Tuesday, May 23, 2006

Bulan Rindu Malam

[Under file: Puisi]

Di saat bulan memeluk rindu, malam pun datang.
Dia cemburu.
"Kuberi kau berjuta bintang! Bahkan bermilyar! Untuk menemani sinarmu. Asalkan kau kembali padaku.
" , pinta malam.
Bulan kembali.
Kini kau melihatnya bersama malam.
Hening. Berdua.
Entah tenang atau enggan bicara dengan malam, karena malam telah merenggut rindu darinya.
Bukan malam yang merenggutnya, tapi dia sendiri. Ah! Sebenarnya dia tahu itu.
Rasa menyesal telah melepaskan rindu terlalu besar.
Sehingga dia hanya diam.
Malam yang setia hanya bisa diam menemaninya.



(Sampe sini masih oke, tapi kelanjutannya kok………..)


Burung dan tokek tak tahan dengan hening itu.
Sehingga mereka meramaikan suasana.
Akhir-akhir ini, manusia pun turut menemani.
Matahari datang dikawal ayam.
Kokoknya menggema di pelosok desa.
Diikuti adzan subuh berkumandang.
Tapi tidak di sini.
Tidak ada ayam.
Tidak ada adzan.
Hanya siaran radio yang kembali menyala setelah lupa dimatikan.
Matahari tidak lagi mendengar suara ayam.
Sehingga dia mencari sampai ke tempat yang tinggi.
”Padahal di tempat yang tinggi ini adzan terdengar lagi, tapi mengapa tidak ada suara ayam.”, pikir sang matahari.
Akhirnya dia lelah dan kembali turun.
Di jalan dia berpapasan dengan bulan yang menangisi rindu.
"Kau kenapa?", tanya matahari.
"Tidak apa-apa, hanya menangisi rindu.", jawab bulan.
Matahari pun berlalu sambil berkata, ”Biarkan malam yang menemanimu. Aku mau mencari ayam.”

6 comments:

Kaze said...

Wew.... itu puisi kan? Jarang aku lihat puisi unik spt itu. ^^ hebat yah... blog kamu aktif. Capture di blogawardnya squal. Sayang pas kau mampir kesini malah gak kebuka (salahkan koneksiku yg jelek ini) hehehe

salam kenal ya ^^

seno said...

hai...salam kenal...gue juga punya foto rembulan...ntar deh liat di blog gue..coming soon..
http://pecandumajalah.blogdrive.com

Nabilla.ra said...

wah bagus banget puisinyaa.........

gadis keempat said...

Hai.. salam kenal juga :) sering2 mampir :D

elizabeth.gitta said...

lucu, unik, keren!
gile, ternyata, Adu yg engineer itu jago banget bikin puisi...
yakin lo masih mo lanjut di Nokia, Du? mending bikin buku kumpulan puisi aja Du, ato cerpen gitu...

gadis keempat said...

tengkyu2... Wah, masih di nokia lah git, utk bikin kumpulan puisi sih gw msh pemula, msh byk org2 yg jau lbh jago dr gw di dunia ini :)
Well, gw memang berharap bisa turut meramaikan dunia penulisan :D