Wednesday, July 31, 2013

Papercraft ketiga: Pesawat

"ngeeeng...", pesawat mendarat di landasan :p
 

Masih tentang papercraft, ini adalah hasil papercraft ketiga, yaitu pesawat. Meskipun coret-coretan sketsanya udah dibuat sejak lama, tapi google sketchup dan hasilnya baru sempet dibikin beberapa hari terakhir ini. Ngga usah ba-bi-bu banyak-banyak lah ya.. Enjoy the pics! :D
Maap lemnya rada berantakan, maklum “dibantuin” si Mira :p


Thursday, July 18, 2013

Papercraft kedua


Papercraft kali ini sebenarnya bukan hasil corat-coret, tapi hasil request Mira ketika lagi main. Gw lupa dia persisnya mintanya gimana, pokoknya minta bikinin rumah yang digunting dan lem kayak mobil. Lalu, gw pun mengambil laptop dan mulai membuat rumah. Di sebelahku dia menggambar rumah dan dimulailah request yang tiada henti itu, hahahaha :)) *ketawa stress*

Mira       : Ma, pintunya kayak gini ya, jendelanya juga kayak gini.
Mama    : Iya.... *Iya aja deh daripada ribut* :))
Mama lagi           : *setelah lama ngeliatin pintu rumahnya* ini apaan yang bulet-bulet?
Mira       : Buat buka pintu *dengan yakin*
Mama    : Ngga ada garisnya, kayak yang di pintu Mira?
Mira       : Ngga, Mira maunya begitu.
Mama    : Kok di atas begitu? Di tengah-tengah aja ya?
Mira       : Ngga, Mira maunya di atas. Kan buat buka pintu emang di situ Ma..
Mama    : Iya deh... *daripada ribut*
Dan inilah hasilnya:

 Seperti biasa Mira yang pilihin warnanya, langsung tunjuk yang dia mau di depan laptop :D
Dan ketika gw tengah bikin papercraft rumah ini, dia request minta bikinin laptop dari kertas. Biar cepet, gw gambar aja di atas kertas A4.

Keliatan ngga? Bikinnya pake pensil warna yang udah tumpul soalnya :p
Btw, gw seringkali mengikuti semua maunya Mira bukan karena gw terlalu memanjakan, tapi gw tidak mau mematikan imajinasinya, dan gw juga tidak mau mengkotak-kotakkan bahwa bentuk dan warna sesuatu seperti rumah dan mobil harus sesuai yang ada sekarang. Kalau semua orangtua seperti itu, lalu darimana lahirnya sebuah ide? Apakah handphone ada karena sejak dulu ada handphone? Seandainya semua anak wajib menggambar telepon dengan kabel, mungkin handphone tidak akan lahir.
Hal yang gw akan batasi adalah hal-hal yang memang perlu dibatasi, misalkan mengenai agama, sopan santun, dan sejenisnya. Tapi kalo soal berkreatifitas, No way! Insyaa Allah, semoga gw bisa bertahan untuk tetap membebaskannya.
Segitu aja dulu ya, semoga bermanfaat.

Tuesday, July 16, 2013

Hasil Papercraft Pertama


Di postingan sebelumnya, gw berjanji mau posting tentang hasil papercraft menggunakan Google Sketchup dan Flattery. Dan inilah hasilnya:

Pilihan warna murni ide Mira, tadinya mah emaknya pake warna standar: biru, langsung deh ada yang minta ganti pink :p

hasil foto macro tanpa editan :p *males ngedit*

Namanya juga karya pertama, masih jauh dari dibilang bagus :D tapi lumayanlah buat menyenangkan hati diri sendiri dan anak sendiri :p

Sebelum nge-print, gw sama Mira ke toko buku buat beli glossy photo paper, karena dari hasil googling gw sebelumnya, itu adalah salah satu jenis kertas yang biasa dipake buat papercraft. Eh, pas di toko buku, ternyata ada jualan papercraft, tinggal satu-satunya di toko buku itu, gw beli aja. Ternyata pas dibuka di rumah, bahannya bukan glossy photo paper, entah apa tapi kelihatannya kualitasnya di bawah glossy photo paper.

Ini dia papercraft yang beli vs yang bikin:

Fast and furious, wakakak....

Degradasi warna di mesin mobil bukan di sengaja, melainkan karena tinta habis :p

Sunday, July 14, 2013

Papercraft, my new passion?


Berawal dari sebuah iklan pensil warna, gw dan Mira pun terlibat pembicaraan yang kurang lebih kayak gini:

Mira       : Ma, ayo kita bikin kupu-kupu sama naga kayak gitu!
Gw         : Mau yang bisa berdiri kayak gitu?
Mira       : Iya!
Gw         : Ngga bisa pake kertas, harus pake karton. Nanti insyaa Allah kalo kita ke toko buku beli karton ya?
Mira      : Iya.

Setelah beberapa kali ditagih untuk ke toko buku dan beli karton, akhirnya janji itu pun gw penuhi. Karena iklannya cuma memperlihatkan kupu-kupu sama naganya sekilas, maka gw pun bikin berdasarkan imajinasi sendiri aja, alias yang gampang-gampang aja, yang sekali coret jadi :D

Inilah hasil kreasi gw dan Mira:

Ngga usah bertanya kenapa ada para princess di situ ya :D
Nih para princess ngapain seehh....

Mira yang bantuin mewarnai, menggunting, dan mengelemnya lohh.. :D *proud mom*

Ketika membuat kreasi ini, gw ngerasa enjoy banget. Akhirnya pas mira lagi asik gambar, gw pun ikut menggambar bentuk-bentuk lain yang mau di gunting dan lem. Biasanya gw ikut gambar yang mira request atau yang sesuai “tema” permainan kita saat itu. Kebetulan hari itu dia ngga request apa-apa. Dia ngeh kali ya ibunya lagi asik corat-coret sendiri, jadi dia biarin. Sekali-sekali dia liat kertas gw terus komentar dikit-dikit, “mama gambar apa?”, “wah mobil!”, “wah, pesawat!”, “kura-kura kok kotak? Kan harusnya bulet ma, kayak gini..” sambil nunjukin ke mamanya gimana gambar kura-kura yang bener :D trus gw “ngeles” soalnya ini kan buat digunting-gunting terus tempel, kalo bulet jadi susah.... *mama ngeles mode on*

Kemudian otak matre gw pun berpikir, bisa kah ini menghasilkan uang? *tuing tuing* Dan malamnya gw pun mulai googling. Tapi kata kuncinya apa? Gw menamai sendiri hal ini dengan nama “kreasi gulitem”, singkatan dari  gunting-lipat-tempel. Tapi ngga mungkin kan gw googling dengan kata itu? Lalu gw inget di sekolah anak gw, kegiatan kayak gini dinamai “art and craft ,dan  gw pun mulai googling dengan itu.

Dari kata kunci itu, gw pun berkelana di dunia maya dan gw pun menemukan bahwa istilah untuk kegiatan ini adalah Papercraft. Dan hasil browsing papercraft membuat hati gw “ngeper”. Kenapa? Karena ternyata penggemar papercraft ini punya komunitas sendiri dan hasil karyanya luar biasa luar biasa banget, detail dan kompleks. Ngeliat hasil karya gw, gw pun berpikir berulang kali kalo buat jualan. Yang penting hal ini bisa buat kegiatan gw berdua sama Mira dulu aja :D

Lalu gw pun mulai browsing tentang software apa yang mereka pakai sampai bisa bikin yang luar biasa begitu? Dan ketemulah jawabannya: Papakura. Tapi itu software berbayar. Berhubung gw sukanya yang gratisan, gw pun mulai mencari lagi, dan ternyata ketemu: Google Sketchup dan Flattery.

