orangtuanya, lalu anak itu malahan sembunyi di belakang ibunya atau bapaknya, nanti dibilang begini, “Ih kok malu? Jangan malu, ini teman mama papa kok, ayo salam.” Lalu masih diteruskan lagi ke temannya, “maaf ya, anakku ini memang pemalu.” Nah itu kan berarti doa dari orangtuanya. Selain itu juga si anak yang mendengar malah merasa, “oh aku anak yang pemalu ya.” Dan kalau ini terjadi berulang-ulang, anak itu bisa jadi pemalu betulan.”

“Jadi kalau begitu gimana dong kak?”

“Dulu waktu Sarah kecil, dia juga suka  begitu. Kalau disuruh salam sama teman kakak malah sembunyi di belakang kakak. Tapi kalau teman kakak bilang, “Ih malu ya?” langsung kakak jawab, “Ngga kok, biasa lah baru kenal. Nanti juga kalau udah kenal jadi akrab.” Setelah itu kakak jongkok sambil bilang ke Sarah, “Sarah, ini teman mama, Sarah salam ya?” kalau dia mau ya alhamdulillah, kakak puji dia, kalau ngga mau ya ngga apa-apa. Toh sebenarnya teman kita juga ngga ambil pusing anak kita mau salam atau ngga.”

“Oh begitu ya kak, Lila baru tahu.”

“Nah karena itu hari ini kamu kakak ajak jemput Sarah, mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa kamu ambil.” Kata Kak Ayu sambil mencari tempat parkir karena kami sudah sampai sekolah Sarah.

“Mamaaaa....” Sarah bersorak gembira dan berlari menyambut Kak Ayu saat kami memasuki halaman sekolah.

“Assalamu’alaykum cantik.” Sahut Kak Ayu menyambut Sarah dengan setengah berjongkok kemudian memeluknya.

“Wa’alaykumussalam Mama.” Sarah membalas erat pelukan Kak Ayu. Sungguh hubungan Ibu dan Anak yang menginspirasi.

“Umar.. Kak Sarah kangeeen banget sama Umar.” Peluk Sarah pada Umar, adiknya yang berumur empat tahun yang sedang kugandeng. “Sarah ngga kangen sama Tante Lila nih?” candaku padanya yang dijawab dengan cengengesannya, lalu dia pun memelukku.

Setelah berpelukan, Kak Ayu pun mengajakku ke tempat duduk panjang tak jauh dari tempat kami berdiri. Di sana para ibu sedang mengobrol sambil menunggu anak-anak mereka yang masih bermain.

“Assalamu’alaykum....” salam Kak Ayu pada ibu-ibu itu.

“Wa’alaykumussalam.. eh ada Mbak Ayu, ayu seperti namanya.” Jawab Ibu bergamis hitam putih. Aku setuju dengan ibu itu, Kak Ayu memang ayu, sesuai namanya. Ya mungkin seperti yang Kak Ayu bilang, nama adalah doa.

Kak Ayu pun memperkenalkan aku dengan teman-temannya. Saat itu, Sarah bertanya dengan sopan, “Mama, boleh Sarah main sebentar dengan teman-teman?”

“Boleh sayang. Sebentar saja ya, mau sepuluh atau lima belas menit?”

“Lima belas menit.”

“Oke, Mama pasang timer  lima belas menit, setelah itu pulang ya.”

“Oke Mama.”

Setelah Sarah pergi, teman Kak Ayu yang bergamis hitam putih tadi pun berkomentar, “Sarah itu anaknya baik banget ya.”

“Iya, sopan lagi.” Komentar yang lain.

“Iya, sudah gitu mau menepati janji lagi. Kalau sudah lima belas menit diajak pulang langsung mau.”
Komentar-komentar positif keluar dari mulut teman-teman Kak Ayu itu, yang hanya dijawab dengan “Alhamdulillah” oleh Kak Ayu.

“Iya, ngga kayak Nabila nih pemalu banget. Beraninya sembunyi di belakang ibunya aja.” Komentar terakhir itu membuatku tersadar bahwa di belakang ibu yang berbaju kuning itu ada seorang anak perempuan yang memegang baju ibunya.

Tuesday, January 26, 2016

Monday, January 25, 2016

Sunday, January 24, 2016

Film tanpa “adegan”

Ketika aku masih remaja, film bioskop yang ada adegan tempel mulut antara pemainnya *tahu kan maksudnya apa* masih merupakan hal yang tabu. Film yang ada adegan tersebut biasanya menuai kontroversi, muncul pro-kontra. Biasanya alasan bagi pihak yang tidak setuju adalah karena tidak sesuai norma-norma agama, dan tidak sesuai dengan budaya ketimuran Negara Indonesia.

Sedangkan film bioskop masa sekarang tampaknya mulai terbiasa dengan adegan tempel mulut itu. Padahal menurutku, tanpa adegan itu pun film-film Indonesia bisa tetap bagus.

Lain halnya kalau memang yang dijual adegan-adegan begitu. Kalau yang dijual adalah cerita, seharusnya adegan tempel mulut dan semacamnya bisa dihilangkan. Seharusnya pembuat film di Indonesia berani meninggalkan adegan itu. Meskipun menurut sebagian orang, tempel mulut sudah menjadi hal biasa di kalangan remaja sekarang, tapi bukan berarti boleh memberi inspirasi pada kalangan remaja yang belum biasa kan?


Ada lagi yang berpendapat bahwa adegan itu adalah tanda modern, tanda kemajuan film. Hey! Kalau mau membuat film yang bagus, film yang mendidik, film yang menginspirasi, tanpa adegan itu pun tidak apa-apa. Aku yakin bisa! Coba saja tonton film bioskop yang sudah diputar di stasiun televisi, dimana adegan-adegan tersebut sudah disensor. Apakah film itu kehilangan esensinya? Tidak. Sebab film-film itu menjual cerita, bukan adegan cinta.

Monsteryrex vs Killomassosaurus

Wah, sepertinya hari ini spesial nih. Insyaa Allah bakal ada dua postingan #Temabebas hari ini. Soalnya si Kakak request gambar buatannya ada di google images, berarti kan gambar buatannya harus ada di internet dulu. Dan satu-satunya yang terpikir olehku adalah memasukkan gambarnya dalam blog.

Nah, inilah dia, gambar dinosaurus miliknya, Monsteryrex versus Killomassosaurus.

Monsteryrex vs Killomassosaurus



Saturday, January 23, 2016

QOTD - Buya Hamka

“Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga kerja.”
-  Buya Hamka -


Apa maksudnya sekedar hidup?

Yaitu hidup untuk makan dan tidur. Bukan makan dan tidur untuk hidup. Secara kalimat mirip tapi perbedaannya jauh.

Apa maksudnya sekedar kerja?

Pada kalimat di atas diibaratkan kera. Apa pekerjaan kera? Mengambil kelapa. Untuk apa kera mengambil kelapa? Ya sekedar kerja, karena disuruh yang memeliharanya. Tidak ada tujuan yang jelas.


Setuju banget. Milikilah hidup yang berarti bagi masa depan. Apa masa depan kita? Akhirat.

Friday, January 22, 2016

Kenapa lem tidak lengket di botol lem?

Dulu aku pernah penasaran, kenapa lem bisa keluar dengan lancar ketika dipencet? Kenapa dia tidak menempel di botolnya? Kemudian aku googling untuk mencari jawabannya. Dan ternyata di situs-situs yang berbahasa Indonesia, di beberapa link yang aku buka, ketemunya yang isinya bercanda. Aku tidak menemukan jawabannya.

Menyerah? Tentu tidak. Aku ganti kata kuncinya dengan bahasa inggris. Ketemu? Iya.

Apa yang terjadi selanjutnya? Alamak! Aku pusing baca kalimat-kalimat dalam bahasa inggris, apalagi terjemahinnya.

Jadi jawabannya apa dong? Ini dia terjemahan terjun bebasnya (karena yang diterjemahkan secukupnya saja supaya mudah dipahami).

Umumnya, ada dua jenis lem, white glue dan super glue.

White glue terbuat dari polymers, dan juga mengandung air. Air inilah yang membuat lem ini tetap cair. Ketika kita  meletakkan lem ini pada kertas, kandungan air yang berinteraksi dengan udara membuat air berubah menjadi gas sehingga lem mengering dan mengeras. Yang tertinggal hanyalah polymers yang lengket.

Jadi kenapa tidak lengket ketika di dalam botol? Karena di dalam botol tidak terdapat udara yang cukup banyak yang dapat membuat kandungan airnya berubah jadi gas/uap air. Karena itu jika botol lem lama terbuka, lemnya jadi kering!

Bagaimana dengan super glue?

Super glue terbuat dari bahan yang bernama cyanoacrylate. Bahan ini justru akan menjadi lengket ketika berinteraksi dengan kandungan uap air yang berada di udara. Sebab sekering apapun udara, selalu mengandung uap air. Jadi untuk mencegah super glue menjadi kering, tempatnya harus tetap ditutup rapat agar tidak ada udara masuk dan membuat lem tersebut berinteraksi dengan uap airnya.

Sumber dari sini


Ooo.. jadi “kuncinya” di udara ya.. baru tahu...

Thursday, January 21, 2016

Apakah saya seorang yang mudah menyerah?


Am i a Quitter? Apakah aku orang yang mudah menyerah? Pernahkah pertanyaan itu mucul di kepala? Ketika kita melakukan sesuatu yang baru, awalnya SEMANGAT LUAR BIASA, kemudian semakin berjalannya waktu semakin loyo, dan akhirnya berhenti. Mungkin tak lama berlalu, ada hal baru yang dilakukan, lagi-lagi SEMANGAT LUARRR BIASA, kemudian loyo, kemudian berhenti. Begitu terus.

Most of the time, berdasarkan pengalaman pribadi, ada tiga hal yang berhubungan satu sama lain yang perlu dilakukan agar kita tidak berhenti di tengah jalan, yaitu:

1.       Tujuan yang jelas
2.       Terus perbarui semangat
3.       Gali ide-ide atau inovasi-inovasi baru

Dengan tujuan yang jelas, kita akan semangat dan berusaha mencari ide atau inovasi baru dalam hal apapun yang kita geluti.

Dengan perbarui semangat, kita akan berusaha mendapatkan ide atau inovasi terbaru dan semangat dalam mencapai tujuan kita.

Dengan ide atau inovasi baru kita akan semangat dalam berkarya dan semakin dekat atau mencapai tujuan kita.

See? Saling terkait. Seperti lingkaran, tanpa ujung. Semoga dengan mengetahui tiga hal ini, kita tidak lagi menjadi orang yang mudah menyerah. Amin.


Wednesday, January 20, 2016

Bagaimana cara agar anak menurut? #Bagian-3

Sebelum lanjut ke cara ke-3, aku mau coba balik ke cara ke-2 supaya tetap ingat. Selain untuk memintanya tidak berisik, cara kedua ini juga aku pakai agar si kakak membereskan mainannya setelah main, atau paling tidak sebelum tidur.

Kakak, kakak sayang sama mainan kakak? Iya.
Kalau mainan kakak terinjak mama terus rusak, kakak sedih? Iya.
Kalau mainan kakak rapi, ngga akan terinjak mama kan? Iya.
Kalau begitu selesai main dibereskan ya? Oke.

Nah, kalau kayak begini enak kan? Rumah tidak bising dengan teriakan dan debat ibu dan anak.

Oke, kali ini aku mau berbagi tips supaya anak makannya “menuju” rapi. Kenapa “menuju” rapi? Karena untuk bisa rapi itu perlu proses.

Kenapa kalau anak diminta makan yang rapi biasanya masih tetap berantakan? Alasannya ada dua menurutku. Satu, dia memang belum terbiasa, masih perlu banyak latihan. Kedua, dalam kepala mereka, definisi “MAKAN YANG RAPI” itu masih belum jelas, belum spesifik, masih samar-samar.

Untuk kali ini adalah tips pribadi berdasarkan pengalaman, yaitu jelaskan dengan spesifik apa itu makan yang rapi. Misalkan:
1.       Cuci tangan
2.       Baca Bismillah
3.       Makan menggunakan tangan kanan
4.       Masukkan suapan secukupnya ke dalam mulut agar tidak tumpah (kadar “secukupnya” ini perlu diberi contoh)
5.       Saat mengunyah mulutnya ditutup

Penjelasan ini kita lakukan saat dia akan makan dan sedang makan. Kalau kita makan bersama lebih enak lagi, dia bisa mencontoh langsung dari kita. Kalau kita makannya tidak rapi maka jangan menuntut anak untuk makan rapi, sebab anak adalah peniru ulung orangtuanya. Dan terakhir, kontrol emosi alias sabar, sebab menuai hasil untuk hal seperti ini butuh waktu.


Tuesday, January 19, 2016

Maco dan Badu Episode 3: Uangku dibagi 3



Pada episode kali ini, Maco membawa banyak uang, pemberian semua yang menjenguknya setelah ia disunat. Kemudian dengan banyaknya uang itu, ia berencana membeli gadget baru, mainan baru, dan sepatu baru. Tapi kata Badu tidak boleh. Uangnya sebaiknya dibagi tiga. Untuk apa saja dan siapa saja uang itu dibagi-bagi? Yuk nonton di episode kali ini.

Monday, January 18, 2016

Jangan marah

Sungguh. Jangan marah.
Apakah kau mau kalah?
Dari musuhmu yang sebenarnya.

Bukankah syaithan itu musuhmu yang nyata?
Bukankah mereka senang, tertawa riang gembira saat kita bergelimang dalam dosa?
Dan lari dari tanggungjawab saat ditanya di neraka?

“Sungguh aku berlepas diri darimu,” begitu bukan katanya?
Dia cuma berbisik, memberi ide.
Lalu kenapa kita manut?

