Wednesday, January 06, 2016

Bagaimana cara agar anak menurut? #Bagian-1

Semenjak punya anak kedua, aku merasa menjadi MONSTER PEMARAH bagi anak pertamaku. Kenapa? Karena emosiku tak terkontrol, aku sering memarahi dia. Kenapa? Karena dalam pandanganku, dia seketika menjadi anak yang tidak penurut, susah diatur. Kenapa? Orang-orang bilang itu biasa, karena baru punya adik, dia cemburu. Betulkah begitu?

Kenapa aku suka bertanya, “Kenapa? Kenapa? Betulkah?” karena aku perlu yakin, betulkah dia berubah hanya karena dia punya adik? Bukankah dia pun sayang pada adiknya? Sebetulnya siapa yang berubah? Dan kenapa berubah?

Hmm.. Sejujurnya.. Sebetulnya aku lah yang berubah. Semenjak ada bayi lagi, aku jadi ibu yang menyebalkan, ibu yang terlalu banyak peraturan.

“Ayo mandi, udah sore!”
“Ayo makan, terus tidur! Udah malam!”
“Makannya yang rapi dong, jangan tumpah-tumpah!”
“Jangan berisik, adek bobo!”
“Habis main diberesin ya!”

Nada-nada perintah begitulah yang keluar dari mulutku. Kenapa bisa begitu? Mungkin adanya bayi hanya sebuah alasan tambahan. Alasan utama sebenarnya karena semenjak menginjak umur enam tahun, aku merasa dia sudah besar, sudah tahu tanggung jawab hariannya apa saja.

Helllooooo...! bangun.. bangun..! emangnya hal kayak gitu bisa instan? Baca jam saja belum betul, mana dia tahu ini sore dan sudah waktunya mandi? Makan yang rapi itu kayak apa?

Duh! Pengen getok kepala sendiri rasanya. Aku tahu keinginanku tidak salah, tapi caranya yang salah! Lalu cara yang betul bagaimana???

Alhamdulillah, Allah mempertemukan aku dengan buku “The Secret of Enlightening Parenting” tulisan Okina Fitriani. Isi buku ini bukan cuma teori saja tapi banyak sharing dari para pelakunya  yang mayoritas ibu-ibu.

Dari buku ini aku tahu, ternyata caranya gampang sekali. Simple. Yaitu, just ask! Tapi tidak sembarang bertanya, kita juga memberi pilihan, sehingga ketika anak kita memilih, dia merasa itu keputusannya dan dia akan melakukan dengan senang hati.

Contoh yang tadi si MONSTER PEMARAH vs IBU BAIK:

“Ayo mandi, udah sore!” diganti dengan cara di atas kira-kira jadi begini dialognya:

Mama: Kakak, mau mandi sekarang atau sepuluh menit lagi?
Kakak: Sepuluh menit lagi.
Mama: Oke, Mama pasang timer sepuluh menit ya, nanti kalau udah bunyi Kakak mandi ya.
Kakak: Iya.

Sepuluh menit kemudian saat timer berbunyi, si Kakak ambil handuk, masuk kamar mandi.

Alhamdulillah... IBU BAIK tidak berubah jadi MONSTER PEMARAH. Happy ending.

Cara ini tidak cuma bisa diterapkan kalau si Kakak mau mandi, tapi bisa juga untuk makan, ganti baju, shalat, bahkan saat mengajak pergi ke luar ketika dia lagi asik main.

Lalu bagaimana dengan contoh pertanyaan lain, seperti jangan berisik ketika adik sedang tidur, makan yang rapi, bereskan mainan? Insyaa Allah dibahas nanti ya.. di bagian-bagian selanjutnya.


0 comments: