Thursday, January 11, 2007

Untuk sebuah ruang

[Under file: Puisi]

Dulu ruang itu telah terisi
Semuanya tentang dirimu
Semenjak kau pergi, kubiarkan tempat itu apa adanya
Agar jika kau kembali, ruang itu seperti sediakala
Bertahun-tahun kau tak kembali
Bertahun-tahun aku pun hanya terdiam menunggu
Sungguh bodoh! Berharap kau datang
Teryata itu hanya ilusi
Telah habis masaku menunggumu
Kuberanikan diri membuka ruang itu
Kubuang segalanya tentang dirimu
Kini kuberharap kau tak kembali
Karena tak ada lagi ruang milikmu
Kini telah menjadi milik orang lain



*Sindrom baca novel*

2 comments:

Anonymous said...

Hello!

Nice site, keep up the good work .

http://buy-phentermine.hem.nu BUY PHENTERMINE
BUY PHENTERMINE
http://buy-phentermine.hem.nu buy phentermine
http://buy-phentermine.hem.nu phentermine online
http://buy-phentermine.hem.nu order phentermine
http://buy-phentermine.hem.nu cheap phentermine
http://buy-phentermine.hem.nu buy phentermine online
http://buy-phentermine.hem.nu phentermine diet pill
http://buy-phentermine.hem.nu phentermine online pharmacy
http://buy-phentermine.hem.nu phentermine prescription
http://buy-phentermine.hem.nu what is phentermine
http://buy-phentermine.hem.nu free phentermine

della said...

KAMULAH PUISI ITU

tadi pagi aku menulis puisi lagi,
syairnya masih menuju kamu
aku masih keras berharap,
menyemai dan menyuburkan mimpi di setiap lekuk dan celah
pada hari-hari belakangan ini
padahal, toh tak ada lagi artinya,
meski rindu menjuntai tak gugur-gugur
ini bukan salah siapa-siapa
karena kesalahan ada pada mereka yang jatuh cinta
dan kali ini,
akulah yang jatuh
hari-hari yang gegasnya sama setiap hari,
tak juga membawa jawaban pasti
Jika tak lagi bisa berharap pada waktu,
hidup yang bagaimanakah yang akan kita bicarakan?
sementara hati meratapi rindu,
keraguan terus membungkus,
sedangkan malam semakin larut
apa yang kuharapkan dari kejemuan ini?
hanya merasa semakin tak berarti, pertanyaan-pertanyaan kujawab dan kubisikkan sendiri
sambil menenangkan galau,
harapku tak kunjung selesai
sekian jejak yang tertinggal di hari yang telah lewat
tak satu pun yang tergurat lama
diam dan menikmati rasa,
walau tak tertebak ujung jejak hingga di mana
sudahilah pembicaraan yang menjelma berkepanjangan ini
aku yang pergi,
jauh sebelumnya aku juga sudah lama pergi
tidak apa-apa,
kita tetap akan bertemu
aku tak lagi menunggu gerimis jatuh,
tak lagi berharap hujan teduh
aku hanya menikmati cuaca
esok,
aku akan kembali menulis puisi
entah kau atau bukan syairnya,
aku pasti baik-baik saja

*MELLOW MODE: ON*

Numpang buang sampah ya, Du ;p