Monday, February 06, 2012

Dunia yang penuh tanya



Kemarin, kami mengadakan kumpul keluarga di rumah orangtuaku. Semenjak berkeluarga, lama sudah aku tak bersua dengan mereka. Aku dan keluarga kakakku sudah berkumpul lebih dahulu. Kami bercanda tawa di ruang tamu. Tak lama kemudian, sepupu-sepupu, om-om dan tante-tanteku mulai berdatangan. Tapi banyak juga yang tak kukenal. Mungkin mereka membawa mertuanya? Atau ipar-iparnya? Entahlah. Yang jelas mereka tampak asing di mataku.

Sepupu-sepupuku langsung menyebar ke dalam rumah. Kutebak, mereka terbagi kubu menjadi dua, ada yang ke kamar adikku yang anak ketiga, dan adikku yang anak ke empat. Sebab di kamar adikku yang anak ketiga, banyak sekali novel. Sementara di kamar adikku yang anak ke empat, banyak sekali komik. Ya, kami empat bersaudara dan perempuan semua. Aku adalah anak kedua. Kamarku dan kamar kakakku berada di atas. Baru kami berdua yang berkeluarga.

Semenjak sepupu-sepupuku datang, adik-adikku masuk ke kamar mereka. Mungkin ingin bergabung, atau justru mengamankan buku-buku berharganya? Entahlah. Kini di ruang tamu, hanya satu sepupuku yang duduk di sebelahku di ruang tamu, sisanya adalah orangtuaku, para om dan tante, dan beberapa orang tak kukenal. Mereka mulai berbasa basi sambil menyantap makanan, sementara aku, hanya menyantap makanan, karena aku bukan tipe orang yang suka berbasa basi. Sepupu yang ada di sebelahku pun tak kuajak berbicara, karena kami memang tak terlalu dekat.

Pada akhirnya tante yang duduk di sebelahku memulai percakapan dengan sepupuku, dan dari pertanyaan itu mulai berkembanglah pertanyaan-pertanyaan lain dan aku mulai ikut nimbrung. Kemudian, aku merasakan darah mengalir dari hidungku, tampaknya aku mimisan. aku mengambil tissue yang ada di atas meja. Tapi anehnya, bukan darah yang keluar, tapi cairan bening kehijauan, mirip ingus tapi bukan ingus. Tanteku kaget melihatnya, dia hanya menyodorkan banyak lagi tissue kepadaku.

Tak lama kemudian, sepupuku yang dokter baru datang. Dia bersama dengan dua laki-laki yang tidak kukenal, membawa koper besar. Dia masuk dan cepat-cepat mengambil tissue sambil menutup hidungnya. Aneh, padahal aku tidak melihat darah setetes pun keluar dari hidungnya, ataupun cairan lain. Atau mungkin karena penglihatanku terhalang tissue?

Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam rumah, tanpa berbasa basi dulu pada om dan tanteku, bahkan orangtuaku. Dia melongok ke arah kamar orangtuaku, kemudian ke atas, mungkin ke kamar kakakku, karena mereka cukup dekat.

Setelah bosan dan kehabisan bahan berbasa-basi, aku pun pamit masuk ke dalam. Aku menengok ke kamar adikku yang anak ketiga. Loh, ternyata dia hanya sendirian di kamar?

Friday, February 03, 2012

Raisa – Apalah arti menunggu

Berawal dari sering denger lagu ini di radio, dan kuping gw mulai dimanja dengan nadanya yang mendayu-dayu menggalau-galau *apa sih?* gw jadi suka lagu ini. Dan dari suka, isenglah cari ke youtube, penasaran kayak apa sih penyanyinya dan gimana video klipnya?



Ternyata video klipnya bagus euy! Gw suka banget sama pilihan warnanya dan cara penyorotan kameranya. Kayaknya semuanya pas banget, lembuuut banget. Dua bagian yang gw suka adalah ketika disorot cangkir yang udah miring dan isinya tumpah, sama peralihan indoor ke outdoor. Dan entah kenapa, cara kamera menyorot si raisa bagus banget, jadi kelihatan cantik deh.

Eh tapi, menurut gw tetep ada kekurangannya. Apa tuh?