Tuesday, July 22, 2014

Sayangi Kuala Lumpur


Pemukiman dan stasiun kereta
 
Ngga terasa, udah lebih dari dua minggu gw di sini. Apa yang mau gw tulis semenjak beberapa hari setelah sampai di sini, sudah hampir menguap. Lebih baik gw tulis sebelum semuanya hilang.

Kesan pertama ketika sampai di Kuala Lumpur adalah, kota yang modern. Kecanggihan, kebersihan, dan keteraturan (transportasi) kotanya mirip Singapore, meski ngga sebersih Singapore. Tata kota dan pemukimannya mengingatkan pada Jakarta dan Singapore. Terus terang, suasananya tampak nyaman dan bikin betah *semoga*.

Selain itu, keberagaman penduduknya yang melayu-cina-india-bule juga mengingatkan gw akan singapore, bahkan singapore ngga seberagam ini karena di sana melayu ngga terlalu banyak, dominasinya cina dan india. Jadi bisa dibilang (menurut pendapat gw pribadi), Kuala Lumpur adalah Singapore kedua.

Lalu kenapa judulnya “Sayangi Kuala Lumpur”? Karena gw menemukan tulisan ini dimana-mana, sampai-sampai ini membuat gw berpikir, “Oh jangan-jangan ini sebabnya kota ini bersih dan teratur? Karena penduduknya menyayangi kuala lumpur?”

Kenapa gw bisa berpikir begitu? Karena gw iri. Ya, gw iri. Gw pengen Jakarta bisa kayak gini. Dan gw ngga mengerti kenapa Kuala Lumpur bisa dan Jakarta ngga bisa. Gw ngga tau apakah slogan ini berpengaruh atau ngga, tapi mungkin bisa jadi pertimbangan seandainya Jakarta pun dibuat dengan slogan “Sayangi Jakarta” dan tulisannya dipasang dimana-mana. Sehingga lama-kelamaan tulisan ini terekam di alam bawah sadar kita dan kita pun pada akhirnya benar-benar menyayangi Jakarta.

Satu lagi yang mungkin membuat kota ini tampak bersih dan teratur, satu hal yang di Kuala Lumpur dan Singapore ngga ada tapi di Jakarta ada, satu hal yang bisa membuat jalan di trotoar, pinggir jalan, halte, dan stasiun tampak lengang adalah tidak ada orang-orang yang duduk/berdiri menyesakinya. Siapa di Jakarta yang menyesakinya? Yaitu pedagang, pengemis, pengamen, pembagi brosur, dan semacamnya.

Gw ngga ngerti, terus terang gw ngga ngerti. Dan jangan tanya gw bagaimana penyelesaiannya. Diusir sama petugas pun sampai sekarang belum berhasil. Menyalahkan pemerintah atas ini itu pun ngga ada gunanya. Mungkin memang “Sayangi Jakarta” bisa jadi salah satu penyelesaian, agar masyarakat tidak saling menuding tapi berpikir bagaimana bersama-sama menyelesaikan ini semua.

Sebab, masyarakat sekarang ini, apalagi di musim pilpres, lagi seneng-senengnya merasa benar sendiri dan menuding, menyudutkan pihak lain. Dan gw baru sadar, ternyata banyak sekali orang indonesia, di jagat media sosial terutama, merasa paling benar sendiri dan ngga bisa menerima perbedaan. Siapa yang berbeda, dialah yang salah, mungkin begitu slogannya.

Ah, jadi ngelantur ke pilpres....

Tapi ngga apa-apa, sekalian gw mau cerita, kalau keesokan hari setelah gw sampai di Kuala Lumpur adalah hari pilpres. Jadi sampe Kuala Lumpur hampir tengah malam, besoknya langsung pilpres :D udah gitu aja infonya, ngga perlu nyebut angka 1,2,3, dan seterusnya.... Judulnya aja HAK pilih, jadi hak-hak gw alias suka-suka gw mau pilih yang mana dong :p

Back to Kuala Lumpur, jadi apa dong kelebihan Jakarta dibanding Kuala Lumpur? Menurut gw, kelebihannya adalah, Jakarta punya tukang ojek, Kuala Lumpur ngga :D jadi kalo mo pergi ke ”jarak tanggung” (naik taksi/kereta/bis kedeketan, jalan kaki kejauhan) jadi galau.. paling ujung-ujungnya ya naik taksi, atau jalan kaki.

Udah deh segitu dulu, insya Allah kapan-kapan disambung lagi.. Oia foto-foto ngga banyak, maklum bukan penarsis sejati :p

8 comments:

Atik Ariyani said...

Adu pindah ke KL apa cuman berkunjung aja?

catumorli said...

pindah tik :)

maJanG said...

huaaahh..

Shahsukei Dinzia said...

Salam saya dari Kuala Lumpur, ibu saya orang Jakarta. Dan saya dibesarkan di sini , kapan kita boleh ketemu Dan makan Nandos bersama sana ?? Email saya Shahsukeidotcom@gmail.

Shahsukei Dinzia said...

Insyaallah Jakarta akan bisa seperti ini suatu hari nanti

Shahsukei Dinzia said...

Insyaallah Jakarta akan bisa seperti ini suatu hari nanti

Shahsukei Dinzia said...

Salam saya dari Kuala Lumpur, ibu saya orang Jakarta. Dan saya dibesarkan di sini , kapan kita boleh ketemu Dan makan Nandos bersama sana ?? Email saya Shahsukeidotcom@gmail.

Shahsukei Dinzia said...

Salam saya dari Kuala Lumpur, ibu saya orang Jakarta. Dan saya dibesarkan di sini , kapan kita boleh ketemu Dan makan Nandos bersama sana ?? Email saya Shahsukeidotcom@gmail.