Wednesday, December 17, 2008

Tentang tujuh bulanan

Lagi cari2 info ttg tujuh bulan, eh ketemu link ini: http://nieosa.blog.com/1493597/

Sedikit kutipan dari isi blog itu:
"Menyambut kelahiran bayi salah satunya dengan acara tujuh bulanan atau tingkepan, adat itu biasa dipakai di Jawa dan Bali. Adat yang lahir dari tradisi umat hindu itu kini masih dipakai." *
Waduh… Padahal baru aja nanya-nanya ke kakak-kakak (include kakak ipar) dan beberapa temen. Ternyata kakak iparku ngadain tujuh bulanan, lengkap dengan rujak dan siraman. Sedangkan kakak-kakak kandungku ngga ada yang ngadain, karena dari tradisi adat palembang emang ngga ada tujuh bulanan, biasanya adat jawa yang ada tujuh bulanan. Menurut kakakku yang nomor dua memang tujuh bulanan bukan tradisi islam, ditambah katanya juga malah nambah-nambahin bid'ah.

Bid'ah apaan sih? Itu loh…. (Bingung ngasih taunya, jadi ngutip aja deh dari
http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=29). "Bid`ah amaliyah adalah penetapan satu ibadah dalam agama ini padahal ibadah tersebut tidak disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya." Kenapa bid'ah amaliyah yang aku tulis di sini sebagai penjelasan? Karena perbuatan tujuh bulanan ini termasuk dalam kebiasaan/adat maka kayaknya termasuk bid'ah amaliyah.

Tuesday, November 25, 2008

Cinta bisa kadaluarsa? I don’t think so!

Aku ngga setuju kalo ada yang bilang cinta bisa kadaluarsa. Kadaluarsa adalah suatu kata yang diperuntukkan bagi sesuatu yang terus bertumbuh, bertambah tua, dan mati. Contohnya manusia, hewan, tumbuhan. Makanan terbuat kalo ngga dari hewan ya tumbuhan, atau keduanya, makanya punya kadaluarsa. 

Cinta itu termasuk rasa, dia bisa meningkat, bisa menurun, bukan kadaluarsa. Mau itu cinta ke Tuhan atau sesama manusia ya sama aja, bisa naik bisa turun. Cinta pada Tuhan lebih sering kita sebut iman. 

Pernah ga sih kita ngomong ke temen atau sodara atau siapa aja kalo lagi males beribadah, kaya gini, “Duh iman gw lagi turun nih….” Dan perkataan-perkataan semacam itu? Giliran iman kita lagi naik, kita rajin beribadah, rajin berdoa, merasa dosa kita segunung dan ingin berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya supaya pahala kita jumlahnya ngalahin dosa. Pas iman kita lagi turun, kadang kita ngerasa, “Yah whatever happen, happen lah, emang dosa gw banyak kok….” Dan perasaan-perasaan semacamnya. 

Cinta ke sesama manusia juga sama aja, kalo lagi turun, paling kita bilang, “lagi ilfeel” atau “lagi males” atau “lagi bete” dan semacamnya. Kalo kita lagi ilfeel alias cinta lagi turun, kita ngerasa, “Duh kayanya gw ga cocok banget deh sama dia…” atau “Ih coba dia begini ya, dia begitu ya…” dan hal-hal lain yang pokoknya semua tentang dia terlihat salah dan ga cocok. Begitu kita lagi sayang-sayangnya, alias cinta lagi meningkat, kita ngerasa, “Wah, beruntung banget gw punya pasangan kaya dia, begini begini, begitu begitu….” 

Apakah naik turunnya perasaan itu bisa dibilang kadaluarsa? Bukan! Sekali kadaluarsa, berarti sesuatu itu tidak bisa berguna lagi. Apakah makanan yang kadaluarsa bisa enak lagi? Ngga. Apakah tumbuhan mati bisa hidup lagi? Apakah hewan mati bisa hidup lagi? Apakah manusia mati bisa hidup lagi? Ngga bisa. Ada perkecualian, dengan kehendak Tuhan YME. Tapi kita lagi ngga ngomongin itu. Kalo kita ngomongin sesuatu yang mati bisa hidup lagi dengan kekuasaan-Nya, topik ini bisa jadi melenceng. Konteks kita sekarang bukan tentang kiamat, dunia-akhirat, surga-neraka, dan semacamnya. 

Kembali ke topik, seandainya cinta bisa kadaluarsa, kenapa ada CLBK (Cinta Lama Bangkit Kembali,.red) ? CLBK itu ibarat makanan enak, trus kadaluarsa, trus enak lagi. Mungkin ngga? Ngga mungkin. Maka itu cinta bukan kadaluarsa, dia hanya naik turun. Karena ia termasuk rasa, maka kita biasanya hanya mengikuti alurnya. Saat ia naik, kita menikmatinya. Saat ia turun, kita terbawa sedih. Saat ia terus turun dan turun, kita menganggap dia mati. 

Kita biasa seperti itu terhadap rasa, terhadap cinta. Seolah-olah kita tidak membiarkan sedikit pun celah bagi akal, atau kalau dipasangkan dengan konteks cinta, biasa kita sebut dengan logika. Jika kita memberikan celah bagi logika, biarkan dia dengan sengaja menumbuhkan kembali perasaan cinta itu ketika dia mulai turun. Biarkan dia memaksakan kata memaafkan masuk ketika ego kita sedang tinggi-tingginya. Biarkan ia memasukkan kata kenangan saat rasa sayang surut. Biarkan ia memasukkan kata buah hati ketika komunikasi retak, dan seterusnya, dan sejenisnya. 

Cinta itu bisa dipertahankan, kalau kita mau. Apakah cinta bisa kadaluarsa? Tidak. Karena cinta adalah rasa.

Sunday, November 23, 2008

Super reality show yang “reality”?

Tadi aku abis nonton reality show “Super nanny”. Just wondering, kira-kira itu reality show atau “reality” show ya??? Tapi apapun yang sebenarnya, bagus juga acaranya, soalnya ada pelajaran yang bisa kita petik di sana, terutama mengenai psikologi anak. Bermanfaat, apalagi bagi yang punya anak-anak seumur 4-10 tahun, pas lagi bandel-bandelnya. Lebih cocok lagi kalo kebetulan kasus yang lagi ditayangin mirip dengan kasusnya si penonton. Banyak pelajaran yang bisa diambil, terutama mengenai pentingnya komunikasi dan kerjasama yang baik antara suami-istri sehingga membesarkan anak-anak bisa menjadi hal yang menyenangkan, bukan justru membuat stress dan putus asa. Wondering(lagi), seandainya aja reality show di Indonesia juga ada yang seperti ini, maksudnya punya acara yang bisa diambil pelajarannya. Terlepas apakah itu reality ataukah “reality”, yang penting isi dari acara itu. Ngga perlu disebutin lah satu-satu acara reality show di Indonesia apa aja, kita semua tau apa aja dan kaya apa tipikal reality show di Indonesia. Rasanya, acara televisi di Indonesia benar-benar mengalami kemunduran.
.
.
Apa yang bisa kita lakukan untuk mengubah hal ini ya? Mogok nonton tv? Pasang tv kabel (duh bahasanya….)? Nonton dvd? Soalnya posisiku (dan mungkin banyak orang) adalah sebagai penonton, orang awam, bukan orang dari dunia pertelevisian yang mungkin bisa bertindak langsung dalam menghadapi hal ini. Kan maunya pulang kantor atau hari libur nyalain tv berharap dapat tayangan yang menghibur atau paling ngga dapet ilmu baru, bukannya tambah stress, ngeliat hal-hal yang ngga mendidik, nonton hal-hal yang berbau negatif, dan sebagainya, dan sebagainya (sampe 2x saking jeleknya). Wahai orang-orang dunia pertelevisian di luar sana, ubahlah tontonan kami! Ciptakanlah tontonan yang lebih berguna! Siapa tau dapet pahala lho :P (apalagi kalo tontonannya bisa menambah ilmu, bagi-bagi ilmu kan insyaallah berpahala :P)

Friday, November 14, 2008

Monday, October 13, 2008

Yang ngaco paus atau kepiting?

Malem-malem gini konek internet mengingatkanku pada salah satu cerita kakakku. Ceritanya ga ada hubungannya ama malem sih, cuma tiba-tiba inget aja :D Waktu itu lagi makan siang, pas ngeliat salah satu lauk makan siang di meja makan, kakakku tiba-tiba cerita, dia bilang dia denger cerita ini dari film korea.

Begini ceritanya….

Suatu hari ada seekor kepiting mengadu pada ikan paus, katanya, “Wahai paus, tadi aku diganggu oleh gurita. Tolong kau hukum dia.” Paus menjawab, “Baiklah, katakan, seperti apa ciri-ciri gurita tersebut dan dimana rumahnya.” Kepiting menyebutkan alamat gurita tersebut dan bilang bahwa gurita itu KEPALANYA BOTAK dan kakinya banyak.

Sesampainya di rumah gurita, paus langsung menggedor-gedor pintu rumah gurita. “Hey gurita, keluar kau!!!” Katanya. Tak lama pintu terbuka dan muncullah cumi-cumi.
Coba tebak apa yang paus katakan?


Paus berkata………………, “Hey gurita! Buka topimu!!!”


Hahaha… Krik krik krik… Lucu atau garing ya??? Up to you deh :P
PS: buat kadel, udh ditambahin tuh :P

Thursday, August 14, 2008

Seberapa besar pengaruh lingkungan kerjamu?

Lingkungan kerja, bagiku adalah salah satu faktor penentu betah atau tidaknya aku bekerja di suatu perusahaan. Teman-teman kerja yang menyenangkan, tim kerja yang kompak, hal-hal itu akan menjadi hal yang membuat aku senang datang ke kantor.

Apa sih definisi menyenangkan? Menurutku ini subyektif, tergantung masing-masing orang. Kalo untukku adalah yang enak diajak ngobrol dan asik diajak bercanda. Dua hal itu juga subyektif, tergantung selera orang masing-masing. Bukan hanya memilih pasangan, memilih teman juga cocok-cocokan. Memang, ketika kita berkenalan dengan seseorang, orang itu seketikan menjadi teman kita. Tapi apakah nantinya kita jadi sering ngobrol dengan dia, sering bercanda dengan dia, dan sebagainya, itu tergantung dari apakah kita merasa cocok dengan dia atau ngga. Ya kan?

Sekarang coba bayangin, misalnya dalam pekerjaan, gaji dan jenis pekerjaan (job desc) kamu lumayan (Dua faktor ini juga penting menurutku). Gaji lumayan tau lah ya maksudnya, tapi kalo yang aku maksud dengan jenis kerjaan lumayan, maksudnya lumayan bikin stress, hehehe…. Back to topic, udah gitu tim kerja kamu orang-orangnya serius, atau mungkin ga cocok aja sama kamu, misalkan bahan omongannya ga cocok, jenis bercandaannya ga cocok, dan sebagainya, dan sebagainya. Apa ngga nambah stress tuh?

Kalo misalkan tim kerjanya asik, menyenangkan, kan paling ngga bisa nurunin stress. Jadi kerja sambil ngobrol, ketawa-ketawa, kerjaan juga cepet selesai. Kerjaannya aja udah bikin stress, masa lingkungannya juga sih?

Eits, eits, tunggu, aku nih lagi ngomongin apa sih? Apakah ini curhat colongan? Yah, nilai sendiri deh…. Ada ide ngga gimana caranya menghibur diri untuk ngurangin stress? Lumayan, siapa tau berguna buat yang baca. Anggap yang minta ide ini adalah seseorang dengan pekerjaan lumayan padat sehingga ngga ada waktu buat browsing-browsing ataupun main game :)

Milik politikus dan artis kah?

Sekarang ini (waktu aku nulis ini, bukan waktu posting, karena nulisnya udah beberapa waktu lalu) lagi marak artis-artis terjun ke dunia politik. Eh, udah dari dulu deng. Mungkin lebih tepatnya kalo kusebut kembali marak karena dunia politik sedang ramai. Artis A jadi cawagub, artis B jadi calon walikota, artis C jadi caleg, dsb dsb. Karena hampir semua maju jadi wakil, kesannya artis-artis tersebut berguna untuk mendongkrak popularitas si calon ketuanya, juga sebagai penyandang dana. Ini sih cuma pemikiran pesimistis dari aku aja, sama sekali ngga objektif, yah… siapa tau mereka-mereka itu memang punya niat tulus dan serius untuk menjadi pemimpin yang baik. Semoga… semoga…!

Kalo dipikir-pikir, selain pengusaha besar (pengusaha besar pun biasanya dekat dengan pejabat-pejabat pemerintahan sih, atau si pejabat itu sendiri adalah pengusaha besar) pemegang kekuasaan dan uang di Negara kita ini, politikus dan artis yah? Indonesia ini, milik politikus dan artis kah?

Tuesday, August 12, 2008

Lebih enak pake sambel lho!

Gara-gara thypus, aku ngga boleh jajan sembarangan, udah gitu ada pantangan makanan pedas dan keras. Bye bye sambel dan kerupuk, hiks…. Tapi sebelnya, papaku kalo makan malah ngeledek sambil ketawa-ketawa, “Du, ini enak lho pake sambel….” Aku cuma bisa bilang, “Huaaaa…. Papa….” Eh, barusan mamaku bilang gini, “Du, kemplangnya** enak nih pake sambel.” Huaaaa….. mama…. Huh! Ini gara-gara mereka baru pulang dari lampung, jadi bawa-bawa makanan sana, untungnya ngga sempet beli mpek-mpek dan duren, huehehehehehe…. Yah gapapalah, ngeledek itu kan salah satu tanda sayang! (Is it?)

* Cerita ini kutulis sewaktu masih tergolek di atas kasur, di rumah….

** Kerupuk Palembang, orang biasanya taunya kerupuk Bangka, emang ada sambel khusus buat nemenin makan kerupuk ini

Gosip atau Fakta?

Waktu ngabisin waktu di RS, hiburanku waktu itu hanya TV. Bermodalkan remote dan gonta-ganti channel, jadilah tontonanku pindah dari satu infotainment ke infotainment lainnya. Bukannya sengaja nonton infotainment, tapi emang pada jam-jam tertentu semua channel menyuguhkan infotainment.

Berbekal hal itu, aku menyadari suatu perbedaan dari acara-acara tersebut. Infotainment yang menyuguhkan lebih banyak hasil wawancara dengan artis dan membiarkan penonton mengambil kesimpulan itu lebih bisa dipercaya dibandingkan infotainment memiliki prolog berlebihan sebelum wawancara bahkan pembawa acaranya terlalu banyak memberikan cerita, embel-embel, bumbu-bumbu di awal dan akhir wawancara, mendramatisir hasil wawancara dan memberikan sugesti bahwa apa yang dia sampaikan seolah-olah benar. Hati-hati, yang seperti itu lebih banyak asumsinya ketimbang faktanya, kalo udah nonton yang kayak gini, mendingan kamu ganti channel :D

