Tuesday, May 30, 2006

Monday, May 29, 2006

Penggalan sebuah email

[Under file: Sharing]
.
Subhanallah, ini ada penggalan email dari temanku di sebuah milis. Isinya begitu menyadarkan betapa kecilnya kita dibanding segala isi Langit dan Bumi, apalagi dibanding kekuasaan-Nya, sedangkan terkadang kita lupa dan memunculkan kesombongan kita..
Astagfirullah...
Semoga bermanfaat...
.
Firman Allah Ta'ala (artinya):
"Dan mereka (orang-orang musyrik) tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat, dan semua langit digulung dengan Tangan Kanan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari segala perbuatan syirik mereka." (Az-Zumar: 67)

Muslim meriwayatkan dari Ibnu 'Umar bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Allah akan menggulung seluruh lapisan langit pada hari kiamat lalu diambil dengan Tangan Kanan-Nya, dan berfirman: Aku-lah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?" Kemudian Allah menggulung ketujuh lapis bumi, lalu diambil dengan Tangan Kiri-Nya dan berfirman: "Aku-lah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?"."

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, bahwa ia menuturkan:
"Antara langit yang paling bawah dengan langit berikutnya jaraknya 500 tahun, dan diantara setiap langit jaraknya 500 tahun; antara langit yang ketujuh dengan kursi jaraknya 500 tahun; dan antara kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun; sedang 'Arsy berada di atas samudra air itu; dan Allah berada di atas 'Arsy tersebut, tidak tersembunyi bagi Allah sesuatu apapun dari perbuatan kamu sekalian." (Diriwayatkan oleh Ibnu Mahdi dari Hamad bin Salamah, dari 'Ashim, dari Zirr, dari 'Abdullah ibnu Mas'ud)

Tuesday, May 23, 2006

Bulan Rindu Malam

[Under file: Puisi]

Di saat bulan memeluk rindu, malam pun datang.
Dia cemburu.
"Kuberi kau berjuta bintang! Bahkan bermilyar! Untuk menemani sinarmu. Asalkan kau kembali padaku.
" , pinta malam.
Bulan kembali.
Kini kau melihatnya bersama malam.
Hening. Berdua.
Entah tenang atau enggan bicara dengan malam, karena malam telah merenggut rindu darinya.
Bukan malam yang merenggutnya, tapi dia sendiri. Ah! Sebenarnya dia tahu itu.
Rasa menyesal telah melepaskan rindu terlalu besar.
Sehingga dia hanya diam.
Malam yang setia hanya bisa diam menemaninya.



(Sampe sini masih oke, tapi kelanjutannya kok………..)


Burung dan tokek tak tahan dengan hening itu.
Sehingga mereka meramaikan suasana.
Akhir-akhir ini, manusia pun turut menemani.
Matahari datang dikawal ayam.
Kokoknya menggema di pelosok desa.
Diikuti adzan subuh berkumandang.
Tapi tidak di sini.
Tidak ada ayam.
Tidak ada adzan.
Hanya siaran radio yang kembali menyala setelah lupa dimatikan.
Matahari tidak lagi mendengar suara ayam.
Sehingga dia mencari sampai ke tempat yang tinggi.
”Padahal di tempat yang tinggi ini adzan terdengar lagi, tapi mengapa tidak ada suara ayam.”, pikir sang matahari.
Akhirnya dia lelah dan kembali turun.
Di jalan dia berpapasan dengan bulan yang menangisi rindu.
"Kau kenapa?", tanya matahari.
"Tidak apa-apa, hanya menangisi rindu.", jawab bulan.
Matahari pun berlalu sambil berkata, ”Biarkan malam yang menemanimu. Aku mau mencari ayam.”

Friday, May 19, 2006

4 Cerita

[Under file: Cerita]
.
Hehe.. ayo mari mulai bercerita lagi :) short-short-short-short stories.. (Soalnya ada 4 cerita :p). Sebenernya sih ini cerita kemarin, berhubung jaringan internetnya leleeeeeeetttt banget sampe ngga bias buka websitenya, akhirnya posting hari ini aja lah. Yah basi-basi dikit gapapa ;p

Olahraga yuukss..
Kemaren, seperti biasa aku berangkat pagi-pagi ke kantor (Ya iyalah masak bolos..Yuk mareee.. ). Entah kenapa ketika menyebrangi jembatan penyebrangan tiba-tiba aku merasa bersemangat dan menyebrangi jembatan itu dengan setengah berlari. Setelah sampai halte, aku merasakan diriku agak berkeringat. Rasanya menyenangkan, sudah lama aku tidak berkeringat karena olahraga. Kalau diingat-ingat, entah kapan terakhir aku berolahraga, apalagi berlari. Kapan-kapan mau jogging pagi ah biar sehat. Kapan ya?

Siapa di mikrolet?
Tadi pagi pas naik mikrolet, setelah menyebrang dengan susah payah karena terlalu banyak motor yang ngebut, cowok yang duduk disampingku memanggil namaku. ”Adu”, katanya. Aku menoleh, ”Hah? Siapa ya?Temen SMU? SMP? Apa SD? Oh my god! No idea..!”, pikirku. Akhirnya dengan sangat cepat muncul pertanyaan paling aman ”Hai, mo kerja?”. Langsung dijawab sama dia, ”Iya”. Terus disambung sama kalimat, ”Kalo ngga salah adu lulusan UI, kata siapa gitu. Terus Anti di Gundar”. Aku balas langsung, ”Iya”. Thanks God… Kalo dia ngomong gitu berarti temen SMU, soalnya Anti temen SMU. Akhirnya aku turun mikrolet tanpa mengingat namanya. Eh, tapi kalo diinget-inget, si Anti juga temen SMP gw. Hmm… kayanya perlu buka-buka BTS neh.. (Bukan Base Tranceiver Station lho, hahaha..)

Wow! Setir yang mengkilap
Nyambung dari cerita di atas, kemudian aku naik bis P6 seperti biasa. Ketika bisnya berhenti (baca:mangkal) di slipi, aku memperhatikan setir bis tersebut. ”Wow, mengkilap sekali!”, pikirku. Ternyata si pak supir memegang saputangan di tangannya, ditambah selama berhenti di slipi dia selalu mengelap setirnya. Boleh juga jadi contoh, biar bisnya bobrok, at least setirnya mengkilap, hehehe..

Penjaga pintu
Masih nyambung, akhirnya aku sampai di kantor jam delapan. Tarrraaaa… Ketika kubuka pintu ruangan kantor, ternyata lampunya masih belum semua dinyalakan, jadi masih remang-remang. Ditambah, di dalam kantor tersebut (seperti) tidak ada orang. Ada sih yang sudah ada, tapi dia datang pagi karena mau pergi ke bandung saat itu juga. Setelah melongok-longok, ternyata di pojokan kantor sudah ada satu orang yang datang lebih dulu daripadaku. Kalau aja aku lebih dulu datang daripadanya, bisa-bisa aku jadi penjaga pintu kantor :p atau piket? Kaya waktu masih di sekolah dulu.

Udah dulu deh ;p