Tuesday, November 20, 2007

Menanggapi postinganku sendiri sebelumnya, yang berjudul “Berikutnya apa lagi neh?” (Narsis ga sih postingan sendiri di tanggapi?), ternyata beneran loh, ada lagi komik yang ditiru buat jadi sinetron. Sejauh ini sih baru dua selain Min-min dan Candy-candy, yaitu Yokohama (Cahaya) dan Popcorn (Mutiara). Berhubung aku jarang nonton tv, mungkin ada lagi selain dua itu. Gila yah, bisanya nyontek doank! Giliran tempe, lagu rasa sayange, dsb diambil orang, kita ribut-ribut ga karuan. Padahal sendirinya???? Yah wajar aja sih kita protes, cuma ya salah sendiri kenapa kita tidak mematenkan hal-hal yang udah jelas emang milik kita dari dulu? Udah di ambil orang baru protes. Telat kaleee… Buat mereka, itu barang temuan yang berharga, makanya di patenkan/diakui. Mungkin mereka lihat, ”Wah ini dia nih barang berharga yang udah beratus-ratus tahun dibiarin aja, teronggok sia-sia, ga ada yang ngakuin. Udah daripada mubazir, mending buat gw.” Iya kan? Iya kan? Udah ah, jadi melenceng. Kembali ke topik awal. Kalo dipikir-pikir, komik-komik itu hampir satu jaman semuanya. Hmm.. mungkin makanya ditiru, karena dipikir orang-orang udah pada ngga kenal komik ituh… Huh! Pencinta komik mana bisa ditipu….

Coba ya tolong, buat produser, sutradara, penulis skenario, artis dan sebagainya yang terlibat dalam pembuatan film-film nyontek, Gw tantangin (sekali-sekali pake gw ah! Kan buat nantangin :P) bikin sinetron jiplakan komik Time Limit dan/atau Empat Sekawan, yang dua-duanya karangan Ringo Hijiri. Kalo sampe bisa bikin sinetron jiplakan itu selucu komik aslinya, tanpa berkesan dibuat-buat, dan sama seru dengan aslinya, baru gw acungin jempol! Gw akui kalian sebagai pencontek jempolan! Wuahahahaha…. Jangan beraninya bikin yang drama-drama doank.. itu pun di dramatisir berlebihan, bikin menjijikkan!

Atau yang temanya kepahlawanan deh, yang keren tapinya, kaya Magic Knight Rayearth…. Mampus-mampus deh lo bikin sinetronnya! Kalo Time limit dan Empat sekawan gw masih ragu bisa bikin atau ngga (Kalo ngga bisa berarti tingkat menconteknya masih cemen abizzz…). Tapi gw yakin, klo yang satu ini, MUSTAHIL indonesia bisa bikinnya! Magic Knight Rayearth gitu looohhhhhhhhhhh….!!!!!!!

Thursday, October 25, 2007

Pendatang norak…


Jadi pendatang di negeri orang emang gampang gampang susah. Padahal cuma negara tetangga. Jadi begini, tadi sore sepulang dari kantor, aku mampir ke KFC buat beli makan malam. Nah, baça aja deh nih penggalan pembicaraan antara aku dan penjaga counter:

Can i help you?

One chicken, original and one small french fries please. For take away.

Chicken? Original or spicy?

Original.

And small french fries?

Yes.

Take away or …?

[Potong duluan, ga sabar…] Take away.

Tuesday, October 16, 2007

Sifat-sifat Allah

Pernahkah kau berpikir, bagaimana Allah bisa mendengar semua perkataan dan isi hati mahluk-mahluknya?
Bagi kita, mendengar perkataan dan isi hati diri sendiri saja terkadang sulit.
Subhanallah, karena itu Dia disebut Maha Mendengar.

Pernahkan kau berpikir, bagaimana Allah bisa mengenali semua mahluk-mahluknya?
Bagi kita, mengenali teman satu sekolah saja susah.
Subhanallah, karena itu Dia dikatakan Maha Melihat.

Pernahkah kau berpikir, berapakah jumlah semua mahluk yang ada di bumi ini?
Berapa jumlah hewan, tumbuhan, manusia? Bahkan virus sekalipun?
Bagi kita, menghitung jumlah rambut sendiri saja sudah kelimpungan.
Subhanallah, karena itu Dia adalah Maha Teliti.

Pernahkah kau memperhatikan langit? Adakah kau lihat cacat di sana?*
Coba kau lihat lagi.. lihat lagi.. lagi dan lagi dan lagi tanpa henti..
Seumur hidup kau lihat langit pun tak akan kau temukan cacat di sana.
Subhanallah, karena itu Dia kita sebut Maha Pencipta.

Pernahkah kau berpikir, bagaimana mungkin kita masih saja melanggar perintah Tuhan yang Maha Sempurna ini?
Khilaf, selalu jadi tameng bagi manusia untuk berkilah. Bahkan ada lagu yang mengatakan, "I'm only human, born to make mistake."
Astagfirullah, karena itulah kita disebut manusia.

Ya Allah yang Maha Pengampun, kami mohon ampunilah dosa-dosa kami.
Semoga bulan ramadhan yang telah pergi tidak turut membawa pergi kedekatan kami dengan-Mu ya Allah.
Amin ya rabbal 'alamin.



*Ada ayat dalam Al-Quran yang membahas tentang ini, tapi sayang sekali aku hanya manusia yang pelupa :P Ada yang bisa membantu mengingatkan?

Sunday, September 30, 2007

Nodame Cantabile


Pernah nonton Nodame Cantabile? Film bagus tuh! Aku "terjebak" nonton film ini gara-gara mampir ke kamar adekku yang biasanya nyanyi berkoar-koar, kok kali itu sepi, ngga taunya dia lagi serius di depan laptop pake earphone sambil nonton Nodame Cantabile. Aku tanya, film apaan tuh? Trus dia nyopot earphonenya dan, bla bla bla ngejelasin film itu sambil tetep nonton (aku pun ikut nonton). Adekku itu udah sampe di DVD terakhir, jadi setelah dia selesai, DVD-nya langsung aku bawa ke kamarku. Karena itu DVD pinjeman, jadi nontonnya harus buru-buru, apalagi udah harus dibalikin cepet karena yang punya udah nagih. Akhirnya aku minta perpanjangan waktu sama adekku supaya balikinnya hari sabtu aja (kemaren, .red). Untung yang minjemin baik, dibolehin balikin sabtu [Makasih yaaa...], dan aku berhasil menamatkan film itu dalam beberapa hari. [Yeyyy!!! :D]

Kalo mau tau ceritanya, ini aku kopiin artikelnya dari Wikipedia Indonesia.

Shinichi Chiaki is the top piano student at the Momogaoka College of Music and an excellent violinist, but Chiaki doesn't care about playing these instruments as much as he dreams of someday being a conductor. Chiaki, however, has several deeply rooted fears about traveling, and so finds himself "trapped" in Japan. Because he's trapped, Chiaki starts to question exactly how far he can possibly go in music, especially when he's passed over again and again by others he believes less worthy of musical scholarship and fame.

Recently dumped by his girlfriend for a "ham" looking fellow, passed over for a chance to go overseas, and removed from his star spot in the piano competition because he walked out on his piano instructor, Chiaki is at his limit. This is when he meets Nodame, or Megumi Noda. Nodame is a free — and filthy — spirit who reminds Chiaki that music can be fun and what drew him to be a conductor in the first place. In learning how to deal with Nodame, Chiaki learns how to deal with others. Chiaki begins to realize what is possible for him, even within the country of Japan.

For Nodame, Chiaki is everything she isn't. Clean, neat, dedicated, studious and inherently arrogant about his accomplishments and capabilities, Chiaki constantly bullies her into being more serious about life. He sees potential in her and her abilities as a pianist that she doesn't care about. She loves Chiaki and wants to be with him, but because she's not serious about her piano studies nor her personal hygiene, Chiaki always denies her affections.

Drawn together in a turbulent relationship, Chiaki's perfectionism and Nodame's untamed nature ends up complementing each other. As the story progresses, they mature as individuals, as musicians and as a couple.
.

Monday, September 24, 2007

FW: 10 Amalan yang TERBALIK

Sebuah email forward-an yang isinya menurutku bagus :) Ngga tau siapa penulis aslinya, tapi semoga ia mendapat pahala karena menyebarkan ilmu yang baik kepada saudara-saudaranya. Amin :)

10 AMALAN YANG TERBALIK

Kadang kita dapati amalan kita terbalik atau bertentangan dng apa yang sepatutnya dilakukan & dituntut oleh Islam.Mungkin kita tidak sadar atauikut-ikutan dng budaya hidup orang lain.
Contoh amalan yang terbalik :

1. Amalan Selamatan/kenduri beberapa malam setelah saudara/keluarga/tetangga kita meninggal (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan seterusnya) adalah terbalik dengan yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW dimana Rosulullah telah menganjurkan tetangga memasak makanan/minuman untuk keluarga yang berduka guna meringankan kesedihan & kesusahan mereka. Keluarga yang telah ditimpa kesedihan tersebut terpaksa menyediakan makanan & membeli segala sesuatu untuk mereka yang datang membaca Tahlil/doa & mengaji. Tidakkah mereka yang hadir & makan tersebut tidak khawatir termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh si mati atau harta peninggalan si mati yang belum dibagikan kepada yang berhak menurut Islam ?

2. Kalau datang ke resepsi/pesta pernikahan/khitanan selalu berisi hadiah/uang waktu bersalaman. Kalau tidak ada uang maka kita segan untuk pergi. Tetapi kalau mendatangi tempat orang meninggal. kita tidak malu untuk salaman tanpa isi/uang. Sepatutnya pada saat kita mendatangi tempat orang meninggallah kita seharusnya memberi sedekah. Sebenarnya jika ke Resepsi/pesta pernikahan/khitanan, tidak memberipun tidak apa-apa. Karena tuan rumah yang mengundang untuk memberi restu kepada mempelai & makan bukan untuk menambah pendapatannya.

3. Ketika datang ke sebuah gedung/rumah mewah atau menghadiri rapat dng pejabat, kita berpakaian bagus, rapi & indah tapi bila menghadap Allah baik di rumah maupun di Mesjid, pakaian yang dipakai adalah pakaian seadanya. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik?

4. Kalau bertamu ke rumah orang diberi kue/minum, kita merasa malu untuk makan sampai habis, padahal yang dituntut adalah jika hidangan tidak dimakan akan menjadi mubazir dan tidak menyenangkan tuan rumah.

5. Kalau Sholat Sunnah di Mesjid sangat rajin tapi kalau di rumah,
malas. Sedangkan sebaik-baik Sholat Sunnah adalah yang dilakukan di rumah seperti yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk menghindari rasa riya'/pamer.


6. Bulan Puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahwa biaya makan dan belanja di bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Padahal seharusnya yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita?

7. Kalau untuk menjalankan ibadah haji, sebelum berangkat, banyak orang mengadakan Selamatan/do'a bersama tetapi setelah kembali dari Haji, tidak ada do'a bersama untuk bersyukur. Anjuran do'a bersama/selamatan dalam Islam diantaranya adalah karena selamat dari bermusafir/perjalanan jauh bukan karena akan bermusafir. Bukankah amalan ini terbalik? Atau kita mempunyai tujuan lain?

8. Semua orang tua akan kecewa jika anak-anaknya gagal dalam ujian. Maka dicari & diantarlah anak-anak ke tempat kursus walau dengan biaya tinggi. Tapi kalau anak tidak dapat membaca Al-Qur'an, mereka tidak berusaha mencari/mengantar anak-anak ketempat kursus baca Al-Qur'an atau kursus pelajaran Islam. Kalau guru kursus sanggup dibayar sebulan Rp.300.000,00 perbulan untuk satu pelajaran dan 8 kali pertemuan saja, tapi kepada Ustadz yang mengajarkan mengaji hanya Rp.100.000,00 perbulan untuk 20 kali pertemuan. pertemuan. Bukankah terbalik amalan kita? Kita sepatutnya lebih malu jika anak tidak dapat baca Al-Qur'am atau Sholat dari pada tidak lulus ujian.

9. Siang-malam, panas-hujan badai, pagi-petang kita bekerja mengejar rezeki Allah dan mematuhi peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah (Mesjid) tidak hujan tidak panas, tidak siang, tidak malam tetap tidak datang ke Mesjid. Sungguh tidak tahu malu manusia begini, rezeki Allah diminta tapi untuk mampir ke rumahNya segan dan malas.

10. Seorang isteri kalau mau keluar rumah dengan suami atau tidak, berhias secantik mungkin. Tapi kalau di rumah....??? Sedangkan yang dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya bukan untuk orang lain. Perbuatan amalan yang terbalik ini membuat rumah tangga kurang bahagia. Cukup dengan contoh-contoh di atas, Marilah kita berlapang dada menerima hakikat sebenarnya. Marilah kita beralih kepada kebenaran agar hidup kita menurut landasan dan ajaran Islam yang sebenarnya bukan yang digubah mengikuti selera kita. Allah yang menciptakan kita, maka biarlah Allah yang menentukan peraturan hidup kita.
Sabda Rosulullah SAW: "Sampaikanlah pesan-KU walau hanya satu ayat". (Riwayat Bukhari)___._,_.___

Sebenernya ada lagi yang aku liat kebalik. Kalo kita jalan-jalan ke mall atau lokasi mana pun, seringkali kita mendapati pasangan yang masih pacaran udah pegangan tangan, rangkul-rangkulan, dsb. Sedangkan pasangan yang sudah menikah dan punya anak, jarang kelihatan berpegangan tangan, rangkul-rangkulan, dsb. Padahal kan yang satu masih haram dan yang satu udah halal. Giliran udah halal kenapa malah ngga dilakukan? Kan aneh. Padahal bukannya dari tangan suami istri yang saling berpegangan itu, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela-sela jemarinya?
___._,_.___
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)
___._,_.___
Semoga dari amalan-amalan di atas, kita bisa melakukan yang benar dan ngga kebalik. Amin.

Tuesday, September 18, 2007

Marhaban Ya Ramadhan

Bulan ramadhan telah tiba. Tak terasa telah lewat masa 1 tahun semenjak ramadhan lalu. Ayo berlomba-lomba berbuat kebaikan. Buat yang belum bayar zakat, hayo bayar zakat. Ingat lho, dalam setiap rejeki yang kita terima, ada bagian milik orang lain, dan sudah di amanahkan bagi kita untuk menyalurkannya kepada si pemilik yang berhak. Jangan sampe kita lupa, maruk, gila harta, sampe hati kita tertutupi sehingga harta itu mau kita kuasai sendiri. Na'udzubillah. Astagfirullahaladzim. Harta yang kita miliki itu punya Allah, kita hanya pengelolanya, maka jadilah pengelola yang bertanggung jawab :)
.
Semoga di bulan ramadhan ini kita menjadi mahluk yang lebih baik di hadapan Sang Khalik, dan semoga setelah ramadhan pun kita terus berusaha menjadi mahluk yang lebih baik di hadapan-Nya.
.
Amin ya rabbal 'alamin.
.
(Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan)

Update

Wah, maap saudara-saudara... ngga nyadar ternyata udah lama ngga buka dan ngga update blog. Hehehehe.... :P Ya udah, daripada sepi, ini ada cerpen yang belum dikasih judul. Silakan dinikmati.
.
Belum ada judul.
.
Bukan aku namanya kalau tidak tegas. Hari ini aku harus bertemu Mas Parto, dan mengatakan semuanya. Di café Ibu Idah, jam lima sore. Aku harus tepat waktu. Aku tidak ingin terlambat datang. Aku harus tiba lebih dulu, Mas Parto pasti baru sampai jam lima lewat, karena dari kantornya paling cepat sepuluh menit ia sampai di café Bu Idah.

Dia datang. Dengan kemeja lengan pendek berwarna putih bergaris vertikal, dipadu dengan celana bahan berwarna hitam, dia tampak sangat tampan. “Sial! Mengapa di saat seperti ini dia justru tampil sempurna?” batinku. Aku pun tak kalah serasi di matanya, aku memakai terusan berwana putih bergaris, senada dengan kemejanya, memakai sepatu hak tinggi berwarna putih, tas putih. Entah kenapa aku hari ini ingin bernuansa putih. Tuhan, jika kami harus tampil serasi, mengapa harus hari ini? Mengapa bukan dulu saat kami pergi ke pernikahan si Yani, atau ketika bertemu kawan-kawan lama mas Parto, atau ketika pergi berdua jalan-jalan? Atau kapan saja di masa lalu? Tapi kenapa harus hari ini?

”Ada apa memintaku ke sini Mir?” tanyanya sambil tersenyum. Ditanya begitu aku malah jadi bingung. ”Pesen minum dulu mas, jangan terburu-buru. Ayo silakan, aku udah pesen duluan tadi.” Akhirnya malah itu yang keluar dari mulutku. Lima menit, sepuluh menit, setengah jam berlalu dan aku masih belum bisa bicara tentang pokok pembicaraan, malah bahan obrolan kami semakin melebar ngawur.

”Ada apa sih? Apa kamu mau minta putus? Apa nikah? Atau kamu udah ditunangkan? Apa kamu hamil dengan laki-laki lain? Atau apa? Bicara Mir?! Aku malah pusing kalau kamu ngomong ngalor ngidul ngga jelas begini. Aku juga harus pulang. Anak istriku pasti sudah menunggu di rumah.”

”Mas, aku ….” Kalimat itu menggantung begitu saja tanpa ada lanjutan. Mas Parto menunggu lanjutan kalimat itu dengan wajah datar. Hening.

”Aku…. "
.
.
Tamat? Tentu saja belum. Maaf ya kalo bikin penasaran. Sebenernya aku abis ngutak-ngatik folder lama dan ketemu cerpen setengah jadi. Kenapa setengah jadi? Karena biasanya pas cerpennya udah jadi setengah, tiba-tiba rasa malas menyerang. Yah jadi mohon dimaklumi lah.... Saking lamanya ngga diterusin, aku udah lupa dulu mau bikin konflik apa dan tamatnya gimana. Yah jadi monggo saja, barangkali ada tips-tips atau masukan-masukan, aku terima.

Friday, July 27, 2007

Berikutnya apa lagi neh???

Setelah puas meniru film-film Korea, Jepang, Taiwan, Hollywood dan masih banyak lagi, kini sinetron Indonesia mulai merambah ke komik. Sebut saja komik candy-candy dan min-min yang ditiru sinetron candy dan mini. Masih ada lagi! Apa coba? Semalem aku nonton sinetron yang judulnya “Inikah Cinta…” Nah, inilah “hebatnya” Indonesia dalam mencontek, kali ini bukan menjiplak sepenuhnya, tapi dibuat variasi dari dua buah film dari Negara berbeda, yaitu India (Dil Hai Tumhara) dan Korea (Beautiful Life). Ckckckck…. “Kreatif” ya??? Aku rasa film ini ngga perlu izin ke salah satu ataupun kedua film di atas. Kenapa? Karena mereka ngga menjiplak abis, tapi “memodifikasi” kedua film itu. Oh my God! Apa sih yang ada di pikiran para petinggi dunia sinetron Indonesia? Rating dan uang aja? Apa mereka ngga puas dengan karya anak bangsa? Apa mereka malu kalo menampilkan novel Indonesia sebagai salah satu sinetron mereka? Kan masih banyak tulisan anak bangsa yang bagus, yang layak di sinetronkan, kalo memang ngga sanggup buat film, ya udah puter aja film-film yang asli, jangan yang contekan! Masa iya sampai cara penyorotan dan ekspresi bintang filmnya dibuat sama persis? Sekarang ini setiap kali aku menyalakan tv dan menonton sinetron harus sabar, karena setiap kali ketemu sinetron maka pertanyaan yang muncul di kepala adalah, ”Niru apa lagi neh?” Dan kalo ketahuan film itu niru, pasti naik darah, rasanya mo ngomel-ngomel aja kalo tau itu film nyontek. Kenapa? Yah ngga pantes aja menjiplak karya orang! Terlepas dari apakah aku suka atau ngga dengan film yang dicontek. Ngga malu apa ya nyontek? Perasaan dari SD kita selalu diwanti-wanti supaya ngga nyontek, tapi kalo kenyataannya para orangtua memberi contoh yang jelek, mau gimana? Sadar ataupun ngga sadar, sedikit banyak pasti mempengaruhi mental yang muda-muda. Oh my God! Apakah kelak penerus dunia perfilman indonesia seterusnya akan selalu mencontek? Mau jadi apa kreatifitas asli anak bangsa? Dibuang ke laut? Dikubur di tempat sampah? Dibakar? Mau diapain? Nah, jadi setelah film Korea, Jepang, Taiwan, Hollywood, Komik Jepang, sampai modifikasi film, berikutnya apa lagi neh???

Oia, saking banyaknya sinetron jiplakan, di wikipesia sampe memuat listnya. Coba di liat:
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_sinetron_Indonesia_yang_mirip_dengan_sinema_lain#_ref-0

Wednesday, July 18, 2007

Pachelbel’s Canon in D Major

Buat yang pernah perhatiin friendster profileku pasti tahu kalo salah satu favourite music-ku adalah Canon in D Major-nya Pachelbel (Pachelbel’s Canon in D). Nah, berangkat dari situ, aku punya beberapa versi lagu itu, termasuk Graduation-nya Vitamin C, The day you went away dari M2M, Kenangan Terindah punya Samsons, sampe SMS Dangdut versi Ria Amellia ataupun Trio Macan.

Kaget? Aku pun kaget, ternyata susunan chord yang dimiliki canon itu banyak banget yang pake, mulai dari versi pop sampe dangdut. Aku tahu lagu Graduation-nya Vitamin C punya susunan chord yang sama dari internet. Kalau The day you went away -nya M2M, aku tahu karena pas aku main Chord canon in D, kakakku pikir aku mainin lagu itu. Kalau untuk Kenangan Terindah punya Samsons, aku sadarnya karena pas main chordnya canon, tanpa sadar aku nyanyiin reff-nya samsons. Kalau untuk SMS Dangdut, aku sadar pas dengerin intro-nya di mp3.

Susunan chord canon memang punya efek tersendiri, buktinya lagu-lagu yang aku sebut di atas nge-hits kan?! Itu baru lagu yang aku tahu, aku yakin diluar sana masih banyak lagu yang ngejiplak susunan chord ini.

Kenapa aku bilang nge-jiplak? Karena biarpun susunan chord itu ada “rumus“-nya, tetap aja biasanya susunannya ngga sama persis… Tapi yah.. masih ada kemungkinan juga sih kesamaan itu terjadi tanpa sengaja (Aku juga ngga bisa nuduh seenaknya :P)

Nah, ayo lihat susunan chord-nya Canon in D Major: D, A, Bm, F#m, G, D, G, A. Susunan ini kan tinggal diutak-atik sesuai keinginan/kemampuan suara si penyanyi, contohnya kalau mau pakai C Major jadinya: C, G, Am, Em, F, C, F, G (Betul kan?!)

Graduation -Vitamin C, The day you went away - M2M, Kenangan Terindah - Samsons, dan SMS Dangdut - Ria Amellia / Trio Macan pake susunan chord itu di reff-nya. Ditambah Graduation dan SMS Dangdut juga pake susunan chord itu di intro-nya.

Terus intinya apa? Kenapa aku membahas ini? Cuma mau sharing aja sih…. Atau mungkin kamu merasa musik klasik itu membosankan tapi suka salah satu dari empat lagu yang aku sebut di atas? Berarti kamu ngga bisa bilang lagi bahwa musik klasik membosankan :-)

Tuesday, July 10, 2007

Hakikat puisi*

Karena hanya ia yang dapat melantunkan sepi
Yang mampu mengeluarkan tawa
Yang mampu melunturkan sunyi

Menemaniku dalam ramai
Menemaniku dalam hening
Menemaniku dalam duka
Menemaniku kala bahagia

Mengeluarkan kata saat mulutku tak mampu mengungkapnya
Mengungkap kata-kata yang tertinggal
Mengungkap masa lalu yang terlupakan

Karena hanya ia yang mampu menebarkan senyum
Saat tawa terdengar bisu, saat sepi melanda
Saat aku ingin melebur bersama angin
Saat aku ingin menghilang bersama waktu




* Salah satu puisiku yang aku posting di kabar indonesia dan ngga di posting di blog
link untuk puisi ini: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=18&dn=20070516104928

Thursday, June 21, 2007

Ayo Benahi Jakarta! - Satu untuk Jakarta, jadikan Jakarta kota yang aman.

Akhir-akhir ini, setiap kita melewati jalan jalan di Jakarta, kita bisa menemukan banyak terpampang slogan dari salah satu calon gubernur Jakarta dan wakilnya, "Ayo Benahi Jakarta!" Di bawah slogan itu biasanya terdapat keterangan tentang kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan untuk membenahi Jakarta. Salah satunya adalah kemacetan. Mereka berjanji bila kita memilih mereka, target-target dalam program “Ayo benahi Jakarta!” akan terwujud. Is that a serious commitment or a lot of BS? Apakah program yang mereka tawarkan itu benar-benar serius? Atau seperti pedagang culas yang berjualan barang, barang sejelek apapun akan diteriakkan sebagai barang bagus, tidak peduli dengen pembeli yang tertipu, yang penting jualannya laku?

Aku tidak bisa bilang apakah si calon itu benar atau bohong, karena apa yang ditawarkan belum terbukti kebenaran atau kebohongannya. Jika nanti mereka terpilih menjadi gubernur dan wakilnya, selama masa jabatannya itu kita akan melihat pembuktiannya. Tapi apakah harus begitu? Apakah setelah gubernur dan wakilnya resmi menjabat baru kita bisa melihat pembuktiannya? Bagaimana kalau kita adalah pembeli yang “tertipu” seperti analogi penjual culas di atas? Kan tidak enak rasanya kalau mengetahui bahwa calon yang dulu kita pilih adalah calon yang “salah”. Tidak bisakah kita melihat kinerja mereka sewaktu mereka masih menjadi cagub dan wacagub? Bisakah kita melihat apa saja yang sudah mereka kerjakan untuk Jakarta sebelum kita memilih mereka? Jadi, bagaikan perusahaan yang hendak memilih pegawai, tentu mereka melihat terlebih dahulu dalam CV kita, apa saja pengalaman kita. Atau bagaikan memilih ikan, kita tahu mana ikan yang masih segar dan bagus, bukan ikan yang busuk.

Anyway, siapa aja sih cagub dan wacagub Jakarta? Yang aku tahu dan paling kedengeran promosinya sih ada dua, pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar (pencalonan dari PKS) dan Fauzi Bowo-Prijanto (pencalonan dari gabungan parpol). Ada lagi? Atau kamu mau mencalonkan diri jadi cagub atau wacagub?

Yang satu slogannya ”Ayo Benahi Jakarta!”, yang satu lagi slogannya, ”Satu untuk Jakarta, jadikan Jakarta kota yang aman.” Jujur, sebagai pembaca, slogan pertama terdengar lebih menjanjikan ya? Bukan menjurus pada salah satu cagub lho, ini hanya pendapatku dengan sekilas membandingkan slogan itu. Kalau mau tahu visi dan misi mereka dengan lebih lengkap, tunggu saja kampanye pilkada mulai tanggal 22 Juli nanti. Semoga apa yang mereka tawarkan dibarengi dengan komitmen mereka untuk melaksanakannya, bukan NATO (No Action Talk Only). Semoga juga dari kampanye itu kita bisa melihat mana ”ikan yang lebih bagus”. Walaupun sebenarnya sebaik apapun cagub dan wacagub yang terpilih, untuk menjadikan Jakarta lebih baik tak terlepas dari peran individu kita masing-masing untuk memelihara Jakarta ini. Rasa cinta dan kepemilikan kita terhadap Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya memang perlu dipupuk agar tumbuh besar. Seandainya kita menganggap Jakarta ini sebagai anak kita sendiri, hampir bisa dipastikan Jakarta akan lebih baik karena rasa sayang yang kita miliki tulus dan kita akan memelihara tempat ini sebaik mungkin. Well, last but not least, semoga siapapun yang terpilih, menjadikan Jakarta lebih baik. Amin.

Wednesday, June 20, 2007

Oh operator....

Waktu lagi iseng-iseng nyanyi lagu temanya operator-operator di Indonesia, aku jadi iseng-iseng menyatukan beberapa yang aku ingat:

Pake esia, pasti untung… dari telkomsel, punya indosat. Flexi, bukan telepon biasa….

Kalo digabungin jadi kalimat seperti itu, berarti yang paling berkuasa di antara esia-telkomsel-indosat si indosat donk ya? Karena esia itu dari telkomsel, sedangkan telkomsel punya indosat, dan flexi berada di luar semua itu....

Yah, namanya juga lagi iseng-iseng, jadi postingannya juga iseng-iseng, huehuehuehehehehe....

Enaknya judulnya apa ya?

Berusaha menghilangkan rasa malas (baca posting blog sebelumnya), maka aku mau menulis, menulis, dan menulis, hehehehe… Sebenernya sih memang akhir-akhir ini lagi banyak kerjaan (Ah, alasan! Pasti kamu mau bilang begitu kan? Hahaha!) Sebenernya aku pengen banget cerita tentang Bali, what a great vacation when I was there on 2-5 June 2007 with my great partners! Cuma udah rada-rada basi kali ya? Sekarang tanggal berapa sih? Dua puluh.... Hmmm... Di PASS aja deh cerita yang itu, kalo mau tau baça blog-nya si once atau wichit aja ya :D lagipula mereka juga udah sempet rapihin foto-fotonya, aku belom sempet nih dari kemaren-kemaren, masih dikejer tugas-tugas kantor... (Hmm.. alasan atau beneran ya?)

Hmm....

Hmmmm...

Hmmmmmmm...

Jadi cerita apa donk?

Oh iya, ada yang perhatiin bulan dan bintang dua malam ini? Hari senin malam, di atas bulan sabit ada satu bintang menggantung. Kesannya bagus banget deh, kayak dua orang yang baru aja saling bertemu setelah sekian lama (Menghayal mode). Hari selasa malam, bintang itu berpindah tempat, kali ini sudah dibawah sang bulan sabit dan jaraknya agak jauh dibanding hari senin malam. Kesannya mereka terpaksa berpisah lagi padahal baru ketemu satu malam (Menghayal mode kembali diaktifkan). Sayangnya di dua malam itu sang bulan dan sang bintang ngga aku foto, karena di foto pun hasilnya akan terlalu kecil. Yah pokoknya silakan dibayangkan aja deh, syukur-syukur kalo emang ngeliat bulan sabit dan bintangnya dua malam lalu. Aku ngeliatnya sekitar jam tujuh malam, pulang kantor. Kelihatan jelas banget kok posisinya, karena di sekitarnya ngga ada bintang lain. Nah pertanyaannya, adakah di sini yang tau mengenai perbintangan? Karena aku penasaran, bintang apakah itu?

Kata mama juga apa... jadilah anak rajin...

Udah lama ngga update blog. Sebenernya banyak hal yang mau aku ceritain, wah udah ngga tau lagi mesti mulai dari mana saking banyaknya bahan. Tapi apa daya, aku terjangkit penyakit paling berbahaya yang pernah ada selama manusia ada di bumi. Penyakit MALAS! Menurutku itu penyakit paling akut dan berbahaya yang pernah ada, karena sekali kita malas melakukan sesuatu, maka belum tentu ada kesempatan untuk melakukan hal tadi untuk kedua kalinya, dan lagi waktu yang seharusnya di plot untuk melakukan hal itu sudah terbuang percuma. Lah? Aku nih ngomong apa sih? Hehehe… Buat yang bingung, nih tak kasih contoh:

Di suatu hari di hari minggu, Adu mau menulis --> Malas --> Malah main game --> Disuruh mama beres-beres --> Mau ngga mau harus nurut --> Beres-beres selesai, seharusnya mandi --> Malas --> Malah nonton TV --> Acara TV selesai, lapar --> Seharusnya makan --> Malas --> Malah baca komik --> Baca komik selesai, pacar keburu datang --> Hasilnya: Belum nulis, belum mandi, belum makan, pacar keburu datang… Tidaaaakkk!!!!

Kejadian di atas hanyalah rekayasa semata, bukan realitas. Kita lihat apa yang bisa di pelajari saja. Nah, terlihat kan efek yang buruk akibat malas. Cobalah merefleksikannya ke kehidupan kita sehari-hari, buanglah semua rasa malas itu sebelum menyesal.

Sekali lagi, kejadian di atas hanyalah rekayasa semata :D [Perlu dipertegas, maklum pembaca blog ini suka ngga percaya sama saya :P]

Monday, June 11, 2007

Wednesday, March 28, 2007

Pemilihan presiden (seandainya)

Mari kita berandai-andai…. Seandainya pemilihan presiden seperti melamar kerja biasa, seperti iklan-iklan yang ada di koran. Misalnya saja, ”Dibuka lowongan untuk pemilihan Presiden Indonesia tahun XXXX. Persyaratan: Minimum S1, jurusan apa saja. Pengalaman kerja minimum 10 tahun. Jujur, bertanggungjawab, berpikiran positif, mudah beradaptasi, bisa bekerja perorangan maupun dalam grup, inisiatif, berambisi, tidak mudah tergiur uang. Jika anda merasa memiliki persyaratan di atas, silakan kirim cv anda ke alamat YYYY.” Mungkin juga ditambah persyaratan-persyaratan lain yang dianggap perlu, seperti surat rekomendasi dari dosen, untuk mencegah terjadinya pemalsuan ijasah. Setelah itu CV di terima oleh badan tertentu, atau mungkin juga DPR. Kemudian diseleksilah CV yang memenuhi persyaratan.
Wawancara disiarkan secara langsung di semua saluran televisi, atau televisi tertentu saja karena proses wawancara kemungkinan akan berlangsung lama sehingga jika semua televisi acaranya sama kemungkinan lama-lama penonton akan bosan. Proses ini akan berlangsung menarik karena kita bagaikan menonton acara-acara pencarian idola seperti yang ada di beberapa stasiun televisi sekarang ini. Untuk menghindari adanya pemalsuan ijasah, ketika proses wawancara, sang pewawancara melakukan video call ke dosen yang memberikan rekomendasi. Diharapkan, ada beberapa dari rakyat yang menonton yang merupakan lulusan dari universitas sang pelamar, senhingga bisa mengklarifikasi langsung ke badan tersebut melalui line-line telepon yang telah disediakan, apakah dosen yang sedang muncul adalah benar-benar dosen univeritas tersebut atau bukan, atau bisa juga mengklarifikasi apakah sang pelamar benar-benar lulusan universitas tersebut atau bukan. Mungkin perlu juga diadakan dalam sesi wawancara, penjelasan secara singkat tentang tugas akhir sang pelamar (skripsi, tesis, ataupun disertasi). Setelah melewati beberapa proses, tentunya banyak peserta yang tersisih dan hanya tertinggal lima orang calon kuat. Dari calon sebanyak lima orang ini, kita adakan pemilu seperti biasa, jangan melalui voting sms atau telpon, karena kemungkinan besar akan terjadi banyak-banyakan sms dari pihak atau golongan tertentu. Ketika pemilihan umum berlangsung, diperlukan kejujuran dan keadilan dari berbagai pihak, agar tidak terjadi manipulasi suara. Siapapun yang terpilih, semua harus bisa berbesar hati dalam menerimanya. Proses dalam pemilihan kabinetnya juga memakai seleksi yang serupa, dan diharapkan hasilnya bisa maksimal.