Ada lagi fakta yang menarik, kisah berakhirnya masa pacaran ataupun perceraian yang baik-baik, biasanya hanya akan bertahan 1 hari karena dianggap tidak menarik bagi penonton. Sedangkan sebaliknya, perpisahan yang memiliki konflik, KDRT, pihak ketiga, dsb, akan bertahan berhari-hari bahkan berminggu-minggu di acara infotainment, apalagi kalo udah ga ada gosip lain, soalnya mereka anggap berita ini lebih menarik public, padahal publiknya udah eneg nontonnya. Eh, ga tau deng publiknya udah eneg atau belum, yang jelas aku sih udah :P

Monday, August 11, 2008

Hukum yang setara

Nyawa dibayar dengan nyawa. Uang dibayar dengan uang. Beberapa hari ini berita di televisi udah kayak infotainment, beritanya itu-itu aja (walaupun mungkin waktu aku memposting ini beritanya udah agak basi, karena aku nulisnya waktu masih tergolek di atas kasur karena bedrest). Yang pertama tentang Ryan si pembunuh, yang kedua tentang Artalyta si koruptor.

Ryan udah membunuh banyak nyawa (sebelas kalo ga salah, terakhir kutonton), sedangkan 1 nyawa aja udah sepantasnya dibayar dengan 1 nyawa, gimana kalo 11? Jadi kalo memang udah terbukti dia pembunuhnya, ya udah sepantasnya dia dihukum mati. Jika seandainya dia terbukti bekerjasama dengan pihak lain, ya hokum mati juga orang-orang itu.

Koruptor. Selama ini bercandaan orang-orang adalah, “Orang maling ayam sama korup bermilyar-milya hukumannya sama kok, jadi mendingan ambil target yang besar kan.” Kalo emang begitu hukumnya, lantas kenapa ga diubah? Seharusnya hukum penjara maling ayam dan maling uang milyaran bahkan trilyunan dibedakan donk! Plus mereka harus mengembalikan barang yang mereka ambil, yang bukan milik mereka.

Misal, maling ayam dihukum 1 tahun ditambah harus membayar uang sejumlah harga ayam yang diambil, atau kalo ayamnya masih hidup dan utuh ya kembaliin aja. Kalo ga punya duit, hokum penjaranya ditambah, misalkan jadi 2 tahun. Maling uang alias koruptor 600 Milyar misalnya, hukumannya 20 tahun penjara plus membayar uang sebesar 600 M. Kalo dia ngga punya uang sebanyak itu (misal duit korupnya udah terlanjur dipake), ya sita aja hartanya, rumah, mobil, tanah, perhiasan, dsb. Kalo dia punya perusahaan, keuntungan perusahaannya ya buat Negara, pokoknya sampe utangnya lunas (jangan lupa kasih batas waktu, misal kalo dalam 5 tahun ngga lunas juga ya hukuman penjaranya ditambah, jadi 30 tahun misalnya, atau seumur hidup).

Lagipula, kalo semua itu udah disita dan masih belum lunas, sapa suruh korup banyak-banyak. Lagian tuh duit sebanyak gitu buat apa sih? Beli pulau? Beli heli? Bikin perusahaan? Buat warisan 7 turunan? Atau apa? Heran, kok ya udah kaya masih belum puas juga….

Kembali ke topik, nah, lamanya hukuman penjara itu kan tergantung keputusan hakim. Perlu diingat juga, sebelum menjatuhkan hukuman, si pelaku harus bener-bener terbukti melakukan kesalahan, jangan sampe kita menghukum orang tak bersalah. Cukup logis ga sih? Sesuatu yang kita ambil dan bukan hak kita, ya udah seharusnya dikembalikan. Udah gede kok masih jadi maling? Apa udah lupa di sekolah dulu selalu diajarin kalo ngambil barang yang bukan milik itu dosa? Kan harus dibalikin. Kalo ngambil nyawa orang ya balikin, berhubung ga bisa balikin makanya kita harus memberikan nyawa kita. Kalo ngambil harta yang bukan milik sendiri, ya balikin, kalo ngga sanggup balikin, udah sewajarnya ada konsekuensi yang harus diterima. Adil ga sih hukum seperti yang baru aja aku jabarin? Menurutku sih cukup adil.

Allah Maha Tahu

Sebuah rencana berlibur ke Bali telah dipersiapkan. Cuti sudah di approve, tiket sudah ada, hotel dan mobil untuk di sana sudah dipesan, bahkan semua biaya tersebut sudah lunas. Rute sudah disiapkan, peta Bali sudah dibeli, biaya sehari-hari dan untuk oleh-oleh sudah diperkirakan, bahkan baju-baju untuk di sana sudah dipersiapkan. Menjelang kepergian, pekerjaan memang sedang bertumpuk, seringkali bergadang, ditambah sedang bayar puasa, badan pun jadi lemas, hampir setiap malam badan meriang.

Akhirnya aku memutuskan untuk ke dokter. Setelah menjalani tes darah, akhirnya diputuskan bahwa aku sakit thypus dan perlu rawat inap. Keputusan itu jatuh pada sabtu pagi, dua hari menjelang keberangkatan ke Bali dan satu hari menjelang resepsi pernikahan salah seorang sahabatku. Dua hal tersebut harus dikorbankan, aku tak bisa menghadiri resepsi tersebut dan rencana liburan ke Bali pun dibatalkan. Tiket dibatalkan hari itu juga, sedangkan hotel dan mobil tidak bisa dibatalkan hari itu karena kantor agennya tutup, bukan hari kerja. Tiket dan mobil baru bisa dibatalkan hari-H, hari senin, dan untungnya hanya kena charge 50%, bukan 100%.

Enam hari dirawat plus seminggu bedrest di rumah bukanlah hal yang menyenangkan. Mengingat kepala yang pusing, perut yang mual, makanan yang dipantang, dan aktivitas yang dibatasi. Orang yang ngga bisa diam kayak aku emang susah untuk disuruh diam.

Tapi tentunya, dibalik semua kejadian yang kita alami, selalu ada hikmahnya. Bahkan lebih dari itu, dibalik semua ini, ada sebuah hadiah besar yang diberikan Allah, yang dititipkan pada kami, dari kejadian ini. Allah memang Maha Besar, hanya Dia yang Maha Tahu. Manusia Boleh berencana, Tuhan yang menentukan.

Wednesday, June 25, 2008

Blog yang lain

Blog yang ini memang ngga punya tema khusus, temanya ngga terbatas. Bacanya kadang enak kadang ngga enak. Kadang ada pelajaran yang bisa diambil, kadang ngga jelas apakah ada pelajaran yang bisa diambil atau ngga. Kadang isinya menyenangkan, kadang menyedihkan, kadang datar, kadang menghayal, dan kadang-kadang lainnya. Biarpun begitu, aku selalu berusaha agar tetap menyenangkan untuk dibaca.

Kalau
blog yang satu lagi, temanya jelas, khusus, dan diharapkan tidak melenceng dari jalurnya. Di tiap materi pun aku selalu berusaha agar ada pelajaran yang bisa diambil sama pembacanya.

Biarpun waktuku untuk nge-blog akhir-ahir ini rasanya berkurang, tapi aku terus berusaha supaya tetap update blog, terutama buat
blog yang satu lagi :) semoga aja dengan semangat mengisi blog yang satu lagi, blog yang ini tidak terbengkalai dan tetap ter-update. Kalo diibaratkan orangtua yang punya dua anak, ga boleh pilih kasih nih :P

Friday, June 13, 2008

What the ##$*&%$$#$##@#$#$$$%#$!!!!!!!!!!

Sambil nunggu Software yang lagi gw pindahin ke GUIS 2, iseng-iseng gw mo update blog. Abisnya, udah hampir satu bulan ngga nge-blog. Bahasanya juga kali ini pake “gw”, sekali-sekali lah. Akhir-akhir ini, gw merasa kehidupan OSS udah merebut kehidupan pribadi gw. Udah ada beberapa keuntungan yang dipotong akibat merger N dgn S sehingga jadi NSN, eh kerjaan malah nambah. Loh kok gw jadi curhat? Ngga apa-apa lah, sekali-sekali… Udah di kantor jadi jarang browsing, online tapi ngga chat, pulang ke rumah masih buka laptop, troubleshoot lah, upgrade lah, install ini-itu lah.. Waduh, padahal status gw masih “diperbantukan” masih pemula, belum dedicated.

Hey! Gw masih punya kehidupan pribadi. Please deh, OSS melulu. Barang yang satu ini caper banget deh, masa minta diperhatiin melulu sih. Kerja melulu.. Sekali-sekali gw pengen cuti ah…! Duh gw kangen bali……………………… Pengen ke sana lagi…. Kangen pantainya, kangen suasananya, kangen hangatnya, kangen dinginnya, kangen sunrisenya (emang bangun?), kangen sunsetnya, kangen pasirnya, kangen lautnya…. Dream laaaaaaannnddddd…. AAAARRRRGGGGHHHHH!!!!

Stop here please! Gw rasa memang sudah waktunya gw ambil cuti.

* Mohon maaf kalo kali ini banyak kata-kata yang kurang dapat dimengerti. Maklum, bahasa planet lain.

Friday, May 16, 2008

Wednesday, February 27, 2008

Tuesday, February 19, 2008

Rencana

Namaku Anton, aku punya seorang supir bernama Supri, Suprianto. Aku membenci dia karena dia berusaha merebut istri aku. Aku sangat mencintai istriku. Aku tahu mengenai rencana busuknya. Dia bermaksud kabur membawa istri dan harta bendaku. Aku hanya bermaksud menggagalkan rencananya.

***

“Heh Kampret! Sini kamu! Mobil saya sudah siap belum??? Nyuci mobil aja ngga kelar-kelar! Ngapain aja sih kerja kamu???”

“Maaf Pak Anton. Tadi saya ada keperluan dulu di belakang.. sebentar lagi mobil bapak siap.”

“Alasan saja! Saya mau berangkat sekarang! Satu menit lagi tidak selesai, kamu saya PECAT!”

“Baik pak.”

“Dasar kampret! Ngakunya ada perlu di belakang, paling juga ada main sama istriku di sana!”

“Dasar mandul lo! Pagi-pagi gini udah nyemprot gw. Awas, liat aja nanti!”

***

Nama saya Shinta, saya dan suami saya, Anton, memang memiliki seorang supir bernama Supri. Tetapi saya tidak pernah berselingkuh dengan supir kami. Itu hanya dugaan suami saya belaka. Saya sangat mencintai suami saya.

***

“Psst..! Mbak Shinta, sini….”

