Friday, November 09, 2012

MLM, halal atau haram?

Wah topiknya agak sensitif nih, karena jaman sekarang banyak sekali orang yang mengikuti MLM. Aku bukan orang yang ahli, dan aku juga tidak tahu apakah yang akan aku kutip ini berlaku bagi semua sistem MLM atau tidak. Mungkin kalau mau lebih jelas bisa beli bukunya atau tanya penulisnya langsung.

Menurut buku yang aku baca, yaitu buku Harta haram muamalat kontemporer, penulis Dr. Erwandi Tarmizi, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa MLM haram. Penjelasan lengkapnya ada di dalam buku dan akan terlalu panjang jika disalin di sini. Maka aku hanya akan mengutip beberapa bagian saja.

---------- awal kutipan ----------
1. Sistem MLM mengandung riba fadhl dan nasi'ah.
Setiap anggota menyerahkan uang dalam jumlah kecil untuk mendaptkan uang yang lebih besar. Ini berarti uang ditukar dengan uang dengan nominal tidak sama dan tidak tunai. Inilah riba yang diharamkan berdasarkan teks Al-Quran dan hadis, beserta 'ijma.
Sedangkan status barang/produk yang ditawarkan hanyalah sebatas kedok, karena barang bukanlah tujuan orang yang ikut dalam jaringan tersebut. Dengan demikian keberadaan barang tidak mempengaruhi hukum (menjadi halal).

2. Sistem MLM mengandung unsur gharar (spekulasi) yang diharamkan syariat.
Karena setiap orang yang ikut dalam jaringan ini, ia tidak tahu apakah akan berhasil merekrut anggota (downline) dalam jumlah yang diinginkan atau tidak. Sedangkan jaringan ini sekalipun terus beroperasi, suatu saat pasti akan terhenti, maka pada saat ia bergabung ke dalam jaringan ia tidak tahu, apakah ia berada pada tingkat atas dengan demikian dia akan beruntung. Ataukah dia berada pada tingkat bawah dengan demikian dia akan rugi.
Dan kenyataannya, sebagian besar anggota jaringan menderita kerugian dan hanya sebagian kecil saja yang meraih keuntungan.
Dengan demikian, persentase terbesar adalah rugi, inilah hakikat gharar. Yaitu, keberadaannya antara untung dan rugi, dengan rasio rugi lebih besar.
Dan nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang gharar, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahih.

3. Sistem MLM mengandung unsur memakan harta manusia dengan cara yang batil.
Karena yang mendapat keuntungan dari sistem ini hanyalah perusahaan MLM dan sejumlah kecil anggota dalam rangka mengelabui orang-orang untuk ikut bergabung.
Dalam hal ini teks Al-Quran sangat jelas mengharamkan praktik ini. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil. (An-nisaa:29)

4. Sistem MLM mengandung unsur penipuan, menyembunyikan cacat, dan pembohongan publik. Dari sisi penyertaan barang/produk dalam jaringan, seolah-olah ini adalah penjualan produk padahal sesungguhnya yang terjadi bukanlah demikian. Dan dari sisi menjanjikan bonus yang sangat besar, namun jarang diperoleh setiap anggota. Ini adalah penipuan yang diharamkan syariat.
---------- akhir kutipan ----------

Mungkin gampangnya begini kali ya,
untuk poin nomor satu: kalau ngga diiming-imingi bonus, kamu tetap beli ngga produknya? Atau cari produk lain yang lebih murah, lebih bagus, lebih sreg di hati?
untuk poin nomor dua: kita ngga tahu berapa banyak teman kita yang sudah bergabung ketika kita bergabung. Jika kita termasuk yang awal bergabung, maka besar kemungkinan kita mengajak teman-teman kita. Jika kita termasuk yang terakhir bergabung, maka akan lebih sulit mencari teman yang mau bergabung.
untuk poin nomor tiga dan empat penjelasannya cukup jelas.

Tuesday, November 06, 2012

Sistem dropshipping dalam pandangan islam

Dengan maraknya bisnis online jaman sekarang, makin berkembang pula metode dalam berbisnisnya, salah satunya adalah sistem dropshipping.

Apa itu dropshipping?

Pengertian "dropshipping" adalah penjualan produk yang memungkinkan dropshipper (reseller) menjual barang ke pelanggan dengan bermodalkan foto dari supplier/toko (tanpa harus menyetok barang) dan menjual ke pelanggan dengan harga yang ditentukan oleh dropshipper.Setelah pelanggan mentransfer uang ke rekening dropshipper, dropshipper membayar kepadasupplier sesuai dengan harga beli dropshipper (ditambah dengan ongkos kirim ke pelanggan) serta memberikan data-data pelanggan (nama, alamat, no. ponsel) kepada supplier. Barang yang dipesan akan dikirim oleh supplier ke pelanggan/pembeli. Namun, yang menarik, nama pengirim yang tercantum tetaplah nama si dropshipper. (Dikutip dari:
http://pengusahamuslim.com/dropshipping-usaha-tanpa-modal-dan-alternatif-transaksinya-yang-sesuai-syariat)

Banyak pengusaha online yang sekarang beredar sebenarnya adalah dropshipper, jadi mereka tidak memiliki barang yang dijualnya. Aku pun termasuk salah satu orang yang pernah melakukan sistem ini dalam berjualan online.

Itulah salahnya orang jaman sekarang, terkadang ada hal baru dan banyak orang melakukannya, lantas mengikutinya tanpa mencari tahu lebih dahulu bagaimana sebenarnya hukumnya, apakah halal atau haram? Apakah memang kita sudah memasuki jaman yang pernah disebut Rasulullah SAW, di mana orang-orang sudah tidak peduli lagi dengan halal dan haram?
Bukan lagi jamannya kita cuma berkutat pada daging babi dan minuman keras, karena jaman semakin maju, banyak hal haram yang menyusup di antara kita seolah-olah itu hal yang biasa dan kita melakukannya.Contohnya: riba. Apa praktek riba yang banyak dilakukan umat muslim sekarang? Bank konvensional, asuransi konvensional, kartu kredit, KPR.

Padahal sebagai umat muslim yang hidup di jaman sekarang, kita jarus jeli dalam memandang segala hal, kita harus bisa memilah yang halal dan yang haram. Jika ada hal yang kita ragu kehalalannya, maka hindarilah agar kita selamat, sesuai hadits Rasulullah SAW ini:

An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'" (HR. Bukhori)

Lalu bagaimana sebenarnya hukum dropshipper itu?

Sebagai umat muslim, tentu kita mencari jawaban dari al-Quran, hadits, atau 'ijma para ulama. Dan aku menemukan hadis berikut dari buku "Harta haram muamalat kontemporer" dengan penulis Dr. Erwandi Tarmizi.

"Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam, ia berkata, "Wahai Rasulullah! Seseorang datang kepadaku untuk membeli suatu barang, kebetulan barang tersebut sedang tidak kumiliki, apakah boleh aku menjualnya kemudian aku membeli barang yang diinginkan dari pasar? Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jangan engkau jual barang yang belum engkau miliki!" (HR. Abu Daud. Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak halal menggabungkan akad pinjaman dan jual beli, tidak halal dua persyaratan dalam satu jual beli, tidak halal keuntungan barang yang tidak dalam jaminanmu dan tidak halal menjual barang yang bukan milikmu." (HR. Abu Daud. Menurut Al-Albani derajat hadis ini hasan shahih).

Dari dua hadis di atas jelas bahwa dropshipper yang mengikuti pengertian di atas adalah jelas haram.
Lagipula kalau kita tilik lebih teliti, memang ada unsur penipuan di sana. Dropshipper berlaku seolah-olah dia memiliki barang padahal tidak. Dan suplier berlaku seolah-olah dia adalah dropshipper ketika mengirim barang padahal bukan. Padahal Allah melarang kita untuk menipu, melarang kita untuk menzhalimi orang lain, sekecil apapun itu. Maka bagi yang pernah atau sedang melakukan sistem dropshipper segera bertaubatlah, mintalah ampun pada Allah, dan berhentilah dari sistem dropshipper.

Lalu bagaimana dengan orang yang ingin berbisnis dengan modal kecil, seperti yang ditawarkan sistem dropshipping? Ada solusinya, yang insyaallah halal yaitu: Lakukan sistem pemesanan. Jadi kalau ada pembeli yang ingin membeli barang yang belum kamu miliki, jujur saja bilang kamu ngga punya barangnya tapi kamu bisa pesanin, dan akad jual beli belum terjadi di sini, pembeli pun belum mengeluarkan biaya apa-apa. Saat kamu sudah punya barangnya, baru jual, baru akad jual beli terjadi di sini. Rejekinya insyaallah halal.

Seandainya pembeli tidak jadi beli, dengan alasan apapun, itu memang resiko penjual, anggap saja jadi stok barang. Hal ini biasanya diistilahkan dengan "hit and run", udah pesen tapi ngga jadi beli. Iklankan saja lagi sambil berdoa semoga Allah memberikan pembeli yang lain pada kita.
Selain itu, ketika mencari pengertian dropshipper yang baik, ternyata di pengusahamuslim.com juga mengulas solusinya. Coba saja buka link kutipan pengertian dropshipper di atas.
Alhamdulillah Islam itu memang rahmat bagi seluruh alam, jadi segala hal dalam kehidupan sudah ada aturannya di sini. Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Wallahu a'lam.

Spreinya kakaaak!

Numpang iklan di blog sendiri. Maaf yaaa.... Soalnya aku tahu para blogger di sini adalah para penulis sejati, jadi kayaknya kalo postingannya jualan, blognya agak-agak ternodai gimana gitu *taelaaahhh*

Ok, lets make it short!

Aku jualan sprei berbagai motif, bagus-bagus, lucu-lucu, bahannya adem, ada dua jenis bahan, panca agung/cvc dan katun jepang/satin jepang. Lebih detailnya bisa di lihat di http://morelee.multiply.com, atau di facebook aku juga ada di album sprei.

Mampir yaaaa... Makasih... Lebih makasih lagi kalo beli :p

Sunday, November 04, 2012

Penjagalan ayam dan tinjauan syar'i

Udah lama nih ngga ngeblog, gara-gara susah nyari ayam yang masih disembelih orang.. Eh apa hubungannya? Ngga ada sih, aku cuma mau nyambung-nyambungin aja, soalnya mau bahas topik mengenai hukumnya ayam yang disembelih pake mesin dalam islam :p

Jadi begini, aku lagi baca buku yang judulnya harta haram muamalat kontemporer, penulisnya Dr. Erwandi Tarmizi. Bukunya bagus, cukup lengkap, dan cukup up to date mengenai praktek-praktek jual-beli yang ada sekarang ini, misalnya aja tentang jual beli online.

Pas lagi baca-baca, salah satu bahasannya adalah mengenai praktek penjagalan ayam yang menggunakan mesin. Terus terang, di pasar deket rumah, abangnya bilang kalo ayam-ayam di sini disembelihnya pakai mesin, ngga ada yang pake tangan, huhu lalu gimana dong? Yang aku tahu, di pasar dekat rumah orangtuaku tuh yang masih ada penjual ayam yang sembelih sendiri, di pasar slipi.
Emang gimana sih hukumnya? Aku bukan ahlinya, jadi aku kutip saja dari bukunya ya.. Ada di halaman 44.

----------- awal kutipan ----------
Proses penjagalan terjadi sbb:
Ayam digantung kakinya, dengan demikian kepalanya mengarah ke tanah, lalu gantungan tersebut bergerak menuju tempat berikutnya, di tempat ini ayam disiram dengan air dingin, terkadang air tersebut dialiri muatan listrik, lalu ayam digerakkan ke tempat selanjutnya dimana tersedia besi tipis tajam berbentuk bundar sehingga puluhan ayam yang digantung berputar mengitari pisau otomatis tersebut dapt disembelih dalam sesaat, kemudian setelah disembelih, ayam digerakkan ke tempat berikutnya, yakni bak besar berisi air hangat yang suhu panasnya kurang dari 100 derajat celcius, lalu ayam direndam agar mudah untuk mencabuti bulu-bulunya, lalu prosesnya dilanjutkan untuk siap dipasarkan.


Dari penjelasan tentang cara penyembelihan ayam dengan alat moden di atas, dapat disimpulkan bahwa:
- Penyiraman air yang bermuatan listrik untuk membius ayam, memang secara umum tidak menyebabkan kematian terhadap ayam, akan tetapi bila ayam dalam kondisi sakit mungkin saja penyiraman air itu menyebabkan kematian ayam sebelum di sembelih, bila ini terjadi jelas bahwa hukum ayam tersebut adalah bangkai.
- Penyembelihan dengan menggunakan pisau otomatis, memungkinkan terjadinya ayam tidak terpotong urat saluran pernapasan dan saluran makanannya, dikarenakan ayam tersebut bergerak menjauh dari pisau otomatis, lalu kemudian ayam dicelupkan ke dalam air hangat dan mati di dalam tempat ini, hal tersebut menunjukkan ayam mati karena tenggelam dan bukan karena sembelihan. Dan ayam yang mati tenggelam adalah bangkai.
- Saat penyembelihan tidak diucapkan "bismillah", karena yang menggerakkan alat pemotong adalah listrik dan bukan manusia.
---------- akhir kutipan ----------

Kalau dari kutipan tersebut, pendapatku pribadi, untuk poin pertama dan kedua terjadi ketika kondisi tidak ideal, artinya tidak semua ayam yang disembelih mesin itu adalah bangkai, mungkin dari 100%, sekian persennya adalah bangkai, tapi kalau memang ragu sebaiknya tidak dibeli. Sesuai hadits dibawah ini, yang ada di hal. 46

"Apabila engkau memanah hewan buruan maka ucapkanlah "bismillah", jika engkau dapati hewan tersebut mati makanlah! Jika hewan tersebut engkau dapati jatuh ke dalam air dan mati maka janganlah engkau makan, karena engkau tidak tahu; apakah hewan tersebut mati akibat tenggelam di air atau mati akibat anak panahmu". (HR. Abu Daud dan ini dishahihkan oleh Al-Albani).

Sementara untuk poin ketiga, kukembalikan pada pendapat pribadi masing-masing, karena ada orang-orang yang menganggap bahwa menyalakan mesin dengan membaca bismillah berarti sudah mewakili.

Lalu bagaimana dengan pendapat di buku ini? Penyembelihan setiap ayam perlu dibaca bismillah, jadi kalau menurut buku ini, semua ayam yang disembelih dengan mesin adalah bangkai. Kalau mau tahu alasan lengkapnya beli bukunya aja yaa, panjang kalau harus diketik di sini.. *malas ngetik mode on*
Jadi gimana dong yang mau makan ayam? Ya udah cari aja pasar yang masih jual ayam hidup dan disembelih abangnya langsung. Atau gampangnya mulai sekarang makan ikan aja yang bangkainya pun jelas halal :D