Bagaimana ya seandainya itu terjadi? Seperti apakah Presiden Indonesia yang terpilih? Yang jelas, paling tidak presidennya lulusan kuliah, sehingga kalau ia berkoar-koar agar rakyatnya sekolah, masuk akal karena ia pun sekolah.

Tuesday, March 27, 2007

Bulan


Aku adalah bulan yang selalu memandangi bumi dengan sinar redupnya
Aku adalah bulan yang tak peduli seberapa pun pekatnya malam
Aku adalah bulan yang tak peduli seberapa pun sisa sinar yang kumiliki

Aku tak peduli aku sabit
Aku tak peduli aku gerhana
Aku tak peduli awan
Aku tak peduli hujan
Aku tak peduli bintang
Juga matahari
Aku adalah bulan yang selalu memandangi bumi dengan sinar redupnya

Thursday, March 22, 2007

Saturday, March 17, 2007

Wednesday, March 14, 2007

Thursday, March 08, 2007

Rexona

Pernah liat iklan rexona yang versi ballerina kan? Terus terang, menurutku iklan itu jelek banget. Di iklan itu digambarkan seorang murid yang berprestasi dalam balet, digunjingkan hanya karena ketiaknya basah. Apakah manusia sekarang hanya mementingkan penampilan saja? Kemana hilangnya tari balet yang telah dia suguhkan dengan baik? Hilang begitu saja hanya karena ketiaknya basah. 

Apakah manusia sekarang hanya bisa melihat dari sisi yang buruk? Apakah bakat seseorang langsung dilupakan hanya karena sedikit kekurangan pada fisiknya? Apakah mereka yang meledek itu sudah merasa sempurna? Apakah ketiak kering berarti baik? Bukankah berkeringat itu adalah hal yang wajar? Hal yang manusiawi? Apakah ketiak kering yang dijanjikan oleh produk rexona itu sehat? Kemana dilarikannya keringat kita yang seharusnya keluar itu? Bisakah mereka menjamin itu sehat? 

Bayangkan kalau saja itu terjadi pada kenyataan, bayangkan sang ballerina cilik itu adalah kita, saudara kita, atau anak kita. Bayangkan seandainya dia tidak menemukan rexona sebagai jalan keluar. Kemungkinan besar yang terjadi adalah ballerina cilik itu tidak akan berani lagi untuk menari ballet dan dia akan membuang bakatnya yang bagus itu begitu saja. Bayangkanlah betapa sedikit cibiran kita bisa berarti banyak bagi seseorang. Apakah kita akan merasa bangga kalau berhasil membuat orang kehilangan impiannya? Apakah kita tidak merasa berdosa sudah membuat orang kehilangan kepercayaan dirinya? Kenapa cibiran dan gunjingan itu tidak kita ganti dengan senyuman dan pujian yang bisa membuat orang senang? Apakah kita tidak ingin menjadi orang yang baik, yang berguna bagi orang lain?

Surat untuk sang penawar hati

Setahun yang lalu aku dinas keluar kota, Surabaya tepatnya. Aku menginap di salah satu hotel berbintang di sana. Setiap pagi sebelum bertugas ke kantor, aku menggunakan fasilitas sarapan yang disediakan hotel. Semua pelayannya ramah, selalu tersenyum ketika menyambut tamu. Termasuk dia. Dia yang semula tak kusadari kehadirannya. Dia yang awalnya kuacuhkan saja ketika mengambil piring kotor atau memberikan secangkir teh di mejaku. Aku mulai menyadari keberadaannya ketika tanpa sengaja aku menangkap sorotan matanya yang sedang memperhatikanku.

Semenjak itu, kuperhatikan dia sering melayani mejaku dan selalu berdiri sambil tersenyum ramah serta mengucapkan terimakasih setiap kali aku selesai sarapan. Keramahan yang wajar dari seorang petugas hotel, pikirku. Maka selalu kubalas pula senyumnya seraya mengucapkan, sama-sama.

Tanpa terasa tiga minggu sudah lewat dari hari pertama sejak aku menginap di hotel itu. Seorang temanku dikirim pada hari itu untuk membantuku mengerjakan proyek yang sedang kutangani. Temanku menginap di hotel yang sama denganku, sehingga pagi itu kami makan bersama. Ketika kami sarapan bersama, ada yang berubah. Dia berubah. Sikapnya berubah. Menjadi acuh. Tak lagi melayani mejaku. Tak lagi tersenyum saat kami selesai sarapan. Dia malah mengalihkan matanya untuk mengerjakan yang lain. Seolah-olah sengaja menghindar. Dari apa? Dariku? Kenapa? Kami tidak saling kenal. Aku tidak pernah bercakap-cakap dengannya selain mengucapkan kata, sama-sama. Hari itu, kupikir yang kurasakan hanyalah perasaanku, tapi kurasa tidak. Karena keesokan harinya, dia masih bertingkah sama. Kenapa? Kenapa dia berubah sejak melihatku sarapan bersama temanku? Kami tidak saling kenal.


Pada dua hari berikutnya, tidak kulihat dia. Kurasa dia memang tidak hadir. Kenapa? Tak peduli. Bukan urusanku. Kebetulan itu memang hari terakhirku di sana, karena aku tidak kenal jadi tidak bertemu pun tidak apa-apa. Toh kami tidak saling kenal. Ketika hendak beranjak keluar dari ruang makan, seorang pelayan menahanku dan berkata, ”Maaf, ada titipan untuk anda”. Sebuah surat. Setelah mengucapkan terimakasih, aku pun pergi meninggalkan hotel. Aku dan temanku dijemput oleh supir kantor yang akan mengantarkan kami ke bandara. Temanku duduk di depan dan aku di belakang. Di dalam mobil kubuka surat itu.

Kepada yang terhormat, seseorang yang belum pernah saya ketahui namanya,

Maaf jika surat saya ini dirasa lancang bagi anda. Saya selalu memperhatikan anda sejak pertama kali bertemu. Anda terlihat beda di mata saya. Entah kenapa tanpa sadar mata saya selalu memperhatikan anda. Maaf atas kelancangan saya dan maaf jika itu membuat anda merasa terganggu. Bagi saya, memperhatikan anda memberikan sesuatu yang berbeda pada diri saya. Ah, anda tentu tahu maksud saya. Ini mungkin aneh. Aneh bagi anda. Juga bagi saya.

