Tuesday, January 24, 2012

Imlek, hindari cibubur


Berdasarkan pengalaman gw pada tahun 2008 dan pengamatan gw pada tahun-tahun berikutnya, termasuk imlek kemaren, gw menyimpulkan bahwa pada hari imlek, gw menyarankan: Hindari cibubur! Terutama kota wisata. Kenapa?

gambar dari sini
Sebab di kota wisata ada tempat yang namanya kampung cina, disana jual segala pernak pernik yang berhubungan dengan imlek, dan pada hari imlek ada pertunjukan barongsai dan sebagainya. Loh, kenapa harus dihindari? Macetnya bo! Itu orang-orang udah pada antri dari pagi dan menyebabkan parkir sampe malem. Belom lagi ditambah jalur kota wisata yang lebar itu dijadiin lahan parkir di sisi kiri dan kanannya, menyebabkan sisanya tinggal satu jalur.


Pengalaman gw tahun 2008, waktu itu rumah gw baru jadi, gw sama temen-temen cuma maen aja ke rumah yang baru jadi, santai-santai dan ngobrol ngalor ngidul. Sekitar jam lima sore semua sepakat buat bubar, pulang. Ngga taunya jalan ke gerbang depan macet, putar balik, nyoba jalan belakang, keadaannya sama aja. Akhirnya balik lagi ke gerbang depan, karena mikirnya mungkin gerbang depan akan lebih lancar karena jalannya lebih lebar, sementara jalan belakang satu jalur dan jalannya rusak-rusak. Pendek kata, baru sampe rumah jam setengah sembilan malem, waktu itu gw masih di daerah slipi, rumah ortu. Bayangin, cibubur-slipi dari jam lima sampe setengah sembilan, dan yang paling lama justru di dalam kota wisatanya. Traumanya masih sampe sekarang, begitu juga temen-temen gw.

Tahun 2009 dan 2010 ngga berani kemana-mana, belajar dari pengalaman. Dan survey membuktikan emang keadaannya masih begitu-begitu juga. Tahun ini juga begitu, tapi diliputi rasa penasaran, akhirnya semalem jam tujuh jalan keluar, pengen liat udah lancar atau belum. Hasilnya? Jarak tempuh yang biasanya dilalui kurang dari sepuluh menit jadi hampir satu jam!

Jadi kesimpulan gw tetep: Imlek, hindari cibubur! Atau, datanglah di atas jam sepuluh malem!

0 comments: