Monday, January 11, 2016

This is Port Dickson, not Anyer

Orang Jakarta kalau kangen Pantai, biasanya kemana? Bali. Biasanya itu jawabannya, betul ngga? Iya kalau yang dicari adalah pantai yang indah-indah, kalau dana memadai, dan waktu cukup. Berarti syaratnya ada tiga ya: pantai indah, dana memadai, waktu cukup. Bagaimana kalau salah satu, dua, atau ketiganya tidak ada? Misalkan sekedar mau main di pantai, atau dana kurang memadai, atau waktu yang dimiliki cukup pendek. Biasanya, jawabannya berubah jadi: Anyer.

Lalu bagaimana dengan kami yang tinggal di Kuala Lumpur? Biasanya jawabannya adalah: Port Dickson. Port Dickson adalah sebuah kawasan pinggir pantai yang jaraknya bisa ditempuh sekitar 1,5-2 jam dari Kuala Lumpur. Ada beberapa pantai yang cukup terkenal di kawasan ini yaitu Teluk Kemang, Pantai Purnama, dan Pantai Tanjung Biru (Blue Lagoon).

Jangan membayangkan pantai yang indah-indah seperti di Bali. Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, kawasan Port Dickson adalah bagaikan Anyer bagi orang Jakarta. Sebab kalau membayangkan Bali tentu bakal kecewa ketika sampai di Port Dickson. Sebab kalau standarnya Bali, kebanyakan pantai jadi terlihat biasa, sebab Bali sudah cukup berhasil meningkatkan standar sebuah pantai sehingga pantai lain jadi terlihat sangat biasa.

Ini yang punya sendal kemana?

Lalu mengapa kami ke Port Dickson? Sebab liburan kemarin, si Kakak kangen main di pantai, dan kami tidak memiliki ketiga syarat di atas. Kalau sekedar kangen main di pantai, berarti pantai apapun boleh toh? Dana ke Bali juga lumayan, mending buat pulang kampung ke Jakarta. Waktu cuti suami pun terbatas. Jadi pilihan jatuh ke Port Dickson.


Beberapa hari sebelum kesana, beberapa teman yang sudah pernah kesana bilang, “ngga usahlah ke sana, mending ke sini..” sambil menyebutkan pantai-pantai lain. Bahkan gurunya si Kakak yang notabene orang Malaysia pun tidak merekomendasi pantai ini. Tapi karena kami sudah yakin mau kesana (biar tahu, biar ngga penasaran), maka rencana perjalanan pun tetap dilaksanakan.

Biar puas main di pantai, kami sengaja menginap semalam di sana, pilihan jatuh ke PD Waterfront Boutique Hotel. Hotelnya lumayanlah, seperti postingan jalan-jalan sebelumnya, cari hotel ngga usah yang mahal-mahal yang penting nyaman buat tidur. Bisa dilihat di website hotelnya, hotel ini kamarnya luas (kami pilih yang king bed + single bed), bisa lari-larian deh di kamar, hehehe. Lokasinya juga strategis, dekat tempat makanan lokal dan internasional yang biasa dicari alias McD, Pizza Hut, Starbucks, dekat atm dan supermarket 24 jam. Dan jarak dari hotel ke tempat-tempat tersebut bisa ditempuh dengan jalan kaki.


Hari pertama kami main di pantai teluk kemang dan pantai purnama. Makan siang di Sarah Seafood (dekat hotel) dan makan malam di Seri Mesra Ikan Bakar. Dua tempat itu aku rekomendasikan deh, rasa masakannya enak. Seri Mesra Ikan Bakar memang cukup terkenal di kalangan orang sini, bisa dibilang salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalo kesini lah.

Hari kedua kami main di Pantai Tanjung Biru atau dikenal juga Blue Lagoon Beach, sebelumnya sarapan dekat pantai tanjung biru, kemudian ditutup dengan beli kaos Port Dickson biar serasa turis banget hehehe, dan makan siang di Cowboys Place. Tempat ini juga terkenal dengan nasi kukus ayam bakar, dan memang beneran enak, aku rekomendasikan juga deh.

Lalu bagaimana? Apakah kami akan kembali ke Port Dickson? Belum tahu, mungkin kalau si Kakak minta lagi bisa jadi kesana, Wallahu a’lam. Tapi yang jelas, pengalaman di sana not bad lah. Sebab kami kesana tidak dengan harapan ketemu pantai yang indah jadi so far so good lah, makanannya juga enak-enak.


Terus kalau ada yang mau ke Port Dickson apakah aku akan merekomendasikannya? Terserah aja, kalau mau kesana ya silakan, daripada penasaran, hehehe... oke deh, segitu dulu.

2 comments:

Yusfiana Alfi said...

Udah pernah coba Langkawi? Jauh sih.. tp kebayar sama indahnya hehehe

nalanda catumorli said...

Belum mba fi.. pengen sih.. insya Allah kpn2 kesana hehe