Tuesday, March 15, 2016

Sunday, March 13, 2016

Nikmat yang (kadang) terlupa

Beberapa waktu yang lalu aku sakit flu, lalu karena biasanya sakit ini akan sembuh dengan istirahat yang cukup (insyaa Allah), maka aku pun memutuskan untuk istirahat menulis.

Alhamdulillah flu pun sembuh.

Tapi setelah itu muncul sakit baru, yaitu sakit malas, alias berhenti menulisnya jadi keterusan, kelamaan. Saat itulah, aku jadi teringat hadits ini:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Sumber dari sini.

Betul sekali. Terkadang ketika punya kesehatan dan waktu luang, kita justru menyia-nyiakannya. Ketika salah satu atau keduanya tidak ada, baru dua nikmat itu terasa berharga sekali. Bagi yang sibuk, tentu terasa sekali bahwa waktu luang itu berharga. Begitu juga dengan yang sakit, terasa betul bahwa kesehatan itu sangat berharga.


Jangankan ketika mengalami sakit yang berat, ketika mengalami sakit yang dianggap ringan seperti flu juga kesehatan akan terasa berharga sekali. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, dan saat seperti itulah biasanya baru kita akan bersyukur akan kesehatan yang selama ini kita nikmati. Apakah harus menunggu sakit dulu baru bersyukur? Jangan. Kalau sekarang sedang sehat, bersyukurlah. Gunakan kesehatan itu untuk beramal shalih. Kalau sekarang sedang sakit, bersabarlah, dan tetaplah bersyukur, semoga penyakit itu jadi penggugur dosa-dosa. Aamiiin.

Friday, March 11, 2016

Siapa pencipta shower?

Kalau dulu di dalam kamar mandi masih menggunakan bak atau ember dengan gayung, di jaman sekarang kebanyakan kamar mandi sudah menggunakan shower. Penggunaan shower yang menetes seperti air hujan diharapkan bisa lebih efisien dibanding menggunakan bak dengan gayung, apalagi bathub. Tapi siapakah sesungguhnya pencipta shower?

Kaum yunani kuno diyakini sebagai orang-orang yang pertama kali menciptakan shower. Saluran air yang mereka miliki memungkinkan air dipompa sehingga mengeluarkan air seperti pada shower.

Shower mekanik pertama yang dioperasikan oleh pompa tangan, telah dipatenkan di Inggris pada tahun 1767 oleh William Feetham, pembuat kompor dari Ludgate Hill London. Shower ini menggunakan pompa untuk membuat air naik ke atas kepala, kemudian si pengguna akan menarik sebuah rantai untuk membuat shower bekerja. Bagaimanapun, sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan, antara lain belum memiliki sistem air panas dan juga  sistem ini akan mendaur ulang air kotor yang sama melalui setiap siklus.

Shower modern pertama kali dipasang di barak tentara Perancis pada 1870-an di bawah bimbingan François Merry Delabost, seorang dokter Prancis dan penemu. Shower yang diciptakan adalah communal shower, yaitu beberapa shower yang terhubung dan bekerja sekaligus sehingga dapat dipakai untuk beberapa orang, dengan alasan lebih efisien dan higienis.

Shower tipe ini menggunakan mesin uap untuk memanaskan air dalam waktu kurang dari lima menit, hingga delapan tahanan bisa mandi secara bersamaan dengan hanya dua puluh liter air. Sistem ini kemudian diadopsi oleh tentara lainnya, yang pertama adalah Prussia pada tahun 1879. Kemudian diadopsi oleh asrama, sebelum dipasang di tempat pemandian umum. Shower pertama di pemandian umum adalah pada tahun 1887 di Wina, Austria. Di Perancis, pemandian umum dan shower didirikan oleh Charles Cazalet, pertama di Bordeaux pada tahun 1893 dan kemudian di Paris pada 1899.

Itulah sekilas tentang shower, dengan terjemahan bebas. Kalau mau tahu lebih lengkapnya bisa di baca di sini.


Wednesday, March 09, 2016

Anak suka mengamuk saat minta dibelikan mainan? Mungkin ini penyebabnya.

Pernahkah suatu ketika saat ke pasar, ke mall, ke supermarket, anak kita merengek minta mainan? Ada yang bahkan sampai mengamuk berguling-guling. Supaya ngga malu, akhirnya orangtuanya mengambil jalan pintas agar anaknya diam.

Mainan itu dibelikan.

Keadaan ini biasanya bermula dengan dialog yang kurang lebih seperti ini:

“Ma, mau mainan ini?”
“Ngga boleh.”
“Mau ini!”
“Ngga boleh!”

Kemudian anak menangis. Karena malu dan ngga tega, akhirnya mainan pun dibelikan. Ini namanya tidak konsisten, tadi tidak boleh sekarang boleh.

Lalu apa yang ada di pikiran anak? Oh, kalau menangis artinya permintaan akan dikabulkan, mainan akan dibelikan. Secara logika masuk akal bukan?

Kemudian berikutnya terjadi lagi, saat ini orangtua mulai tahan dengan tangisan anak. Maka anak akan menangis lebih kencang. Dan kalau pada titik ini permintaan anak kembali dikabulkan (minta mainan, makanan, atau apa pun) maka anak akan berpikir bahwa semakin kencang menangis maka permintaan akan dikabulkan.

Kemudian kalau terjadi lagi, dan orangtua semakin tahan dengan tangisan anak yang kencang, maka anak akan menangis dan mengamuk. Kalau ketika ini orangtua tetap mengabulkan, maka kemungkinan besar menangis dan mengamuk akan menjadi kebiasaan anak saat meminta sesuatu.

Apa salahnya sebelum berangkat buat perjanjian, “nanti di sana ngga beli mainan ya.”

Atau kalau kasihan pada anak bisa juga belikan yang lain, anggap saja sebagai hadiah karena si anak sudah berbaik hati menemani kita belanja. Katakan saja begini misalnya, “Nanti di sana ngga beli mainan ya. Tapi kalau kamu bisa anteng nemenin mama belanja, pulangnya mama beliin donat.”

Atau memang dari awal janjikan saja belikan mainan, “Nanti kalau kamu anteng, pulangnya mama belikan mainan, kamu boleh pilih satu, tapi yang harganya di bawah dua puluh ribu ya.”

Atau bisa apa pun, tergantung kita. Tapi ingat, buat perjanjiannya SEBELUM BERANGKAT. Dan yang lebih penting, TEPATI! Jangan PHP alias Pemberi Harapan Palsu.

Kalau anak sudah terlanjur terbiasa mengamuk bagaimana? Ya tetap lakukan perjanjian sebelum berangkat, kalau dia minta mainan maka ingatkan dia tentang perjanjian awal. Kalau ada tanda-tanda mau mengamuk langsung saja pulang daripada malu. Yang penting tetap melaksanakan janji awal. Kalau belum selesai belanja maka lanjutkan belanja lain kali. Atau kalau memang belanja itu penting, supaya tidak terganggu, lebih baik anak tidak diajak.


Semoga bermanfaat. 

Tuesday, March 08, 2016

Maco dan Badu Episode 8: Menjaga kebersihan


Sudah lama Badu tidak merekam video. Kenapa? Ternyata ada hal yang perlu dilakukan Badu. Apa itu? Yuk kita nonton di video ini.


Dalam video ini juga Badu menjelaskan tentang pentingnya menjaga kebersihan. Tapi bukan kebersihan badan saja yang perlu dijaga. Ada lagi yang perlu dijaga. Apa itu? Yuk cari tahu dalam video ini.