Manggut-manggut, bagai hiasan dasboard mobil.
Sungguh bodoh yang masih nurut.
Siapa yang bodoh?

Aku. Aku pun bodoh.
Dan hanya dengan meminta perlindungan-Nya lah kita bisa menang.

Insyaa Allah.

Sunday, January 17, 2016

Keajaiban bersyukur

Aku pernah menonton potongan video tentang seorang public figure yang menceritakan kebahagiaannya. Salah satu sebab kebahagiaannya adalah karena dia bersyukur. Dan ilmu itu dia dapat dari salah satu seri buku “The Secret” yang ditulis oleh Rhonda Byrne, yaitu “The Magic”.

Menurutnya, dalam buku tersebut dikatakan, If you want to have magic in your live, you have to be able to be grateful. Maka ketika kita mensyukuri satu hal, hal yang itu kita dikasih lebih banyak lagi sama hidup.  Dan dia melakukan rutinitas mensyukuri banyak hal setiap hari.

Terus terang itu masukan yang sangat bagus menurutku, dan karena dia public figure maka kemungkinan orang-orang yang menyukainya akan mulai mengikutinya untuk belajar bersyukur atas banyak hal setiap hari.

Tapi aku juga sedih.

Kenapa?

Karena dia seorang muslim.

Tapi aku bukan merasa sedih padanya.

Aku sedih kenapa banyak muslim yang kurang mengenal agamanya? Termasuk aku. Kenapa ada hal-hal yang sudah ada dalam agama kita, tapi kita justru tahu dari wadah lain? Kenapa kita tidak tergugah untuk mempelajari lebih dalam tentang sesuatu yang sangat kita yakini dalam hidup kita? Ada apa dengan kita? Apa yang salah dengan kita?

Contohnya untuk hal bersyukur ini, kita tentu tahu bukan Rhonda Byrne penemunya, hal itu sudah ada sejak dulu. Bahkan seorang muslim sebaiknya tahu, bahwa hal itu ada di dalam pegangan hidupnya, surat cinta dari Tuhannya, Al-Quran.

Misalkan saja, potongan Surat Ibrahim [14] ayat 7, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,”

Lalu potongan Surat Luqman [31] ayat 12, “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha terpuji.”

Satu lagi, yang sangat penting, sebelumnya dikatakan oleh si public figure, “Maka ketika kita mensyukuri satu hal, hal yang itu kita dikasih lebih banyak lagi sama hidup”. Apakah kata sama hidup ini maksudnya oleh hidup? Bukan hidup yang memberi kita lebih, tapi Allah. Mudah-mudahan dia cuma salah ngomong.


Saturday, January 16, 2016

QOTD – Heather Graham

“Working all day? Ten kids? Laundry? A household to support? Yes, it’s very hard. But be committed. If it’s a page a day, in a year, that’s 365 pages.”

- Heather Graham, from ebook “Write good or die”-



Be committed. Duh, menohok sekali. Komitmen memang tidak mudah dilakukan. Komitmen, konsisten & persistent, istilah yang mirip-mirip. Kalau dalam islam, istiqamah. Apapun istilahnya, memang mudah disebut tapi tidak mudah dilakukan. 

Untuk melakukan sesuatu satu kali sampai beberapa kali mungkin mudah. Tapi mempertahankannya dalam jangka waktu yang lama, itu butuh perjuangan.

Friday, January 15, 2016

Siapa pencipta susu kental manis

Lagi-lagi ketika sedang menikmati minuman, aku mempertanyakan sesuatu. Kali ini aku sedang menikmati kopi yang dicampur dengan susu kental manis, alias kopi susu, dan terbesit pertanyaan, “siapa ya yang pertama kali menciptakan susu kental manis?” Kembali aku mencarinya di google.
Ternyata hasil pencariannya tidak semudah pertanyaanku sebelumnya tentang susu kacang kedelai. Bahkan hasil pencarian pertama cukup mengejutkanku bahwa TERNYATA susu kental manis BUKAN TERMASUK KATEGORI SUSU!
Ini dia lebih lengkapnya:
Susu kental, atau lebih umum susu kental manis, adalah susu sapi yang airnya dihilangkan dan ditambahkan gula, sehingga menghasilkan susu yang sangat manis rasanya dan dapat bertahan selama satu tahun bila tidak dibuka. Susu kental manis sering ditambahkan pada hidangan penutup, seperti kue atau minuman es. Di Rusia, susu kental manis dikenal sebagai "cгущёнка" (sguschyonka).
Susu kental manis ini sangat tidak cocok untuk bayi atau anak-anak karena susu jenis ini bukanlah susu jenis gizi seimbang, terlalu banyak mengandung kalori daripada zat gizinya. Susu jenis ini lebih tepat dikonsumsi sebagai penambah cita rasa dari suatu makanan atau minuman.
Menurut seorang ahli nutrisi, susu kental manis bukanlah termasuk kategori susu, susu adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar susu pada mamalia termasuk manusia dan kandungan kalsium dan protein  dalam produk-produk kental manis sangat rendah.
Sumber dari sini.

Lalu, siapakah sebenarnya pencipta susu kental manis? Ini dia jawabannya:
Henri Nestlé (lahir dengan nama Heinrich Nestle di Frankfurt am Main, Jerman, 10 Agustus 1814 – meninggal di Vaud, Swiss,7 Juli 1890 pada umur 75 tahun) adalah manisan Swiss dan pendiri Nestlé, terbesar di dunia perusahaan makanan dan minuman, serta salah satu pencipta utama susu kental manis.
Sumber dari sini.

Oooh, begitu toh.... Baru tahu.


Thursday, January 14, 2016

Is it really worth it?


Is it really worth it? Seringkali pertanyaan itu muncul di kepala, baik untuk hal yang sepele maupun hal yang besar. Ups! Maaf, sepertinya hal yang penting dan sangat penting lebih pantas disebut dibanding hal sepele atau besar.

Kenapa pertanyaan “Is it really worth it?" sering muncul? Because we live in priorities. Jadi memang sebaiknya sebelum melakukan kegiatan, kita membandingkan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya, mana yang lebih di prioritaskan?

Misalkan saja, is it really worth it “mainan handphone” setengah jam dibanding main sama anak? Atau, is it really worth it minum secangkir kopi dengan santai sementara jemurai menjuntai, alias setrikaan menggunung? Ini contoh hal-hal yang penting.

Kalau hal-hal yang sangat penting misalkan, is it really worth it bekerja di luar sementara anak di rumah ditinggal dengan orang lain? Jawabannya bisa berbeda-beda tergantung prioritas yang dipilih. Jawabannya tidak akan dibahas sebab kalau dibahas cuma akan menimbulkan pro-kontra, karena ibu bekerja dan ibu di rumah adalah keputusan masing-masing keluarga.


Kembali ke pertanyaan Is it really worth it, mana yang lebih berharga, mana yang lebih bermanfaat, mari kita biasakan bertanya hal-hal ini dalam keseharian kita, sehingga kita bisa memilih hal-hal yang lebih kita prioritaskan, sehingga waktu kita tidak terbuang percuma.

Wednesday, January 13, 2016

Bagaimana cara agar anak menurut? #Bagian-2

Alhamdulillah, ternyata si Kakak masih anak yang manis dan penurut, dan ibunya tidak melulu berubah jadi MONSTER PEMARAH. Kok bisa begitu? Baca saja di “Bagaimana cara agar anak menurut?#Bagian-1”. Kalau marah-marah melulu takutnya nanti kayak HULK, kalau ngga reda marahnya tetap hijau dan ngga bisa balik lagi jadi manusia, hehehe..

Cara pertama itu juga aku pakai kalau dia mau pinjam handphone untuk lihat youtube. Aku tanya, mau dua atau tiga video? Tentu saja jawabannya tiga video. I knew it! Memang aku sengaja berikan pilihan lebih kecil dari pilihan yang kemungkinan besar dia pilih. Misal kita mau dia nonton cuma tiga video, maka beri pilihan “dua atau tiga video?”, Atau kalau mau dia shalat sepuluh menit lagi maka tanya, “mau shalat lima atau sepuluh menit lagi?”

Oke, cukup untuk kilas balik cara pertama. Sekarang kita masuk ke cara kedua: three yes set. Apa maksudnya? Baca contoh langsung saja ya, cara ini aku pakai kalau mau si Kakak tidak berisik ketika si adik tidur. Begini kira-kira dialognya:

Kakak sayang adik kan? Iya.
Kalau adik lagi tidur terus terbangun kasihan ya? Iya kasihan.
Kakak juga kalau lagi tidur maunya nyenyak kan? Iya maunya nyenyak.

Itulah dialog “three yes”, tiga pertanyaan dengan tiga jawaban “iya”. Now it’s time to set.

Kalau begitu kakak mainnya bisik-bisik ya, atau di dekat TV situ supaya adik tidak bangun.
Oke.

Alhamdulillah, mama HULK tidak berubah. MONSTER PEMARAH berhasil terkurung dengan baik. Adik bobo, kakak main, mama nge-blog. Hehehe, happy ending.


Tuesday, January 12, 2016

Maco dan Badu Episode 2: Pikebubu Ardisdry


MACO adalah nama dari sebuah boneka tangan yang merupakan singkatan dari MAcan COklat, sedangkan Badu dari BADak lUcu. Maco dan Badu Episode 1 ada di sini.

Pada episode kedua ini, Badu merekam lagi dan mencari Maco, tapi yang muncul ternyata sebuah Dinosaurus berwarna hijau yang bernama Pikebubu Ardisdry. Apakah arti nama tersebut? Lalu kemana perginya Maco? Yuk nonton di episode kedua ini.

Video ini diperuntukkan bagi anak-anak berumur 5-10 tahun. Berharap mereka bisa mendapatkan tontonan sehat di tengah maraknya video youtube yang bebas.



Monday, January 11, 2016

Ilmu

Jika kita mengamalkan ibadah tanpa ilmu
Lalu dimanakah bedanya kita?
Dengan orang-orang terdahulu yang berkata,
“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami dan nenek moyang kami melakukannya.”

Dapatkah yang kita lakukan itu kita pertanggungjawabkan?
Apa yang akan kita katakan nanti di hadapan Yang Maha Perkasa?

Lalu mengapa kita tidak juga kembali pada Al-Quran dan As-sunnah?

This is Port Dickson, not Anyer

Orang Jakarta kalau kangen Pantai, biasanya kemana? Bali. Biasanya itu jawabannya, betul ngga? Iya kalau yang dicari adalah pantai yang indah-indah, kalau dana memadai, dan waktu cukup. Berarti syaratnya ada tiga ya: pantai indah, dana memadai, waktu cukup. Bagaimana kalau salah satu, dua, atau ketiganya tidak ada? Misalkan sekedar mau main di pantai, atau dana kurang memadai, atau waktu yang dimiliki cukup pendek. Biasanya, jawabannya berubah jadi: Anyer.

Lalu bagaimana dengan kami yang tinggal di Kuala Lumpur? Biasanya jawabannya adalah: Port Dickson. Port Dickson adalah sebuah kawasan pinggir pantai yang jaraknya bisa ditempuh sekitar 1,5-2 jam dari Kuala Lumpur. Ada beberapa pantai yang cukup terkenal di kawasan ini yaitu Teluk Kemang, Pantai Purnama, dan Pantai Tanjung Biru (Blue Lagoon).

Jangan membayangkan pantai yang indah-indah seperti di Bali. Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, kawasan Port Dickson adalah bagaikan Anyer bagi orang Jakarta. Sebab kalau membayangkan Bali tentu bakal kecewa ketika sampai di Port Dickson. Sebab kalau standarnya Bali, kebanyakan pantai jadi terlihat biasa, sebab Bali sudah cukup berhasil meningkatkan standar sebuah pantai sehingga pantai lain jadi terlihat sangat biasa.

Ini yang punya sendal kemana?

Lalu mengapa kami ke Port Dickson? Sebab liburan kemarin, si Kakak kangen main di pantai, dan kami tidak memiliki ketiga syarat di atas. Kalau sekedar kangen main di pantai, berarti pantai apapun boleh toh? Dana ke Bali juga lumayan, mending buat pulang kampung ke Jakarta. Waktu cuti suami pun terbatas. Jadi pilihan jatuh ke Port Dickson.


Beberapa hari sebelum kesana, beberapa teman yang sudah pernah kesana bilang, “ngga usahlah ke sana, mending ke sini..” sambil menyebutkan pantai-pantai lain. Bahkan gurunya si Kakak yang notabene orang Malaysia pun tidak merekomendasi pantai ini. Tapi karena kami sudah yakin mau kesana (biar tahu, biar ngga penasaran), maka rencana perjalanan pun tetap dilaksanakan.

Biar puas main di pantai, kami sengaja menginap semalam di sana, pilihan jatuh ke PD Waterfront Boutique Hotel. Hotelnya lumayanlah, seperti postingan jalan-jalan sebelumnya, cari hotel ngga usah yang mahal-mahal yang penting nyaman buat tidur. Bisa dilihat di website hotelnya, hotel ini kamarnya luas (kami pilih yang king bed + single bed), bisa lari-larian deh di kamar, hehehe. Lokasinya juga strategis, dekat tempat makanan lokal dan internasional yang biasa dicari alias McD, Pizza Hut, Starbucks, dekat atm dan supermarket 24 jam. Dan jarak dari hotel ke tempat-tempat tersebut bisa ditempuh dengan jalan kaki.


Hari pertama kami main di pantai teluk kemang dan pantai purnama. Makan siang di Sarah Seafood (dekat hotel) dan makan malam di Seri Mesra Ikan Bakar. Dua tempat itu aku rekomendasikan deh, rasa masakannya enak. Seri Mesra Ikan Bakar memang cukup terkenal di kalangan orang sini, bisa dibilang salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalo kesini lah.