Terus terang, perasaan saya tak menentu ketika melihat anda sarapan bersama dengan teman anda. Kecewa, marah, sedih, kesal, semuanya bercampur menjadi satu, sehingga tanpa disengaja sikap saya jadi berubah. Entah kenapa…. Padahal bukankah kita tidak saling mengenal? Bahkan saya tidak mengerti mengapa saya menulis surat ini. Ah, mungkin karena saya masih penasaran pada satu hal, saya belum mengetahui nama anda.

Jika anda berkenan, bersediakah anda memberitahu nama anda ke nomor yang saya sertakan pada surat ini? Saya tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin tahu nama anda.

Saya yang menunggu,

Dina (0813-14215036)

Entah apa perasaanku saat itu. Tapi respon pertamaku adalah menghubungi nomor itu lewat sms.

“Maaf jika keramahanku membuat kamu salah mengartikan. Senyumanku semata-mata hanyalah mencoba membalas keramahanmu dengan sewajarnya. Sama sekali tak terbersit dalam pikiranku selain membalas keramahanmu selama aku menginap di sini. Suratmu sampai di tanganku tepat pada waktunya, karena ini hari terakhirku di Surabaya. Pagi ini aku akan kembali ke Jakarta. Oia, namaku Nina.”

Tak lama kemudian handphone-ku berbunyi. Dibalas. ”Makasih atas balasannya mbak Nina. Baiklah kalau begitu, semoga kita bisa bertemu di lain kesempatan. (Dina)”

Hari ini, aku kembali lagi ke hotel ini. Seperti biasa, dinas. Tanpa sadar, kucari sosoknya. Dia tidak ada. Kenapa? Untuk apa kucari sosoknya? Toh kami tidak saling kenal. Ah, apa yang kurasakan ini? Mengapa aku mencari sosoknya?

Tamat.

Saturday, February 24, 2007

Update nih!








[Klik foto untuk memperbesar]



Sebagai seseorang yang bekerja, kita perlu tahu kapan waktunya serius dan kapan waktunya santai, kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya bersenang-senang. Setiap orang punya ukuran yang berbeda-beda, punya selera yang berbeda-beda, dan punya kegiatan yang berbeda-beda. Umumnya, senin sampai jumat selama jam kerja adalah waktu bekerja. Sabtu, minggu, dan waktu-waktu diluar jam kerja adalah waktu bagi kehidupan pribadi kita. Begitu juga bagiku, kecuali ada hal-hal mendesak yang menyebabkan aku harus merelakan waktu demi pekerjaan kantor. Betapa beruntungnya orang-orang yang memiliki pekerjaan yang memang merupakan bagian dari hidupnya. Bukan berarti aku tidak menyukai pekerjaanku. Aku menyukainya, I really do! Tapi terkadang, aku masih sering membayangkan seandainya bisa mendapatkan pekerjaan yang memang merupakan bagian dari hidupku. 

Misalnya, dengan menulis blog aku dapet duit. Uhui! Enak bener kalo bisa terjadi. Atau dengan menulis puisi, tapi ini ngga mudah juga soalnya nulis puisi tergantung mood sih, atau mengedit-edit foto, atau lainnya yang menyenangkan, hehehe…. Yah, sambil mengkhayal, aku tetep menikmati kerjaanku yang sekarang kok. Contohnya aja sekarang, aku lagi di medan, kerja dari pagi sampe malem, tapi sabtu dan minggu aku plot untuk senang-senang. Hari sabtu tanggal 11 Februari 2007, aku jalan-jalan seharian bareng teman-teman, liat pemandangan danau toba dari sipiso-piso, naik kuda di gundaling, makan siang di rumah makan gundaling, diakhiri dengan mandi air panas di laudebu-debu (Kenapa doyan amat mengulang kata ya?). Hari minggu santai-santai di hotel, nonton tv, denger lagu, buat blog, dan sebagainya. Hasilnya? Batere badan full kembali dan senin siap bekerja lagi! :D 

Kejadian kayak gini ngga cuma terjadi di medan, waktu aku di Surabaya juga aku jalan-jalan di hari minggu. Kenapa ngga hari sabtu? Karena hari sabtunya kerja. (Hiks!) Tapi ngga pa pa, just enjoy your life! Ada yang bilang kerja sering ke luar kota itu enak, tapi ada juga yang bilang ngga enak. Kalo menurutku, ada enaknya, ada ngga enaknya. Tapi lupakanlah yang ngga enak, soalnya kalo yang kita inget cuma ngga enaknya, bisa stress sendiri. Buat apa hidup kalo isinya cuma stress dan mengeluh? Buang-buang waktu. Man! Banyak hal baik yang bisa dilihat dalam hidup ini. Jadi, kenapa harus focus ke yang jelek? Yo wes, malah jadi ngelantur. Sebagai bukti bersenang-senang, tuh di atas aku pasang foto-fotoku waktu di Surabaya dan Medan, sambil tetep mengkhayal, kapan yaa bisa menyalurkan hobi yang berbuah uang? Teteuup!

Thursday, January 11, 2007

Untuk sebuah ruang

[Under file: Puisi]

Dulu ruang itu telah terisi
Semuanya tentang dirimu
Semenjak kau pergi, kubiarkan tempat itu apa adanya
Agar jika kau kembali, ruang itu seperti sediakala
Bertahun-tahun kau tak kembali
Bertahun-tahun aku pun hanya terdiam menunggu
Sungguh bodoh! Berharap kau datang
Teryata itu hanya ilusi
Telah habis masaku menunggumu
Kuberanikan diri membuka ruang itu
Kubuang segalanya tentang dirimu
Kini kuberharap kau tak kembali
Karena tak ada lagi ruang milikmu
Kini telah menjadi milik orang lain



*Sindrom baca novel*

Tuesday, January 09, 2007