Sunday, November 23, 2008

Super reality show yang “reality”?

Tadi aku abis nonton reality show “Super nanny”. Just wondering, kira-kira itu reality show atau “reality” show ya??? Tapi apapun yang sebenarnya, bagus juga acaranya, soalnya ada pelajaran yang bisa kita petik di sana, terutama mengenai psikologi anak. Bermanfaat, apalagi bagi yang punya anak-anak seumur 4-10 tahun, pas lagi bandel-bandelnya. Lebih cocok lagi kalo kebetulan kasus yang lagi ditayangin mirip dengan kasusnya si penonton. Banyak pelajaran yang bisa diambil, terutama mengenai pentingnya komunikasi dan kerjasama yang baik antara suami-istri sehingga membesarkan anak-anak bisa menjadi hal yang menyenangkan, bukan justru membuat stress dan putus asa. Wondering(lagi), seandainya aja reality show di Indonesia juga ada yang seperti ini, maksudnya punya acara yang bisa diambil pelajarannya. Terlepas apakah itu reality ataukah “reality”, yang penting isi dari acara itu. Ngga perlu disebutin lah satu-satu acara reality show di Indonesia apa aja, kita semua tau apa aja dan kaya apa tipikal reality show di Indonesia. Rasanya, acara televisi di Indonesia benar-benar mengalami kemunduran.
.
.
Apa yang bisa kita lakukan untuk mengubah hal ini ya? Mogok nonton tv? Pasang tv kabel (duh bahasanya….)? Nonton dvd? Soalnya posisiku (dan mungkin banyak orang) adalah sebagai penonton, orang awam, bukan orang dari dunia pertelevisian yang mungkin bisa bertindak langsung dalam menghadapi hal ini. Kan maunya pulang kantor atau hari libur nyalain tv berharap dapat tayangan yang menghibur atau paling ngga dapet ilmu baru, bukannya tambah stress, ngeliat hal-hal yang ngga mendidik, nonton hal-hal yang berbau negatif, dan sebagainya, dan sebagainya (sampe 2x saking jeleknya). Wahai orang-orang dunia pertelevisian di luar sana, ubahlah tontonan kami! Ciptakanlah tontonan yang lebih berguna! Siapa tau dapet pahala lho :P (apalagi kalo tontonannya bisa menambah ilmu, bagi-bagi ilmu kan insyaallah berpahala :P)

0 comments: