Friday, August 14, 2015

Alhamdulillah, terimakasih zoobe

Gw kepingin banget anak gw bisa hapal Al-Quran, minimal juzz 30 aja sebelum dia masuk SD. Dulu waktu dibawah umur 5 tahun memang lebih mudah, tapi makin kesini makin ada tantangannya, sebab dia udah bisa mengungkapkan dan menunjukkan rasa bosan. Kepinginnya sih bisa ngajak hapal Al-Quran tanpa terpaksa, gw ngga mau dia benci Al-Quran, gw mau dia cinta Al-Quran.

Alhamdulillah, waktu lagi cari aplikasi animasi di playstore, gw nemu aplikasi namanya zoobe. Dengan zoobe, kita tinggal pilih tokoh kartunnya dan rekam suara, nanti zoobe sendiri yang otomatis siapin gerakan si tokohnya. Untuk variasi ada pilihan ganti background scene sama atur voice pitch. Kekurangannya, cuma bisa maksimal 30 detik, jadi untuk satu surat mesti dipotong jadi beberapa video.

Hasilnya kayak gini:



Wednesday, August 12, 2015

Cerpen: Kisah Gadis Kecil dan Garku si Kucing Kuning

Tulisan di bawah adalah cerita dari adik gw ketika sedang bermain cerita-ceritaan dengan anak gw dalam perjalanan menuju I-city, Shah alam. Karena menurut gw ide ceritanya bagus, maka gw tulis deh. Aslinya tokohnya anak kecil dan kadal, tapi gw ngga suka kadal jadi ganti kucing, udah gitu gw edit juga di sana-sini karena sempet ngga konsen dengernya.

Cerpen: Kisah Gadis Kecil dan Garku si Kucing Kuning

Gadis kecil duduk di tepi jendela, dia menatap hujan di luar sana. Gadis kecil teringat pada kata-kata ibunya, bahwa saat hujan adalah saat dimana kemungkinan besar doa dikabulkan. Ibunya juga pernah berkata, bahwa jumat sore adalah hari dimana doa dikabulkan. Dan hari itu adalah hari jumat sore dengan hujan.

Tapi Gadis kecil tahu, bahwa ada doa-doa yang tidak mungkin dikabulkan, seperti doanya dahulu, yaitu meminta kepada Tuhan untuk menghidupkan ibunya kembali. Karena itu, kini Gadis kecil mengganti doanya. Dia berharap mendapat sahabat, agar tidak kesepian.

Miau..” sayup-sayup terdengar suara kucing dari luar. Ternyata di dekat pintu ada kucing kecil kehujanan, badannya basah kuyup. Gadis kecil segera mengambil payung kecilnya dan menghambur keluar. Neneknya memanggilnya tetapi Gadis kecil tak mendengar. Ketika Gadis kecil masuk rumah sambil memeluk kucing kecil yang kebasahan, tahulah Nenek apa alasan Gadis kecil keluar.

“Kasihan nek... lagipula dia lucu...” kata Gadis kecil sambil mengeringkan badan si kucing. Bulunya berwarna kuning bergaris putih tipis, dan bagian kakinya putih saja, seperti memakai sepatu putih.

“Mirip Garfield ya nek?”

Garfield itu siapa?”

“Ihh Nenek.. itu loh film kucing gendut yang pernah aku tonton.”

“Oh iya nenek lupa.”

“Tapi dia kurus, kalau begitu aku beri nama Garku saja deh, Garfield Kurus.”

“Tapi dia betina lho sayang.”

“Ngga apa-apa Nek, aku bawa Garku ke kamar ya Nek..” kata Gadis Kecil sambil menggendong Garku.

“Halo Garku, kamu mirip Garfield deh, jangan-jangan kamu bisa bicara juga ya seperti Garfield?” tanya Gadis kecil begitu sampai di kamar.

“Halo Gadis Kecil, terimakasih ya sudah membawaku kemari, sekarang aku kering dan hangat.”

Gadis kecil terkejut dan menjatuhkan Garku dari gendongannya.