Hari kedua kami main di Pantai Tanjung Biru atau dikenal juga Blue Lagoon Beach, sebelumnya sarapan dekat pantai tanjung biru, kemudian ditutup dengan beli kaos Port Dickson biar serasa turis banget hehehe, dan makan siang di Cowboys Place. Tempat ini juga terkenal dengan nasi kukus ayam bakar, dan memang beneran enak, aku rekomendasikan juga deh.

Lalu bagaimana? Apakah kami akan kembali ke Port Dickson? Belum tahu, mungkin kalau si Kakak minta lagi bisa jadi kesana, Wallahu a’lam. Tapi yang jelas, pengalaman di sana not bad lah. Sebab kami kesana tidak dengan harapan ketemu pantai yang indah jadi so far so good lah, makanannya juga enak-enak.


Terus kalau ada yang mau ke Port Dickson apakah aku akan merekomendasikannya? Terserah aja, kalau mau kesana ya silakan, daripada penasaran, hehehe... oke deh, segitu dulu.

Saturday, January 09, 2016

QOTD – Imam Syafi’i

Quotes of the day (QOTD):

Aku mengadu pada Waki’ tentang buruknya hafalanku
Maka dia memberi nasihat kepadaku agar meninggalkan maksiat
Sebab ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat

-Muhammad bin Idris As-Syafi’i alias Imam Syafi’i –



Kalau “kelas”-nya Imam Syafi’i saja dinasihati untuk meninggalkan maksiat, apalagi “kelas” kayak aku begini ya? Pantas saja hafalan Imam Syafi’i LUAR BIASA, sementara hafalanku.. wakwauu.. ya gitu deh....

Asal mula Susu kacang kedelai

Waktu itu, ketika sedang menikmati minuman susu kacang kedelai yang enak (karena menurutku tidak semuanya enak), tiba-tiba terpikir, kenapa minuman ini dinamakan SUSU kacang kedelai? Bukankah penghasil susu itu hanya mamalia? Rasa penasaran itu membuatku mencarinya di google. Dan ternyata, susu kacang kedelai punya sejarah yang menarik.
Susu kacang kedelai yang terkadang disebut susu kedelai atau susu kacang telah ada di Tiongkok selama ribuan tahun, tepatnya 1900 tahun lalu. Tercatat bahwa Raja Huainan, Liu An dari Dinasti Han karena sang ibu sakit tak dapat mengunyah makanan keras, Liu An kemudian menggiling kacang kuning yang telah direndam selama beberapa waktu menjadi cairan yang kemudian dikenal sebagai susu kacang.
Penyakit sang ibu kemudian berangsur membaik menyebabkan susu kacang kemudian menyebar luas ke masyarakat. Susu kacang menjadi minuman umum di dalam kebudayaan Tionghoa karena cocok diminum sepanjang tahun.
Sumber dari sini.

Lalu kenapa disebut SUSU?
Susu kacang kedelai (lebih tepatnya adalah Sari kacang kedelai) (Hanzi: 豆漿; 豆奶) adalah semacam minuman yang dibuat dari kacang kedelai, dan disebut susu karena minuman ini berwarna putih kekuningan mirip dengan susu. Susu ini juga dikenal sebagai susu kedelai di Indonesia. Susu kacang kedelai lazim sebagai hidangan sarapan pagi bersama dengan penganan lainnya seperti youtiao. Susu kacang memiliki komposisi yang mirip dengan susu: 3,5% protein, 2% lemak, serta 2,9% karbohidrat.
Menurut seorang ahli nutrisi, susu kacang kedelai bukanlah termasuk kategori susu, karena susu adalah cairan yang hanya diproduksi oleh kelenjar susu pada mamalia dan manusia.
Sumber dari sini.


Oooh, begitu toh.... Baru tahu.

Thursday, January 07, 2016

Where do you want to go?



Setiap orang sebaiknya punya tujuan hidup, agar hidupnya terarah, tahu apa yang harus dilakukan. Istilah kerennya, “Begin with the end in mind”,  begitu kalau kata Stephen Covey di buku “The 7 Habits of Highly Effective People”.

Kalau seorang muslim, tujuan terbaiknya adalah akhirat. Lihat saja Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya yang menjadikan akhirat di depan mata, bagaimana kehidupan mereka. Atau kita juga bisa membaca biografi para ulama ahlussunnah, bagaimana luar biasanya mereka. 

Sungguh jauh dari kita sekarang.

Enough talking. Now think. Seberapa banyak  perbekalan kita untuk hari akhir?


Don’t waste your time. Kematian semakin dekat dan perbekalan masih sedikit. Lets do the best in life. Semoga sisa umur kita bermanfaat bagi hari akhir kita. Aamiiin.

Wednesday, January 06, 2016

Bagaimana cara agar anak menurut? #Bagian-1

Semenjak punya anak kedua, aku merasa menjadi MONSTER PEMARAH bagi anak pertamaku. Kenapa? Karena emosiku tak terkontrol, aku sering memarahi dia. Kenapa? Karena dalam pandanganku, dia seketika menjadi anak yang tidak penurut, susah diatur. Kenapa? Orang-orang bilang itu biasa, karena baru punya adik, dia cemburu. Betulkah begitu?

Kenapa aku suka bertanya, “Kenapa? Kenapa? Betulkah?” karena aku perlu yakin, betulkah dia berubah hanya karena dia punya adik? Bukankah dia pun sayang pada adiknya? Sebetulnya siapa yang berubah? Dan kenapa berubah?

Hmm.. Sejujurnya.. Sebetulnya aku lah yang berubah. Semenjak ada bayi lagi, aku jadi ibu yang menyebalkan, ibu yang terlalu banyak peraturan.

“Ayo mandi, udah sore!”
“Ayo makan, terus tidur! Udah malam!”
“Makannya yang rapi dong, jangan tumpah-tumpah!”
“Jangan berisik, adek bobo!”
“Habis main diberesin ya!”

Nada-nada perintah begitulah yang keluar dari mulutku. Kenapa bisa begitu? Mungkin adanya bayi hanya sebuah alasan tambahan. Alasan utama sebenarnya karena semenjak menginjak umur enam tahun, aku merasa dia sudah besar, sudah tahu tanggung jawab hariannya apa saja.

Helllooooo...! bangun.. bangun..! emangnya hal kayak gitu bisa instan? Baca jam saja belum betul, mana dia tahu ini sore dan sudah waktunya mandi? Makan yang rapi itu kayak apa?

Duh! Pengen getok kepala sendiri rasanya. Aku tahu keinginanku tidak salah, tapi caranya yang salah! Lalu cara yang betul bagaimana???

Alhamdulillah, Allah mempertemukan aku dengan buku “The Secret of Enlightening Parenting” tulisan Okina Fitriani. Isi buku ini bukan cuma teori saja tapi banyak sharing dari para pelakunya  yang mayoritas ibu-ibu.

Dari buku ini aku tahu, ternyata caranya gampang sekali. Simple. Yaitu, just ask! Tapi tidak sembarang bertanya, kita juga memberi pilihan, sehingga ketika anak kita memilih, dia merasa itu keputusannya dan dia akan melakukan dengan senang hati.

Contoh yang tadi si MONSTER PEMARAH vs IBU BAIK:

“Ayo mandi, udah sore!” diganti dengan cara di atas kira-kira jadi begini dialognya:

Mama: Kakak, mau mandi sekarang atau sepuluh menit lagi?
Kakak: Sepuluh menit lagi.
Mama: Oke, Mama pasang timer sepuluh menit ya, nanti kalau udah bunyi Kakak mandi ya.
Kakak: Iya.

Sepuluh menit kemudian saat timer berbunyi, si Kakak ambil handuk, masuk kamar mandi.

Alhamdulillah... IBU BAIK tidak berubah jadi MONSTER PEMARAH. Happy ending.

Cara ini tidak cuma bisa diterapkan kalau si Kakak mau mandi, tapi bisa juga untuk makan, ganti baju, shalat, bahkan saat mengajak pergi ke luar ketika dia lagi asik main.

Lalu bagaimana dengan contoh pertanyaan lain, seperti jangan berisik ketika adik sedang tidur, makan yang rapi, bereskan mainan? Insyaa Allah dibahas nanti ya.. di bagian-bagian selanjutnya.


Tuesday, January 05, 2016

Maco dan Badu Episode 1: Gelang keberuntungan


MACO adalah nama dari sebuah boneka tangan yang merupakan singkatan dari MAcan COklat, sedangkan Badu dari BADak lUcu.

Pada episode ini, Badu baru pertama kali mencoba merekam kegiatannya bersama Maco, dan hendak meng-upload ke youtube. Apa reaksi Maco? Ternyata dia mengeluarkan sebuah GELANG KEBERUNTUNGAN!

Betulkah gelang itu bisa membuat beruntung? Apa reaksi Badu? Yuk kita nonton.


Video ini diperuntukkan bagi anak-anak berumur 5-10 tahun. Berharap mereka bisa mendapatkan tontonan sehat di tengah maraknya video youtube yang bebas.

Monday, January 04, 2016