Google Sketchup adalah software untuk membuat model 3D, jadi penggunaannya luas, ngga cuma untuk papercraft aja, banyak orang yang pakai ini untuk desain rumah dan bangunan. Sedangkan Flattery adalah software untuk mengubah dari 3D ke 2D, alias unfold. Kedua software ini sangat user friendly, mudah digunakan, paling tidak menurut gw yang paling ngga suka baca manual ataupun tutorial.

Kemudian, hari-hari pun berlalu tanpa sempat gw mengunduh Google sketchup dan Flattery ini, disebabkan satu dan lain hal. Tapi di hari-hari itu gw masih menyempatkan diri untuk membuat gambar model papercraft yang mau gw buat, dan ngga terasa, lima belas model pun terbentuk. Hasilnya seperti apa? Tunggu aja ya :D

Semoga bermanfaat :)


Tuesday, July 09, 2013

Marhaban Yaa Ramadhan


Selamat datang bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan-Nya. Semoga amalan di bulan Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, semoga kita mendapat rahmat dan ampunan-Nya, semoga kita mendapatkan laitatul Qadr, dan semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan tetap mempertahankan amalan-amalan di bulan Ramadhan ini meskipun bulan Ramadhan telah lewat. Aaamiin.

Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa menghiasi hari demi harinya dengan kegiatan-kegiatan yang baik kepada sesama manusia. Semoga lidah ini tidak hanya berpuasa makanan dan minuman, tapi juga berpuasa marah, berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan perkataan yang menyakiti. Semoga lidah ini berkuasa mengingatkan orang-orang yang sedang membicarakan orang lain, atau kaki ini berkuasa meninggalkan orang-orang tersebut. Semoga mata ini berkuasa mengalihkan arahnya dari acara televisi yang tidak berguna dan tangan ini berkuasa mematikannya dengan remote. Dan semoga Allah mengalihkan kita dari semua perbuatan yang tidak diridhai-Nya. Aaamiin.

Semoga Al-Quran menjadi bacaan utama kita di bulan Ramadhan dan kita tinggalkan bacaan lainnya. Semoga shalat-shalat sunnah menemani shalat-shalat wajib kita. Semoga shalat tahajud menemani malam kita, bukan tidur nyenyak. Aaamiin.

Mari berdoa pada Allah, tentang apa saja yang kita harapkan di bulan Ramadhan ini. Semoga Allah mengabulkan. Aaamiin.

Wallahu a’lam.

My First Photoshop


Gara-gara dikomporin sama kakak gw buat foto-foto pakai mode macro, akhirnya gw pun berhasil dikompori dan mencoba.

ngga jelas banget masa modelnya tempat kamera ama gunting?
Akhirnya menemukan model yang lebih "ber-harga", blackberry gw dan kakak gw :p

Sejak dulu, dalam bayangan gw, mode macro itu cuma dipake buat foto bunga, lebah, dan lain-lain yang berhubungan dengan tanaman dan serangga. Ternyata kata kakak gw sekarang banyak yang pakai itu terutama untuk makanan. Dan kata dia lagi, biasanya blogger yang doyan masak dan sharing resep atau hasilnya di blognya, terjerumus pula dalam kecintaan foto-foto makanan (apa sih istilahnya? Gw lupa....)

Nah dari hasil-hasil foto macro gw ini, gw bingung dan bertanya sama kakak gw, “kok hasilnya ngga se-keren yang foto-foto makanan itu ya?” Trus kata dia kurang lebih begini, “ya iyalah, itu kan di sotoshop photoshop dulu.

Hmm, Photoshop.... dalam bayangan gw, Photoshop itu susah. Kenapa? Inilah salah satu “penyakit” gw, ngga pernah mau buka manual ataupun tutorial book, alasannya cuma satu: males bacanya. Tiap kali ada barang baru atau software baru, bawaan gw mau langsung trial and error

Dan satu-satunya yang gw sama sekali ngga mudeng begitu buka softwarenya adalah Photoshop. Itu terjadi bertahun-tahun lalu dan menimbulkan sedikit “trauma”. Bertahun-tahun pula gw ngga pernah mau pake yang namanya Photoshop. Tiap kali ada perlu ngedit foto, gw akan memilih aplikasi lain yang menurut gw lebih mudah.

