Monday, August 11, 2008

Allah Maha Tahu

Sebuah rencana berlibur ke Bali telah dipersiapkan. Cuti sudah di approve, tiket sudah ada, hotel dan mobil untuk di sana sudah dipesan, bahkan semua biaya tersebut sudah lunas. Rute sudah disiapkan, peta Bali sudah dibeli, biaya sehari-hari dan untuk oleh-oleh sudah diperkirakan, bahkan baju-baju untuk di sana sudah dipersiapkan. Menjelang kepergian, pekerjaan memang sedang bertumpuk, seringkali bergadang, ditambah sedang bayar puasa, badan pun jadi lemas, hampir setiap malam badan meriang.

Akhirnya aku memutuskan untuk ke dokter. Setelah menjalani tes darah, akhirnya diputuskan bahwa aku sakit thypus dan perlu rawat inap. Keputusan itu jatuh pada sabtu pagi, dua hari menjelang keberangkatan ke Bali dan satu hari menjelang resepsi pernikahan salah seorang sahabatku. Dua hal tersebut harus dikorbankan, aku tak bisa menghadiri resepsi tersebut dan rencana liburan ke Bali pun dibatalkan. Tiket dibatalkan hari itu juga, sedangkan hotel dan mobil tidak bisa dibatalkan hari itu karena kantor agennya tutup, bukan hari kerja. Tiket dan mobil baru bisa dibatalkan hari-H, hari senin, dan untungnya hanya kena charge 50%, bukan 100%.

Enam hari dirawat plus seminggu bedrest di rumah bukanlah hal yang menyenangkan. Mengingat kepala yang pusing, perut yang mual, makanan yang dipantang, dan aktivitas yang dibatasi. Orang yang ngga bisa diam kayak aku emang susah untuk disuruh diam.

Tapi tentunya, dibalik semua kejadian yang kita alami, selalu ada hikmahnya. Bahkan lebih dari itu, dibalik semua ini, ada sebuah hadiah besar yang diberikan Allah, yang dititipkan pada kami, dari kejadian ini. Allah memang Maha Besar, hanya Dia yang Maha Tahu. Manusia Boleh berencana, Tuhan yang menentukan.

0 comments: