Tuesday, September 18, 2007

Update

Wah, maap saudara-saudara... ngga nyadar ternyata udah lama ngga buka dan ngga update blog. Hehehehe.... :P Ya udah, daripada sepi, ini ada cerpen yang belum dikasih judul. Silakan dinikmati.
.
Belum ada judul.
.
Bukan aku namanya kalau tidak tegas. Hari ini aku harus bertemu Mas Parto, dan mengatakan semuanya. Di café Ibu Idah, jam lima sore. Aku harus tepat waktu. Aku tidak ingin terlambat datang. Aku harus tiba lebih dulu, Mas Parto pasti baru sampai jam lima lewat, karena dari kantornya paling cepat sepuluh menit ia sampai di café Bu Idah.

Dia datang. Dengan kemeja lengan pendek berwarna putih bergaris vertikal, dipadu dengan celana bahan berwarna hitam, dia tampak sangat tampan. “Sial! Mengapa di saat seperti ini dia justru tampil sempurna?” batinku. Aku pun tak kalah serasi di matanya, aku memakai terusan berwana putih bergaris, senada dengan kemejanya, memakai sepatu hak tinggi berwarna putih, tas putih. Entah kenapa aku hari ini ingin bernuansa putih. Tuhan, jika kami harus tampil serasi, mengapa harus hari ini? Mengapa bukan dulu saat kami pergi ke pernikahan si Yani, atau ketika bertemu kawan-kawan lama mas Parto, atau ketika pergi berdua jalan-jalan? Atau kapan saja di masa lalu? Tapi kenapa harus hari ini?

”Ada apa memintaku ke sini Mir?” tanyanya sambil tersenyum. Ditanya begitu aku malah jadi bingung. ”Pesen minum dulu mas, jangan terburu-buru. Ayo silakan, aku udah pesen duluan tadi.” Akhirnya malah itu yang keluar dari mulutku. Lima menit, sepuluh menit, setengah jam berlalu dan aku masih belum bisa bicara tentang pokok pembicaraan, malah bahan obrolan kami semakin melebar ngawur.

”Ada apa sih? Apa kamu mau minta putus? Apa nikah? Atau kamu udah ditunangkan? Apa kamu hamil dengan laki-laki lain? Atau apa? Bicara Mir?! Aku malah pusing kalau kamu ngomong ngalor ngidul ngga jelas begini. Aku juga harus pulang. Anak istriku pasti sudah menunggu di rumah.”

”Mas, aku ….” Kalimat itu menggantung begitu saja tanpa ada lanjutan. Mas Parto menunggu lanjutan kalimat itu dengan wajah datar. Hening.

”Aku…. "
.
.
Tamat? Tentu saja belum. Maaf ya kalo bikin penasaran. Sebenernya aku abis ngutak-ngatik folder lama dan ketemu cerpen setengah jadi. Kenapa setengah jadi? Karena biasanya pas cerpennya udah jadi setengah, tiba-tiba rasa malas menyerang. Yah jadi mohon dimaklumi lah.... Saking lamanya ngga diterusin, aku udah lupa dulu mau bikin konflik apa dan tamatnya gimana. Yah jadi monggo saja, barangkali ada tips-tips atau masukan-masukan, aku terima.

1 comments:

winterfall said...

i'm proposing title "erase and rewind".

hehe..maen2 ke blog ah Nal..cari cemilan bentar..