Monday, April 06, 2009

Suami siaga plus plus

Apaan tuh suami siaga plus plus? Apakah sama dengan pij*t plus plus? (Ga ngaruh banget sih cuma disensor satu huruf, hahaha!) No no no! Nei nei nei! Maksudku di sini adalah suami siaga yang plus plus (Hmm, does this answer the question?). Plus plus di sini maksudnya siaganya ngga cuma pas istrinya hamil doank, tapi setelah ngelahirin juga.

Berapa sih waktu yang tepat buat sang suami untuk cuti setelah istrinya melahirkan? Ngga tau. Jawabannya bisa macem-macem, tergantung orangnya. Ada yang cutinya cuma tiga hari, ada yang sampe tiga minggu (Buat yang karyawan, tergantung kantornya juga sih ngasih berapa hari cutinya). Yang jelas, mau cutinya lama atau cepet, peran suami tetap penting dalam men-support “tugas baru” istrinya itu.

Bayangin aja, seperti yang udah aku bahas sebelumnya, waktu buat diri sendiri berkurang drastis, karena ada mahluk kecil mungil yang menggantungkan seluruh hidupnya ke “ibu baru” ini. Otomatis ini memicu stress pada si ibu baru, karena masih adaptasi.

Disinilah menurutku peran penting seorang suami. Lebih ke support mental sih sebenernya. Ini dari pengalamanku sih, mo coba sharing aja :) Hmm.. mulai dari mana ya? Let’s see