Monday, February 04, 2013

Ma, bacain dong...

Seneng rasanya punya anak suka baca.. Tapi apa jadinya kalau suatu ketika dia minta bacain novel dewasa? Oh nooooo....

Gw punya tipsnya, berdasarkan pengalaman pribadi. Oh iya, perlu dicatat bahwa novel dewasa di sini bukan novel 17 plus plus yaa, cuma pemeran utamanya memang orang dewasa dan yaa..ada cerita tentang cinta di dalamnya.

Waktu itu gw lagi cari barang di gudang (maksudnya kamar yang disulap jadi gudang karena belum dipake :p), nah di situ memang ada tumpukan novel. Berhubung anak gw "ngintilin" kemana-mana, jadilah dia ikut ke "gudang". Gw nyari apaaa, dia nyari apaaa.. Biasalah anak kecil suka ikut-ikutan, kadang-kadang jadi sibukan dia daripada kita :D

Nah terus dia menemukan harta karun! Tumpukan buku, alias tumpukan novel. Dari situ aja dia udah mulai tertarik dan penasaran, nanya-nanya soal covernya, "ma, kok ini laki-laki dan perempuan?", "ma, yang ini perempuan kok sendirian", "ma, ini kok perempuannya sedih?" Definisi sedih buat dia sekarang adalah ekspresi seperti ini -> :(

Dan seperti sudah bisa ditebak, pertanyaan ini berujung padaa..eng ing eng... "Ma, bacain yang ini dong!" sambil nyodorin salah satu novel. Oh nooooo......!

Untungnya yang waktu itu dipilih bukan novel tapi komik yang ditulis berdasarkan novel. Mungkin dia juga tertarik karena di dalamnya banyak gambarnya. Tapi tetep komik ini ngga cocok buat anak kecil karena menurut gw cerita dan gambarnya agak kasar, meski mungkin menurut kita lucu. Mana ada cerita tentang...mmm...apa ya...? *milin-milin baju* Hayooo, mo tau ngga komik apa? Komik indonesia lohh, bukan jepang ;) jawabannya adalaaahhh... Eng ing eng... (emang ada yang penasaran?) : Anak kos dodol dikomikin 2!

Akhirnya gw bacain dengan mengganti kalimat sana-sini, mengganti cerita sana-sini, akhirnya jadi ngarang deh gw, haha! Lalu gw pun mulai berpikir, nanti kalau dia minta bacain yang lain gimana?
Gw pun memikirkan solusinya.

Solusi 1: Jual. Terus terang sayang, mana novelnya masih bagus-bagus dan terawat rapi, bisa cekidot di sini (cieelaah sekalian iklan :p) emang ada beberapa orang juga kurang setuju sama tindakan gw ini, tapi gimana dong?

Solusi 2: Masukin kardus. Ini malah gw yang ngga setuju. Gw ngga mau nanti bukunya lapuk dan berdebu. Kalo dijual kan paling ngga pembelinya baca ceritanya, ngga jadi rusak dan mubazir.

Solusi 3: Bungkus koran dan dikasih label. Akhirnya ini solusi yang gw pilih, sambil iseng-iseng nunggu kalo ada yang mau beli kan tinggal gw paketin :p

Tips ngga penting yak? Gpp deh, siapa tau ada yang anggep berguna :p

0 comments: