Tuesday, January 29, 2008

Ooalaaaahhhh....!

Agak tersiksa.......

Bagiku kenyamanan toilet adalah salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan ketika singgah di suatu tempat, karena tempat itu akan sering kita datangi, mengingat sebaiknya kita minimal minum 8 gelas per hari, tentunya dari 8 gelas yang kita minum, ada (entah berapa persen) yang perlu dikeluarkan. Di situlah kenyamanan toilet berperan penting. And this place, is the worst place! (Hopefully… Maksudnya, semoga ga ada yang lebih buruk dari ini).


Di luar hujan deras, semenjak magrib tadi. Aku kini berada di dalam ruangan sebuah gedung salah satu operator telekomunikasi besar di Indonesia. Akibat hujan deras, listrik nyala-mati, mengakibatkan perlu digunakannya generator set. Pergantian antara listrik dan gen-set kurang mulus. Akibatnya lampu sempat mati beberapa detik, dan ini berlangsung beberapa kali. Di gedung yang tengah di renovasi, toilet yang berada di belakang gedung tentunya kurang nyaman untuk didatangi, ditambah bisa kena hujan. Ditambah lagi toiletnya unisex, alias digabung. Jadi kalau perempuan yang masuk, tutup pintu dan pasang tanda “Ada wanita di dalam”. Sebaliknya, jika pria yang masuk, tanda itu tinggal dibalik, karena dibaliknya ada tulisan “Ada pria di dalam”. Ini perlu dilakukan karena pintunya tidak bisa dikunci. Toilet tersebut sebenarnya untuk pria, ditandai dengan adanya tiga tempat berderet untuk pipis, dan ada dua wc tertutup (yang ini bisa dikunci!)

Melihat keadaan seperti ini, aku berniat pulang jam 7 malam, mau ke toilet juga ga mood. Tapi apa daya, driver cuma satu, dan dia sedang menunggu engineer lain yang ada di kantor. Katanya, selepas nganterin engineer itu, dia langsung ke tempatku. Barusan dia kutelpon lagi, macet katanya, karena hujan deras dan banjir, kira-kira dia sampai setengah jam lagi. Dan sekarang udah jam 8 lewat.

Edan!

2 comments:

nue said...

du bikin toilet duduk yg ada pemanas ama pemijatnya dong..biar lancar BAB nya hihihi

kus cobain said...

kayaknya perlu tuh adanya "toilet portable", gimana setuju nggak?