“Ah Mas Supri, kok masih panggil mbak sih? Panggil Shinta aja, atau sayang….”

“Ah iya ya sayang….”

“Nah kan betul.. Si Kampret kurang ajar itu berdua-duaan sama istriku sayang.”

“Ah kebetulan Mas Anton lihat…. Pasti rencana saya buat dia cemburu berhasil! Dengan begini dia akan kembali pada saya dan menomorduakan pekerjaannya."

***

Kami sudah delapan tahun menikah, namun belum dikaruniai anak. Karena merasa tidak percaya diri, akhirnya aku melarutkan diri dalam pekerjaanku. Tak terasa sudah tiga tahun lebih aku selalu pulang malam, bahkan tidak pulang karena bekerja. Tak kusangka hal itu malah yang membuatnya lari dariku.

Kami sudah delapan tahun menikah, namun belum memiliki anak. Saya tidak pernah keberatan dengan hal itu, dan masih ingin terus berusaha, namun sepertinya suami saya sudah menyerah. Tiga tahun belakangan ini, dia tidak pernah memperhatikan saya, selalu dan selalu saja bekerja. Saya merasa kesepian. Kebetulan dua tahun yang lalu dia mulai mempekerjakan Supri, sehingga saya membuat rencana untuk membuatnya cemburu. Yang saya inginkan hanyalah membuat suami saya kembali pada saya dan menomorduakan pekerjaannya.

SMS dari Supri tidak pernah saya hapus, termasuk rencana yang telah kami susun. Hal itu sengaja saya lakukan karena saya tahu, setiap malam suami saya mengecek handphone saya. Suami saya selalu melakukannya setiap kali saya terlelap, padahal saya hanya berpura-pura terlelap. Saya hanya berharap, ia akan menggagalkan rencana saya dan Supri. Saya hanya ingin ia kembali pada saya.

SMS dari Supri sialan itu tak pernah dihapusnya. Bodoh sekali istriku, dia tidak tahu kalau setiap malam aku selalu cek handphone-nya. Suatu malam, aku membaca SMS dari Supri tentang memo yang dia selipkan di ruang baca. Malam itu aku ke sana untuk membacanya. Bodohnya mereka! Aku pun membuat rencana untuk menggagalkan rencana mereka.

“Yang, sesuai permintaanmu, semua detil rencana kita telah kutulis dalam memo. Kusembunyikan di lemari buku di ruang baca, di antara buku Selling for Managers dan buku Reformasi Ekonomi Negara Maju.” Inilah isi SMS dari Supri, seperti yang baru saya bacakan, masih belum saya hapus sampai sekarang. Pada malam itu, suami saya mengendap-endap keluar kamar, saya yakin ia pergi ke ruang baca. Ya, Saya yakin, saya tahu, ia akan menggagalkan rencana kami. Saya pun sebenarnya membenci Supri, dia merasa sudah memiliki saya, dan mulai berani kurang ajar pada saya kalau Mas Anton tidak ada. Saya tidak suka sama dia! Saya benci! Saya betul-betul ingin Mas Anton menggagalkan rencana saya.

***

“Supri! Pagi ini turunkan aku di parkiran. Aku ada urusan dengan kolegaku. Karena ini diluar urusan kantor, kami janjian bertemu di sana.”

“Baik Pak.”

“Baik Yang Terhormat Bapak Anton. Hari ini akan aku penuhi semua permintaanmu. Hanya sampai hari ini saja. Setelah ini semua kebahagiaanmu akan berakhir!!!”

“Nah, parkir di sebelah sana saja. Kami akan bertemu di lantai ini.”

“Baik Pak.”

“Sekarang coba kau belikan aku jus sirsak dulu! Di kantin gedung bawah. Hanya di sana yang enak. Harus jus sirsak! Kolegaku tak mau kalau bukan sirsak. Kalau di sana tidak ada, beli di Gedung Sakti, di sana yang jual anaknya Ibu kantin, jadi rasanya sama. Cepat ya! Sepuluh menit!”

“Baik Pak.”

“Biar rasa kau! Tidak akan ada jus sirsak hari ini! Kau tak mungkin kembali dalam sepuluh menit!!!”

“Sial! Makin aneh aja permintaan Si Anton. Semoga ada jus sirsak di sana. Aku mesti cepat. Shinta, ah bukan, harta kekayaanku sudah menunggu. Shinta masalah belakangan. Biar kupikirin nanti.”

“Bu, beli jus sirsak.”

“Wah mas, kalo hari ini ga jual jus sirsak. Cuma ada hari rabu dan jumat.”

“Waduh! Kenapa begitu? Apa ga bisa disediain sekarang??? Saya cuma butuh dua gelas kok bu! Masa ga bisa??”
“Duh, ga ada buahnya mas. Kalau mau, mungkin di gedung sebelah ada. Cuma kalau mau yang rasanya sama, bisa beli di Gedung Sakti, di sana anak saya yang jual.”

“Itu sih saya udah tau! Ya udah deh kalo gitu! Gimana sih! Jual kok pake pilih-pilih hari!”

“Duh, mau beli jus aja kok galak banget. Kalau tau anak saya jual di Gedung Sakti, mestinya tau kalau di sini jual jus sirsak cuma rabu sama jumat. Orang udah stress kali ya”

“Ah, sial! Terpaksa aku ke Gedung Sakti. Mana bisa sepuluh menit ke sana.. naik ojek pun perlu tiga puluh menit bolak-balik. Dasar sial! Siap-siap kena semprot lagi aku! Rencana pun terpaksa mundur. Ah sudahlah, biar nanti ku SMS Si Shinta. Semoga setelah ini tidak ada permintaan aneh lagi dari Si Anton.”

***

Senin, 18 Februari 2008. Berita.com – Sebuah sedan terjun dari Gedung Parkir lantai 10 kantor Badan Pemerintahan X. Satu korban tewas, diduga bernama Suprianto, supir dari Anton Syamsudin, salah satu Kepala Bagian Badan Pemerintahan X. Pihak kepolisian sedang melakukan olah TKP dan investigasi terhadap pihak-pihak terdekat.

***

Dua puluh menit cukup bagiku. Aku hanya melaksanakan rencanaku. Setelah itu Supri kutelpon agar segera kembali. Kukatakan padanya bahwa kolegaku telah pergi dan jus sirsak itu buat dia saja karena tidak diperlukan lagi. Kemudian aku kembali ke kantorku dan bekerja seperti biasa. Berselang kira-kira dua puluh menit kemudian, terjadilah insiden itu. Kini istriku tak ada yang mengganggu lagi. Aku tak bersalah. Dialah yang salah karena sudah merebut istri orang. Aku tidak bersalah. Aku hanya melakukan yang benar. Agar istriku kembali padaku.

Rencana saya, suami saya akan datang memergoki kami berdua ketika akan kabur. Setelah itu saya akan menjelaskan semuanya, bahwa ini hanyalah usaha saya agar ia cemburu. Agar ia kembali pada saya. Seharusnya rencana saya ini berhasil jika tidak ada insiden itu! Rencana saya gagal. Insiden itu terjadi. Saya tidak pernah menyangka begini caranya rencana itu akan gagal. Padahal saya hanya berharap Mas Anton memecat dan mengusirnya. Itu saja. Saya sangat mencintai Mas Anton. Saya percaya ini hanyalah sebuah kecelakaan. Mas Anton tidak mungkin bersalah.

***

"Lapor pak! Bapak Anton Syamsudin telah selesai diinterogasi di Ruang A."

"Lapor pak! Ibu Shinta Soedrajat juga telah selesai diinterogasi di Ruang B."

"Baik. Kedua tersangka telah selesai diinterogasi. Terimakasih atas pekerjaan kalian."

"Lapor pak! Telah ditemukan catatan harian Supriyanto."

"Baik. Taruh di mejaku."

Kamis, 14 Februari 2008
Hari yang menyebalkan. Setiap hari makian dan suruhan Si Anton makin menjadi-jadi. Dia makin memperlakukan aku seperti kacung. Tapi ngga apa-apa, keahlianku dalam mendekati wanita sudah kugunakan dengan baik. Shinta sudah jatuh ke tanganku. Dia setuju untuk kabur bersamaku bersama dengan harta benda Si Anton. Tak lupa, kami akan kabur dengan mobil kesayangannya. Rasakan! Semua miliknya akan musnah dalam sekejap, dan aku akan terbebas dari penderitaanku.

Minggu, 17 Februari 2008
Segalanya telah siap. Rencana telah diatur rapi. Detail sudah kusiapkan di memo, sesuai keinginan Shinta. Aku akan kaya! Aku akan KAYAA!! Shinta akan kusingkirkan juga. Tapi itu biarlah nanti. Rencana pertama ini kujalankan dulu. Jika berhasil, baru Shinta kubereskan. Hahahaha! Besok penderitaanku akan berakhir!

Senin, 18 Februari 2008
Aku ngga bisa tidur. Aku terlalu bersemangat menanti hari ini. Hari pelaksanaan. Akhirnya hari yang kutunggu-tunggu tiba. Penderitaanku akan berakhir!!!!

***

Rabu, 20 Februari 2008. Berita.com – Pihak kepolisian menyatakan bahwa Anton Syamsudin terbukti bersalah karena telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Suprianto. Pelaku telah ditahan dan sang Istri, Shinta Soedrajat akan diperiksa kembali sebagai saksi terkait pembunuhan berencana tersebut. Ibu Darti, penjaja kantin, sedang diperiksa sebagai saksi yang terakhir melihat keberadaan korban.

Monday, February 18, 2008

Friday, February 08, 2008

Si "bebek"


Aku pernah dapat email forward-an yang isinya foto-foto tentang orang yang mengendarai motor dengan beban berlebih. Ngga nyangka kalo aku sampe ketemu yang kayak gitu beneran pas lagi jalan. Saking amaze-nya, orang itu sampe aku foto. Coba liat deh.. (Mas.. mas.. Jangan gilaaa dooooonk!* )

*Kebanyakan nonton supermama

Ini foto "sang pelaku" (Biarpun ga keliatan karena ketutupan helm :P)

Ini foto tampak depan





Ini foto tampak belakang
(Motor di sampingnya sampe ga bisa nyalip.. Lebarnya udah hampir sama ama mobil)

Tuesday, January 29, 2008

Ooalaaaahhhh....!

Agak tersiksa.......

Bagiku kenyamanan toilet adalah salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan ketika singgah di suatu tempat, karena tempat itu akan sering kita datangi, mengingat sebaiknya kita minimal minum 8 gelas per hari, tentunya dari 8 gelas yang kita minum, ada (entah berapa persen) yang perlu dikeluarkan. Di situlah kenyamanan toilet berperan penting. And this place, is the worst place! (Hopefully… Maksudnya, semoga ga ada yang lebih buruk dari ini).


Di luar hujan deras, semenjak magrib tadi. Aku kini berada di dalam ruangan sebuah gedung salah satu operator telekomunikasi besar di Indonesia. Akibat hujan deras, listrik nyala-mati, mengakibatkan perlu digunakannya generator set. Pergantian antara listrik dan gen-set kurang mulus. Akibatnya lampu sempat mati beberapa detik, dan ini berlangsung beberapa kali. Di gedung yang tengah di renovasi, toilet yang berada di belakang gedung tentunya kurang nyaman untuk didatangi, ditambah bisa kena hujan. Ditambah lagi toiletnya unisex, alias digabung. Jadi kalau perempuan yang masuk, tutup pintu dan pasang tanda “Ada wanita di dalam”. Sebaliknya, jika pria yang masuk, tanda itu tinggal dibalik, karena dibaliknya ada tulisan “Ada pria di dalam”. Ini perlu dilakukan karena pintunya tidak bisa dikunci. Toilet tersebut sebenarnya untuk pria, ditandai dengan adanya tiga tempat berderet untuk pipis, dan ada dua wc tertutup (yang ini bisa dikunci!)

Melihat keadaan seperti ini, aku berniat pulang jam 7 malam, mau ke toilet juga ga mood. Tapi apa daya, driver cuma satu, dan dia sedang menunggu engineer lain yang ada di kantor. Katanya, selepas nganterin engineer itu, dia langsung ke tempatku. Barusan dia kutelpon lagi, macet katanya, karena hujan deras dan banjir, kira-kira dia sampai setengah jam lagi. Dan sekarang udah jam 8 lewat.

Edan!

Update!

Loh? Udah lama ngga update toh? Hehe, maap ngga berasa. Biasa, seperti juga orang normal lainnya. Aku sibuk (Alasan yang sungguh amat sangat sangat sangat klise). Sibuk ini-itu-anu-dan lain-lain. Entah sibuk di Q* berapa. Entah sibuk apa. Entah sibuk buat siapa. Well, it's time for the update!
  1. Sekarang aku udah ganti status. Resmi per tanggal 24 November 2007, statusku sekarang adalah seorang istri dari seorang FF. (Pake inisial donk, ini kan cyber world, dunia maya. Ga boleh sembarangan. Loh, jadi maya=cyber? Laki apa perempuan sih? Hush! Jadi ngelantur).
  2. Tahun 2008 telah datang. Dengan datangnya 2008, iseng-iseng aku me-review pencapaian tahun 2007, biarpun sebenarnya aku ngga pernah tuh buat resolusi-resolusi tiap tahun baru datang. Kalo ada yang diinginkan ya diusahain aja tercapai, ga perlu nunggu tahun baru untuk patokan start time-nya. Hasil pencapaiannya? Ada deh. Terus resolusi tahun 2008? Seperti biasa, ga bikin. Ada sih hal-hal yang ingin aku capai, tapi ngga perlu di sebut resolusi tahun 2008 kan? Orang dibuatnya juga bukan pas taun baru (Ngeles mode).
  3. Mengikuti tren semua media yang ada sekarang ini (disebut tren karena semua menyiarkannya), biarpun ini bukan tentang aku, ada berita yang (hampir) semua orang sudah tahu: Presiden RI ke-2, Bapak Haji Muhammad Soeharto telah meninggal dunia. Aku ngga mau ikut-ikutan bersitegang antara pro dan kontranya mengenai hal-hal yang pernah dilakukannya (yang baik maupun yang kurang baik), kini dia telah meninggal, maka serahkanlah segala urusan kepada Yang Maha Kuasa, Yang Maha Adil, aku yakin kebaikan dan keburukannya pasti dibalas dengan setimpal. Kita sebagai manusia tidak berhak mencaci-maki, menghakimi (kecuali pihak yang terkait mengusut tindak perdatanya (Alm.) Pak Harto. Kata orang-orang dulu, "Ngga baik ngomongin orang yang udah meninggal." Aku rasa itu betul. Kalau mulut kita bisa digunakan untuk membicarakan hal yang lain yang lebih baik, kenapa tidak kita lakukan?
  4. Tambah lagi kota di Indonesia yang udah ku-mampiri, Semarang. Kenapa aku bilang ku-mampiri, bukan kudatangi, atau kusinggahi? Karena menurutku 3 hari 2 malam namanya cuma mampir :P
Sekian dulu updatenya! C u around!
* Four Quadrant Matrix for Importance & Urgency:
  1. Q1: Important. Urgent.
  2. Q2: Important. Less Urgent.
  3. Q3: Less important. Urgent.
  4. Q4: Less important. Less urgent.