Tapi begitu inget sekarang udah banyak sekali informasi di “adek” google (soalnya umur google baru 13 tahun, beda tipis sama gw :p), maka gw pun mencari informasi mengenai cara membuat background blur pada photoshop. 

Syuut! Secepat kilat hasilnya muncul dan gw pun membuka beberapa alamat para blogger indonesia yang membuat tema tentang ini. Hampir semuanya menggunakan metode yang sama, tapi pada akhirnya pilihan gw jatuh pada yang ini, soalnya menurut gw bahasanya paling simpel.

Ok, segitu aja sharing gw hari ini. Semoga bermanfaat.

Oh iya, the most important thing malah lupa :p ini dia hasil photoshop pertama gw, mengikuti langkah-langkah di link tadi :D

keliatan kan hasil editannya?

Sunday, July 07, 2013

Edu-Holiday

Masih soal liburan, kali ini gw mau berbagi cerita tentang edu-holiday. Apa itu edu-holiday? Itu sih singkatan suka-suka gw aja hahaha, maksudnya liburan yang mengandung pelajaran gitu, ngga cuma senang-senang aja. Seperti yang gw ceritain sebelumnya, keluarga kecil gw ini lebih suka berlibur sebelum masa liburan. Maka ketika liburan sekolah datang, cukup berlibur ke tempat-tempat yang deket aja :)

Pilihan liburan kali ini jatuh kepada planetarium dan seaworld. See? Sekarang ngerti kan kenapa gw sebut edu-holiday ;)

Neng, nyengirnya lebar amat, kayak siapa ya? Hihi....
Boss besar :p
Planetarium. Terakhir kali gw ke sini adalah ketika masih TK atau SD gitu, bahkan gw pun udah lupa kapan, saking lamanya. Tapi sensasi yang ditimbulkan oleh planetarium masih teringat jelas di kepala ini. Gelapnya ruangan dan terangnya bintang-bintang yang kemudian menjelma menjadi rasi bintang, masih lengket di memori otak, meskipun cerita detailnya udah samar-samar. Sensasi inilah yang membuat gw pengen membawa anak gw ke sana dan berharap dia punya sensasi sendiri, semakin bertambah ilmunya, dan semakin menyadari kebesaran Allah dan bahwa manusia itu kecil dan ngga ada apa-apanya.

Sebelum mulai cerita, ada informasi penting! Datanglah ke planetarium satu jam sebelum jadwal pertunjukan. Karena pada saat itu, loket tiket sudah dibuka, dan sekitar 15 menit sebelum mulai pertunjukan, tiket sudah habis terjual. Di atas dinding dekat loket ada alat digital yang menunjukkan berapa sisa kursi yang masih tersedia untuk pertunjukan jam tersebut, alatnya mirip-mirip nomor antrian di bank atau kantor customer service gitu lah.

Setelah pertunjukan
Kami datang sekitar jam 14.15 untuk pertunjukan jam 15.00. Alhamdulillah sisa kursi masih banyak dan antrian tiket ngga terlalu panjang. Tiketnya termasuk sangat terjangkau kalau menurut gw, 7000 rupiah untuk dewasa dan 3500 rupiah untuk anak-anak. Oh iya, satu lagi yang perlu diperhatikan, jadwal untuk perorangan/umum dan rombongan dibedakan, jadi jangan salah jadwal :)

Kayak adek kakak ngga?
Ketika memasuki planetarium, rasanya penampilannya sudah lebih mewah dari yang terakhir gw ingat, kursi dan penataannya seperti bioskop. Atau jangan-jangan dulu gw datangnya telat jadi dapat kursi biasa ya? Isi yang diceritakan juga kayaknya masih sama dengan yang dulu, ya iya lah ya.. planet-planetnya kan ngga berubah :p kecuali Pluto yang sudah dicoret dari daftar nama planet. Hihi, untung gw udah tau informasi ini duluan jadi ngga norak-norak amat ketika tahu kalau Pluto sudah tidak dimasukkan dalam daftar planet. 

Tapi alasannya baru gw tahu di planetarium ini, jadi ternyata jalur perjalanan si Pluto dalam mengitari matahari (apa sih namanya? Orbit ya?) itu kadang-kadang memotong Neptunus alias di depan Neptunus, dan kadang-kadang di belakang Neptunus, sedangkan kalau planet itu orbitnya tetap. Karena itu Pluto sekarang dimasukkan dalam kelompok asteroid.

Kayak tangga ya xixi....
Alhamdulillah, Mira bersemangat banget mau “ke ruang angkasa” lihat bintang-bintang. Cuma di dalam, pas sebelum mulai acara, dipasang musik kenceng banget, dan pas misk-musik bali gitu mira jadi ketakutan dan minta dipangku. Ditambah, sesaat sebelum mulai acara, lampu dimatiin jadi gelap banget. Alhasil Mira dipangku selama pertunjukan :D








 Seaworld. Ini juga tempat yang gw udah lama ngga kunjungi. Untuk perjalanan ini idenya datang dari suami (tumben, hihihi....). Mira semangat banget karena mau melihat ikan hiu besar.
Mobil aquarium, dari mobil tua beneran
Ada hiu di seaworld.. ok.. tapi kok ada buaya?

Penampilan seaworld masih begitu-begitu aja rasanya. Di sini kami cuma melihat-lihat, kemudian menonton aksi pemberian makan ikan-ikan pada jam sebelas siang. Pemberian makan ini cuma di kolam besar, yang berisi berbagai macam ikan. Padahal yang dinanti adalah pemberian makan ikan hiu, sayangnya di jadwal, ikan hiu baru diberi makan siang, sekitar jam tiga sore, persisnya gw lupa.

Ditambah lagi, ngga ada ikan hiu besar! Aarrrgggghhhh....! Ikan hiunya kecil semua. Perasaan dulu ada deh? Iya ngga sih? 

Sepertinya Mira agak kecewa dengan ukuran si ikan hiu yang ada di seaworld. Ya sudah, karena itu kami mencoba mencari yang lain supaya semangatnya tinggi lagi. Karena dia suka lumba-lumba, maka kami pun memutuskan keluar untuk makan, shalat, dan mencari informasi mengenai pertunjukan lumba-lumba, karena seinget gw dulu ada pertunjukan lumba-lumba.

Alhamdulillah, pertanyaan kami itu pun terjawab di Ocean Dream Samudra, di sana lah kami menemukan pertunjukan lumba-lumba, dan empat pertunjukan lain yang ngga kalah menarik.










Ocean Dream Samudra. Letaknya persis di sebelah seaworld. Setelah makan, langsung lah kami ke sana. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 110.000 per orang, kami mendapatkan lima pertunjukan. Kami diberi jadwal pertunjukan, dan setiap pertunjukan itu dalam sehari diputar beberapa kali, jadi kami harus membuat jadwal sendiri supaya setiap pertunjukan tidak tumpang tindih. Setiap pertunjukan berkisar 20 menit. Mungkin bisa dilihat jadwal yang kami gunakan sebagai referensi.

Pentas Underwater Theater                                  12.30
Pentas Singa Laut dan Burung                              13.30
Pentas Lumba-Lumba                                          14.15
Pentas Aneka Satwa                                            14.45
Pentas Scorpion Pirates Water Stuntman              15.15

Baiklah, segitu aja dulu, semoga bermanfaat.


Mama : Ke sini yuk sekarang?
Mira : Itu di bawah ada apa sih *ngga denger mama*
aw pedangnya tajam :p
Keren ya?


