Thursday, June 21, 2007

Ayo Benahi Jakarta! - Satu untuk Jakarta, jadikan Jakarta kota yang aman.

Akhir-akhir ini, setiap kita melewati jalan jalan di Jakarta, kita bisa menemukan banyak terpampang slogan dari salah satu calon gubernur Jakarta dan wakilnya, "Ayo Benahi Jakarta!" Di bawah slogan itu biasanya terdapat keterangan tentang kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan untuk membenahi Jakarta. Salah satunya adalah kemacetan. Mereka berjanji bila kita memilih mereka, target-target dalam program “Ayo benahi Jakarta!” akan terwujud. Is that a serious commitment or a lot of BS? Apakah program yang mereka tawarkan itu benar-benar serius? Atau seperti pedagang culas yang berjualan barang, barang sejelek apapun akan diteriakkan sebagai barang bagus, tidak peduli dengen pembeli yang tertipu, yang penting jualannya laku?

Aku tidak bisa bilang apakah si calon itu benar atau bohong, karena apa yang ditawarkan belum terbukti kebenaran atau kebohongannya. Jika nanti mereka terpilih menjadi gubernur dan wakilnya, selama masa jabatannya itu kita akan melihat pembuktiannya. Tapi apakah harus begitu? Apakah setelah gubernur dan wakilnya resmi menjabat baru kita bisa melihat pembuktiannya? Bagaimana kalau kita adalah pembeli yang “tertipu” seperti analogi penjual culas di atas? Kan tidak enak rasanya kalau mengetahui bahwa calon yang dulu kita pilih adalah calon yang “salah”. Tidak bisakah kita melihat kinerja mereka sewaktu mereka masih menjadi cagub dan wacagub? Bisakah kita melihat apa saja yang sudah mereka kerjakan untuk Jakarta sebelum kita memilih mereka? Jadi, bagaikan perusahaan yang hendak memilih pegawai, tentu mereka melihat terlebih dahulu dalam CV kita, apa saja pengalaman kita. Atau bagaikan memilih ikan, kita tahu mana ikan yang masih segar dan bagus, bukan ikan yang busuk.

Anyway, siapa aja sih cagub dan wacagub Jakarta? Yang aku tahu dan paling kedengeran promosinya sih ada dua, pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar (pencalonan dari PKS) dan Fauzi Bowo-Prijanto (pencalonan dari gabungan parpol). Ada lagi? Atau kamu mau mencalonkan diri jadi cagub atau wacagub?

Yang satu slogannya ”Ayo Benahi Jakarta!”, yang satu lagi slogannya, ”Satu untuk Jakarta, jadikan Jakarta kota yang aman.” Jujur, sebagai pembaca, slogan pertama terdengar lebih menjanjikan ya? Bukan menjurus pada salah satu cagub lho, ini hanya pendapatku dengan sekilas membandingkan slogan itu. Kalau mau tahu visi dan misi mereka dengan lebih lengkap, tunggu saja kampanye pilkada mulai tanggal 22 Juli nanti. Semoga apa yang mereka tawarkan dibarengi dengan komitmen mereka untuk melaksanakannya, bukan NATO (No Action Talk Only). Semoga juga dari kampanye itu kita bisa melihat mana ”ikan yang lebih bagus”. Walaupun sebenarnya sebaik apapun cagub dan wacagub yang terpilih, untuk menjadikan Jakarta lebih baik tak terlepas dari peran individu kita masing-masing untuk memelihara Jakarta ini. Rasa cinta dan kepemilikan kita terhadap Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya memang perlu dipupuk agar tumbuh besar. Seandainya kita menganggap Jakarta ini sebagai anak kita sendiri, hampir bisa dipastikan Jakarta akan lebih baik karena rasa sayang yang kita miliki tulus dan kita akan memelihara tempat ini sebaik mungkin. Well, last but not least, semoga siapapun yang terpilih, menjadikan Jakarta lebih baik. Amin.

Wednesday, June 20, 2007

Oh operator....

Waktu lagi iseng-iseng nyanyi lagu temanya operator-operator di Indonesia, aku jadi iseng-iseng menyatukan beberapa yang aku ingat:

Pake esia, pasti untung… dari telkomsel, punya indosat. Flexi, bukan telepon biasa….

Kalo digabungin jadi kalimat seperti itu, berarti yang paling berkuasa di antara esia-telkomsel-indosat si indosat donk ya? Karena esia itu dari telkomsel, sedangkan telkomsel punya indosat, dan flexi berada di luar semua itu....

Yah, namanya juga lagi iseng-iseng, jadi postingannya juga iseng-iseng, huehuehuehehehehe....

Enaknya judulnya apa ya?

Berusaha menghilangkan rasa malas (baca posting blog sebelumnya), maka aku mau menulis, menulis, dan menulis, hehehehe… Sebenernya sih memang akhir-akhir ini lagi banyak kerjaan (Ah, alasan! Pasti kamu mau bilang begitu kan? Hahaha!) Sebenernya aku pengen banget cerita tentang Bali, what a great vacation when I was there on 2-5 June 2007 with my great partners! Cuma udah rada-rada basi kali ya? Sekarang tanggal berapa sih? Dua puluh.... Hmmm... Di PASS aja deh cerita yang itu, kalo mau tau ba├ža blog-nya si once atau wichit aja ya :D lagipula mereka juga udah sempet rapihin foto-fotonya, aku belom sempet nih dari kemaren-kemaren, masih dikejer tugas-tugas kantor... (Hmm.. alasan atau beneran ya?)

Hmm....

Hmmmm...

Hmmmmmmm...

Jadi cerita apa donk?

Oh iya, ada yang perhatiin bulan dan bintang dua malam ini? Hari senin malam, di atas bulan sabit ada satu bintang menggantung. Kesannya bagus banget deh, kayak dua orang yang baru aja saling bertemu setelah sekian lama (Menghayal mode). Hari selasa malam, bintang itu berpindah tempat, kali ini sudah dibawah sang bulan sabit dan jaraknya agak jauh dibanding hari senin malam. Kesannya mereka terpaksa berpisah lagi padahal baru ketemu satu malam (Menghayal mode kembali diaktifkan). Sayangnya di dua malam itu sang bulan dan sang bintang ngga aku foto, karena di foto pun hasilnya akan terlalu kecil. Yah pokoknya silakan dibayangkan aja deh, syukur-syukur kalo emang ngeliat bulan sabit dan bintangnya dua malam lalu. Aku ngeliatnya sekitar jam tujuh malam, pulang kantor. Kelihatan jelas banget kok posisinya, karena di sekitarnya ngga ada bintang lain. Nah pertanyaannya, adakah di sini yang tau mengenai perbintangan? Karena aku penasaran, bintang apakah itu?

Kata mama juga apa... jadilah anak rajin...

Udah lama ngga update blog. Sebenernya banyak hal yang mau aku ceritain, wah udah ngga tau lagi mesti mulai dari mana saking banyaknya bahan. Tapi apa daya, aku terjangkit penyakit paling berbahaya yang pernah ada selama manusia ada di bumi. Penyakit MALAS! Menurutku itu penyakit paling akut dan berbahaya yang pernah ada, karena sekali kita malas melakukan sesuatu, maka belum tentu ada kesempatan untuk melakukan hal tadi untuk kedua kalinya, dan lagi waktu yang seharusnya di plot untuk melakukan hal itu sudah terbuang percuma. Lah? Aku nih ngomong apa sih? Hehehe… Buat yang bingung, nih tak kasih contoh:

Di suatu hari di hari minggu, Adu mau menulis --> Malas --> Malah main game --> Disuruh mama beres-beres --> Mau ngga mau harus nurut --> Beres-beres selesai, seharusnya mandi --> Malas --> Malah nonton TV --> Acara TV selesai, lapar --> Seharusnya makan --> Malas --> Malah baca komik --> Baca komik selesai, pacar keburu datang --> Hasilnya: Belum nulis, belum mandi, belum makan, pacar keburu datang… Tidaaaakkk!!!!

Kejadian di atas hanyalah rekayasa semata, bukan realitas. Kita lihat apa yang bisa di pelajari saja. Nah, terlihat kan efek yang buruk akibat malas. Cobalah merefleksikannya ke kehidupan kita sehari-hari, buanglah semua rasa malas itu sebelum menyesal.

Sekali lagi, kejadian di atas hanyalah rekayasa semata :D [Perlu dipertegas, maklum pembaca blog ini suka ngga percaya sama saya :P]

Monday, June 11, 2007