Thursday, July 04, 2013

Perjalanan ke Yogyakarta

Sebenarnya ini adalah cerita yang seharusnya ditulis lebih dari dua bulan lalu karena kejadiannya memang di akhir maret, cuma namanya juga orang sibuk jadi dimaklumi lah ya ketelatannya :P

Karena udah telat, gw ngga mau panjang lebar ceritanya, cuma mau berbagi rute yang gw pakai aja di sana, siapa tau berguna buat yang mau jalan-jalan ke Jogja. Eh sama berbagi foto-foto narsis juga dikit :p

Gw dan suami emang lebih suka liburan sebelum masa liburan sekolah, soalnya ngga rame dan ngga macet, dan mumpung anak masih Playgroup jadi kalo liburan ngga terlalu banyak bolos :)

Gw di sana empat hari tiga malam, berangkat senin pagi pulang kamis siang, ngga pake tour and travel mana pun, bikin jadwal sendiri hasil dari nanya-nanya dan browsing. Cuma di sana emang sewa mobil plus supir karena ngga mau pegel nyetir dan ngga mau nyasar karena ngga ngerti jalan di yogjakarta :D

Dari daftar tempat yang mau dikunjungi, ada beberapa tempat yang mesti dipangkas karena terlalu jauh dan ngga satu arah dengan yang lainnya menurut sang supir. Tapi meskipun begitu, gw tetap puas dengan hasil perjalanan ini.

Ok, mari ke poin utama tulisan ini, rute. Jangan kaget kalau dalam satu hari rutenya ngga terlalu banyak, namanya juga bawa anak kecil umur empat tahun, jadi ngga bisa berangkat terlalu pagi dan pulang terlalu malam, yang punya anak kecil pasti ngerti ;)
hepi banget kayaknya :D

duh senyumnya sampe merem begitu :P



Inilah rutenya:

Senin:  Candi Borobudur – Gudeg Yu Djum – Check in Hotel Srikandi – Pantai Parangtritis - Sate Pak Pong

Komentar :

Candi borobudur memang luar biasa besar, sayang sekali sudah hasil renovasi sehingga sistem yang asli untuk aliran air dan sebagainya sudah ngga berfungsi. Buat yang ingin tahu banyak tentang candi borobudur, lebih baik sewa pemandu supaya dijelasin banyak tentang candi borobudur. Kalo gw ngga pake pemandu karena biar bebas narsis dan jaga mood anak, kalau ternyata baru separuh naik kita udah kecapekan bisa langsung pulang. Tapi ternyata sukses tuh sampe tingkat paling atas :D Oh iya sebelum masuk candi diminta pake sarung batik, kata penjaganya sih bukan karena kepercayaan apa pun, tapi karena ingin melestarikan budaya batik indonesia, jadi ya mudah-mudahan dengan memakai itu bukan termasuk perbuatan syirik :) buktinya kalau pas masuk candi, sarung itu dilepas juga ngga ada yang negur, ada juga yang dijadiin selendang atau tutup kepala kok ;)

Gudeg Yu Djum, ngga tau apa karena lidah gw lidah sumatera yang notabene doyan pedas, rasa gudeg yu djum ini ngga masuk sama sekali di lidah gw..

Check in Hotel Srikandi. Gw dapat rekomendasi nginep di hotel ini dari teman gw. Harga per malamnya lumayan terjangkau, rapi, bersih, dan termasuk sarapan. Sebenarnya ada pilihan beberapa hotel waktu itu, dan yang menjadi alasan kami untuk akhirnya memilih hotel ini adalah karena ini hotel yang paling dekat dari malioboro. Gw dapat kamar di lantai dua, dan memang betul hotelnya sesuai dengan harapan, bahkan balkonnya tertutup dan ada jemuran segede gaban, jadi berasa suasana rumah banget, bebas deh ngejemur pakaian, biasanya kan kalo di hotel bingung mau ngejemur di mana :p cuma yang agak kaget adalah lokasi hotelnya, ternyata di gang gitu, meskipun gangnya muat mobil sih.. tapi suasana pinggir gang yang dipenuhi tempat mangkal becak dan warteg-warteg, ngga nyangka aja di dalamnya ada hotel :D